
"Ada apa sih mam , tarik - tarik dan cubit dad " ucap nya sambil mengelus tangan yang sedikit perih.
"Dad tidak kasihan dengan Via !!!!....
langsung menikah !!!!..
Dad bayangkan , Via belum mengenal pribadi Hans yang seorang mata keranjang dan suka main perempuan ...
Apa dad tidak kasihan !!!.....
Via anak kita satu - satunya " ucap Mrs Bruno dengan nafas yang memburuh.
"Mam...
Via bisa mengenal Hans mulai sekarang..
Lagi pula Via seperti nya senang dengan perjodohan ini " ucap nya tak ingin kalah
"Huf....
Daaaad....mengenal seseorang itu cuma beberapa hari tidak cukup "jerit Mrs Bruno setengah berteriak tak suka dengan cara berfikir suami nya.
"Ssst.....
kecilkan suara mu " Mr Bruno menutup mulut Mr Bruno...
"Dad...coba lah mengerti " wajah Mrs Bruno seperti ingin menangis.
"Mereka sudah mengambil keputusan, saya harus bagaimana " ucap nya mengangkat kedua tangan.
"Dad bisa bicarakan ???.." tak percaya dengan sang suami , yang selalu tak ingin kalah dalam berbicara , sekarang hanya pasrah.
__ADS_1
" Akan dad usahakan " ucap nya sambil meraup wajah nya kasar...
"Dad please " Mrs Bruno memasang wajah memelas..
"Iya ..akan saya usahakan .
ayo kita keluar , tak enak jika mereka menunggu " menarik tangan sang istri lembut.
"Tapi dad janji bicarakan ke mereka jangan terlalu cepat " merasa tak yakin.
Mrs Bruno hanya menganggukkan kepala.
"Bagaimana Mr Bruno ??...
apakah kalian setuju dalam dua Minggu ini, anak muda 6ang 5eelihat sudah jatuh cinta kita satu kan " ucap Mr Anderson...
Lagiiiii.....
kami rasa dua atau tiga bulan, mereka harus mengenal pribadi masing - masih " ucap Mrs Bruno , tak sabar ketika ia melihat sang suami hanya terdiam saja.
Merasa ia di dahului sang istri , Mr Bruno melotot tajam ke sang istri yang terlihat cuek..
"Bagaimana Mr Bruno ?? " Mrs Anderson tak ingin kalah.
"Kalau saya tergantung Via anak kami satu - satu nya " meringis sang istri sudah mencubit pinggang nya..
"Jika mereka menunggu dua atau tiga bulan terlalu lama " argumen Mrs dan Mr Anderson .
"Maaf Mr and Mrs Bruno , sekali lagi biarkan mereka mengenal lebih dahulu.
agar tidak ada penyesalan di kemudian hari " ucap Mrs Bruno menahan marah
__ADS_1
Ia sekali lagi mendahului sang suami.
Terlihat wajah Mrs Anderson memerah , ia tidak suka jika pendapat nya tidak di setujui.
****
Mr Bruno yang terlihat wajah memerah menahan marah , ia tak suka sang istri dominan dalam berbicara .
"Akan ku pertahan kan Via, kebahagiaan nya...
Aku tak ingin anak angkat ku bersedih " batin Mrs Bruno.
"Saya rasa tidak ada salah nya dipercepat.toh mereka sudah saling mengenal , bukan seperti itu Via " tanya Mrs Anderson memandang Via...
Via memandang ibu angkatnya dan berputar dad, kedua orang tua Hans .
Kembali tatapan mata nya memandang Mrs Bruno yang terlihat memberi isyarat jangan takut.
"Aku tidak takut mam " balas tatapan Via...
"Bagaimana Via , pertanyaan saya belum dijawab " Mrs BAnderson mendesak.
"S..saya...
"Via akan mencoba mengenal pribadi Hans dalam tiga bulan itu , benarkan sayang " sekali lagi Mrs Bruno menyela ucapan Via...
terlihat Mrs Anderson tak suka...
"Baiklah kalau begitu , Hans harus lebih dekat dengan Via.agar mereka bisa mengenal satu dengan yang lain " ucap Mr Anderson menetral keadaan yang mulai memanas.
like and comend ditunggu
__ADS_1
terima kasih