TAKDIR

TAKDIR
Bab 84


__ADS_3

Perasaan ku semakin di buat was-was karena dalam hitungan hari saja lagi Dika bersama ku di tempat ku ini.


"Tidak terasa beberapa hari lagi kita akan berpisah Dika. Kamu akan kembali ke kota asal mu. Itu arti nya kita akan LDR lagi" Ujar ku kepada nya saat malam itu Dika datang ke rumah ku.


"Yah begitu lah cinta. Yah mau gimana lagi cinta. Takdir kita seperti ini" Ujar nya lagi.


"Pasti kekasih mu di sana akan merasa sangat bahagia karena pada akhir nya kalian bersama lagi" Ujar ku lagi sambil menghela napas berat.


Dika tidak bisa menjawab perkataan ku itu. Laki-laki itu hanya bisa diam dengan seribu bahasa nya.


"Arti nya kalian berdua memang di takdir kan bersama. Yah begini lah nasib ku. Sungguh menyedihkan" Ujar ku lagi dengan penuh rasa yang campur aduk. Yah maksud ku berkata seperti itu agar mendapatkan simpati atau perkataan apa lah itu dari Dika. Tapi nyatanya laki-laki itu hanya kembali diam. Mungkin dia bingung mau mengatakan apa kepada ku. Yah aku pun yakin dia pasti bahagia juga karena akan kembali bersama kekasih nya. Hanya saja dia tidak mau mengatakan nya karena takut aku tersinggung.


"Mau aku belikan minuman cinta?" Tanya nya mengalihkan pembicaraan kami di malam itu.


"Minuman apa?"

__ADS_1


"Minuman yang segar-segar seperti pop ice gitu"


"Oh boleh"


"Sekalian saja beli cemilan biar gak ngobrol kosong kita" Ujar nya lagi.


"Mau beli apa?" Tanya nya lagi.


"Bagaimana bakso bakar saja. Sudah lama juga aku gak makan bakso bakar" Jawab ku melupakan masalah kegalauan ku saat ini.


"Aku ikut juga?" Tanya ku. Yah secara saat itu aku berpenampilan apa ada nya saja. Masa ia mengajak ku ke pasar saat berpenampilan seperti ini.


"Iya dong cinta. Gak gak mungkin kan aku ke sana sendirian. Gak enak pergi kemana-mana sendiri"


"Kalau begitu, kamu tunggu di sini sebentar aku mau ganti baju dulu sekalian bilang sama ibu"

__ADS_1


"Aku yang akan meminta izin kepada ibu mu. Kamu siap-siap saja" Ujar Dika. Mendengar itu aku langsung masuk ke kamar ku untuk bersiap-siap.


"Buk, boleh bawa Ramah keluar sebentar. Mau beli bakso bakar" Tanya Dika meminta izin kepada ibu ku.


"Lama pergi nya?"


"Gak kok buk. Sebentar saja hanya membeli bakso bakar saja dan pop ice setelah itu pulang" Jelas Dika.


Aku yang mendengar percakapan kedua insan yang berbeda jenis kelamin dan berbeda usia itu dari dalam kamar merasa was-was. Yah jika ibu ku tidak mengizinkan ku pergi, percuma saja aku siap-siap. Toh tidak keluar juga bukan, jadi untuk apa aku siap-siap. Aku memperlambat gerakan ku untuk me dengar keputusan dari ibu ku seperti apa.


"Ya sudah pergi lah, tapi benar ya hanya pergi membeli bakso bakar dan pop ice jangan kemana-mana lagi" Ujar ibu ku.


Aku tersenyum mendengar perkataan ibu ku tadi. Dan kini aku mempercepat gerakan ku untuk bersiap-siap.


"Ya buk, sebentar saja kok" Ujar Dika tersenyum mendengar perkataan ibu ku memberikan izin kepada kami.

__ADS_1


__ADS_2