
Setelah pulang dari rumah buk Ita kami aku dan Yus memutuskan untuk pergi ke rumah Dika. Yah karena semua orang yang ada di rumah Dika itu belum pulang dari rumah kakak nya Dika, Jadi nya gadis yang bernama Fida yang merupakan kekasih Dika itu lah yang melayani kami. Kembali dia kenunjuk kan bahwa diri nya lah yang begitu akrab dengan keluarga Dika dan pantas untuk mendampingi laki-laki itu.
"Hmm cari muka tu anak" Bisik Yus kepada ku dengan tatapan sinis nya.
"Biarin lah yus. Nama nya juga calon bini pasti dong mencari muka dengan calon suami nya" Balas ku dengan berbisik juga kepada Yus.
"Aku bukan apa-apa ya Mah, meski aku punya pacar dan aku akrab dengan keluarga pacar ku seperti dia, aku tidak juga lah berprilaku seperti ini. Mungkin menolong cuci baju pun dia mau ya. Kalau aku sih gak ya. Soal nya dia belum tentu jadi suami ku. Nanti setelah jadi suami ku baru dong kita melakukan apa yang harus di lakukan"
"Benar, benar. Aku setuju dengan apa yang kamu katakan. Aku juga seperti itu sih Yus. Aku juga nggak suka mencari muka seperti ini. Aku hanya bersikap sewajarnya saja sebagai seorang pacar tidak harus seperti dia"
"Silahkan di makan dan di minum hidangan nya" Ujar Dika menawarkan kepada kami setelah Fida selesai menyiap kan hidangan di atas meja.
"Iya terima kasih" Jawab ku.
Fida duduk di samping Dika. Jelas hati ini merasa sakit melihatnya dekat dengan laki-laki itu. Tapi aku tahu dia pun juga merasa sakit karena aku berada di sana. Sengaja mungkin dia membuat ku cemburu dengan kedekatan nya kepada laki-laki itu.
Aku dan Dika duduk pun menang berdampingan tapi kami berjarak cukup jauh. Yah jelas aku tidak mau dekat-dekat dengan laki-laki itu ketika ada Fida bersama kami. Sejahat bagaimana pun aku, aku masih ingin menjaga hati gadis itu.
Namun, si Dika nya yang dekat-dekat dengan ku. Aku pun bergeser lagi untuk mencoba jaga jarak di antara kami. Dan untuk menghilangkan ke suntuk kan jelas dong kami mengabadikan nya dengan berfoto.
"Ayo yo, kita foto" Ajak Yus.
"Eh Rio aja yang di ajak? Aku gak?" Tanya Dika kaget mendengar Yus tidak menawarkan foto kepada nya.
"Ayolah foto sama-sama" Ujar Yus lagi. Yah karena waktu itu musim pake tongsis, tentu saja aku membawa tongsis untuk mengabadikan setiap momen kami agar lebih mudah karena bisa mengambil foto atau pun vidio dengan mudah.
"Senyum, satu dua tiga" Ujar Yus. Terlihat tangan Dika memegang kaki nya Fida. Bermaksud juga ingin mengajak gadis itu. Tapi gadis itu malah membuang muka tidak mau di foto. Karena itu lah Dika bersikap seperti itu untuk mengatakan gadis itu tidak di abaikan nya.
"Tuh kamu lihat tangan si Dika. Ih.... geli aku melihat nya sok romantis" Bisik Yus lagi.
"Sudah lah Yus biarin saja mereka seperti itu. Mereka juga sudah lama pacaran nya"
"Iya pacaran lama sih lama juga. Tapi ada etika dong jangan sok-sok romantis seperti itu" Oceh Yus lagi.
"Biarkan saja lah Yus. Jangan ambil pusing ah sama mereka. Kita ya kita, mereka ya mereka" Ujar ku lagi.
Mood yang tadi begitu semangat ku bangun kini roboh seketika melihat Dika seperti itu kepada Fida. Yah aku bersikap tegar saja padahal hati ku hancur di buat nya.
"Sekarang kalian ke rumah ku ya. Jalan juga lah ke rumah ku" Rengek Rio kepada kami.
"Oke boleh, boleh" Jawab ku lagi.
"Eh ternyata ada tamu" Ujar ibu nya Dika yang baru pulang di antar sama kakak nya Dika.
"Buk" Ujar ku mencium punggung tangan wanita paruh baya itu. Tak lupa kakak nya Dika pun ku cium punggung tangan nya. Namun, wanita yang memiliki satu anak itu seperti tidak menyukai ku. Yah dia menatap kami dengan sinis nya.
Sontak hal itu semakin membuat nyali ku ciut. Yah terlihat kakak nya Dika tidak menyukai ku. Secara jelas mereka menyukai gadis yang bernama Fida itu.
Melihat hal itu aku hanya menghela napas berat ku.
"Aku tidak akan bisa masuk di keluarga nya Dika. Secara begini lah respon keluarga Dika terhadapku" Batin ku.
"Kami pamit dulu ya buk" Ujar ku kepada ibu Dika.
"Sudah mau pulang?"
"Iya buk, sudah sore juga takut kemaleman nanti tiba di pakning" Ujar ku kepada ibu nya Dika.
"Hati-hati ya" Ujar wanita paruh baya itu.
"Iya buk" Jawab ku.
"Ke rumah dulu baru pulang" Ujar Rio lagi.
"Iya ini ke rumah mu dulu kita" Jawab ku. Meski Rio dan Siti adik sepupu ku itu sudah putus, tapi tetap saja kami masih dekat dan berteman seperti biasa nya.
__ADS_1
***
"Ayo masuk" Ajak Rio kepada kami untuk masuk ke rumah nya.
"Assalamualaikum" Ujar ku dan Yus masuk ke rumah Rio. Tentu saja Dika dan Fida ikut bersama kami.
"Ah... sayang" Ujar adik Rio yang meyambut kedatangan Fida dengan berpelukan. Mereka seperti baru bertemu saja setelah sekian lama tidak bertemu.
"Kembali deh cari muka" Bisik Yus lagi. Aku dan Yus duduk di atas sofa. Sedangkan yang lain Duduk di bawah. Yah Dika berbaring di bawah mungkin dia lelah tentu saja Fida duduk di samping nya. Aku dan Yus hanya melihat dan menyaksikan kedekatan mereka semua.
Mereka bercerita tantang baju lebaran yang mereka beli.
"Ini aku beli baju Dika seharga seratus ribu lebih di bazar kemarin" Ujar Fida.
"Wah, ternyata Fida beliin baju untuk Dika" Batin ku.
"Itu berarti mereka pergi keluar bersama dong untuk membeli baju" Tambah ku lagi dalam hati.
Aku benar-benar muak melihat kedekatan mereka waktu itu. Ingin rasa nya aku segera pergi dari sana. Yah semakin lama, aku merasa semakin terkucil kan.
"Ayo Yus kita pulang" Ujar ku mengajak sahabat ku itu untuk pulang.
"Yok" Jawab Yus bangkit dari tempat duduk nya.
***
"Ya ampun Yus, sakit sekali hati aku melihat adegan demi adegan yang di mainkan oleh Fida tadi. Sumpah aku muak dengan perangai mereka semua" Ujar ku.
"Ya aku juga begitu. Tapi kata kamu sabar dan wajar mereka seperti itu"
"Iya sih, tapi lama-lama jadi muak juga di buat nya" Ujar ku lagi.
"Kita ke BMD dulu ya. Sepertinya antrian peri juga penuh ini. Aku mau duduk-duduk di sana dulu" Ujar ku.
BMD itu tempat kapal peri berlabuh atau tempat kapal peri beristirahat (off). Yah kami duduk di pelabuhan itu untuk menenangkan hati yang saat ini tengah gundah. Bayangan Dika yang keluar untuk mencari baju raya bersama gadis itu masih membekas di ingatan ku. Mereka menghabiskan waktu bersama saat Dika berada di Bengkalis. Sungguh aku sakit hati membayangkan nya. Terlebih saat ini aku meninggalkan Dika bersama Fida yang masih berada di rumah Rio.
"Oke deh demi si sahabat sejati"
Setelah di foto, aku pun membuat status di BBM ku dengan foto ku itu.
Tak lama setelah nya, ponsel ku pun berdering tanda pesan masuk.
"Masih belum pulang? Ngapain di BMD?" Tanya Dika yang telah melihat statusku di aplikasi BBM nya.
Aku merogoh tas yang berwarna merah yang kubawa tadi untuk mengambil ponselku di dalamnya.
"Iya, antrian penuh jadi ya tunggu di sini saja dulu" Ucap ku lagi.
"Kenapa gak menunggu di sini saja bersama ku"
"Ini sudah mau ke pelabuhan untuk masuk ke dalam peri. Seperti nya orang sudah pada muat" Ujar ku mencari alasan untuk mengakhiri pesan singkat kami di aplikasi BBM tersebut. Yah sengaja aku ingin menghindar dari laki-laki itu karena saat ini perasaanku lagi sedang kacau.
"Hati-hati di jalan cinta" Ujar nya.
"Iya" Balas ku singkat.
***
Aku menghempaskan tubuhku di atas kasur saat aku tiba di rumah.
"Ya Allah rasa nya lelah sekali" Ujar ku dalam hati. Tidak hanya tubuhku yang merasa lelah hatiku dan juga pikiranku kini pun terasa lelah. Iya lelah memikirkan semua yang terjadi kepadaku saat ini. Di mana aku menjalani cinta segitiga. Untuk beberapa kali aku menghela napas ku yang berat untuk menghilangkan rasa kegundahan di hati ini.
"Ya ampun, kenapa sih aku malah terlibat di antara cinta segitiga ini. Jelas cinta ini membuat hatiku merasa sakit nanti. Tidak hanya aku pasti mereka berdua juga merasakan hal yang sama. ingin rasanya aku terlepas dari cinta segitiga ini. Tapi entah mengapa sangat berat rasanya aku meninggalkan Dika. terlebih saat ini dia bekerja di daerahku. Dan akulah yang membawanya ke sini. Tidak mungkin aku meninggalkannya begitu saja setelah aku membawanya di sini" Batin ku.
"Aduh, apa yang harus aku lakukan?" Ucap ku lagi dengan sendiri nya.
__ADS_1
"Lakukan apa?" Tanya ibu ku yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar.
"Astaghfirullahaladzim bu, ngagetin aja" Ujar ku yang kaget dengan kedatangan wanita paruh baya itu secara tiba-tiba.
"Emang kamu mau melakukan apa ha?" Tanya ibu ku dengan nada interogasinya kepadaku.
"Gak ada melakukan apa-apa bu. Hanya sedikit bingung saja. Karena seminggu setelah lebaran ini aku akan berangkat ke Jakarta untuk melakukan Rekon ulang. Aku takut nantinya aku tidak bisa melaksanakan tugasku di sana. Secara aku juga baru belajar dengan pekerjaanku ini" Ujar ku memberi alasan kepada Ibuku padahal apa yang aku pikirkan saat ini tidak sama dengan apa yang aku katakan kepada wanita paruh baya itu.
Tapi aku tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya kepada ibuku tentang cinta segitiga aku ini. Karena aku tidak mau nantinya Ibuku akan berpikir yang bukan bukan terhadap Dika.
"Jalani saja nak. Jika masih belum mengerti cobalah kamu bertanya dengan atasan kamu yang lama tentang masalah ini. Tapi kan kamu hanya mengerjakannya saja nanti yang bertanggung jawab ya atasan kamu yang baru ini" Ujar ibu ku.
"Iya sih buk, tapi tetap saja aku takut buk. Secara ini melibatkan uang lo buk. Jika salahnya sedikit saja maka aku akan dikatakan koruptor. Jelas aku tidak mau. Aku takut buk" Ujar ku lagi.
"Terus bagaimana?"
"Entah lah buk aku juga bingung. Tapi jika aku menolak, siapa yang akan menolong bang Ijon di sana. Secara dia masih baru juga menjabat sebagai bendahara pemasukkan. Dan dia juga orang yang baik kok terhadap aku"
"Ibu juga bingung jadi nya mau bicara apa sama kamu"
"Tapi buk, baru kali ini lo buk honorer pergi berangkat dinas. Selama ini gak pernah honorer pergi-pergi seperti ini" Ucap ku lagi.
"Nah itu kamu tahu. Seharusnya kamu itu bersyukur karena kamu sudah bisa pergi ke Jakarta meski pun masih berstatus honor"
"Iya sih buk" Ujar ku lagi.
"Ya sudah kamu pergi mandi sana. Sudah sore juga. Lagian kamu itu harus nya mandi dulu setelah pulang dari jalan itu. Bukan malah seperti ini" Celoteh ibu ku lagi.
"Iya buk" Ujar ku masih dengan berbaring di tempat tidur ku.
"Iya tapi bergerak pun kamu tidak dari tempat tidur mu itu"
"Iya, iya ini mau bangun dan mandi" Ujar ku mencoba bangun dari tempat tidurku dan mengambil handuk untuk pergi kamar mandi agar omelan ibuku itu tidak berlanjut hingga malam hari ini.
"Aduh anak ini selalu saja atur jika tidak dia lupa harus berbuat apa dan bertindak semaunya. Seperti anak kecil saja yang harus diatur-atur" Ujar ibu ku menggeleng-gelengkan kepala melihat perangai ku seperti itu.
"Maaf ya buk aku sudah berbohong kepada ibu. Aku tidak mungkin mengatakan hal yang sebenar nya" Ujar ku dalam hati.
***
Ting...
Ponsel ku kembali berdering tanda pesan masuk dari aplikasi BBm ku.
"Tidak ada kabar sama sekali dari mu cinta. Apa kah sudah tiba di rumah atau belum" Pesan dari Dika.
Yah memang sih dari tadi aku belum sama sekali mengabari Dika tentang keadaanku saat ini.
"Maaf aku hanya tidak mau mengganggu waktumu bersama kekasihmu itu" Balas ku.
"Ya ampun cinta, ngomong apa sih kamu? Tidak ada yang mengganggu sama sekali"
"Takut saja menganggu Dika. Secara ini kan waktu kamu bersama kasihmu di sana. Dan waktu kami bersama itu tidaklah lama. Jadi aku tidak mau mengganggu waktu kalian berdua" Balas ku lagi.
"sudah deh cinta jangan berbicara seperti itu. Aku tidak merasa kamu itu mengganggu aku. Lagian malahan aku khawatir sama kamu karena tidak memberiku kabar sama sekali seperti ini"
"Iya maaf" Jawab ku singkat.
"ya sudah hari juga sudah larut. Lebih baik kita istirahat. Aku juga sudah merasa ngantuk" Ujarku memberi alasan.
"Baru juga mau bertukar pesan malah mau tidur"
"Ya bagaimana lagi. Aku benar-benar lelah seharian kita kan bersilaturahmi ke Bengkalis"
"Iya juga sih, ya sudah. Kamu tidurlah sana. Selamat malam cinta hadirkan aku di dalam mimpi indah mu"
__ADS_1
"Iya" Jawab ku singkat.