TAKDIR

TAKDIR
khawatir


__ADS_3

"Jika bos ada sesuatu , segera hubungi saya " dengan melangkah lebar Doni keluar dari ruang kerja nya.


Mendengar perkataan sang sahabat nya,


Ricky hanya mengajungkan jempolnya. tanda setuju. pura - pura merapihkan file


Terlihat senyum sumringah Ricky , melihat kepergian Doni.


"Saat nya pulang bertemu si cantik Ayu " berjalan setengah lari keluar.


Doni pun begitu.


Entah mengapa Doni selalu terbayang wajah Via..ada rasa yang tak dapat ia hilangkan , membuat jantung berdebar - debar


Debaran yang tak menentu.


perasaan yang selama ini ia pendam.


Ingin menghubungi Via , Doni merasa belum waktu nya..


Entah gengsi atau malu.


Iya...ia merasakan itu...


Menurut nya , jika ada masalah yang mendesak tentu Melly atau Via akan segera menghubungi nya..


Alasan yang dibuat ...menghilangkan ke rasa gugup nya.


Berusaha untuk menghilangkan rasa yang ada. Doni menjalankan kendaraan roda empat nya dengan santai.


"HM..


kenapa deg -degan seperti ini " mengelus dada nya .


Tak dapat menahan rasa yang bergemuruh dalam dada , akhirnya ia menghubungi Via.


Drrttttt.....


Drrrrtttt.....


"Kenapa Via tak angkat ?? ...


"Ada apa dengan nya ???.."merasakan ada yang tidak beres .


"Melly " ucap nya mengingat jika ia menitipkan Via ke Melly , jika ada apa - apa iya harus menghubungi nya.


Drrtttt....


Drrrrrrttttt...


"****.****...****..Melly pun tak mengangkat telefon ku, pada kemana mereka. " sambil memukul stir mobil , hingga tangan nya memerah..


"Via ada apa dengan mu " takut ia melajukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi ..


Doni begitu takut jika , para penjahat itu bertemu dengan Via , gadis yang lama ia cintai diam - diam. mendatangi dan membawa Via kembali.


Tak sabar ingin sampai , Doni lebih mempercepat laju mobil .dengan kecepatan lebih tinggi.


Bagai seorang pembalap , ia tak menggubris kendaraan di kanan kiri nya.


Yang memaki nya dengan kata - kata kasar.


Membutuhkan kurang lebih lima puluh lima menit hingga sampai di tempat .


Ciiiiitttttt.....


Doni rem mobil dengan cepat .


Membuka pintu dan membanting nya.


Serta berlari mengetuk pintu ..


Rumah terlihat sepi...


Tok...tok


Tak ada jawaban , Dony mengengam handel pintu.


takut...


Tentu saja ia takut..


Takut terjadi sesuatu dan..


Takut jika Via dalam keadaan terancam.


"Via...


"Melly ..." teriak Doni tak sabar setengah berlari menuju ruang tamu , dapur.tidak ada..


Doni menuju kamar , sama tidak ada .


"Kamu dimana Via ".menarik rambut nya marah...mulai panik.


"Ais..lupa di sini ada CCTV " mengambil laptop nya dan melihat..


Dari jam 07.00 tidak ada ke jangalan disana. terlihat Via disana memasak dan beberapa menit kemudian Melly datang .terlihat Melly dan Via terlibat sedang berbicara , mereka makan dan cuci piring .


Setelah itu , tak ada lagi...


di layar laptop nya kosong.


"Kemana Melly dan Via " berjalan keluar belakang ..tidak ada juga .


Doni menjadi pucat pasi.


Lesu berjalan keluar melihat kekiri dan kanan...


"Viaaaaa ..." jerit nya , menarik rambut nya dengan kasar ..


Tiba - tiba terdengar suara mobil..


Keluar dari taxi Melly dan seseorang yang tidak Doni ketahui.


Bergegas keluar menemui Melly.


"Oh my God , Melly , dimana Via ? " tanya nya memeluk Melly , dengan tak sabar gelisah.


Gelisah amat sangat.


"Ha...Vi..."Melly bingung dengan pertanyaan Doni. tak melanjutkan kalimat nya


menarik perempuan yang bercadar. sambil geleng - geleng kepala ingin masuk kedalam rumah.


Heran dengan tingkah Melly , Doni mengikuti nya.


"Kenapa membawa perempuan tak dikenal ??..


"Mana Via ?? " tanya setengah berteriak , jengkel ia bertanya Melly mengacuhkan nya.


"Ini Via " ucap Melly membuka cadar Via.yang sedang tersenyum malu..


"Via " memeluk Via yang tercengang melihat tingkah Doni.


"Ada apa Don ???...


"Aku kira telah terjadi sesuatu dengan kalian..


( Menekan kata kalian , sebenar nya hanya Via seorang ).


"Kamu baik - baik saja ..."menatap Via intens.dari kepala hingga kaki.


"Aku baik - baik aja ko kak...


"Kenapa kalian keluar , tau ga aku takut sekali jika terjadi apa - apa dengan kalian.terutama kamu Via " omel nya kembali memeluk Via.


"Jangan marah dulu , tadi Via mengeluh sakit bagian dada nya , aku membawa nya kerumah sakit. setelah di periksa tidak apa - apa ko, tidak ada yang menghawatirkan " mengelus pundak Doni dari belakang.


"Lagipula ,Via menutup wajah nya tidak ada yang melihat ," ucapnya tak enak hati.


"Walau bagaimana pun , kenapa tidak. hubungi aku " melihat Melly.


"Aku pikir kamu sedang meeting , jadi...


"Lain kali.hubungi aku Melly " sentak Doni.


Melly kaget mendengar nya, sebab baru kali ini Doni membentak nya.


Via menatap Doni , tak percaya dengan pendengaran nya..


ia membentak Melly ???....

__ADS_1


Ah yang benar saja , ia begitu tega membentak Melly.


Ada apa dengan nya ???.


Membentak Melly yang sudah ia anggap sebagai pengganti orang tua


****


Melihat Melly menunduk sedih..


Via memberi tanda , agar minta maaf kepada yang lebih tua. sebab ia tak bersalah...


hanya tak mengabari nya saja.


Ya...tak mengabari nya .


Perlahan Doni melepaskan pelukan nya.


Ia menghampiri Melly.


"Maafkan aku , aku tak ingin terjadi sesuatu dengan kalian.


sebab Via sedang ada yang mengincar nya , maafkan aku Melly sudah membentak dan membuatmu ikut masalah ini " ucap Doni merasa bersalah sambil memeluk Melly.


"Is ok , I now....


Tadi saya melihat orang yang selalu mengintai rumah mu " ucap Melly.


"Ya....mereka sudah mengetahui keberadaan Via." mengambil benda pipih dan menghubungi seseorang.


"Di depan rumah ada orang yang mengawasi, cari tahu siapa mereka dan kerjakan seperti biasa " ucap Doni Tampa mendengar jawaban dari sana , ia menutup pembicaraan.


"Kerjakan seperti biasa ?? " Via tercengang mendengar nya.


"Sekarang ikut aku " menarik kedua wanita yang di cintai nya lembut .


Menuju dimana mobil Doni berada.


"Masuk...


"Kita mau kemana Don " tanya Via dan Melly berbareng.


"Ikut saja dulu ...." membuka pintu menyuruh Via masuk dan tangan Doni diatas , agar kepala Via tak terbentur .


Mendapat perhatian seperti itu membuat pipi Via memerah , dan berandai ..


Andai mempunyai suami penuh pengertian ..


"Hmm....andai.


Via Tersenyum sendiri dengan pikiran nya.


Melly berada di jok belakang.


Perlahan ia mengendarai mobil.


"Kita mau kemana Don " tak dapat menahan rasa penasaran .


"Ketempat yang aman ."konsentrasi menjalankan mobil.


"Aku bagaimana Don ???...


"Melly , aku antar ke rumah berlaku seperti biasa seakan tidak ada apa -apa .nanti akan ada yang menjaga rumah dan bila Melly kerja akan ada yang mengikuti dari jauh " ucap Doni panjang lebar.


"Apakah separah itu ???...


"Mereka mengincar Via , jadi saya akan menyembunyikan nya untuk sementara..dan Melly saya sangat takut terjadi sesuatu dengan mu , maka nya saya tempat kan orang untuk menjaga mu . "berhenti di depan rumah dan menurunkan Melly.


"Kalian berhati - hatilah " ucap Melly saat akan turun.


"Ya , you too. Melly , pria berbaju hitam dengan tanda mengigit bunga , itu orang suruhan saya , jadi jangan takut dan segera masuk kedalam rumah ' titah Doni


"Ok...aku percaya sama kamu , bye " melambaikan tangan dan segera masuk kedalam.


Terlihat Doni dan Via melambaikan tangan.


"Don..


separah itukah ?? " terlihat wajah Via yang sangat khawatir.


"Aku tidak tahu Via.." menutupi .melihat kaca spion ada tiga mobil yang mengikuti.


Via hanya terdiam.


"Kalian lihat , kami di buntuti ???...


"Ya tuan, kami lihat..


"Kerjakan..." tidak basa basi.


"Baik tuan " ucap bodyguard itu.


****


Memasuki jalan sepi terlihat dari depan ada dua mobil yang mengikuti nya.


Ciiiiiiittttt....


Doni menghentikan mobil mendadak.


Terlihat dua orang keluar dari mobil merah.


"Ayo ikut aku " membuka pintu dan berlari membuka pintu untuk Via.


Memakaikan , Via jaket hodi dan memakai masker.


Via keluar , dengan cepat Doni memegang tangan Via lembut dan mengajaknya berganti kendaraan , menuju mobil merah.


Mobil merzi hitam itu berganti dengan dua orang yang turun dari mobil merah.


sedangkan Via dan Doni masuk kedalam mobil merah.


Mereka berganti mobil untuk mengelabui dan menghindar dari kejaran orang yang mengejar mereka .


Para bodyguard telah menghentikan sebuah truk . yang seakan- akan truk itu mogok.


Posisi truck yang melintang , membuat mobil yang mengintai mereka , tak dapat melewati nya.


Hingga mereka kehilangan jejak merzi hitam .


Mobil Merci hitam yang dikendarai oleh dua bodyguard nya berjalan terus , sedangkan mobil merah yang berisi Doni dan Via . belok ke arah kanan..


Strategi yang sangat pintar.


Dan untuk sementara terhindar dari kejaran suruhan orang iri Hans.


"Syukurlah " batin Doni dalam hati ketika terlihat sudah tak ada yang membuntuti mereka.


Sesampai di sebuah rumah , seperti villa.


Terlihat para penjaga , ketat gedung ini.


Tin...


Tanpa komentar para penjaga membuka pintu sambil menundukkan kepala.


"Jaga dengan baik . " perintah Doni sambil membuka kaca mobil.


"Siap tuan !!!...


"Doni mempunyai rumah dan ini , sangat mewah..."batin Via dalam hati.


menjalankan mobil nya masuk kedalam.


apa pekerjaan nya , di samping sebagai assisten kak Ricky . " batin Via dalam hati melihat design rumah dari luar dan dalam.


hanya satu kata elegant.


"Silahkan " ucap Doni sambil menundukkan kepala.


Via tersenyum malu , dengan segera turun dari mobil yang sudah Doni buka.


"Mari silahkan masuk di gubuk ku ini " ucap Doni merendah.


"Ini mansion Don , bukan gubuk " protes Via...


"He..he..he..., ayo masuk honey " menggoda. tak sengaja terucap kalimat itu.


Lihat , kedua pipi nya seperti tomat..memerah.


Ia tersipu , entahlah Via pun tidak tahu ketika mendengar ucapan Doni ia menjadi seperti ini.

__ADS_1


****


"Apa tadi Doni katakan ???..


"Honey ???..." Via menjadi berdebar mendengar ucapan Doni.


Inilah takdir sangat indah , tapi takdir pun memutar balikkan kehidupan nya.


dari seorang anak desa hingga menjadi pengusaha yang masih selalu di kejar, yang ia tak tahu kenapa dan ada apa.


"Huuffff...." Via menarik nafas berat.


ingat takdir nya.


"Ada apa ?? " tanya Doni mendengar tarik nafas panjang Via...


Ia hanya mengeleng pelan.


Gemas dengan tingkah Via, Doni memeluknya dari belakang.


"Ada apa HM...."meletakkan kepala di pundak Via.


"Don...a..aku...


"Kenapa ??..


"Kita bukan sepasang kekasih , mengapa kamu memelukku seperti ini " ucap Via gemetar.


Doni menarik nafas kasar , ia tak suka dengan ucapan Via.


Memutar badan Via , hingga mereka saling berhadapan.


"Mulai sekarang kita sepasang kekasih , karena aku mencintai mu sejak dulu..


"Bagaimana dengan mu??.." peryataan cinta Doni.


Via hanya mengangguk malu..


"Kamu...kamu juga menyukai dan mencintai ku benarkah ? " setengah menjerit Doni bertanya senang.


Sambil memangku pipi Via dengan kedua tangan nya.


"Terima kasih....terima kasih sudah menerima ku " memeluk Via dengan erat .


"Tapi...aku takut..


"Apa yang kamu takutkan hm...


"Orang yang mengejar ku dan.. " menatap Doni sedih. tak melanjutkan kalimat nya .


Jangan takut , Apa pun yang terjadi kita hadapi bersama , ok ? ....


"Ya...terima kasih...


"Sama - sama sayang " sambil mencium dahi , kedua mata , hidung dan pipi.


terakhir...


"Hmmmffpppp....


Tidak ada kesempatan buat Via untuk menghindar apalagi menolak.


He..he..he..tidak ada kesempatan .


Hingga Via memukul dada Doni perlahan , karena ia sudah kehabisan nafas.


"Maaf sayang , aku terlalu bahagia ' menghapus Saliva nya yang berada di bibir Via.kembali memeluk Via dengan bahagia .


"Kak...aku mau tanya , boleh ???...


"Ya...mau tanya apa honey ?? ..


"Kamu sebagai assitent kak Ricky , punya bisnis ?? " dengan wajah yang polos.


Hal itu membuat Doni semakin gemas kepada nya.


"He..he...


kamu ko mengemaskan Via . " mencubit pipi Via.


"Ih kak , aku tanya "wajah yang cemberut.


"Astaga Via , kamu semakin mengemaskan " batin Doni tersenyum .


Semua ini bagai mimpi untuk Doni , dengan berani nya mengatakan cinta.


dan terlalu indah untuk menjadi nyata.


Ia berharap ini bukan hanya sebuah mimpi.


Akan tetapi jika ini mimpi , ia tak akan bangun untuk selama nya . ada sedikit bimbang di hati Doni.


"Kak...kak Doniii " teriak Via .menggoyang - goyang kan tubuh Doni .


"Haa...maaf.maaf " Doni tergagap .


"Kenapa sih lihat aku seperti itu ??...


"Ti....


Drrrrtttt....


Drrrrtttt ...


Pembicaraan Doni terputus ketika mendengar suara handpone nya berbunyi.


"Ya hallo " ucap Doni .


"Tuan...orang nya sudah kami selesaikan.." ucap seseorang disana.


"Ada dimana sekarang ??..


"Tempat seperti biasa tuan ?..


"Ok...tunggu aku disana " menutup pembicaraan sepihak .


tut..Tut..Tut.


"Kak Doni , ada yang kakak pikirkan ? " tanya Via menatap wajah Doni intens.


"HM...Via, a..aku..


Bisakah kita bersama , selama nya ?? ".memandang Via sayu.


"Tentu saja , kenapa tidak ." Via tak mengerti arti ucapan Doni .


"Apa kamu hanya setengah - setengah mencintai ku " terlihat mata Via menahan air mata yang akan turun .


"A..aku sangat..sangat mencintai mu Via..


sangat...sangat " Doni menarik Via dan memeluk nya erat .


"Ada apa dengan mu , seperti tidak yakin " melihat wajah Doni.


"Apakah Dady mu menyetujui kita ???..


"Aku rasa beliau menyetujui pilihan ku..


"A..aku...


"Kenapa Doni terkesan tak yakin " batin Via dalam hati.


Baru saja mengatakan , tapi dihempaskan kembali karena tidak keyakinan Doni..


"Kak , percaya lah. dad , mommy pasti akan menyetujui hubungan kita " ucap Via meyakini Doni.


"Jika nanti persoalan sudah selesai , aku akan menceritakan ke kedua orang tua angkat ku ya " tersenyum.


"HM...." menarik nafas panjang.


"Sudahlah nanti saja kita pikirkan.aku akan pergi sebentar " merelai pelukan nya dan mencium dahi Via.


"Ya hati - hati...


"Ya..bye , jika ada tamu kamu bisa lihat dari situ " menunjuk sebuah televisi kecil , diantara pintu dan tembok.


maaf guys..


like dan cmnd dung.


selamat membaca

__ADS_1


.


__ADS_2