TAKDIR

TAKDIR
ada sesuatu


__ADS_3

sementara itu.


disebuah rumah yang disana ada Joe , max, Cuan dan Jio. yg sedang dalam masa pemulihan dan mereka berangsur - angsur sembuh walau belum boleh untuk beraktifitas lebih.


Doni yang sudah membaik ,tapi belum di perbolehkan untuk terlalu lelah menatap kedepan.


ia duduk di kursi roda menghadap jendela , sedang menatap kedepan .


menarik nafas panjang , ingat seseorang yang di tinggalkan nya. seseorang yang di cintai nya.


bingung dengan masalah yang dihadapi nya.


mengapa ia yang tidak mengetahui masalah ini dan ia kena imbas nya.


walau ia tahu dunia bisnis memang kejam .


pemandangan di mana butiran salju turun perlahan memenuhi bumi ini.


jika ia melihat rumah dan lingkungan nya ia tahu sedang berada dimana sekarang.


Kreek....


suara pintu terbuka. tampak seorang perawat dan dokter memasuki kamar nya.


"Bagaimana perasaan anda hari ini ." sapa nya ramah. menatap Doni dan menghampiri.


"Baik dok...


apa saya sudah di perbolehkan kembali beraktifitas ?? ." ucap Doni sambil berdiri tak ingin memperlihatkan ia lemah.


kembali ke tempat tidur nya dan membiarkan dokter memeriksa tubuh nya.


"Sudah bolehkan ya dok !.." ucap Joe merengek seperti anak kecil kepada bapak nya meminta keluar untuk bermain. tiba - tiba datang masuk kekamar Doni tanpa permisi.


"Ya...kalian sudah membaik dan di perbolehkan kembali beraktifitas. tapi dengan syarat . belum boleh terlalu lelah, permisi ." ucap nya ramah sambil tersenyum . menepuk pundak Doni dan berjalan keluar.


"Terima kasih dok...


di sambut dokter hanya mengangkat jari jempol nya .


"Joe...Via sekarang berada dimana ?.." memandang ke depan..


"Di hati mu ." jawab Joe asal.tersenyum.


"CK....aku serius..


kenapa kamu menangapi dengan bercanda. serius sedikit kenapa ." sentak Doni tak percaya dengan canda receh sang ajudan kepercayaan nya.


Joe hanya senyum - senyum saja melihat Aldi yang uring -uringan.


"Uda ga sabaran bro die...Uda cepet di keluarin." teriak Joe dengan seseorang yang tak diketahui Aldi. apa maksud nya ini...


"Maksud elo apa sih ?." tanya Aldi menatap tajam Joe.marah....


"Bener ni bos ???...terdengar suara yang ia kenal , suara Max , membuat Aldi semakin tak mengerti apa maksud nya.


"Apaan sih ??." penasaran melihat orang kepercayaan nya seperti itu.


heran....


"Sudah keluarin saja , dia pasti senang ." teriak Joe menahan tawa.


(percakapan Aldi dengan yang lain nya mengunakan bahasa Inggris ).


Akhir nya Max mengeluarkan seseorang wanita yang ditutup wajah nya.


"Itu siapa , jangan macam - macam kalian ." bentak Doni jengkel . ia merasa mengenali wanita yang di tutup kepala nya itu.


Joe, Max , Cuan ,Jio dan yang lain nya semakin tertawa melihat Aldi.


"Buka penutup wajah nya ....apa kalian tidak kasihan melihat wajah nya seperti penasaran ." ujar Joe terkekeh melihat Aldi yang penasaran.


Max ingin mempermainkan Doni.


perlahan ia buka , kemudian ia berhenti sebentar penutup kepala orang yang tak dikenal Doni dan cepat - cepat membuka nya ketika melihat Doni sudah menatap nya tajam.


"Via ."jerit tertahan Doni begitu melihat penutup wajah nya dibuka.


sedangkan Via masih mengucek mata nya , karena silau .


pria itu meraba dada nya , ada getaran yang ia rasakan. getaran itu belum sedahsyat ini , ketika ia berdekatan dengan nya.lama ia memandangi , Via yang selalu ia rindukan.


"Doni ko ...., kamu disini ???? " tanya Via heran. masih mengucek mata tak percaya .


bergegas Doni berdiri dari kursi nya , setengah berlari menghampiri Via dan memeluk nya erat.


memeluk erat , seakan tak ingin melepaskan nya.


ya tak ingin walau sedetik.


"Kamu ga apa - apa ." menatap Via dengan tatapan rindu yang tak dapat ia tahan.


Via menganggukkan kepala.dengan pipi merona merah ,mendapat pertanyaan seperti itu , ia sendiri belum sepenuhnya sadar ia berada dimana . Doni menarik Via dan mencium dahi Via.


"Syukurlah kamu tidak apa - apa sayang ." memegang pipi dengan kedua tangan nya.


"Ak..aku tidak apa - apa don ." dengan mata berkaca - kaca.


"Kamu darimana , ada apa dengan mu , kamu lama menghilang , ku cari - cari kamu bagaikan di telan bumi , aku putus asa.Via aku tak ingin kehilangan mu sayang ." berondong pertanyaan dengan perasaan nya yang membuncang.ia memang sangat merindukan. Via , sambil mencium pipi dan kening Via.


****


"Ya dia memakai bahas indonesia..." Max mengelengkan kepala tak mengerti yang ia dengar sambil tersenyum melihat bos sekaligus teman akrab nya itu mulai bisa tersenyum. ada cinta Dimata nya .


"Kepo ...."sentak Doni masih memeluk Via.


Joe yang sedikit mengerti hanya tersenyum mengelengkan kepala.

__ADS_1


sedangkan yang lain tertawa. mereka mentertawakan diri sendiri yang tak mengerti bahas yang di bicarakan Doni .


"Lebih baik kita keluar , biarkan mereka melepaskan rindu nya. saat nya kita bekerja. kita cari lewat dunia Maya." berjalan keluar sambil tangan nya mendorong kedua sahabat nya itu.


tetapi..


"Wait...what is ...kepo ( Apa itu...kepo )." Max bertanya penasaran tak mengerti mengikuti gaya bahasa Doni , yang tentu saja ia tak bisa mengucapkan nya dengan benar.menghempaskan tangan Joe yang menghalangi nya


Terlihat Doni dan Via , saling melepaskan rindu , tak memperdulikan orang disekitar nya ,hingga tak sadar orang kepercayaan nya masih menunggu. dengan masing - masing tangan di dada jengah.....


melihat dan menunggu sang bos yang sedang melepaskan rindu.


Doni tak ingin melepaskan pelukan nya.


"Ehkhmmm...., dilepas sir..


your girl freind tak dapat bernafas ." ucap Joe sambil tersenyum.


"Ah...maaf..maafkan aku. karena aku terlalu merindukan mu.


kamu tidak apa - apa sayang ?."tersadar ia sudah memeluk sangat erat dan membuat orang yang ia cintai tak dapat bernafas. bertanya sambil menangkup wajah Via dengan kedua tangan nya. sambil membolak balikkan tubuh Via.


dengan wajah memerah , Via hanya menganggukkan kepala.


"Sebenarnya ada apa Doni , saya ko seperti dikejar - kejar seseorang. padahal saya ini siapa ???....." tanya Via heran sambil menatap Doni .


''Entahlah , aku tidak tahu.


tapi duduk lah dulu , mungkin teman ku saat ini telah mengetahui nya ." ucap Aldi membimbing Via untuk duduk di sofa.


"Saya hanya seorang anak angkat dari keluarga Bruno , mengapa saya seperti dikejar - kejar mafia , sedangkan saya tak mempunyai harta , mengapa Don..mengapa ?." berondong Via menatap Doni dan seluruh anak buah Doni yang berdiri mematung mendengar pertanyaan Via.merasa heran , jika ia dikejar - kejar seperti itu harta ia punya dari hasil kerja nya selama ini. tapi tak sebanding dengan harta kekayaan keluarga Bruno dan Doni.


Doni tak bergeming , kembali menatap Joe . lewat tatapan bertanya.


"because ( karena )....


"Why ..."Via tak sabar menunggu jawaban dari Joe.


"HM....karena ia ingin merebutnya dari anda , but ( tapi )...i dont now ( saya tidak tahu )." ucap Joe tergagap.


tidak tahu ia harus berbicara bagaimana.


"saya tidak mengerti maksud anda ." tegur Via geleng - geleng kepala.


"inti nya mereka hanya memanfaatkan Anda , agar mereka bisa merebut tambak emas keluarga Bruno ." ucap Joe melirik Cuan , agar mengeluarkan bukti.


Dengan laptop di tangan sang hacker , berjalan mendekati Via dan menunjukkan sebuah denah .


"Maksudnya apa Cuan ????...."Via mengangkat satu alis nya.


"ini , ini dan ini adalah tambang emas yang dimiliki keluarga Bruno, mungkin..


ini baru kemungkinan ia mendekati Anda dengan maksud untuk mengambil tambang emas itu secara halus and..."telunjuk Cuan terangkat tak ingin ucapan nya dipotong. ketika melihat jika Via ingin memotong ucapan nya .


"and..."tanya Doni semakin penasaran.


"Dan mungkin anda telah mengetahui kelicikan Hans Anderson jadi anda menjadi incaran mereka.


"coba anda ingat - ingat adakah kejadian anda sudah membongkar kebusukan Hans itu tanpa anda sadari ?". tanya Cuan menatap Via serius.


Via hanya mengelengkan kepala lemas perlahan mulai mengerti ucapan Cuan.


"Coba anda ingat - ingat lagi ." desak nya.


Via mengelengkan kepala , ia tak mengingat apapun.


"What you mean ( apa maksud mu ) ?". tanya Via semakin tak mengerti


hingga akhirnya...


"Aakkhh....kenapa kepala ku sakit dan aku tak mengingat apapun". teriak Via kesakitan sambil memegang kepala nya.


"Sudah...sudah jangan dipaksa sayang , sudah ..biar nanti waktu yang akan memberitahu ". ucap Doni memeluk Via . tak tega melihat Via kesakitan seperti itu.


****


"Abis harapan kita ,Miss Via tak mengingat nya ." ujar Cuan lesu.


semua yang berada di ruangan itu menatap Cuan lesu.


teka teki yang tak dapat mereka pecahkan.


"Kunci nya di Miss Via. sebab tidak ada asap jika tidak ada api ." Cuan bermonolog.max, Joe dan Aldi menganggukkan kepala setuju dengan pendapat Cuan.


Tak dapat berbuat apa - ada , Cuan mengambil laptop yang selalu ia bawa kemana - mana .


membuka laptop dan berselancar di dunia Maya . mungkin ada jalan keluar untuk itu. dengan lincah tangan nya menari di atas keyboard .


"Aaah...


bosan tidak ada yang dapat ku kerjakan ." berdiri dan berjalan keluar.


tiba - tiba.


Tut....Tut...Tut....


membuat Cuan dan yang lain.mandang laptop Cuan.


bergegas ia duduk kembali.


tanda merah memberitahu letak sesuatu yang Cuan tak mengerti. kemudian ia menekan enter.


"Apa maksud dari BHV ??...."memutar wajah nya menatap ketiga pria berbeda generasi.


ketiga pria itu hanya mengelengkan kepala tak mengerti.


tak mendapat jawaban , Cuan kembali fokus layar monitor.

__ADS_1


"Ada apa dengan BHV???..." tanya Max.


"Semacam kode ." tak bergeming sedikitpun .


"Maksud kamu ini kode ??.


tapi kode apa ???." tanya Max , itu membuat Joe semakin penasaran.


"Kita harus mencari tahu apa itu BHV ??? ". ucap Max menatap Cuan yang terlihat sedikit tegang dengan tugas yang di emban nya .


"Cuan....


yang di panggil hanya mengelengkan kepala , berfikir dengan keras.


"Mungkin yang mengetahui ini hanya Via ". ucap Joe melirik ke pintu . dimana Aldi membawa keluar sang pacar ke kamar nya.


"Kita tunggu saja ". ucap Jio yang dari tadi hanya terdiam memandang sekeliling nya.


"Ada apa Jio ko diam , dari tadi wajah mu muram ? ". tanya Max mengangkat satu alis nya. merasa heran biasanya Jio terlihat ceria.


"Jio...." guma Cuan dalam hati. baru sadar dengan yang ia lihat.


ia merasa heran. mengapa ia begitu cepat sampai. bukan nya ia berada di Medang perang bersama dengan teman - teman yang lain .


merasa diperhatikan diam - diam , Jio menarik nafas panjang.


"Tidak ada apa - apa , aku hanya merasa lelah ." melengos menghindari tatapan tajam Cuan.


Dengan kedua tangan di dada Jio berdiri di sudut ruang komputer Cuan.


tangan kanan Jio memutar korek api gas kekanan dan kiri.


"Jio . HM....


bukankah ia seorang kidal " . batin Cuan dalam hati menatap Jio dari kaca komputer nya.


Cuan ingat betul jika Jio seorang kidal.


merasa ada yang menatapnya . dengan melengos Jio keluar Tampa berkata - kata.


" Mau kemana Jio ?...". tanya Joe heran.


tidak biasanya Jio menjadi pendiam seperti ini.


yang di tanya hanya terdiam sambil berjalan keluar.


"apakah kalian tidak merasa heran ". ucap Cuan sambil berjalan menuju pintu


melihat apakah Jio masih berada di pintu.


tak melihat bayangan Jio , Cuan menarik nafas lega.


"apa maksudmu ". Max merasa heran mendengar pertanyaan Cuan.


"tidakkah kalian lihat , perubahan pada diri Jio ???...menatap satu persatu pria dewasa beda generasi itu.


"maksudmu ????". Max tak mengerti.


"kalian lihat.


1.Jio sudah datang. padahal mereka baru berangkat.


2.sepengetahuan ku Jio seorang pria kidal , mengapa ia tadi mengambil air minum dan memegang korek api memakai tangan kanan ???..". ujar Cuan mencoba berargumen.


mendengar ucapan Cuan.Max dan Joe tersentak. saling berpandangan.


"maksudmu Cuan ???...


Cuan hanya menganggukkan kepala , tanpa ia perjelas Max dan Joe pasti mengerti.


"Ah...mungkin ia hanya mengantar merekaaa...." ucapan nya terputus.


"Coba kamu lihat alat komunikasi kita , apakah kamu memegangnya ???...' menatap Cuan.


tak menjawab pertanyaan Max . sontak Cuan berlari kecil menuju lemari dimana ia menyimpan alat komunikasi mereka.


HT dan waleres.


ada...masih ada. lengkap.


menatap pria beda generasi itu.


yang sedang di bicarakan menguping di balik pintu ,ia tahu saat Cuan mengikuti nya walau hanya sebatas pintu keluar. ia pura - pura berjalan keluar dan berbalik ketika ia merasakan aman.


merasa tidak ada pembicaraan didalam Jio palsu memutar badan dengan cepat , hingga di sebuah lorong yang tak semua orang melewati nya.


mengambil handpone disaku celana nya , menghubungi seseorang.


"mereka sudah curiga aku , aku harus bagaimana ??...". tanya Jio palsu kepada seseorang disana.


"Cuan anak jenius itu sudah mendapatkan seperti kode...". ucap nya.


"Apa itu ????...


"BHV...hanya itu yang aku dengar ."Jio palsu memutar badan nya kebelakang takut ada yang datang.


"tetap ditempat , kembali pura - pura tidak tahu dan kembali cari tahu apa arti BHV ". perintah seseorang disana.


"baik ". ucap nya datar menutup pembicaraan .


kembali berjalan santai sambil bersiul , seakan tidak terjadi apa - apa.


ia tak mengetahui jika Cuan sedang memperhatikan dari kejauhan.


saat Cuan ingin ke toilet , ia melihat Jio gerak gerik yang mencurigakan. akhir nya ia ikuti. tapi tak berani mendekat.


hanya berusaha melihat gerakan bibir Jio palsu.

__ADS_1


"hanya untuk bicara saja , mengapa Jio harus bersembunyi di tempat gelar seperti itu , apa yang sedang di perbuat nya ". batin Cuan dalam hati. buru - buru masuk kedalam toilet , ia tak ingi Jio mengetahui jika ia membuntuti nya.


hi guys...maafkeun emak yang selalu telat terima kasih masih mau mampir dan membaca di novelku


__ADS_2