TAKDIR

TAKDIR
berusaha tenang


__ADS_3

"sudah ceritakan jika ingin cerita. jika tidak ingin ya sudah ". ucap James kesel.


"ha..ha...ha..ha..." terdengar tawa lepas Doni.


"terlihat bahagia sekali , jika melihat ku susah ." ucap James ketus.


"iya...kita sedang menghadapi masalah , ia terlihat bahagia , penjahatnya Memakai nama dan wajahku ...


apa tidak kesal , dia malah tertawa bahagia ." saut Joe jengkel..


"ya..ya..ya..


maafkan aku teman-teman.


aku hanya bercanda,


Cuan begitu santai memakai senjata itu , ia seperti anak berumur 4 tahun ." Doni berusaha mengeles.


"santai bagaimana, apa anda tidak tahu , saya sudah berkeringat dingin ." ucap Cuan jengkel di katakan santai. geleng - geleng kepala melihat ke absurd sang kakak angkat.


"sudah..sudah..


kamu Don , mentang - mentang ada your girl friend (pacar) disebelah mu, bisa - bisa nya mengoda kami yang sedang tegang disini .." James membela teman nya .


"tau tidak jiwa jomblo kami meronta - ronta ." mengangkat ke dua tangan.


"maka nya kalian carilah pacar ." goda Doni , ia begitu senang melihat teman nya cemberut.


"sudah Cuan , kamu ceritakan kejadian tadi. daripada teman mu penasaran ." ucap Doni meringis , mengakhiri ledekan nya setelah mendapat cubitan dari Via.


"nanti dulu..


ceritakan secara terperinci , darimana kau tahu jika itu Joe palsu ?." tanya Max masih penasaran.


"sebenarnya aku sudah lama curiga dengan semua


gerak geriknya dilihat dari kebiasaan Joe tiap hari.


dari tangan saat ia makan. Joe seorang kidal selalu memakai tangan kiri , sedangkan ia memakai tangan kanan, terus saat itu , ia pernah bertanya dimana Mark !!..


siapa yang tidak heran, bukan nya Mark sedang bergerilya mencari bukti!!!...


nah dari situ kecurigaan ku semakin bertambah .


di tambah lagi. ditangan nya waktu itu tak sengaja lengan baju nya tersingkap , aku melihat nya ada tanda black Skull tinta warna biru .... " cerita Cuan panjang lebar ,sekali tarik nafas.


"lalu kamu memakai senjata apa ???..." tanya max lagi penasaran. dengan bocah genius ini.


"ini ." menunjuk sebuah botol semprot kecil yang berisi cairan lada bubuk dan cabe.


"ini apa ???..." memandang heran Cuan , sambil membolak balik melihat botol itu penasaran .


"itu botol berisi air, lada bubuk dan cabe bubuk ..hehehe..


itu ku gunakan saat mendesak ." cerita Cuan sambil nyengir.


pria dewasa diruangan itu mengaruk kepala yang tak gatal , tak mengira senjata yang mereka pikir itu. hanya seperti senjata mainan. bisa berguna juga .


"bagaimana anda memakai nya .??..." tanya Max penasaran dengan botol kecil di tangan Cuan.


"semprot ke mata nya ....


dan ia menjerit


perih...perih hehehehe....


." Cuan mempraktekan sang penjahat waktu terkena senjata rahasia nya.samb8l terkekeh geli bercampur tegang dengan kejadian barusan


"sudah...bagaimana dengan kelanjutan nya..


pria yang mengakui sebagai Joe itu harus kita apakah ." tanya Mark .


"terfikir tidak oleh kalian , untuk apa black Skull mengincar kita dan Ms Via..


untuk apa ???....tanya Mark heran .


semua terdiam , berfikir .


"kalau begitu kamu intrograsi , sampai ia mengaku ." ucap Doni kembali bekerja.


dengan di bantu Via. memulai pekerjaan nya yang menumpuk.


" Guys...kalian lihat di internet. berita tentang Kel Mr Bruno , oh my God ." teriak James gelisah. sudah lama tak menghubungi Mr Bruno.tau-tau mendapat berita seperti ini. berita pembunuhan masal di kediaman kel Mr Bruno.


dan ia sangat menyesal , baru mengetahui sekarang.


itu pun melalui dunia Maya.


Doni bergegas menghubungi James ia tak ingin Via mendengar berita mengejutkan ini.


Ting....


James melihat handpone nya. sedikit heran mengapa Doni menghubungi nya melalui WhatsApp , tidak berbicara langsung .


"aku lupa di dalam ada mis Via ." batin nya dalam hati sambil melirik teman nya yang lain.


mereka terlihat saling berpandangan , menunggu perintah.


💌 aku sudah tau...


jangan keras-keras , sengaja Via tak kuberitahu agar ia tak shok , saat ini ia sedang membantuku disini , agar ia tak melihat internet , kasihan nanti ia syok , masalahnya satu belum selesai.sudah mendapat masalah baru ."


💌 jadi kita harus bagaimana ???...." tanya James sambil memberitahu keteman - teman , WhatsApp nya dengan Doni.


seisi ruangan saling berpandangan . baru ingat jika Via masih berada disini.


💌cari tahu kebenaran berita ini , kamu, Mark dan Joe .sedangkan Max interogasi penyelundup itu .


pesan Doni diam-diam ia melirik Via yang terlihat sedang sibuk dengan berkas yang begitu menumpuk.


"aku berangkat ya ." memberi tanda yang lain agar mengikuti nya


💌 baik bro , kami kabari jika ada sesuatu. ( James)


💌berangkat segera , ingat jangan beritahu Via..aku berharap ia tak mengetahui nya dan jangan sampai bocor, kasihan Via(Doni).


💌jika ia mengetahui nya bagaimana (James).


💌nanti ku atasi (Doni )."


menarik nafas panjang.


💌bagaimana jika berita - berita yang mengenai pembunuhan masal di keluarga Mr Bruno , aku akan minta para wartawan agar menghapus berita itu ." usul Mark .


💌good idea....kalau itu Cuan bisa ..


"Cuan kamu harus menghapus berita mengenai pembunuhan masal itu , segera . " ucap Mark bangkit berdiri .

__ADS_1


Tampa perintah ke dua kali bergegas Cuan meluncur ke dunia Maya.


💌baiklah aku akan meluncur ke kediaman keluarga Mr Bruno.


****


"Cuan kerjakan ...


double tree , kalian disini menjaga Cuan.


sebab senjata nya habis ." sambil nyengir melihat Cuan.


yang hanya menatap tajam melalui bayangan di komputer.


"ck..kata siapa habis ??..." melirik kesal.


sementara itu.


"Don...


deg...


deg...


panggilan Via mengejutkan nya , saat ia sedang membicarakan Via.


"Ah ya...


ada apa cantik ??..." menetral hati nya.


" mengapa kamu terkejut seperti itu ???." memandang Doni heran.


"ga apa-apa , aku hanya memikirkan pekerjaan yang sudah lama ku tinggalkan.


"kata nya ada orang kepercayaan ?...teter Via.


"iya...


tapikan ga semua nya..


sudahlah , mudah-mudahan mereka bisa bekerja dan tak menyimpang karena aku tinggalkan lama ." masih berusaha untuk menyembunyikan. disisi lain memang Doni sedang memikirkan perusahaan yang ditinggalkan lama.


"ada apa ??? ." memeluk Via.


dengan memeluk Via , ia seperti mendapatkan energi kembali. bagai handpone yang sudah di carger mendapatkan kekuatan kembali.


"pekerjaan yang kamu berikan sudah ku selesaikan , coba dilihat ." menggeliat , berusaha keluar dari pelukan Doni.


"Don...coba dilihat dulu ..." menggeliat , Via menahan rasa gelienjar dalam tubuh nya.


"Ok..." meletakkan laptop nya dan menghampiri komputer di meja sebelah kanan nya. pura - pura serius .


"bagaimana , ada yang salah ." Via menyatukan alis nya melihat Doni tak beraksi dengan pekerjaan nya.


disisi lain Doni sengaja mengulur waktu , agar Via tak bisa membuka internet.


"Donnn..." teriak Via manja.


membuat Doni menjadi gemas.


"kalau aku tidak memandang Kel Mr Bruno sudah kumakan kamu ." nyengir Doni menatap Via mesra.


"Apaan sih ." ketus Via pura - pura marah .padahal ia suka.


"pekerjaan kamu benar dan bagus sayaaang..." mengedipkan mata mengoda.


drrrt...


"HM...kamu kerja kan yang ini bisa ?.


tidak lelah kan..." tanya Doni .sambil menyerah kan berkas yang dari tadi ia pegang.


"ok.." jawab Via santai mengambil berkas di tangan Dono.


"huu ....


untung ia tidak curiga ." batin Doni dalam hati sambil membuka aplikasi berwarna biru itu.


💌ada apa ( Doni ).


💌ternyata benar berita yang tersebar.


pembunuhan masal di keluarga Mr Bruno , tapi saya tak menemukan Mr Bruno dan sang istri.


rumah porak poranda dan banyak polisi di seputar perumahan Mr Bruno.(James)


"Astaga ..." jerit Doni tertahan duduk lemas , sambil melirik Via yang terlihat sedang serius dengan pekerjaan nya .


💌James , kamu kan punya nomor Handpone rahasia dengan Mr Bruno ???..(Doni ).


💌astaga kenapa tak terpikirkan oleh ku (James ).


💌ok , segera aku hubungi Mr Bruno , mudah - mudahan beliau mengangkat nya...


💌baiklah...


menghentikan percakapan nya melalui WhatsApp .


"Don..." menatap Doni , tangan kanan di komputer tangan kiri memegang dada nya.


"kamu kenapa ." menghampiri Via. seperti menahan sakit.


"kenapa.dada ku berdebar ya ." merasa gelisah entah mengapa.


"mungkin kamu lelah bekerja. sebaiknya istirahat dulu ." memegang tangan Via agar berdiri .


"Don...


orang tua ku baik - baik saja kan ???...". entah mengapa Via merasa ada yang tidak beres dengan kedua orang tua angkat nya .


"Aku tidak tahu , nanti jika sudah aman aku akan menghubungi nya.


sekarang kamu istirahat saja ya ." mengelus pipi Via. berusaha untuk meyakini Via.


"tapiii...


baiklah ." berfikir mungkin lebih baik istirahat.


agar ia bisa berfikir positif.


" ternyata ikatan batin mereka sudah menyatu .seperti bukan orang tua angkat saja ." batin Doni mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Via.


****


benar saja James menghubungi Mr Bruno..


sekali...kedua kali bahkan sampai kelima kali . tak di angkat sedikitpun.

__ADS_1


"tuan angkat...angkat tuan ." guma James .meremas handpone nya.


hingga yang kesepuluh .


"hallo ." terdengar suara Mr Bruno parau..seperti habis bangun tidur .


"tuan..tuan ini saya James , apakah anda baik - baik saja ???..." tanya James beruntun.


"Haaa James...


ya TUHAN....dari mana saja kamu..kamu seperti tertelan bumi..


kamu tidak pernah menghubungi saya." ucap Mr Bruno terharu plus jengkel, mendengar orang kepercayaan nya dalam keadaan baik.


"Maaf tuan , saya sedang menyelidiki kasus ini , bagaimana keadaan tuan , saya baru dari rumah tuan , telah terjadi pembunuhan masal di kediaman tuan , kapan dan bagaimana itu bisa terjadi ?." tanya James tersenyum mendengar suara tuan nya .bercampur sedih , sedih karena kejadian itu ia tak ada di tempat.


"aku baik-baik saja. saya sendiri tidak tahu , aku heran , apa yang mereka incar dari saya dan anakku , bisakah engkau menyelidiki itu.


tidakkah kamu menjemput saya ."pertanyaan yang beruntun , terdengar suara Mr Bruno gemetar.dengan pertanyaan yang beruntun.


"entalah tuan apa yang mereka cari . Baiklah tuan , akan saya beritahu Mr Doni agar menjemput anda. sebab saat ini anda sedang diincar bukan ,anda untuk sementara bersembunyi dulu dan kita harus lebih berhati - hati , apakah anda baik-baik saja ??? ." ..masih bertanya keadaan tuan nya.hanya ingin meyakinkan nya.


sambil sesekali James memandang sekeliling nya terlihat biasa saja tapi mencurigakan.


"kami baik saja...ok..


tapi saat ini saya sudah tidak percaya dengan siapa pun. kamu tahu , istri saya trauma bila bertemu dengan orang asing


jika anda ingin menghubungi saya. tanda rahasia yang hanya kita yang tahu. ucapkan saat kita bertemu ." ucap Mr Bruno tegas. masih trauma dengan kejadian kemarin. ia harus tau. jika itu James sesungguh nya. ia akan mengetahui kode yang hanya mereka berdua yang tahu.


"baik tuan...saya masih ingat itu .


telefon akan saya matikan. hati-hati tuan ." Tampa mendengar balasan Mr Bruno .James mematikan handpone nya. Mr Bruno sudah terbiasa dengan watak James seperti ini .berharap masalah ini segera di atasi oleh James. saat James berbicara ada orang lewat didepan nya.


pura-pura sedang membetulkan sepatu , kemudian James melirik.


orang lewat itu sangat mencurigakan.


"ada orang yang mencurigakan , kalian siap-siaplah ." ucap James sambil menekan dada. alat komunikasi yang terletak di dada.


"siap...." jawab anak buah James .


terlihat orang itu sedang bertanya dengan seorang nenek yang lewat .


"trik lama bro ." dalam hati James.


berjalan perlahan dengan tangan di saku celana jean nya.


mencari waktu lengah sang pengintai.


sang pengintai mengetahui jika ia sudah di curigai. menghampiri penjual bunga .


"bro Mulai bergerak , rupa nya ia sudah menyadari jika kita balik mengintai nya


." ucap menekan alat di dada nya.


tiba-tiba...


keluar beberapa anak buah James dan mengepung sang pengintai.


merasa ia dalam bahaya , tangan nya merogoh saku celana. seperti ingin mengambil sesuatu.


anak buah James yang bertubuh pendek melihat itu.


plaaak...


ia memukul tangan sang pengintai.


tak berfikir dua kali...Ion si bertubuh pendek itu.


memuntir tangan sang pengintai kebelakang , hingga berbunyi.


kreeeteek...


" aaaakh...." sampai sang pengintai berteriak kesakitan.


James hingga ngilu melihat nya.


dengan kasar Ion merogoh saku celana pria pengintai itu.


dan terlihat seperti benda bulat .


"hmmm....


tuan ini gas air mata dalam bentuk seperti bom, untung saya melihat pergerakan tangan nya. jika tidak kita bisa kehilangan ia ." ucap Ion yang mengerti berbagai jenis senjata.


"good job boy ." menghampiri Ion.


"ok...


kita ketempat biasa. jangan terlihat kita seperti membawa tawanan. pura-pura berjalan santai ." menepuk pundak laki-laki itu.


Tampa sadar James merasa sebuah benda yang menempel dipundak nya.


"apa ini ???. ' tanya James kepada pria penyusup itu.


"he..he..he...sebentar lagi Anda semua akan lenyap bersama saya ." senyum sinis.


"What..." bergegas Ion membuka baju pria penyusup.


alangkah terkejutnya ketika baju ia buka.


"boom....." menatap James.


"bisakah kamu menjinakkan boom itu ." melihat pria penyusup yang terlihat santai.


"akan saya coba..." berjalan memutari tubuh pria penyusup.


"ha..ha..ha..ha...


kalian tak akan bisa ." dengan wajah yang memucat pria penyusup itu tertawa sumbang.


"tak ada yang tak bisa bagi ku ." ucap Ion mulai pekerjaan nya.


"boom ini di kerjakan dari jauh , mereka sudah melihat kita. tinggal boom ." berkata seperti itu dengan keringat dingin.


saat ini ia terlihat pasrah , pasrah dengan keadaan nya.


"mengapa kau lakukan itu ??...


apa kamu tidak kasihan , jika ada korban." pancing James.


"CCTV .." batin Ion saat ia melihat di atas boom rakitan itu ada sebuah CCTV kecil.


pria itu dilengkapi oleh peralatan canggih yang banyak.


sisi kanan kiri juga terlihat CCTV kecil.

__ADS_1


Like dan command kalian sangat berharga bagi ku.


terima kasih


__ADS_2