TAKDIR

TAKDIR
Bab 66


__ADS_3

Dika telah berkata jujur kepadaku tentang hubungannya dan Fida kekasihnya itu tentang apa yang pernah mereka lakukan selama ini.


Sontak hal itu membuat aku kaget setengah mati karena aku tidak menyangka mereka melakukan hal yang seperti itu di luar ekspektasi ku saat ini. itu sebabnya Dika tidak bisa meninggalkan Fida dan hal itu juga yang membuat Fida Rela untuk diduakan dan memilih Bertahan meski sakit di hati.


Tentu saja aku tidak mau Fida merasakan hal yang sama dengan ku. Maka nya aku meminta Dika untuk memilih kekasihnya itu dan bertanggung jawab atas apa yang pernah ia lakukan kepadanya. Dan aku hanya menemani Dika di tempatku saja karena di sini dia sendirian tidak ada temannya dekat dengannya.


"Astaghfirullahaladzim, sejujurnya aku masih belum bisa percaya dengan apa yang dikatakan Dika kepadaku tadi. Aku tidak menyangka mereka bisa melakukan hal seperti itu" Batin ku, yah aku masih melamun memikirkan apa yang dikatakan Dika barusan kepadaku.


"Aku tidak mau Fida akan merasakan hal yang sama dengan ku. Aku hanya berteman dengan Dika dan tidak boleh lebih" Ucap ku dalam hati.


"Ya Allah kuat kan lah aku untuk menghadapi semua ini. Aku tidak mau wanita lain menjadi korban karena keegoisan ku. Ajarkan aku untuk ikhlas ya Allah" Batin ku lagi.


***


"Ramah" Tegur bang Ijon yang kini sudah menggantikan kak Rika di bagian bendahara penerimaan keuangan.


"Iya bang"


"Melamun aja, ayo kita pergi sarapan"


"Wah oke deh" Jawab ku dengan semangat. Emang enak sih kerja di instansi pemerintahan itu. Dimana yah seperti inilah gajinya lancar, uang tipsnya lancar dan soal makanan jangan ditanya lagi. Selalu ada yang membagi rezekinya untuk kami para honorer.


"Ramah" Panggil nya lagi saat kami sudah tiba di salah satu kedai makan yang tidak jauh dari kantor kami.


"Iya bang" Jawab ku.


"Abang kan masih baru di bendahara penerimaan dan juga Abang belum tahu bagaimana-bagaimana saja cara kerjanya. Jadi abang minta tolong sama kamu untuk ngajarin abang nantinya bagaimana sistem kerjanya di sana" Jelas bang Ijon kepada ku.


"Oke bang nanti akan aku ajari. Tapi aku pun tidak sepenuhnya mengetahui sistem kerja di sana. Aku hanya mengetahui bagian-bagian dasarnya saja. Jadi nanti kalau ada yang kurang kita belajar sama-sama dari kak Rika" Ujar ku.


"Nah, ternyata enak juga kerja sama sama kamu ya. Ini partner yang baik untukku"


Aku hanya tersenyum mendengar perkataan dari bang Ijon tadi.


Semenjak bang Ijon menjadi atasan ku, aku sangat senang, yah aku sangat menikmati pekerjaan ku saat ini. Santai namun pasti nya selesai aku membuat semua tugas ku. Jika bang Ijon pergi ke kapal untuk melakukan tugas lapangan, aku selalu di bawa ole-ole dari kapal. Terkadang buah-buahan, terkadang minuman kaleng.


***


"Ini data untuk membuat laporan bulanan, yang ini data untuk membuat laporan tahunan, yang ini aplikasi untuk membuat Simponi jika nanti kita menyetor uang ke bank, kita belajar satu-satu ya cara membuat laporan bulanan seperti ini..... " Jelas ku panjang lebar kepada bang Ijon untuk mengajari nya tugas nya sebagai bendahara pengeluaran.


"Aduh Ramah, abang pusing. Abang yang sudah tua ini memang sangat sulit untuk menerima pelajaran baru. Abang keluar sebentar ya untuk merokok" Ujar nya langsung keluar dari ruangan itu. Yah secara dia memang sudah berumur. Anak nya saja sudah tiga. Mungkin umur nya sekitar empat puluh tahunan gitu lah. Aku juga gak tahu sih yang jelas dia sudah berumur.


Aku hanya bisa melihat kepergian nya dengan menggeleng-gelengkan kepala. Jika seperti ini bisa-bisa aku lah yang mengerjakan nya sendiri. Ujar ku pusing dengan keadaan yang ku hadapi ini.


Aku sih tidak masalah, karena aku ngerti sedikit banyak nya sistem pekerjaan ini. Jelas aku menikmatinya. Karena aku memang suka seperti ini.


"Ramah" Tegur nya lagi saat kembali lagi ke ruangan kami.


"Iya bang" Jawab ku dengan setumpuk nota kapal di meja kerja ku yang harus ku input di laptop agar nanti gampang membuat laporan bulanan.


"Sekitar sebulan lebih lagi abang harus berangkat ke Jakarta untuk melakukan rekon ulang. Karena abang belum terlalu paham untuk masalah pekerjaan ini disebabkan apa masih baru. Nanti abang mau kamu ikut bersama abang ke Jakarta" Jelas bang Ijon lagi kepada ku.


"Ha? Serius bang ke Jakarta? Lama gak? Tapi apa bisa honorer seperti ku ikut?" Tanya ku tidak yakin.


"Serius lah, gak lama palingan semingguan gitu. Masalah bisa tidak nya jelas lah bisa jika tidak bisa ngapain abang bilang sama kamu" Ujar nya.

__ADS_1


"Lagian SPT nya bisa kok di buat untuk honorer. Mau kan?"


Aku mengangguk pelet tanda setuju dengan apa yang dikatakan bang Ijon tadi .Sebenarnya aku tidak begitu yakin untuk pergi rekon ke sana karena aku pun belum terlalu bisa dan belum terlalu memahami bagaimana kerja rekon di sana.


"Nah gitu dong, nanti pasti nya kapan akan abang kabari lagi ya ke kamu" Ucap nya.


"Oke"


***


"Buk, tadi aku di tawari pergi ke Jakarta untuk rekon kantor buk. Gimana ya buk aku pergi gak?" Tanya ku.


"Kok kamu tanya nya sama ibu sih. Itu kan memang sudah tugas kantor mu untuk pergi ke sana"


"Iya sih buk, tapi aku masih ragu buku pergi ke sana karena aku hanya seorang honorer bu. Lagian aku takut nanti aku salah mengerjakannya karena ini kan menyangkut uang negara kalau nggak balance bagaimana?"


"Berdoa saja semoga kamu pergi di sana lancar-lancar kerjanya. Lagian nanti kalau misalnya ada yang belum kamu mengerti kamu kan bisa bertanya sama ketua bendahara yang lama" Saran ibu ku.


"Iya juga sih buk"


"Kamu itu harus nya bersyukur. Baru hampir setahun kamu kerja di sana kamu sudah diajak untuk pergi ke Jakarta dan mereka semua percaya sama kamu bahwa kamu bisa. Jadi kamu harus buktikan sama mereka kamu itu bisa melakukan hal itu" Ucap ibu ku.


"Iya buk sih buk. Mumpung gratis ya buk pergi ke sana nya. Kapan lagi coba aku menginjak kaki di kota Metropolitan itu" Ujar ku.


"Ha iya benar itu. Kapan lagi kamu naik pesawat kan"


"Iya buk. Doain aku ya buk semoga aku berhasil" Ucap ku.


Yah di setiap langkah kerjaku aku selalu meminta doa kepada kedua orang tuaku. Karena bagiku doa mereka sangatlah penting untuk karirku. Tanpa doa mereka aku yakin aku tidak akan bisa mendapat pekerjaan seperti sekarang ini.


"Ibu dan ayahmu selalu mendoakan yang terbaik untukmu, kesuksesanmu atas karir yang kamu capai saat ini. Tidak ada orang tua yang mendoakan anaknya yang buruk-buruk. Pasti semua orang tua ingin mendoakan anaknya untuk menjadi orang yang baik" Ucap ibuku.


"Oh ya kapan kamu pergi Jakarta nya?"


"Masih lama sih buk, sebulan lebih lagi. Seperti nya selesai lebaran deh" Ujar ku yah menang bulan puasa tinggal menghitung beberapa minggu lagi.


Aku sangat bersyukur kepada Allah yang telah memberikan aku pekerjaan seperti ini. Terlebih orang tuaku begitu bangga kepadaku karena aku mendapatkan pekerjaan yang enak tanpa harus kuliah. Bahkan aku yang ditawarkan kerja waktu itu bukan aku yang mencari pekerjaan.


Meski begitu, aku masih merasa bimbang di hati. Pikiran ku masih bimbang karena status ku sekarang. Yah aku selalu berpikir siapa lah yang mau sama aku ini.. Aku tidak mungkin sama Dika. Secara ada gadis lain yang sedang menunggu nya di sana. Aku tidak lah sejahat itu untuk merebut Dika jika aku sudah mengetahui bahwa Dika sudah merusak gadis lain.


Untuk beberapa kali aku mengalami nafas beratku memikirkan nasibku di masa depan yang seperti apa.


***


Aku sedang duduk di depan cafe yang kemarin pernah ku datangi untuk menemani bapak kepala salah satu ruangan di kantorku. Yah lagi-lagi bapak itu menghubungiku untuk memintaku menemaninya nongkrong di cafe tersebut.


Meskipun aku sebenarnya hatiku merasa berat untuk menemani lelaki paruh baya itu. Namun aku juga merasa sungkan untuk menolaknya secara yang merupakan atasanku. Dan aku berpikir apa salahnya jika aku menemani laki-laki paruh baya itu sebentar hanya untuk sekedar minum dan makan saja di cafe itu. Secara dia memintaku menemaninya di sore hari dan di tempat umum. tapi kalau dia memintaku untuk datang ke rumahnya agar aku bisa menemaninya aku menolak mentah-mentah permintaan itu karena aku takut nanti terjadi yang tidak ku inginkan meskipun dia orangnya baik. Tapi tetap saja aku harus waspada. Toh hasutan setan tidak ada yang tahu. Ibarat kata pepatah malang tidak berbau. Sedangkan aya kandung saja bisa menganiaya anak nya sendiri apa lagi orang lain.


"Lama banget sih Ramah kamu nya" Ujar lelaki paruh baya tadi.


"Maaf pak, tadi ada pekerjaan di rumah sedikit" Ujar ku.


"Oh gitu, ya sudah pesan makan gih sana" Ujar nya menyuruh ku untuk memesan minuman dan makanan untukku sendiri sedangkan dia sudah duluan memesan makanan dan minuman untuknya.


Aku pun langsung memesan makanan dan minumannya kepada si pemilik cafe tersebut.

__ADS_1


Ya seperti biasa aku hanya menemani lelaki paruh baya itu untuk minum dan nongkrong di sana. Sedangkan untuk borak-borak alias ngobrol aku sama sekali tidak begitu pintar karena aku bukan orang yang pembual. Sehingga bapak tadi lebih ditemani dan ngobrol santai sama si pemilik cafe.


Melihat mereka berdua sedang ngobrol ria, aku pun memutuskan untuk sibuk dengan ponselku di mana aku berselancar di media sosial ku berupa facebook. Ya hanya untuk menghilang kesentuhkan ku karena aku seperti tunggul di sana.


Deg...


Hati ini kembali terasa pedih dan sakit melihat si mantanku lewat. Yah dia lewat di jalan yang tak jauh dari cafe ku berada.


Sungguh setiap kali aku melihat wajahnya peristiwa yang menyakitkan itu kembali kurasakan. Dengan perasaan perih dan menggebu-gebu aku pun menulis di status fb ku.


"Lagi asyik-asyikan duduk di teras cafe Eh tiba-tiba biawak lopak lewat. Seketika mood ku menjadi hilang karena kembali terbayang peristiwa itu. Semakin mencoba melupakan semakin sakit hati ini kurasakan" Status ku di halaman fb ku. Setelah membuat status itu aku pun keluar dari halaman facebook ku.


Ting...


Ponsel ku berdering tanda pesan masuk.


"Siapa biawak lopak itu?" Pesan dari Dika.


"Ha maksud nya?"


"Status fb mu"


"Oh, bukan siapa-siapa. Hanya iseng saja" Jawab ku berbohong.


"Jangan berbohong cinta. Aku tahu status itu untuk mantan mu kan. Sudah lah cinta lupakan saja hal yang membuat hati mu sakit. Aku di sini bersama mu"


"Tidak semudah itu Dika. Aku tidak rela dia bahagia bersama keluarga nya setelah apa yang dia lakukan kepada ku. Siapa yang mau menerima ku yang sudah seperti ini?"


"Ada aku bersama mu. Aku menerima mu apa ada nya"


"Tidak, itu tidak bisa Dika. Kamu sudah ada dia yang telah menunggu mu dan sabar terhadap sikap mu. Aku tidak mau apa yang aku alami saat ini juga di alami sama dia" Jelas ku memalui pesan ku.


"Kami bisa saling melengkapi dan menemani ku secara bersama-sama"


"Maksud kamu? Aku dan dia jadi pacar kamu? Bahkan aku dan dia menjadi istri kamu kelak?" Tanya ku.


"Ya kira-kira begitu lah"


"Maaf Dika. Aku tidak mau hidup dimadu. Bahkan aku yakin dia juga tidak mau hidup dimadu. Wanita Mana yang mau diduakan dan meski di bibir mereka mengatakan ikhlas tapi tidak dengan hati mereka" Jelas ku lagi.


"Mencoba lah cinta pasti bisa"


"Tidak bisa Dika, saat ini aku sedang belajar untuk ikhlas melihat kamu bahagia dengan pacarmu itu. Di saat kamu menceritakan dia kepadaku, disaat aku tahu keluargamu dekat dengannya. Kamu pikir hatiku tidak terluka menerima kenyataan itu? Jelas hati ini terluka tapi aku tetap bertahan karena rasa cintaku kepadamu" Ujar ku.


"Maaf kan aku tidak bisa memilih di antara kalian. Aku yang telah membuat kalian tersakiti seperti ini"


"Tidak masalah bagi ku. Jika jodoh kita panjang maka aku akan bertahan. Tapi jika jodoh kita tidak panjang maka sampai di sinilah hubungan kita. Aku hanya mengikuti takdir yang telah digariskan oleh tuhan kepada kita" Ujar ku lagi.


"Aku hanya meminta kamu melupakan aku. Kembali lah bersama nya. Dia yang lebih berhak dari aku" Ujar ku lagi.


"Jangan lah berkata seperti itu cinta. Aku tak bisa melakukan apa yang kamu minta" Ujar nya lagi.


"Aku sayang sama kamu cinta" Tambah nya lagi.


"Jangan egois kamu Dika"

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak bisa melakukan itu cinta" Ujar nya lagi.


"Ikut saja alur cerita ini Dika. Aku juga tidak meminta ku melakukan nya sekarang. Tapi pelan-pelan namun pasti jika tidak kamu yang pergi, aku yang akan pergi" Ujar ku lagi.


__ADS_2