
"Kenapa Don...liat gue gemes " ucap nya tanpa melihat Doni , berjalan dimana mobil nya di parkir .
"Aku kira bos ....
"Kenapa...kamu kira kenapa ?? " Ricky membalikkan badan sambil melotot..
"He..he...
kirain ga bisa nembak " ucap Doni nyengir
sambil mengaruk kepala yang tak gatal.
"Enak aja .....dengan cepat ,
naik kedalam mobil.
"Don....kira - kira beli apa ya...untuk nanti malam..yang berkesan Gito Lo " senyum - senyum sambil mengaruk kepala yang tak gatal...
"HM....
Bos kan mau nembak ni...
itukan belum pasti di terima atau ga nya sama Via ..
"Elo sumpahin gue !!!..."teriak Ricky melotot..
"Ala maaaak....belum apa - apa erosi " batin Doni.sambil menarik hidung nya..
"Bukan begitu maksudnya bosss...
ini kan perumpamaan " Doni sampai menarik nafas panjang.
"Terus..."ucap Ricky tak sabar .
"Bos mau nembak ??
__ADS_1
Bos beli boneka dan...
"Untuk apa boneka, memang Via anak kecil ?? " potong Ricky sekali lagi melotot tajam.
"Ih...belum abis ucapan ku , udah main potong aja, tunggu sampai omongan gue selesai kenapa !!!..."ucap Doni merasa jengah melihat tingkah Bos sekaligus teman akrab nya...
"Iya...iya .terus " mulai mengalah...
"Bos beli boneka dan bunga...
maksudnya , saat bis nembak Via..
Via suruh pilih jika ia tak terima berarti boneka dan jika ia terima bunga ...
"Tapi bos harus bilang gitu dihadapan Via " ucap Doni sambil melirik Ricky.
"Die ngerti ga maksud gue ya " batin nya tak sabar melihat bos disebelah nya hanya mantuk - mantuk kan kepala.
"HM..
"Enak aja Lo, gue memang pinter.elu aja yang Lola " batin Doni melirik tak senang.
"Ok...sekarang kita ke toko boneka " ucap Doni tanpa menunggu jawaban dari Ricky ia.memvelokkan mobil nya menuju toko boneka.
Setelah boneka dapat , kembali mencari toko bunga...
"Satu lagi bos...
Cincin....saat ia menerima bunga, berarti bos harus memberikan cinicin tanda cinta dan sayang bos kepada Via " ucap Doni panjang lebar seperti seorang guru yang sedang mengajar ke anak didik nya.
"Ok...lanjut ke toko emas..."ucap Ricky dengan wajah berseri...
"HM...yang bucin " batin Doni menarik sudut bibir nya.
Setelah mendapatkan cincin itu.mereka kembali kerumah untuk bersiap - siap nanti malam.
__ADS_1
****
Jam menunjukkan pukul 19.00.
Terlihat Ricky yang sedang melihat diri nya di cermin...
"Ude...Uda ganteng " celetuk Doni melirik jam tangan nya.
"Memang ganteng "ucap nya mengerakkan kedua alis nya.
"Ayo ah....nanti terlambat ..
Di duluuin Steven , gigit jari Lo " ucap Doni mengambil kunci mobil .
Mendengar ucapan Doni berbegas iya setengah berlari menuju Doni yang sudah menunggu sambil cemberut.
"Let's go...." ucap Ricky girang seperti anak kecil yang mendapat mainan.
Benar saja....sesampai di raetauran yang di tuju . terlihat Steven sudah datang dan duduk dengan santai.
"Kan apa kata ku , untung Via belum datang " Doni celinga celingu mencari keberadaan Via.
"Iya....untung saja " Ricky mengelus dada yang sejenak berdebar , ketika mengetahui Steven tiba lebih dulu...
"Hai...." sapa Ricky sok akrab , walau ia sendiri merasa tak senang dengan kedatangan Steven.
"Hai juga..."melirik kedua tangan Ricky.
Yang hampir saja sama dengan nya membawa bunga .
tapi tidak membawa boneka.
"Untung tak sama ...b" batin nya....
terima kasih guys...
__ADS_1
selamat membaca