TAKDIR

TAKDIR
Aku mendapatkan


__ADS_3

Inikah mimpi ku,


akankah ini jalanku


Atau ini hanya


keberuntungan yang datang


Dan akan pergi dan


akan hancur bila sudah waktunya


Benarkah katakan


cepat katakan


     Dihari pementasan Panca masih tidaklah


berubah tetap cuek denganku  “ mohon


kerjasamanya “  itulah yang aku ucapkan


sebelum kami  pentas . Saat musik mulai


kami mulai menari aku melihat raut muka Panca yang tak bisa aku baca maunya apa


? namun dia  mengikuti lagunya dan seakan


penonton juga masuk dalam permainan kami tapi  aku merasakan getaran yang mulai berdetak saat dia mengangkatku ke atas


dan menangkapku lagi aku bagai terbang sesaat. Apa yang terjadi padaku kenapa


aku tenggelam dalam pikiranku sendiri kumohon fokuslah tinggal 1 menit lagi dan


akhirnya selesai juga dengan tanda penghormatan kami  “ kau hebat sekali, penampilanmu sangat bagus “


di belakang panggung  “ aku dari tadi


sudah menahan diri untuk mengendalikan diriku sendiri jadi jangan berusaha


terlalu keras, kau  jaga jarakmu padaku “


aku bingung apa yang dia katakan padaku tapi dia menyuruhku untuk menjauh


darinya  “ kau masih belum memaafkanku


Panca “  dia pergi meninggalkanku tanpa


sepata kata apapun.

__ADS_1


    “hai Freda, tadi penampilanmu indah sekali,


semoga kau bisa masuk tahap internasional “  “ hai kak Radit, iya semoga saja kak”  “ jangan perna menyerah terus berusaha “   “  iya


kak”  kenapa aku merasa kurang senang apa


karena aku terlalu memikirkan masalahku dengan Panca  oh.... Panca  gimana sih menyelesaikan masalah padamu.


   “ Clara itu cewek yang dekat dengan Radit,


sainganmu beratkan “  “ cewek kampungan


begitu saja kau sebut saingan, gak banget “  saat aku ingin menemui dia setelah pementasan ternyata dia ngobrol


dengan Radit “ benerkan, dia dekat dengan Radit itu buktinya “ bener-bener nih


cewek cari masalah denganku saat itu setelah dia selesai ngobrol dengn Radit


akuikut dia dan dia ke wc  “ kamu salah


main – main denganku cewek udik “ aku mengunci pintu wcnya .


   Penampilan-


penampilan semua peserta sudah dipentaskan tibalah akan di umumkan siapa 3


sih si Freda itu “ aku berlari keluar “ ada yang lihat Freda ? “ aku bertanya


kesemua orang yang aku lintasi 15 menit lagi “ memangnya kemana Freda ? “ ujar


temannya Ani yang ikut serta aku tanyakan  “ dia gak tau kemana sedangkan pengumuman pemenang sebentar lagi “  “ oke aku cari dikantin dan diluar, kau cari


dekat sini”  “ baiklah “ anak ini sangat


merepotkan saat dia ada disini aku ingin sekali menghindarinya tapi sekarang


aku sedang apa..... mencarinya.


  Aku merasa gugup dan semua memenuhi pikiran


aku ke kamar mandi menenangkan diri  tapi


saat aku ingin keluar pintu wcnya terkunci dan lampunya di matikan rasa takutku


meningkat dibenakku terbayang macam – macam dari hantu, moster, pembunuh


emmmhhh kebawak flim ini tapi aku tak segampang itu menyerah aku teriak dan


gedor-gedor sampai suaraku serak “ buka   pintunya...” “ siapa pun tolong buka pintunya “  tapi hasilnya sia –sia . Beberapa waktu

__ADS_1


berlalu aku mendengar “ oyyyy,,, ada orang di dalam “ itu seperti suara Panca “


Panca aku ada di dalam “  “Freda “  “ iya ini aku, bukakan pintunya “  “ oke-oke”  “ pintunya terkunci dan kuncinya tidak ada disini, kamu mundur jauhi


pintunya “  “ baik “ brak..... bunyi


keras dari pintu dan terbuka “ kau menyelamatkanku untung kau datang “  “ sudahlah jangan dibahas sekarang


pengumumannya tinggal satu menit “ dia menarik tanganku dan kami lari bersama “


.


  “  Juara ketiga adalah Nabila “ ahhhh....ahh...  aku belum mengatur nafasku tapi sudah di


umumkan juara ke tiga  “juara kedua


adalah Freda “ aku dapat juara  “ ayok “


mengajak Panca “ kau saja “ “ itu tidak mungkin kitakan berusaha bersama – sama


, jadi ayok “ aku menerima piala dan kemenangan aku sangat-sangat senang “walaupun


juara dua tapi aku ikut berlomba ajang internasional saja sudah mencapai


harapku .


  “ kamu dari tadi kemana ajah aku dan Panca


sibuk mencarimu “ sahut Ani “ aku juga gak tau siapa yang mengurungku “  “ oh iya selamat kamu masuk internasional,


penari balet kita Freda “  “ sudah-sudah


aku malu bila kau teriak terlalu keras, disini rame “  “ oke... oke... aku hanya menggodamu “   “ Panca terimakasih atas bantuanmu, makasih


banget “ dia hanya menatapku dan berpaling pergi.


  aku


yakin yang ngerjai Freda tadi adalah pacarnya Radit itu, sekarang terlihat


biasa saja tapi kalau di biarkan perbuatannya akan semakin berkembang dan


dia  akan membahayakan Freda kalau aku


suru Freda menjauh ahhh tapi kan anak itu sangat menyukai Radit jadi itu bukan


alasan yang bagus begitu banyak pikiranku untuk menyelesaikan suatu pekerjaan


rumah...

__ADS_1


__ADS_2