TAKDIR

TAKDIR
tak di sangka bertemu


__ADS_3

"Aunty....aunty "teriak Doni sambil membuka pintu mobil..


Doni terlihat panik. mendapati orang yang di cintai diam - diam di ketemukan dalam keadaan seperti ini.


"Ada apa nak ,!!!...


"Nak siapa yang kamu bawa " tanya seorang wanita paruh baya...


terkejut melihat apa yang Doni bawa ke hadapan nua


Seorang gadi yang terluka parah.


"Help me aunty " ucap Doni sambil mengendong Via ala bridal..


"Segera bawa ke kamar aunty " perintah nya .


Dengan segera Doni membawa Via masuk kedalam kamar Aunty .


Aunty bernama Melly.


Melly , seorang perawat desa.


yang bekerja di sebuah rumah sakit di desa nya ia tinggal.


Ia mengenal Doni , karena kebetulan.


Doni yang akan mencari sebuah pabrik beras yang memang sangat langkah disana , menemukan Melly pingsan di tengah jalan.


Ia yang habis di rampok oleh pemuda berandalan di sana.


Dengan ikhlas Doni menolong Mely membawa nya ke sebuah rumah sakit terdekat.


Ia tak mengira jika rumah sakit terdekat di dimana Melly bekerja.


Akhirnya Doni menyerahkan pengobatan kepada teman sejawat Melly.


Dengan meninggalkan ATM dan data lengkap Doni.


ATM untuk biaya pengobatan Melly.


Ia tidak Tahu jika Melly , bekerja di rumah sakit itu dan mendapatkan pengobatan jatah karyawan.


Setelah ia sehat betul.


Melly menghubungi Doni waktu itu .


Karena Ia ingin mengembalikan ATM nya Doni dan mengucapkan terima kasih.


Karena didesak , akhir nya Doni datang.


Tak ingin ATM itu di kembalikan.


Doni memaksa dengan alasan , ia menganggap Melly aunty nya...


Sampai sekarang , hubungan nya dengan Melly berjalan baik.


Karena wanita separuh baya ini sudah menganggap Doni anak nya.


Yang memang ia hidup sendiri , tidak mempunyai anak.


Sementara sang suami sudah meninggalkan nya menghadap yang kuasa. dan ia tak ingin menikah lagi.


"Ini siapa , mengapa bisa terjadi seperti ini nak ?? " tanya Melly beruntun.


"Saya tidak tahu Aunty , saya mendapatkan nya tergeletak tak berdaya di jalan dan aunty tau , ini teman saya " ucap Doni panjang lebar walau terdengar suara nya bergetar..


"What...ini teman kamu ???...


"Aunty usahakan ya , jika Aunty lihat ia perlu ke rumah sakit..untuk penanganan lebih lanjut


Kamu harus segera membawa nya kerumah sakit " ucap Melly sambil mengambil peralatan kesehatan..


Setelah memeriksa , Melly menarik nafas berat.


"Syukurlah ia tidak kenapa - kenapa , tapi lambung nya yang aku khawatirkan " batin nya karena melihat lambung Via memar , kembali ia memeriksa lebih teliti.


"Don...Doni " panggil Melly , sambil membuka pintu.


Terlihat Doni yang terjaga, karena lelah dalam perjalanan jauh dan ia harus menolong Via..


"What happened Aunty !!....Doni merasa khawatir .


"Aunty rasa , ia harus di bawa kerumah sakit , lambung nya memar dan dehidrasi sangat harus di infus...


dan...


"Aunty....jelaskan..."tak sabar.


"Sudah sekarang kita bawa anak ini kerumah sakit Tante bekerja , .


ayo cepat " setengah membentak Doni ,


Terhentak mendapat bentakan dari Melly , bergegas ia mengendong Via .


"Aunty , tolong kunci mobil di meja " unjuk Doni dengan wajah nya sambil berlalu menuju mobil.


"Ayo cepat " ucap Melly , sambil membuka kunci mobil.


"Aunty duduk dibelakang , saya ingin meletakkan Via di pangkuan Aunty..


"Ok..."ucap nya sambil duduk dan meletakkan Via di pangkuan nya..


Walau jarak antara rumah Melly dan rumah sakit sekitar 3 kilo.


Tetapi Dengan kecepatan penuh Doni membawa mobil nya , agar cepat sampai ...


Ciiiiiiitt.....


Doni rem dengan cepat .


"Baru kali ini kulihat Doni begitu panik nya " batin Melly...


Karena Melly Perawat disana , jadi ia tahu bagaimana harus bersikap...


"Hana tolong aku "ucap nya kepada teman sejawat nya , yang kebetulan sedang dinas sore

__ADS_1


"Ini siapa Melly ? " tanya nya sambil menolong Melly...


Tak menjawab pertanyaan sang teman, Melly hanya mengangkat pundak nya.


****


"Kamu disini saja , jangan khawatir dokter akan segera memeriksa " ucap Melly.


Ketika Doni ingin ikut masuk kedalam..


Mendorong Doni agar ia tak masuk kedalam...


Gelisah menunggu hasil pemeriksa Via.


Doni duduk termangu.


*Lama ga ketemu, ketemu dalam keadaan seperti ini , ada apa dengan mu Via " Batin Doni melirik pintu , dimana Via sedang di periksa.


Drrrrrttt....


Drrrrrrttttt....


Handpone Doni berbunyi..


Ricky calling.....


"Hadef....bos Ricky " ucap nya menepuk jidat .


"Halloo...


"Judes amat jawab nya " ucap Ricky mendapat sapaan tak enak


"Ah...lagi cape , ada apa ? " ucap nya santai.


"Elo ada dimana ???...


"Di....."Doni mengantungkan jawaban nya..


"Kalau ia sampai tahu bagaiman ???


biar untuk sementara Via aku sembunyikan " batin Doni dalam hati..


"Hallo...


masih ada orangkah disitu ? " tanya Ricky tak suka ia di acuhkan..


"Ada di rumah lah " ucap nya...


"Rumah mana , ini gue ada disini. tapi elo ga ada " ucap Ricky di seberang sana..


"Bukan rumah itu , kan elo tau gue punya rumah ada berapa " Doni berusaha ngeles.agar ia bisa menyembunyikan Via.


"Dimana ???...


"Elo di Indo ???...


"Yang bener Don , ko ga bilang kalau mau pulang " tanya Ricky .


"Ya ..gimana ga bilang, elo lagi *** - *** sama bule itu " ucap Doni menutup mulut nya.


Deg...


"Don...


Gue cerita Eli diem aja " teriak nya..


Merasa kesal curhat tidak ada respon..


"Gue juga ga tau gimana tuh anak " Doni menarik nafas panjang...


"Jadi selama ini elo ga pantau Via ada dimana ??? " Ricky Mai sewot.


"Kan kamu tau , aku belum sempat.


yang kasih tugas berjibun siapa ???...


"Lagian kamu ga mengingatkan untuk mencari 8nfo tentang Via " ucap Doni jengkel , sambil menatap ke kamar unit gawat darurat.


"Kenapa lama sekali periksa nya " batin Doni.


"Bos ...Uda dulu ya aku kebelet pipis " ucap Doni beralasan agar ia bisa menyelesaikan pembicaraan nya , ketika melihat Mely dan para dokter keluar dari ruang unit gawat darurat itu


"Gue ...


ah...iya....jorok " teriak Doni sambil menutup pembicaraan..


Tut...Tut..tut


"Gila ...mau ke toilet bilang bilang " omel Ricky...


Sesaat ia terdiam..


"Via kamu di mana sih , kenapa handpone kamu tidak aktif " gerutu Ricky.


Ketika ia berusaha menghubungi Via , tetapi handpone Via tak aktif..


Hanya operator yang menjawab...


Memegang kepala nya yang berasa pusing.


kembali ia menghubungi Via..


Tetap operator yang menjawab


"Hufff.....


apa iya marah dengan ku " ucap Ricky.


Merasa bersalah , karena ia lama tak menghubungi Via.


Sejak dobel date , lama ia tidak bertemu dengan Via...


Bahkan memberi kabar pun tidak...


"Ini gara - gara perusahaan papa goyang, hingga ia harus kembali pulang ,perusahaan papa nya yang di Jakarta ,

__ADS_1


"Mau menghubungi Mr Bruno malu..


sejak ia tak bekerja Saman dengan perusahaan Mr Bruno..


Tak ada kontak sedikit pun..


kerjasama yang ia gagalkan sendiri, karena perusahaan papa nya yang goyang.


menyesal karena telah meninggalkan kesempatan emas bergabung dengan perusahaan Mr Bruno.


"Aisss....sudah lah , kalau berjodoh nanti ketemu juga " ucap Ricky pasrah.


Sementara itu , Doni yang melihat dokter dan Melly yang keluar dari ruang gawat darurat itu , ia segera menghampiri.


"Bagaimana dok keadaan teman saya ? " tanya Doni..


"Ia mengalami shock , babak belur di wajah nya dan luka - luka yang sudah mengering, sudah kami bersihkan, tapi memar di Lampung akibat pukulan yang terlalu keras.kami harapkan tidak apa - apa.


bahkan tidak makan dan minum yang menyebabkan kan ia dehidrasi....


"Berdoa...agar ia bisa cepat melalui ini semua " ucap dokter menarik nafas panjang dan berlalu...


deg...


pukulan !!!...


pukulan keras " batin Doni tak percaya ketika mendengar perkataan sang dokter.


"Ada apa dengan Via.."duduk lemas.


"Nak sudah lah , jangan khawatir , semoga ia bisa bertahan " hibur Melly..


"Aunty , apa kah ia korban pelecehan seksual ?? " tanya Doni tak sabar .


"Tidak nak....


ia korban kekerasan seseorang entah siapa, sangat kejam " geram Melly.


"Shiiit....


Korban kekerasan ??..


"Aunty , bisa kah aunty mengeluarkan surat visum ?? " berharap..


"Dengan pemeriksaan dokter barusan , akan keluar surat visum itu nak ...


"Thanks Aunty...


"Siapa pun kamu , yang telah merusak dan membuat Via menderita ..


akan ku kejar sampai ke lubang semut sekali pun " batin Doni marah.mengeoal tangan nya.


"Boleh aku melihat nya Aunty ??...


"Nanti dulu , perawat akan memindahkan nya ke kamar inap...


"Oh ya siapa na 5eman mu , Aunty mau mengurus administrasi nya ? " 5anya Melly menatap Doni yang terlihat menahan marah...


"Sandra Aunty " ucap Doni


mengetahui keadaan Via , ia sengaja merubah identitas Via. agar untuk sementara Via aman..


Doni mengambil benda pipih itu.


Kriiing...


Krriiiinnng....


"Mr Doni...


"Ya...aku ingin kamu menyelidiki sesuatu..


"Apa itu Mr " tanya orang suruhan Doni.


"Nanti akan ku kirim lewat email...


"Baiklah...akan segara saya laksanakan " ucap nya ...


Doni mengakhiri pembicaraan sepihak , ia segera mengirim email ke orang suruhan nya mengenai Via.


Kriiing ..


"Ya hallo...


"Saya mengerti tuan " ucap nya..


"Segera laksanakan ...


"Baik tuan....


"Mungkin teman mu akan sadar esok, kembali beristirahat lah " ucap Melly.


Mengagetkan nya.


"Aunty mengagetkan ku " pekik Doni.


"He .he..he..anak muda , jangan terlalu banyak melamun..


"Ayo kita pulang ,untuk beristirahat " ucap Melly panjang lebar.


"Baik Aunty " ucap Doni sambil mengeluarkan benda pipih itu


Setelah Via di masukkan kedalam ruang kamar inap VVIP.


Doni memerintahkan beberapa orang suruhan nya untuk menjaga Via.


Ia ingin beristirahat sebentar , agar tak was - was untuk meninggalkan nya..


Rasa lelah amat sangat , sehingga mengharuskan nya untuk kembali pulang dan beristirahat .


Hingga esok hari...


Doni terbangun , ia merasakan tubuh nya segar kembali setelah beristirahat.


like cmnd dung

__ADS_1


__ADS_2