
"Agar kamu bisa melihat , siapa yang datang " seakan berat meninggalkan Via , kembali mendekati dan mencium kening Via.
"Tak usah menunggu kedatangan ku , jika lelah beristirahatlah.
Oh ya , aku sudah belanja banyak di kulkas lengkap. jadi kamu bisa memasak untuk ku " ucap nya sambil mengedipkan mata.
"Ok...ak akan memasak dan menunggu mu " Via tersenyum.
"Jika lelah tidur lah " melangkah keluar .
"Bye " teriak nya menonjolkan kepala di balik pintu..
Kembali masuk dan mendekati Via, memandang wajah nya , kemudian.
Cup....
Dengan santai Doni berjalan keluar sambil tersenyum..
Menoleh lagi ke Via yang menahan senyum dengan wajah memerah.
"Bye sayang " kiiss jarak jauh.
"Bye...."Via tertawa melihat tingkah Doni.
Membalikkan badan , berjalan setengah berlari menuju mobil nya di parkir .
Drrrttt...
"Halo tuan ...
"Ya "jawab Doni datar.
"Musang sudah kami tangkap dan kami interogasi , ia belum mau menjawab.
kami harus bagaimana tuan " ucap seseorang disana.
"Bagus tunggu kedatangan ku " ucap Doni masuk kedalam mobil nya dan menjalankan dengan kecepatan tinggi.
Setengah jam kemudian.
Ciiiiittttt....
Suara mobil Doni yang berdecit ,sontak membuat orang suruhan nya langsung membuka pintu .
Terlihat pria yang di sekap dengan mata di tutup .
"Buka penutup mata nya ....
sreeet...
anak buah Doni membuka penutup mata dengan kasar.
"Siapa yang menyuruh mu " bentak Doni memegang dagu pria itu sambil menekan kasar.
"Sa..saya tidak tahu " ucap pria itu gemetar.
"Jangan bohong , ...
"Benar tuan , saya hanya ditawarkan pekerjaan dan saya mau...
karena mereka bilang saya hanya mengerjakan yang mereka bilang , membuat sistem komputer mereka mati, hanya itu saja.
"Bohooong , tak mungkin kalau hanya mematikan sistem saja mengapa kalian menguras semua keuangan perusahaan Mr Bruno , saya tidak bodoh " teriak Doni marah sambilmengengam tangan nya.
"Saya tidak tahu tuan, ternyata mereka ingkar janji " ucap nya menundukkan kepala menyesal.
"Masa kamu tidak tahu mereka " Doni menurunkan nada bicara nya , sambil memandang pria itu , terlihat ia tak berbohong.
"Yang saya dengar pria itu menyebut nama Kelly " mereka menyuruh saya dengan imbalan besar melalui handpone tuan " ia menunduk.
"Kamu ternyata bodoh , kenapa mau saja di suruh orang yang tidak kamu kenal.apa kamu tidak takut , jika ini akan mengancam nyawa mu dan keluargamu " ucap Doni jengkel.
"Karena saya sangat membutuhkan uang tuan,.maaf " menunduk tak berani menatap Doni.
"Huufff....
masih ada ya , orang kaya gini " batin Doni menarik nafas panjang.
"Yang ku katakan itu benar ???
Jangan bohong !!...
Tau akibatnya kamu kalau bohong " ancam Doni.
"Saya tidak bohong tuan , saya menyesal tidak menyelidiki dahulu.apa yang mereka perintahkan " ucap pria itu menunduk...
"Kelihatan nya orang ini jujur " batin Doni menatap tajam.
"Apa akibat nya jika kamu bohong ???...
"Saya siap dibunuh tuan ..
sebagai permintaan maaf saya , saya bersedia meneliti..kinerja mereka " gemetar.
"Ha..ha..ha..ha.
Kamu mau mengelabui saya ??..
"Tidak tuan ,.kalau tuan tidak percaya silahkan tuan ikuti saya.
tapi ada syarat nya..
"Ck..belum apa - apa syarat..
ya sudah...apa syarat nya.
"Saya mau ambil laptop dan handpone saya dirumah , nanti saya kerjakan disini " ucap nya.
"Ok..kalau begitu ..
Ikuti orang ini , tutup mata nya, jangan sampai ia tahu tempat kita " perintah nya.
"Siap tuan ...
"Ayo ,.kami antar kamu pulang..." ucap anak buah Doni
Tiba - tiba.
Door....door..
Terdengar suara letusan senapan .
"Menunduk ...
seperti nya ia mengincar orang ini, balas mereka yang berani kurang ajar " perintah Doni..
"Yang lain ambil Senjata dengan cepat.."kembali teriakan Doni terdengar .
Ia mengeluarkan senapan dibalik saku jas ,yang selalu dibawa nya kemana - mana
Bergegas anak buah Doni yang terdiri dari lima orang berlari mengambil senjata.
Berbagai jenis senjata mereka keluarkan dan masing - masing memegang nya..
Bahkan mereka membawa basoka.
"Simpan di belakang mu dulu , jika tidak perlu jangan dipakai " Doni mengingatkan.
"Siap tuan " bergegas keposisi masing - masing.
Doni memakai teropong , melihat siapa yang menembak rumah nya..
"HM...mereka bersembunyi di setiap sudut..
"Ming...ada berapa orang yang mengintai rumah kita " tanya nya.
"Ah cuma sepuluh tuan , keciiil " menjentikkan jari nya.
"Siaaap...
"Ming...kita taruhan yang paling banyak dapat , traktir makan di restauran BB..selama sebulan...cewe nya Ming.."ucap Yong terkekeh.
"Lou , Jack , hou , kamu diam biar kami yang bertanding " mulai membidik.
"Go Ming...go.go.. " teriakan mereka
"Kenapa kalian tidak berada di pihak ku " teriak nya jengkel sambil mulai membidik.
Lou,Jack dan hou tertawa terpingkal - pingkal ditengah bunyi peluru.
"Siapa takut ' ucap nya..
__ADS_1
Doni geleng - geleng kepala mendengar guyonan mereka di handset yang sudah terhubung di masing - masing angota.
Door.
"Satu...dua..tiga " hitung Ming sambil tersenyum .
"Satu...dua..tiga..empat .lima..enam . kamu kalah Ming , Uda itu buat kamu aja " ucap nya tertawa.
"Yeeaaa. " ucap Ming sang sniper ulung
Dooor...
"Kalah traktir , aku selama sebulan " Sniper yang memiliki julukan mata elang...
"Sial...iya aku traktir kamu.
tadi ngalah aja ." ucap Ming sang sniper tampan tak mau kalah.
"Kita keluar , lihat apa masih ada yang hidup dan tanyakan, hati - hati " ucap Doni menghampiri pria itu.
"Kamu tidak apa - apa " tanya Doni melihat pria itu yang masih tertutup mata dan tangan diikat.
"Tidak apa - apa tuan . " gemetar.
"Saat mereka hubungi kamu , kamu hanya mendengar nama Kelly ???...
"Iya tuan...
"HM...
Siapa mereka, Kelly ?? " masih tak percaya memandang pria itu.
"Oh ya siapa nama mu ??..
"Leo tuan , saya tak tahu jika akan menjadi seperti ini , mereka sudah membohongi saya..
"Tapi tuan , keluarga saya bagaimana ??
" ucap nya khawatir.
****
Deg...
"Miing..."teriak Doni.
ke lima orang kepercayaan Doni menoleh , mendengar Doni memangil nya.
"Kalian disini " ucap Ming , setengah berlari ia menghampiri Doni.
"Apa yang kalian dapat ??? " ucap Doni.
"Tidak ada tuan , mereka semua sudah merenggang nyawa nya masing - masing " memandang Doni .sambil terkekeh.
"Ketemukan keluarga pria ini..
perasaan ku tidak enak , cepat kalian berangkat " perintah Doni.
"Apakah handpone mu ada GPS ?? " tanya Ming dengan wajah serius.
"Ada ..."ucap pria itu.
"GPS ....ha " mendekati pria itu dan memeriksa di tubuh nya..
"Ada apa tuan..
Doni menemukan pelacak kecil di belakang pinggang pria itu.
"Ini apa Leo , kamu bohong." membuka tutup mata Leo.
"Saya tidak tau tuan , ini pelacak berada disini " ucap nya ketakutan.
Doni membanting serta menginjak nya.
Terlihat benda kecil itu pecah dan tidak menyala lagi.
"Pantas mereka tahu markas kita " ucap Doni geram...
"Tuan biar saya bakar alat pelacak itu , supaya mereka tak bisa melihat lagi " ucap Leo mengambil korek api dari kantong celana dan membakar nya.
"Kalau begitu kamu disini aja , handpone mu ada gps ? " tanya Young sang hacker bermata sipit...
"Ada tuan..
Leo menyebut nomor handpone nya.
"Diruang tamu ada foto saya clouse up , dibalik foto saya sendiri.disitu laptop dan handpone saya simpan dan anda bisa membuka lemari rahasia.
Dengan kode pin 7777 " ucap nya tak ingin mereka hilang kepercayaan nya terhadap nya.
"Ok.yong dan Lou. kamu yang berangkat kesana ambil laptop itu..
"Kamu bertiga , tunggu Leo disini " ucap Doni berjalan keluar .
"Siap tuan " ucap Yong .
"Siap tuan " ucap Lou berbareng .
Young seorang hacker , yang melihat handpone nya ia tersenyum
"Kenapa Young ?? " tanya Doni.
"Mereka sedang mencari keberadaan no Via , apa perlu saya bertindak " ucap nya senyum - senyum sendiri .
"l
"Mau lawan saya !! " gumannya. sambil mengajak Lou dengan gerakan tangan nya.
"Bagaimana tuan ???..
"lakukan " jawab Doni santai sambil berjalan dimana mobil nya berada.
"Yes sir " teriak young dan Lou melakukan gerakan ala tentara.
Sebelum menyalakan mobil Doni melihat CCTV di mansion nya.
Terlihat Via sedang memasak.
"HM...
Tak sabar mencicip masakkan mu " guma Doni tersenyum.
Drrrrtttt....
Drrrrtttt....
Ricky calling....
"Ah si bos., ada apa lagi !!! " Doni menarik nafas panjang.
"Hallo...
"Hallo...
Don..besok kamu kerjakan ??..
"Gantikan tugasku meeting dan lain - lain , selebihnya kirim ke email " perintah Ricky.
Tut...Tut...Tut.
Ricky memutuskan hubungan sepihak tanpa mendengar ucapan Doni.
"Busettt....bos laknut ga punya etika seenak nya aja suruh orang " omel Doni..
Kembali menjalankan mobil nya.
Malas Doni menjalan kan dengan kecepatan sedang.
Tiba - tiba ..
Door..dooorr.....
Mobil yang dikendarai Doni di brondong dengan tembakan.
"Hissst...siapa yang berani " ucap Doni.
Mobil sedan hitam yang di bawa Doni sudah di modif .
Ia memencet tombol yang mengeluarkan peluru...
Doorrrr.....dooorrr.....doorrrr...
__ADS_1
Ciiiiiittttt.......
Druaaar...
Mobil yang menembak mobil Doni terlihat oleng terbanting ke kanan dan meledak
"Mau macam - macam dengan ku "senyum sinis .
Kembali menjalan kan mobil nya dengan kecepatan penuh..
menghabiskan waktu tiga puluh menit.
Akhirnya Doni sampai di mansion nya .
Penjaga khusus yang ditugaskan menjaga mansion nya membuka pintu , saat ia mengetahui sang empunya rumah datang.
"Nyalakan alat pelacak , jika ada yang datang " Doni mengeluarkan Kapala nya.
"Baik tuan " ucap nya menunduk .
bergegas menyalakan alat pelacak .
Doni turun dari mobil dan berjalan memasuki mansion nya.
Ting...
Doni.meletakkan sidik jari nya hingga pintu mansion terbuka.
"Hmm..
harum masakan..."batin nya dalam hati sambil mencari Via berada dimana.
"Kak...sudah pulang ? " tanya Via berjalan dari dalam dapur .
"HM...harum sekali bau masakan mu " ucap Doni tak menghiraukan pertanyaan Via..
"Selain cantik ternyata kamu bisa masak juga ???..." menghampiri meja makan.
"Kak...disini yang membersihkan mansion siapa ?..
"Ada bibi , sekarang ia lagi pulang. karena anak nya sakit..." duduk di meja makan..
"Kak Doni tidak mandi dulu ? ...
"Nanti...mencium harum masakan mu aku jadi lapar..
Ayo duduk disini , kita makan bersama " ucap nya sambil menepuk kursi di sebelah nya.
Via duduk dengan perasaan dag...Dig...dung....
"Ayo kita makan " menarik tangan Via lembut . dan memeluk pinggang .
Membuat Via Merinding jadi nya.
Terlihat kedua nya makan dalam diam.
saling melirik .
"Ternyata masakkan mu sangat lezat , sudah pantas menjadi nyonya Doni Saputra " mengedipkan mata menggoda.
"Cerita nya ini merayu ku atau memuji masakan ku " ucap Via keceplos.Sadar ia berkata seperti itu.
Dengan menunduk malu , Via menutup mulut dengan kedua tangan nya.
"Kedua nya..
memuji masakan mau dan merayu mu "menyelesaikan suapan terakhir kemudian minum.
Meletakkan gelas ia memandang Via yang masih terdiam dan tertunduk malu .
Tak di sangka Via , tiba - tiba Doni mendorong dan memutar kursi menghadap nya.
"Kak , kakak mau apa " ucap Via bingung.
Tak menjawab pertanyaan Via.Doni jongkok di depan Via..
****
"Aku mencintai mu , bersediakah kamu menua bersama ku dengan anak -.anak kita " ucap Doni dengan kedua tangan mengatup dihadapan Via.
"Ya..aku juga mencintai mu " jawab Via lirih.
"Aku tak bisa menjanjikan apa - apa , yang hanya bisa ku janjikan untuk membuat mu selalu tersenyum " menatap Via sayu.
Memeluk nya lebih erat..
"Terima kasih Via...terima kasih " lebih erat memeluk.
"Sama - sama kak " lebih merapatkan pelukan nya.
Via merasa pelukan Doni sangat nyaman .
Rasa nyaman yang tak dapat di ucapkan.
"Via , aku akan selalu memeluk mu saat musim dingin menerpa.untuk menghangatkan rumah kita dengan menerangi dengan , cinta dan kasih sayang ku " ucap Doni menatap Via sayu..
Tatapan yang menuntut lebih.
Mulai detik ini Via , aku tidak perlu mencari kebahagiaan kemana - mana lagi. surga ada disini dengan mu " ucap nya..
Aku akan selalu setia kepada mu .
memberikan seumur hidup mu dalam tangan mu..
Tatapan mata Doni tertuju ke bibir Via yang merah merekah..
"Kak...
aku hanya ingin selalu bersama mu ,. kita akan menghadap dad..
dan menceritakan jika kita adalah sepasang kekasih...
Mau kah kak ? " tanya Via berharap.
"Tetapi pantaskah aku dihadapan Mr Bruno ? " tanya Doni ragu.
"Pantas kah , kakak ini hanya seorang assiten kak Ricky " ucap nya merendah. karena ia berani mencintai seorang putri Bruno.
Tapi cinta tak memandang itu.
"Tapi...kakak mencintai ku bukan?
Jika kakak mencintai ku , kita hadapi bersama " ucap Via
Hmmmfttt....
Doni mencium lembur bibir Via.
Hingga Via kehabisan udara dan memukul dada Doni .
"Manis " ucap nya sambil menghapus Saliva nya di bibir Via.
"Kakak ini ...
"Ciuman pertama ku di ambil , sekarang di sosor lagi ...
Hadew...habis deh bibir perawan ku " batin Via tersenyum malu.
"J love you...love you.." kecup mesra Doni berikan..
"J love you too " berdua bertatapan dan kedua dahi mereka beradu. kedua nya tidak berjarak lagi.
"Dengarlah aku sebentar saja " Via menangkup wajah Doni dan mengangkatnya perlahan.
"Kita harus bertemu dengan kedua orang tua angkat ku, supaya mereka tahu kita saling mencintai " Via memandang Doni berharap perkataan nya di dengar .
Doni mendongak menahan gejolak di dalam dada .ia memandang lekat wajah Via, wanita yang dicintai.
"Kamu mencintai aku , sejak lama ??." Mandang intens.cinta yang kamu pendam..
masih ingatkan ???
Doni menganggukkan kepala..
"Mengapa masih ragu kak ???...Via menarik nafas panjang .
Dengan kedua tangan di dada.
"Aku hanya mengharapkan jika kakak tidak ragu.
Via membenamkan wajah nya diantara pundak dan leher Doni.
__ADS_1
"Jangan membiarkan keraguan menjadi penghalang cinta kita kak .." Tampa sadar Via memeluk Doni.