
"Ini tuan....meletakkan benda pipih itu di atas meja , yang sudah di bungkus nya..
ia tak ingin , sidik jari pencuri di handpone itu menghilang, tertutup dengan sidik jari nya.
Dengan cepat Mr Bruno mengambil benda itu dan membuka nya perlahan.
Tangan nya gemetar ketika membuka nya.
Deg....
Handpone Via yang terlihat sudah hancur.
Walau sudah hancur Mr Bruno masih mengenali nya..
Dari warna cassing dan ada tanda huruf V, diujung cassing itu. karena sudah retak tak terlalu terlihat huruf V NYA.
"Ini handpone anak saya " teriak Mr Bruno terkejut, duduk sambil memijat dahi nya..kepada orang suruhan nya
"Pantas kalian tak menemukan keberadaan Via , GPS nya hancur tak terdeteksi " memandang sedih handpone di tangan nya. dengan geram.
Sedangkan orang suruhan Mr Bruno tak bergeming , mereka tahu jika Mr Bruno marah. tak dapat terbayangkan.
Hanya diam menunggu emosi nya turun.
Dan menunggu tugas selanjut nya.
"Hufff....Via maafkan Dady...
ada dimana kamu nak ???....melengos menatap keluar..berusaha menahan air mata yang akan jatuh.
Bruak....
"Saya tidak mau tahu cari sekarang juga, harus dapat " bentak Mr Bruno tiba -tiba sambil mengebrak meja kerja nya.
Membuat orang suruhan nya terhentak .
"Yes sir...
menunduk.
Dengan segera ketiga orang suruhan Mr Bruno setengah berlari keluar dari ruangan Mr Bruno.
"Saya ingin kita berpencar , empat keselatan, empat ketimur dan yang lain nya ikut saya " perintah nya.
"Siap boss...."ucap mereka...menuju mobil masing - masing
Dengan kecepatan masing - masing mereka berpencar.
Sementara Doni tak dapat konsentrasi dalam bekerja.
Ia selalu ingat Via..
Apakah Via bisa sembuh atau tidak.
Hal itu menjadi perhatian Ricky..
"Don...
hari ini kamu seperti tidak konsentrasi dalam bekerja..
lagi pms ???
What happened with you" tanya Ricky terlihat serius
"Enak aja " Doni melotot kan mata nya..
tak suka dengan komentar bos sekaligus teman dekat nya itu.
"Ya kenapa , tumben kamu seperti ini , aku tahu siapa kamu Don ..!!?.." menatap tajam.
"Entahlah , ko badan ku rasa nya sakit semua...geregesin " ucap Doni berbohong sambil menyenderkan badan nya ke kursi di meja kerja nya.
Tanpa berbicara Ricky berdiri dan memegang dahi Doni..
"Ga panas " ucap nya..
"Memang ga panas , tapi badan ga enak gimana sih kalau ga enak " ucap Doni pura - pura lemas , ia semakin kekeh dengan kebohongan nya.
"Kalau kamu merasa tak kuat bekerja , pulang aja Don..istirahat " kembali kemeja kerja nya...menatap laptop.
"Nanti dulu ...hari ini banyak sekali pekerjaan yang harus aku kerjakan
__ADS_1
akan ku kerjakan lebih dulu " Doni merasa bersalah.
"Sudah kalau tak kuat jangan dipaksa " Ricky merasa tak enak hati.
"Ga apa - apa , kuat ko " kembali menatap laptop nya..
"Aku harus konsentrasi , jangan sampai Ricky tahu " batin nya dalam hati.
Kembali bekerja dan menghilangkan Via dari benak nya untuk sementara.
"Haaa..
Ke..kenapa dengan perusahaan ku, tiba - tiba seperti ini ' ucap Mr Bruno memegang dada nya sebelah kiri.
Ketika ia memeriksa keuangan perusahaan nya..
"Manager keuangan dan IT keruangan saya " ucap Mr Bruno melalui intercom.
"Bapak memangil saya ?? " tanya sang manager keuangan dan IT berbareng.
"Lihat " memutar laptop nya ke hadapan manager keuangan dan IT.
sang manager hanya termangu melihat perusahaan yang semakin hari devisit.
"Kita kecolongan sir " manager IT.menelan Saliva nya dengan susah.
"Haaa.....kecolongan ???
maksud kamu ???...
"Ada yang meretas perusahaan kita...
"Matikan semua komputer dan laptop , kita meeting segera , cepaaat " ucap Mr Bruno masih memegang dada sebelah kiri nya.
"Are you ok sir ?? " tanya manager keuangan..
"Ya iam ok " menarik nafas panjang..menatap keatas
Rapat dadakan itu pun diadakan..
"Cari siapa yang meretas kita " ucap Mr Bruno kepada sang IT andalan nya..
"Sangat menurun sir " ucap nya menunduk. sambil mengelengkan kepala. mendapatkan keadaan perusahaan yang tiba - tiba devisit .
"Sir...ada hecker jahat yang telah meretas dan mengambil data serta keuangan kita " masih menatap layar laptop nya..
"Jadi ???...
"Ki..kita bangkrut sir " ucap nya pelan sambil melirik sang manager keuangan yang dari tadi terdiam tak berani bicara.
Deg....
"Akh....' Mr Bruno memegang dada sebelah kiri yang terasa nyeri. mendapat kenyataan seperti ini.
"Sir...are you ok ???..
Mr Bruno terlihat terdiam lemas..tak berdaya.
"Segera kita bawa ke rumah sakit " teriak sang IT yang memeriksa nasi pergelangan tangan Mr Bruno...
Bergegas para karyawan membawa Mr Bruno ke rumah sakit.
Mrs Bruno yang di jemput assisten Mr Bruno terkejut mendengar berita itu.
Dengan menangis ia mengikuti sang assisten menuju ke rumah sakit.
****
Pagi menjelang , suara burung berkicau terdengar merdu. diatas dahan pohon.
Sisa - sisa salju semalam terlihat di dedaunan.
Entah sejak kapan salju turun.
Via masih asyik menatap keluar jendela.
Walau di atas tempat tidur rumah sakit.
perlahan tapi pasti , bagai sebuah film yang berputar di kepala Via.
Via mulai mengingat nya. satu persatu .
__ADS_1
Saat ia di Indonesia dan bisa mendapat beasiswa disini.
Sehingga ia bertemu dengan Willy dan menjadi anak angkat orang tua Willy.
keluarga Mr Bruno..
Ya...Via mengingat itu.
"Arrrkkh...aku ada dimana ".memegang kepala nya yang pusing .
Sadar ia melihat ruang sekitar nya...
Via mengingat kejadian ia diculik..
"Siapa mereka , yang telah menculik ku " melihat kepintu gemetar..
Mengira jika ia berada di tempat para penculik.
"Apa aku berada di rumah sakit ???
" Jika iya , siapa yang menolongku " Melihat tangan nya ada infus.
Berusaha menenangkan diri , Via menarik nafas panjang .
Melihat sekeliling nya...
Berusaha untuk bangkit.
Kreeeek...
Melly membuka pintu.
"Anda siapa ? " tanya Via melihat seorang wanita memakai baju perawat .
"Saya Melly , siapa nama anda " Melly berusaha memancing daya ingat Via .
"Via "ucap nya datar , Mandang Melly tajam.seperti ketakutan.
"Seperti nya ia krisis kepercayaan " batin Melly...dalam Hati .
"Saya berada dimana ?? " terdengar suara Via melembut.
"Anda berada di rumah sakit , sebentar saya panggilkan dokter " ucap Melly tersenyum ,mencet bel dibelakang Via.
Melly mengambil benda pipih itu , serta menghubungi Doni melalui aplikasi WhatsApp.
Ting...
"(Via seperti nya sudah mulai menginggat siapa dia )
Deg...
Doni yang membaca pesan Melly , tersenyum , ia melirik Ricky yang sedang serius bekerja...
(Doni ) Syukurlah , saya akan kesana nanti setelah bekerja ..
(Melly)..ok, tapi seperti nya anda jangan terlalu terburu - buru datang, ia mengalami krisis tak percaya orang.
(Doni ) oh my...
Baiklah hubungi saya jika ada kabar lain..
(Melly ) ok.
(Doni ) tetap waspada...,ceritakan mengapa ia berada disana..
Dan bilang pada nya , agar berganti nama selama ia di rumah sakit.
(Melly) baik..
maaf...
hanya curhat, jika novel saya ini anda anggap jelek..
Terima kasih...
sebab tak gampang menulis sebuah novel...
tapi saya tetap berterima kasih , kritik anda membuat saya mulai semangat..
terima kasih , like dan cmnd dung
__ADS_1