
"Kamu adalah istriku. Tidak ada istri lain selain kamu."
Kata-kata yang terucap dari mulut Bima membuat kata-kata yang ingin diucapkan oleh Karina tertelan kembali di tenggorokan.
Tubuhnya menegang. Ucapan Bima membuat dadanya berdebar-debar. Apa benar apa yang dikatakan oleh Bima? Tapi, bukankah dia sendiri yang mengatakan kalau perempuan itu adalah istrinya?
"Kamu sendiri yang mengatakan kalau dia adalah istrimu. Kamu juga yang berjanji padaku kalau kamu akan menyingkirkan foto itu dari kamar ini. Tapi kamu sendiri yang mengingkarinya." Kata-kata itu akhirnya keluar dari mulut Karina.
Bima mengembuskan napasnya kasar. Kepalanya benar-benar pusing sekarang.
"Bisakah kamu tidak membahas ini sekarang? Aku sungguh sangat mengantuk dan sangat lelah." Bima berbisik di telinga Karina. Deru napasnya terdengar berat. Sepertinya, pria itu benar-benar kelelahan.
Karina memutar tubuhnya. Wanita itu memberanikan diri untuk menatap Bima yang memang terlihat sangat mengantuk. Wajah pria itu terlihat lelah.
"Tidurlah! Aku janji, aku akan menjelaskan semuanya besok." Bima berbicara dengan setengah mengantuk. Bagai terhipnotis, Karina pun menurut saat pria itu merapatkan tubuhnya. Bima bahkan menyuruh perempuan itu meletakkan kepala di lengannya.
Laki-laki itu mendekap erat tubuh Karina. Napasnya terdengar teratur, pertanda kalau laki-laki itu langsung tertidur setelahnya.
"Aku tidak tahu apa yang kamu sembunyikan dariku, Bima. Entah apa yang terjadi denganmu dan perempuan di dalam foto itu, yang jelas, seandainya kamu tetap bersikeras dengan pendirianmu, maka aku pun sama. Aku tidak mau menjadi istri yang tertindas hanya karena suamiku tidak mencintaiku," ucap Karina dalam hati.
Karina memang bertekad tidak akan tinggal diam seandainya Bima terus menindasnya. Gadis itu juga tidak mau menjadi istri yang selalu mengalah saat suaminya berbuat salah. Meskipun pernikahan mereka di atas perjanjian, tetapi, Karina tidak ingin nasibnya seperti dalam novel-novel online yang sering ia baca. Ia adalah wanita kuat. Karina akan melawan seandainya suatu saat Bima berbuat sesuatu dalam luar kendalinya.
***
Bima menatap perempuan cantik yang masih tertidur dalam pelukannya. Wajahnya sangat cantik, kulitnya terlihat putih bersih. Bima memindai cukup lama wajah sempurna milik perempuan yang sudah tiga hari ini menjadi istrinya.
__ADS_1
Bima menghela napas panjang. Tangannya terulur mengusap wajah Karina.
"Apakah aku benar-benar bisa menerimamu sebagai istriku? Biar bagaimanapun, terlepas dari perjanjian pernikahan kita, kamu tetaplah istriku. Istri yang sah menurut agama dan negara," ucap Bima dalam hati.
Laki-laki itu kembali mendekap tubuh Karina. Entah kenapa, saat Bima memeluk perempuan itu, ada rasa nyaman yang menyelimuti hatinya. Rasa yang tidak pernah ia rasakan selama bertahun-tahun terakhir.
Semenjak kepergian Renata, Bima tidak pernah bersama wanita manapun. Bagi Bima, hanya Renatalah perempuan satu-satunya yang membuatnya nyaman. Hanya wanita itu pula yang membuat dadanya berdebar saat berdekatan dengannya.
Sayangnya, tidak banyak kenangan yang menyenangkan saat bersama perempuan itu. Pernikahannya dengan Renata hanya berisikan pertengkaran yang berujung menyakiti Renata.
Selama pernikahannya dengan Renata, hanya luka yang ia berikan pada wanita itu. Tidak pernah ada sedikitpun kebahagiaan ataupun kenangan indah yang Bima berikan pada Renata. Bahkan sampai saat terakhir pun, Bima hanya bisa membuat wanita itu berlinang air mata.
"Apa aku harus mengikuti nasihat Aldrian?" Bima kembali berucap dalam hati. Wajah tampannya tersenyum tipis saat Karina menggeliat dalam pelukannya. Bima pikir, wanita itu akan terbangun karena itu ia melonggarkan pelukannya. Namun, bukannya terbangun, Karina justru menelusupkan wajahnya pada dada bidang Bima. Tangannya melingkar memeluk tubuh kekar lelaki itu.
***
"Dia adalah masa lalu yang tidak pernah bisa aku lupakan. Sampai sekarang, aku masih sangat mencintainya." Kata-kata yang keluar dari mulut Bima bagaikan sembilu yang menusuk hati Karina.
Entahlah! Meskipun saat ini Karina belum yakin tentang perasaannya terhadap Bima. Namun, kata-kata yang keluar dari mulut Bima membuat bunga yang sedang berkembang di hati Karina langsung layu seketika.
"Sampai detik ini, aku masih terus berharap kalau dia akan kembali padaku. Jujur, aku sangat mencintainya dan tidak bisa melupakannya." Suara berat lelaki yang sudah sah menjadi suaminya itu kembali terdengar.
Karina bahkan melihat bibir Bima bergetar dengan kedua mata terpejam.
"Maafkan aku karena aku mengambil keputusan menikahimu tanpa berbicara dulu padamu. Sungguh! Aku tidak bermaksud untuk membuatmu kecewa. Saat itu, yang terpikirkan olehku hanya bagaimana cara aku menolongmu." Bima menatap Karina yang saat ini juga sedang menatapnya dengan tatapan tak terbaca.
__ADS_1
"Entah kenapa, yang terbersit di hatiku saat itu adalah menikahimu. Saat aku menikahimu, aku yakin, pamanmu tidak akan berani macam-macam padamu lagi."
"Apa kamu tahu kenapa?"
Karina menggeleng. Bukan tidak mengerti, tetapi, Karina hanya ingin tahu, kenapa laki-laki itu memilih menikahinya.
"Saat aku menjadi suamimu, aku punya kuasa untuk melindungimu sampai akhir."
BERSAMBUNG ....
Bima yang sekarang penuh misteri. Author keder dengan Bima yang sekarang.
Seperti biasanya, sambil nunggu update, kalian bisa mampir dulu di novel keren milik teman Author nih!
Dikhianati oleh orang yang dicintai yaitu sang istri membuat Louis Gabriel menutup diri dari wanita, dia menjalani hari-harinya dengan begitu kesepian bahkan tinggal di rumah mewah dan besar miliknya tanpa ditemani oleh siapapun.
Dingin, kasar, dan arogan menjadi sifat Louis yang merupakan salah satu pengusaha terkaya di negaranya. Meskipun Luois menutup hatinya akan seorang wanita, namun, tidak dengan nafsu dan birahi yang ada di dalam dirinya.
Sebagai seorang laki-laki normal tentu saja dia tetap membutuhkan kaum wanita untuk memenuhi kebutuhan biologisnya itu, dan Loius selalu menggunakan jasa wanita penghibur untuk memuaskan nafsu birahinya.
Sampai akhirnya, dia bertemu dengan seorang wanita yang cuek, urakan bahkan pecicilan bernama Arista yang mampu membuka hati bahkan mencairkan jiwa yang selama ini membeku.
Seperti apakah pertemuan mereka berdua? akankah Arista menerima cinta dari seorang laki-laki kaya raya, namun, memiliki sifat Arogan dan semena-mena tersebut?
__ADS_1