
Inikah mimpi ku,
akankah ini jalanku
Atau ini hanya
keberuntungan yang datang
Dan akan pergi dan
akan hancur bila sudah waktunya
Benarkah katakan
cepat katakan
Dihari pementasan Panca masih tidaklah
berubah tetap cuek denganku “ mohon
kerjasamanya “ itulah yang aku ucapkan
sebelum kami pentas . Saat musik mulai
kami mulai menari aku melihat raut muka Panca yang tak bisa aku baca maunya apa
? namun dia mengikuti lagunya dan seakan
penonton juga masuk dalam permainan kami tapi aku merasakan getaran yang mulai berdetak saat dia mengangkatku ke atas
dan menangkapku lagi aku bagai terbang sesaat. Apa yang terjadi padaku kenapa
aku tenggelam dalam pikiranku sendiri kumohon fokuslah tinggal 1 menit lagi dan
akhirnya selesai juga dengan tanda penghormatan kami “ kau hebat sekali, penampilanmu sangat bagus “
di belakang panggung “ aku dari tadi
sudah menahan diri untuk mengendalikan diriku sendiri jadi jangan berusaha
terlalu keras, kau jaga jarakmu padaku “
aku bingung apa yang dia katakan padaku tapi dia menyuruhku untuk menjauh
darinya “ kau masih belum memaafkanku
Panca “ dia pergi meninggalkanku tanpa
sepata kata apapun.
__ADS_1
“hai Freda, tadi penampilanmu indah sekali,
semoga kau bisa masuk tahap internasional “ “ hai kak Radit, iya semoga saja kak” “ jangan perna menyerah terus berusaha “ “ iya
kak” kenapa aku merasa kurang senang apa
karena aku terlalu memikirkan masalahku dengan Panca oh.... Panca gimana sih menyelesaikan masalah padamu.
“ Clara itu cewek yang dekat dengan Radit,
sainganmu beratkan “ “ cewek kampungan
begitu saja kau sebut saingan, gak banget “ saat aku ingin menemui dia setelah pementasan ternyata dia ngobrol
dengan Radit “ benerkan, dia dekat dengan Radit itu buktinya “ bener-bener nih
cewek cari masalah denganku saat itu setelah dia selesai ngobrol dengn Radit
akuikut dia dan dia ke wc “ kamu salah
main – main denganku cewek udik “ aku mengunci pintu wcnya .
Penampilan-
penampilan semua peserta sudah dipentaskan tibalah akan di umumkan siapa 3
sih si Freda itu “ aku berlari keluar “ ada yang lihat Freda ? “ aku bertanya
kesemua orang yang aku lintasi 15 menit lagi “ memangnya kemana Freda ? “ ujar
temannya Ani yang ikut serta aku tanyakan “ dia gak tau kemana sedangkan pengumuman pemenang sebentar lagi “ “ oke aku cari dikantin dan diluar, kau cari
dekat sini” “ baiklah “ anak ini sangat
merepotkan saat dia ada disini aku ingin sekali menghindarinya tapi sekarang
aku sedang apa..... mencarinya.
Aku merasa gugup dan semua memenuhi pikiran
aku ke kamar mandi menenangkan diri tapi
saat aku ingin keluar pintu wcnya terkunci dan lampunya di matikan rasa takutku
meningkat dibenakku terbayang macam – macam dari hantu, moster, pembunuh
emmmhhh kebawak flim ini tapi aku tak segampang itu menyerah aku teriak dan
gedor-gedor sampai suaraku serak “ buka pintunya...” “ siapa pun tolong buka pintunya “ tapi hasilnya sia –sia . Beberapa waktu
__ADS_1
berlalu aku mendengar “ oyyyy,,, ada orang di dalam “ itu seperti suara Panca “
Panca aku ada di dalam “ “Freda “ “ iya ini aku, bukakan pintunya “ “ oke-oke” “ pintunya terkunci dan kuncinya tidak ada disini, kamu mundur jauhi
pintunya “ “ baik “ brak..... bunyi
keras dari pintu dan terbuka “ kau menyelamatkanku untung kau datang “ “ sudahlah jangan dibahas sekarang
pengumumannya tinggal satu menit “ dia menarik tanganku dan kami lari bersama “
.
“ Juara ketiga adalah Nabila “ ahhhh....ahh... aku belum mengatur nafasku tapi sudah di
umumkan juara ke tiga “juara kedua
adalah Freda “ aku dapat juara “ ayok “
mengajak Panca “ kau saja “ “ itu tidak mungkin kitakan berusaha bersama – sama
, jadi ayok “ aku menerima piala dan kemenangan aku sangat-sangat senang “walaupun
juara dua tapi aku ikut berlomba ajang internasional saja sudah mencapai
harapku .
“ kamu dari tadi kemana ajah aku dan Panca
sibuk mencarimu “ sahut Ani “ aku juga gak tau siapa yang mengurungku “ “ oh iya selamat kamu masuk internasional,
penari balet kita Freda “ “ sudah-sudah
aku malu bila kau teriak terlalu keras, disini rame “ “ oke... oke... aku hanya menggodamu “ “ Panca terimakasih atas bantuanmu, makasih
banget “ dia hanya menatapku dan berpaling pergi.
aku
yakin yang ngerjai Freda tadi adalah pacarnya Radit itu, sekarang terlihat
biasa saja tapi kalau di biarkan perbuatannya akan semakin berkembang dan
dia akan membahayakan Freda kalau aku
suru Freda menjauh ahhh tapi kan anak itu sangat menyukai Radit jadi itu bukan
alasan yang bagus begitu banyak pikiranku untuk menyelesaikan suatu pekerjaan
rumah...
__ADS_1