
mansion dalam hutan.
Kreek..
Seorang bertubuh besar membuka pintu sebuah kamar.
Terlihat seorang gadis yang diikat dan disumpal mulut nya dengan kain.
Via menyipitkan mata nya , karena pantulan sinar matahari dari cela pintu yang di buka lebar - lebar . dengan wajah yang babak belur , terlihat bibir yang berdarah.
pipi Via yang lembab dan mata yang bengkak karena menangis terus.
ya...ia adalah Via.
Via menangis menyesali takdir nya seperti ini.
Saat Via pingsan yang kata nya mau di bawa ke IGD , karena ruang VVIP itu sepi tak ada yang tau jika , ternyata Via dibelokkan menuju hutan yang entah dimana Via tidak tahu.
saat sadar Via belum diikat , ia berusaha bangkit dan melawan semampu nya , karena masih dalam keadaan lemas akhirnya Via terjatuh.
Dengan tertawa terbahak - bahak pria yang menyamar menjadi perawat itu mendekati Via.
"Cantik ..." mengelus mengelus pipi Via sambil mendesah menahan gairah .
"Kamu sangat cantik , mulus dan body . cuit ." mengedipkan mata. menelusuri badan Via.mulai mengelus pipi turun ke dada , dengan kurang ajar ia meremas buah dada Via.
Kembali tangan mulai turun kebawah.
"Please jangan ." lirih Via.
Via menahan tangis , ia tak ingin memperlihatkan jika ia lemah.
"Ya TUHAN tolong saya , aku harus tenang..
ya harus tenang agar bisa melarikan diri dari sini ." batin Via dalam hati menarik nafas panjang sejenak ,kemudian memundurkan badan nya perlahan saat pria kurang ajar itu ingin meraba nya kembali.
"Are you seksi , very - very seksi ( kamu seksi sangat seksi )
Merasa terancam Via terdiam mengumpulkan tenaga. memgenggam tangan takut ,berharap ada mujizat datang .
"Doni...om Joe . papa.mama tolong Via ." memejamkan mata sambil menarik nafas berat kembali .
"Jangan takut ." memajukan tubuh nya.
tangan sebelah kiri memegang tangan Via kebelakang, kemudian Pria itu mengangkat dagu Via dengan tangan kanan nya , ia ingin mencium nya.
Memandang Via dengan intens dengan nafsu yang membara , ia semakin mendekat dan.
Buggg ...
Via menendang masa depan pria itu., sambil berusaha bangkit , dan lari .
"Arrrg. **** ..kurang ajar kamu ." maki nya dengan tangan memegang masa depan nya .
"Ha..ha...ha...Kamu tidak bisa lari , " berjalan sempoyongan , ia menghampiri Via. tawa nya bergema di seluruh ruang ini. menahan nyeri dan memegang masa depan nya. melihat Via lari menuju pintu.
Teq...teq.....teq.
Dengan panik Via menekan berulang - ulang sambil menggoyang - goyangkan gagang pintu itu... tetapi ternyata dikunci.
Berlari kesetiap penjuru ,mencari kemungkinan ada celah ,tidak sudah tidak mungkin untuk Via berlari.
kesal Via menendang tembok..
ternyata ruang ini sungguh luas.
Via berlari terseok - Seok merasakan kaki nya yang mulai sakit .
Dengan santai pria itu menghampiri Via.
kring...kring ..
"kunci nya sama saya ." tersenyum sinis menggoyangkan tangan nya . mendekat
dan menyambar , menarik rambut panjang via, menampar hingga Via terjatuh dan menendang bagian dada serta perut via.
kejam sekali pria itu .
akibat pukulan itu Via jatuh.
bug...bug....bug.
"Sakit...ampun...ampun sakit ." jerit Via menangis..
"Maka nya jangan coba - coba lari , kamu sudah menendang masa depan saya ." ucap nya menyeringai. menarik rambut Via lebih kencang.
"Ampuni saya tolong..."ucap Via lirih..
Bug .
ia kembali menendang Via..
"Tol...tolong...tolong saya...
"Tidak akan ada yang menolong mu ." bentak nya.
"Ampuni saya , sakit ...sudah , saaakit ." ucap Via sambil menunduk memegang perut nya kesakitan.
kejam sekali pria itu . memukul seorang wanita yang sudah tak berdaya.
"Karena kamu sudah menendang saya , maka saya akan membuat mu menikmati surga dunia , baik kan saya!!!...
kamu tendang saya , tapi saya akan memberikan kamu kenikmatan ." ucap nya menyeringai sambil membuka ikat pinggang .
Melihat itu Via geleng - geleng kepala , ia takut pria itu akan memperkosa nya.
membuka ikat pinggang dan.
plak...plak..
pria itu memukul Via dengan ikat pinggang .
"Setelah ini saya akan membuat mu merasa sorga dunia.."kembali ingin memukul Via ..
tapi...
Tak kuat menahan pukulan , beban mental , dan tendangan serta pukulan pria kejam itu , Via kembali pingsan.
****
Dirumah Joe.
Max , Cuan dan Jio beserta kelima anak buah nya baru saja menginjak kaki nya di markas Joe.
"Selamat datang di markas ku ." sapa Joe menyambut kedatangan Max beserta yang lain. merentangkan tangan untuk memeluk Max.
"Bagaimana kejadian nya , bisa menjadi seperti ini ?." tanya Joe melipat kedua tangan nya masih tak percaya.
Max bercerita panjang lebar dan kembali meminta maaf karena keteledoran nya.
Belum Joe menjawab.
Kriiiing.....kriing
Kia is calling.....
"Ya...ok ." jawab Jio singkat kembali membuka laptop.
"Tuan ." Jio menunjuk sebuah peta dilaptop nya. ada tanda merah berkedip , di sebuah hutan belantara.
__ADS_1
"Kita hanya bisa memakai helikopter tuan ." ucap Jio..
"Bisa , anak buah saya yang akan turun gunung ." mengambil smartphone nya menghubungi seseorang.
"Mark...
saya membutuhkan kalian , bawa seratus anak buah mu , cepat saya tunggu ." Joe mematikan smartphone nya.
"Bersiaplah sebentar lagi mereka datang , santai sejenak kita minum yang hangat ." ucap Joe memberikan Max , Cuan, Jio dan yang lain segelas kopi.
Benar kata Joe , belum sepuluh menit Mark dengan yg lain datang .
dengan bis. sedangkan Mark dan lima orang teman kepercayaan nya membawa mobil Jeep.
tok...tok..tok.
"Masuk...
"Malam tuan ." melihat sekeliling nya.
"Mark , kamu kami tunggu ." memberi isyarat agar segera masuk.
Belum Mark duduk , Joe langsung bercerita mengapa ia panggil , dan apa yang terjadi.
Tanpa basa basi ..
Setelah bercerita dan menunjuk ke laptop.
"Bagaimana menurut mu ." ucap Joe memandang Mark .
"Melihat hutan dan gunung yang sangat terjal ,Saya harap anak buah saya bisa ."melihat kebelakang dimana anak buah nya berdiri.
"Wang...
"Siap tuan pasti bisa." jawab seorang bernama Wang yang berwajah oriental.
"Good ( bagus) ." tersenyum.
"Kapan kita mulai ???." tantang Mark .
"Malam ini , saya Mark , Cuan ,Jio dan beberapa anak buah saya akan naik helikopter dari jauh kita selidiki beberapa kekuatan mereka , san saya harap malam ini juga Via bisa kita bawa pulang ." Joe menatap sekeliling . berharap mereka menyetujui nya.
"Baik .."jawab anak buah Mark serentak.
anak buah Mark yang sudah terlatih dengan keahlian mereka masing - masing , mereka pantang mundur.
"Semua nya bersiap dan membawa peralatan serta senjata lengkap , kita mau naik , turun gunung .
Siaaaapppp....." jerit Mark semangat . nyengir.
"Siaaappppp...
huraaaaa ." teriak anak buah Mark yel - yel yang mereka buat agar selalu semangat seperti atasan nya
"Aku berangkat sekarang , sampai ketemu di hutan ." mengulurkan tangan ke Joe ,Mark, Jio dan Cuan.
hura....hura...Hura.." teriak anak buah Mark sambil berjalan keluar.
"Cuan , Jio dan yang lain ayo kita persiapkan peralatan , ikut saya ." sambil berjalan Joe mengajak yang nama nya disebut kan. menuju sebuah ruang bawah tanah.
Joe mendorong dinding , dan terdengar bunyi suara...
sreeeeeeg.
Perlahan dinding itu terbuka .
Terlihat seperti kamar..
berjalan perlahan memasuki , ternyata itu adalah gudang.
gudang penyimpanan senjata.
melap nya dan mengincar sasaran.
sebuah gambar berjalan terlihat mundur.
Dan Joe mulai siap menembak.
Dor...dor..dor..
tembakan itu mengenai pas kepala , mata dan hidung.
"Wow..."plok...plok..plok..
tepuk tangan kagum .
"Diteruskan oleh Max , Cuan dan Jio..
saat gambar berjalan.Max,Cuan dan Jio berputar sambil menembak.
terlihat kepala gambar itu tepat sasaran dikepala. ..
Plok....plok...plok..
"Kalian hebat. saya harap , sehebat saat membebaskan Via ." ucap Joe kagum.
"Ok...kita persiapkan dari sekarang..."kembali Joe mengambil smartphone nya di kantung.
"Siapkan helikopter nanti tepat pukul 22.00 ." ucap Joe. berjalan menuju sebuah lemari.
Joe mengambil sebuah kotak. yang ternyata berisi earphone.
Kemudian membagikan ketiap - tiap orang diruangan ini.
"Ini adalah alat berkomunikasi kita ." melihat jam tangan nya.
"Kita bersiap , ikut saya." berjalan memasuki sebuah terowongan dan terowongan menembus lapangan yang sudah siap dua helikopter .
****
Saat helikopte itu mendarat di sebuah dataran tinggi.
"Aku akan mengecek pake ini ." Joe menunjuk sebuah drown kecil.alat cangih seperti seekor laba - laba.
"Apa tidak terlacak oleh musuh ?." tanya Max.
Joe hanya mengelengkan kepala singkat.
kembali kosentrasi menjalankan sebuah drown.
Drown laba - laba itu mulai terbang , dipantau oleh laptop yang berada dipaha Joe.
drown seperti laba - laba , tidak akan membuat musuh curiga , ia bisa menyelinap dimana saja. ditempat terkecil sekali pun.
Terlihat sebuah mansion . yang dijaga sangat ketat.
dari bawah , belakang dan atas.
"Wow , sangat ketat mereka menjaga ." seru Max.
"Ya...
"Mark...Mark kamu mendengarkan ku ?." tanya Joe sambil menekan aerphone nya...
"Ya...kami sedang turun gunung...
"Cepat sekali ..." batin Max takjup.
"Hallo ganteng , sayangku. honey . i'm coming ." ledek Mark kepada Max.
__ADS_1
"Bicara sama siapa kamu ?." tanya Max jengkel .
"Dirimu cantik..
whahahahaha...." Mark terbahak membayangkan.Max seperti kebakaran jengot.
Mark adalah orang yang cepat dalam bergaul. walau baru mengenal Max...ia akan mengerjai Max seenak nya..itu dilakukan saat ia mulai merasa tegang dengan tugas yang di emban nya.
"Cui...siapa kamu ." menatap Joe yang hanya geleng - geleng kepala. tersenyum geli dengan kelakuan Mark.
"Ha.ha..ha..ha...sabar ya, sebentar lagi saya sampai." terdiam...
"Kenapa Mark terdiam..
"Maydey...mayde..Mark..ada apa , kenapa kamu terdiam ?." tanya Joe sambil menatap laptop nya.
"i'm coming . barusan ada yang lewat sir , empat truk berisi manusia dan senjata api ." lapor Mark.
"Ok..bisa kamu luncurkan basoca , tepat sasaran ." ucap Joe datar dan santai.
"Yes sir !!!....( ya tuan )
Sssiiiiing...
booommm...
Dari jauh terdengar suara ledakan.
"Lapor anakmu sudah meledakkan truk itu. " kekeh nya.
"Good. biar menjadi shok terapi buat mereka...aku pun akan menurunkan nya.
"Joe mengambil kembali drown yang aga besar dan meletak boom molotop.
"Ok honeyb( sayang) kerjakan tugas mu." ujar Joe mengarahkan drown itu..
drown yang diterbangkan Joe tiga buah dan berisi bom . dalam satu drown berisi 3 bom. jadi jumlah bom 9 pcs.
"Wait. tunggu..
kamu akan meledakkan mansion itu , bagaimana dengan Via.
apa tidak bahaya ?." tanya Max khawatir.
"Now...anak buah Mark sudah ada disana , mereka terpencar dan bersembunyi. lihat itu ." tunjuk Joe ke layar monitor.
"What the....
cepat sekali mereka bergerak ." batin Max kagum dengan pergerakan anak buah Joe
Beberapa menit kemudian.
Bom...bom...bom..
tangan Joe menekan tombol , tiap Drown..dan terbuka.menjatuhkan bom.
Max menutup mata , tak dapat dibayangkan jika Via.kena sasaran bom itu.
Terlihat di layar monitor , via yang masih pingsan , sudah tidak berdaya digendong oleh tiga orang pria yang memakai baju hitam dan membawa nya keluar.
"Mayde...mayde...tuan putri berhasil kami bawa keluar..." teriak senang Mark disana.
"Hati - hati..." belum selesai.Joe bicara.
terlihat dilayar monitor dua orang menodongkan senjata tepat di belakang pria yang mengendong Via dan teman nya ...
"Mark anak buah mu ada masalah ." Joe menghapus keringat dingin yang keluar.
"Slow man....slow." ujar Mark.
Pria yang menodong anak buah Mark , terdiam saat mengetahui pundak nya ada benda yang sangat dingin kalah tersentuh kulit nya.
Seperti nya anak buah Mark.bergerak cepat , saat teman nya dalam posisi terjepit .mereka yang masih bersembunyi keluar tiga orang dan menolong teman nya yang di todong .
Terlihat penjahat itu mengangkat kan tangan nya .
"Ok...cepat keluar , kami menunggu disini. " teriak Joe tak sabar.
Tak ingin lama - lama , anak buah Mark yang menodong pria yang mengendong Via. mereka tembak.
Dan dua pria yang menodong anak buah Mark terjatuh seketika bergelimang darah.
Melihat itu Joe dan Max mengelengkan kepala..rupa - rupa nya anak buah Mark tak kenal ampun .
Berlari cepat ke enam anak buah Mark berlari di bukit dimana Joe dan yang lain menunggu.
Belum sampai di tempat yang di tuju..
Tiba - tiba..
Booooommmmm...
Ke enam anak buah Mark dan Via terlempar...
"Oh my God ." teriak Joe dan Max .
"Mereka mengetahui kita datang ." teriak Cuan dengan wajah nya terus menatap laptop .
Bom....bom...
Kembali terdengar ledakan ...
tanah pun berguncang...
"Apa kita dijebak ????...
"Yes sir...lihat diatas." ucap Cuan pucat pasi.
"Runiiingggg ( lari )...." teriak Max ketika melihat ada bom dari atas.
semua kocar kacir , ketika mereka melihat sebuah benda meluncur.
Boooooom....
"Mayde....mayde..." kalian tidak apa - apa ." teriak Mark panik.
"Sir...Max...siapa pun itu..Jawab.." teriak Mark memandang ke atas asap yang menggumpal akibat ledakan.
"Oh my God ...mayde..mayde
semua bersembunyi mati kan semua alat komunikasi , kita dijebak ." lirih Mark mematikan alat dalam tubuh nya.
"Sir....kita harus bagaimana ??..
"Ambil daun , daun apa pun . tutupi badan kalian dengan daun...dan kita berjalan perlahan , mudah + mudahan dengan penyamaran ini ,.kita bisa menipu mereka ." ucap Mark memotong pohon ,bergegas di tempel di tubuh nya .
diikuti oleh semua anak buah nya ..
"Untuk sementara kita memakai alat komunikasi gerakan ." memandang kedepan
guys...sekali lagi maafkeun emak yang selalu telat..
sudah asik menulis tetiba hilang...selalu begitu...entah mengapa.
terima kasih masih mau mampir baca disini...
selamat membaca..
thank you
__ADS_1