
Argakkkk, "Apa yang mereka lakukan padaku? bagaimana pun caranya aku harus keluar dari rumah sakit ini dan pergi jauh." guman Wilona.
Akhirnya aku menemukan mu Gadis dungu, bagaimana pun caranya kau adalah wanitaku! "Sayang jangan nakal ia, kasihan Mommy mu nanti sakit." Ucap Alex dengan senyum manisnya.
"Selamat pagi Pak!" ucap Leon mengagetkannya dari lamunannya.
Dengan rileks nya Alex jatuh dan pantatnya mencium lantai marmer kantor. "Awwo" rintis Alex, Apa kau sudah bosan hidup?" pekik Alex dengan amarah yang mengebuh-ngebuh.
Leon yang melihat Tuan muda nya susah payah menahan gelak tawanya, "Ma_maaf tuan!" jawab Leon dengan senyum manis.
"Cepat katakan, apa yang membuatmu datang kemari?" tanya Alex to the poin.
"Meeting akan segera mulai Tuan!" jawab Leon mantap.
Dengan sangat tertatih-tati Alex bangkit berdiri dari lantai marmer.
Ruang meeting kali ini sangat berbeda dari yang lain, sangat mencengkram siapa pun yang melihat wajah nya ia membawa nyawa nya di ujung tanduk. "A_ada apa dengan Ceo kita?" bisik karyawan satu.
"Sepertinya hati Ceo kita, lagi ada dalam masalah." bisik nya lagi.
bisik-bisikan dari mulut karyawan di tangkap halus oleh indra pendengaran Alex. "Apa kalian ingin saya pecat? kalau tidak ingin maka hentikan ucapan kalian." Tekan Alex.
__ADS_1
"Ba_baik Tuan!" jawab mereka serempak.
"Huft!" hembusan nafas Leon, "Baiklah meeting segera di mulai, Pak Tio sekarang presentasikan materinya." ucap Leon mengalihkan suasana.
Dengan singap Pak Tio mengiyakan ucapan Leon, "Tidak perluh, meeting hari ini kita censel!" ucap Alex dan pergi begitu saja meninggalkan ruangan meeting.
"Tu_tuan! maksud tuan apa?" tanya Leon saat ia menyadari pergerakan Alex.
"Meeting hari ini kita censel, buat jadwal minggu depan." jawab nya sedari meninggalkan ruangan meeting.
"Tuan! semenjak kau bertemu dengan Nona Muda! tuan sudah banyak perubahan. semoga dalam rumah tangga kalian di beri kebahagian dan kemakmuran." batin Leon tersenyum manis.
Di saat Leon tersenyum manis, seorang wanita yang tak lain adalah Tania sekertaris Pak Tio. "Ternyata kutub utara bisa juga tersenyum manis?" guman Tania sedari menatap Leon kagum.
--------------------------
π*Rumah sakitπ*
Aaaa ... membosankan! pekik Wilona, "Apa mereka tahu nya mengurung orang?" kesal Wilona sedari mengobrak-abrik meja yang berada di sampingnya.
"Bagaimanapun cara nya aku harus keluar dari tempat ini!" guman Wilona dan menampilkan senyum devilnya. "Pak! Awooo tolong pak! perutku sakit." rintis Wilona kesakitan sedari memegang perut nya.
__ADS_1
Pengawal yang berada di luar pintu kamar Wilona kaget saat mendengar rintihan Nona muda nya dari dalam. "No_nona apa kau tidak apa-apa?" khawatir Pengawal.
"Pak! tolong Awooo ... perut sakit!" rintih Wilona lagi
Di saat pengawal panik, Alex datang dengan tepat waktu. "Seon ada apa? apa Nona muda baik-baik saja?" tanya Alex kaget saat ia melihat Seon panik.
"I_itu nona muda!" jawab Seon terbata-bata
"Baik! kau berjaga, jangan ada orang lain masuk ke kamar ini selain diriku!" ucap Alex sedari meninggalkan Seon dengan tatapan melonggonya.
"Ada apa dengan tuan muda? bukan kah nona muda mengalami sakit perut?" guman Seon, "Apa nona muda sedang menipuku?" tanya Seon pada dirinya sendiri dan tampa ia sadari ia tersenyum.
"Hey apa yang kau lakukan! cepat panggilkan dokter, perutku sakit!" titah Wilona dengan aktingnya,
"Oh ia! biar aku yang periksa cukup kau katakan letak sakitnya." jawab Alex dengan senyum manis.
"A_apa yang kau lakukan?" panik Wilona.
*Hahaha ... Gadis dungu!" ucap Alex
Next Or Off
__ADS_1
Maaf lama baru up soal nya so baru bagus hp π€§π