TAKDIR

TAKDIR
Ga jelas


__ADS_3

"Disuruh Mr Bruno untuk.memjemput mu " ucap Ricky berbohong sambil menelan Saliva nya merasa gugup..menyenggol lengan Doni memberi tanda.


"HM...dad ???..." Via mengangkat satu alis nya merasa heran.


"Ah Ricky cara kuno " batin Doni menahan tawa...sambil geleng - geleng kepala.


"Iya Via , ayo cepat ikut kami.penting " akhirnya Doni juga ikut berbohong.


Via terlihat bingung dengan dua laki - laki tampan ini , jika emergency Dady nya akan langsung.memghubungi nya, tidak dengan memerintahkan kedua orang ini.


Merasa aneh , ia mengambil smarphone nya...tapi ternyata handpone sang ayah angkat nya tidak aktif.


"Ayo lah...kamu kan mengenal kami , kami bukan orang jahat " ucap Doni memberi tanda ke Via.


Dan di iyakan Ricky dengan menganggukkan kepala semangat.


"Tapi kak Steven ???...


"Biar dia pulang sendiri , kan bawa mobil sendiri " sela Doni ketika ia melihat Steven akan bicara.


Sementara Steven terdiam dengan mengengam tangan nya menahan marah.


"Ikut saja mereka Via , saya akan ikut dengan mu dari belakang.


"Aku bawa mobil sendiri ko " ucap Via sambil berjalan santai , tak menghiraukan ketiga lelaki tampan itu.


Sedangkan ketiga laki - laki itu termangu mendengar ucapan Via.


Tanpa mereka sadar , mobil yang di kendaraan Via sudah meluncur dengan kecepatan rendah.


"Kalian kenapa bengong disitu, ga pulang ...." merasa heran sambil geleng - geleng kepala. kembali membawa kendaraan nya.

__ADS_1


Tersadar dengan teguran Via , bagai kerbau di cucuk hidung nya , sontak ketiga laki - laki tampan itu bergegas menuju mobil masing - masing .


****


Sesampai dikantor Via bergegas membuka pintu ruang kerja sang ayah angkat.


"Dad...


"Mr Bruno sedang meeting diluar Mss " ucap sekretaris Bruno.


"Oh pantas " batin nya.


"Ok thanks " sambil tersenyum dan masuk kedalam ruangan nya.


Ketiga laki - laki tampan itu.serentak mengaruk kepala nya yang tak gatal.


Mengetahui mereka di acuhkan.


"Silahkan duduk ...


Seperti anak kecil Steven dan Ricky berebut kursi didepan meja kerja Via.


Hanya Doni yang tak dapat duduk didepan Via.


Melihat kelakuan kedua pria itu Doni geleng - geleng kepala di buat nya.sambil tersenyum kikuk melihat Via.


"kakak berdua ini kenapa ya???...


ko seperti anak kecil.


Itu sofa ada , kenapa berebutan seperti anak kecil ? " tanya Via merasa heran.

__ADS_1


Terlihat Steven dan Ricky tersenyum malu.


"Mau menemani kamu kerja Via " ucap Doni asal..


Ricky menatap Doni.marah.


Pura - pura tak mengerti tatapan tajam Ricky. Doni memainkan smarpone nya.


Mendengar ucapan Doni , Via hanya geleng - geleng kepala tak mengerti.


"Via....malam nanti , makan malam bareng aku mau ? "seperti pertanyaan polos anak kecil yang sedang meminta permen kepada sang ibu.bukan sebuah ajakan.


"Sama aku aja Via " ucap Steven tak mau kalah.


"Hug....Doni tersedak mendengar nya.walau ia sedang tak minum.


"Saingan gue berat , dua orang bos , dua CEO " batin Doni dalam hati sambil berjalan ,duduk di sofa .


"Ada apa dengan para pria ini ? " batin Via tak mengerti.


Belum saja Via menjawab permintaan kedua pria itu..


Tiba - tiba


"HM....ada tamu rupa nya " Mr Bruno datang.


"Dad...habis meeting diluar " merasa tak enak hati dengan deheman sang dad angkat nya


like dan cmnd dung.


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2