TAKDIR

TAKDIR
boom lagi


__ADS_3

"Joe...kamu dimana !!!." teriak Mr Bruno putus asa , meraup wajah nya kasar.


Kembali menghubungi Joe. tetap tak di angkat. tak henti nya Mr Bruno menghubungi , masih tetap tak di angkat.


berjalan mondar mandir , tak tentu arah..


rasanya ingin meledak isi kepala.


"Honey what happened ..( sayang ada apa )???." tanya Mrs Bruno. heran melihat suami nya berjalan tak tentu arah.


"Tidak ada apa - apa , hanya Joe di hubungi tak menjawab ." memandang sang istri. sambil tangan nya menepuk sofa , agar sang istri duduk di sebelah nya.


"Iya...ada apa dengan Joe , tidak seperti biasa nya . " merasa heran.


"Saya juga tidak tahu , mengapa Joe tiba - tiba menghilang ." menarik nafas panjang.


"Apa engkau memberi tugas berat untuk nya ?." tanya Mrs Bruno tak percaya .


"Tidak , saya tidak memberi tugas apapun kepada nya ." berfikir ia harus menghubungi siapa .


"Coba honey ingat - ingat , mungkin kamu lupa ." berharap sang suami mengingat.


Mr Bruno hanya menggelengkan kepala , ia merasa tak memberi tugas kepada Joe. seingat nya dua hari yang lalu ia hanya memberi tugas Joe untuk stand by di kantor , tidak dinas keluar .


"Terus dia tidak ada kemana ???." masih bertanya dan penasaran ada apa dengan Joe , biasa nya sang assisten sekaligus teman nya itu setiap sang suami membutuhkan dengan sigap sudah berada di tempat.


Mr Bruno memijat kening nya yang mulai pusing .


kring...


kriiinnng...


kringgg...


Hans Anderson is calling.


"Hans ??.." berbagai pertanyaan timbul dibenak Mr Bruno mendapat telefon dari Hans Anderson .


Tidak seperti biasa nya ia mau menghubungi nya , biasa nya sang Dady yang selalu menghubungi baik dalam urusan bisnis maupun perjodohan.


"Hallo...tumben anda menghubungi saya ?." tanya Mr Bruno tak ingin berbasa basi , karena ia merasa heran.


"Maaf jika saya menganggu anda Mr Bruno , but ( tapi ) mengapa saya sudah menghubungi Via ." ucap nya sopan.


di seberang sana , sambil menyunggingkan senyum licik nya.


"Saya juga tidak tahu , dimana Via ." merasa ada yang di sembunyikan.


"Anda belum mendapat kabar ?." kembali Hans bertanya seakan simpatik dengan kehilangan Via.


"Belum...." Mr Bruno ragu menjawab nya.


"Ok...saya akan membantu anda dimana Via berada..see you ." memutuskan pembicaraan sepihak .


"He..he..he. tua Bangka bodoh ." umpat nya sambil berdiri dan menyambut seorang wanita yang baru saja datang dengan memakai baju kekurangan bahan.


"Hi honey ." tanpa basa basi ia nyosor mencium wanita yang berbaju kekurangan bahan .Hans langsung memeluk dan membawa nya ke tempat tidur.


Hans yang seorang player dan play boy itu , tanpa menunggu lama langsung melucuti baju wanita itu dan kembali bertukar Saliva . melakukan kebiasaan nya adegan ranjang dengan wanita panggilan.


Sementara Mr Bruno.


"Tidak sopan ." ucapnya geram sambil memandang handpone di tangan nya. ketika Hans memutuskan pembicaraan sepihak .


"Anak muda yang tidak sopan berbicara dengan orang tua , seenak nya sendiri ." gerutu Mr Bruno.


"Itu mau kamu jodohkan dengan Via ." ucap Mrs Bruno sinis.


"Sekarang tidak mom, kemarin karena perusahaan kita koleps, jadi aku seperti itu ." menunduk malu sudah mengorbankan anak nya.


"Mau bangkrut , mau koleps aku tidak mau tahu.anak jangan jadi korban. kita sudah pernah kehilangan anak dad, mau kehilangan lagi ???." suara Mrs Bruno dengan nada tinggi.


"Apalagi kita tidak tahu Hans seperti apa. sebelum nya mom diam saja , tetapi setelah mom selidiki ternyata Hans seorang Players ." cerocos nya dengan tangan di dada.


Melihat sang istri mulai naik darah. ia hanya mengelus pundak Mrs Bruno. terdiam merasa bersalah.


"Aku sudah kehilangan anak , jangan sampai kehilangan lagi. aku sangat menyayangi Via...aku sangat menyayangi Via...


ia ada dimana pun kita tidak tahu.


hiks..hiks...bagaimana keadaan nya pun kita tidak tahu , apa ia sehat atau sakit. aku takut...


takut sekali kehilangan Via ." tangis Mrs Bruno sambil menutup wajah dengan kedua tangan nya .


Tak ingin berlanjut , Mr Bruno memeluk nya erat. ia pun merasa bersalah tidak menceritakan telefon terakhir dari Via. ia pun saat ini tidak tahu Via dimana dan bagaimana keadaan nya.


****


Sementara itu.


Cahaya matahari yang malu - malu kucing menyinari hordeng kamar rawat inap Via.


Via terbangun dari tidur , ketika ia melihat lewat hordeng yang tertiup angin. jika sudah pagi.


"Uukh...badan ku sakit semua ." rintih Via perlahan , merentangkan kedua tangan nya ke atas.


tak sengaja mata nya melihat seorang pria , entah sedang berbuat apa.


Terlihat ia sedang menarik kabel dengan kotak di kaki nya..


Via menutup mata menahan sakit di sekujur tubuh nya .


Ckleek...


"Pagi nona ." sapa seorang perawat.


"Apakah ada dokter yang akan memeriksa saya ??.." tanya Via ingin tahu.


"Sebentar lagi beliau datang ." perawat itu tersenyum ramah.


benar saja tidak menghitung menit , dokter itu datang.

__ADS_1


memeriksa tekanan darah, mata dan Wajah Via yang masih lebam.


"Apa yang anda rasakan ?." tanya dokter ganteng itu ramah , memandang Via.


"Seluruh tubuh saya sakit ." jawab Via polos.


dokter itu tersenyum.


"Akan saya beri obat dan luka lebam anda , agar tidak infeksi. " sambil mengatur infus .


"Kapan saya boleh pulang dokter ?." tanya Via berharap ia boleh segera pulang .


"Kita lihat besok , lebam di wajah anda jika besok tidak infeksi anda boleh pulang.."dokter ganteng itu tersenyum memandang Via .


"Apakah luka lebam di wajah saya yang infeksi akan sembuh ???." Via sedikit takut mendengar kata infeksi.


"Mudah - mudahan iya , ini disebabkan luka diwajah anda sudah teralu lama dan anda baru di bawa kerumah sakit ." berusaha berbicara lembut agar Via tidak terlalu memikirkan luka nya.


"Bagaimana dengan teman saya dok ???...


dalam keadaan sakit , Via masih memikirkan Joe dan para bodyguar itu.


"Wanita ini lembut hati nya . dalam keadaan sakit masih menanyakan keadaan teman nya ." batin dokter ganteng itu dalam hati.


"Kami sedang berusaha agar teman anda selamat. doa kan saja. permisi ." tersenyum sambil berjalan keluar.


"Huf...


Ya TUHAN , lindungi om Joe dan teman nya , agar mereka selamat ." doa Via tak sengaja lagi Via memandang keluar. terlihat pria itu masih sibuk dengan kabel nya.


menarik duduk dan otak Atik sebuah kotak.


"Mereka sedang apa ???..." batin Via dalam hati.


Mark yang sedang gelisah menunggu dokter keluar dari ruang operasi . terus memandang pintu operasi .


sudah lima jam para dokter belum keluar juga.


setelah menunggu beberapa jam.


Ckleeek..


para dokter keluar dengan wajah lelah.


"Bagaimana dok dengan teman saya ." terdengar nada khawatir dari suara Mark.


"Semua teman anda sudah berhasil kami operasi. wajah Joe yang kena sepihan kaca kecil , sedangkan max tulang ekornya sudah kami beri pen dan gumpalan darah yang berada di tulang ekor , sudah kami angkat..


kalau Cuan untung keretakan di tulang paha dan tangan nya bisa kami atasi.


pokok nya semua teman anda berhasil kami atasi ." ucap dokter itu , terlihat sangat lelah . terlihat tak mau banyak bicara. sangat lelah.


belum Mark bertanya lebih lanjut.


tiba - tiba...


Booom.....


suara ledakan bom membuat rumah sakit terkejut. mereka berusaha menyelamatkan diri masing - masing.


"Cari sumber ledakan ." teriak Mark panik.


"Yang lain , ikut saya..." berlari ke ruang operasi.


ruang operasi yang biasa nya tidak sembarang orang masuk . terlihat sangat berantakan akibat gonjangan bom.


"Tolong...tolong ." teriak Via lemas berdiri sambil memeluk pintu. ia belum kuat untuk berlari.


Mark yang keluar dengan beberapa bodyguar yang lain, membawa Joe,max,Cuan, Jio keluar dari ruang operasi.


walau keadaan mereka masih memakai alat kedokteran. seperti infus , darah dan detak jantung.


"Masuk jalan lewat kamar mayat. kalian berdua ikut aku , Via harus kita selamatkan ." berlari menuju kamar Via.


"Noona ." jerit tertahan Mark melihat Via hampir jatuh . dengan cepat ia menangkap nya .


"Cepat kita pergi ." Mark mengendong Via ala bridal.


Mereka berlari ke arah ruang jenasah , karena itu tempat satu - satu nya menyelamatkan diri.


dekat ruang jenasah ada jalan menembus keluar . jalan itu ditutup dengan rerumputan.


saat Mark tiba , anak buah nya sudah membawa keluar Joe dan yang lain nya.


"cepat tuan ." ucap salah satu body guard itu.


dengan gagah Mark masuk , setengah berlari ia menyelusuri terowongan. ketika ia


melihat kebelakang pintu sedang di tutup.oleh bodyguar yang terakhir menutup dengan cepat dan rapat - rapat...


Hingga tiba di mulut terowongan. disana sudah ada bodyguar yang lain . ada yang sudah membawa dan memindahkan Joe , Max, Cuan serta Jio ke rumah sakit yang mereka rahasiakan .ada yang masih menunggu Mark.


"Ayo tuan pakai mobil ambulans saja , agar tak ada orang yang mengetahui nya ." ucap bodyguar yang berkulit gelap itu.


dengan cepat dan hati - hati Mark meletakkan tubuh Via di tempat tidur ambulans.


"Mana yang lain ?." tanya Mark melihat sekeliling nya.


"Sudah lebih dulu tuan , ke tempat biasa ." ujar pria berkepala plontos itu.


"Ayo..." jawab Mark Singkat sebelum ia masuk kedalam mobil , mata tak henti melihat kekanan dan kiri , jika ada sesuatu yang mencurigakan.


Ambulans melaju dengan cepat menuju sebuah tempat rahasia .


****


Hari sudah malam saat Via terbangun.


melihat sekeliling nya.


"Ini tempat apa ??." batin Via dalam hati ketika ia melihat jika ini bukan di rumah sakit. ruang yang di cat abu - Abu , dengan furniture yang mewah.

__ADS_1


Ckleeek...


Seorang wanita datang dengan membawa nampan berisi makanan di tangan nya.


"Malam Via ." sapa Mark , ternyata ia berada di belakang wanita yang membawa nampan itu.


"Malam..." balas sapa Via singkat.


"Bagaimana perasaan mu hari ini ?." tanya nya seperti seorang dokter .


"Heran !!! ...." memandang ke jendela.


"Heran ???...." Mark mengangkat satu alis nya, kemudian tersenyum.


ia mengerti apa maksud Via.


"Kamu sekarang berada di sebuah tempat yang aman ." ucap Mark dengan kedua tangan masuk ke kantong celana nya.


"Dimana yang lain ???....


"Ada disebelah kamar nona ." Mark tersenyum , mengerti dengan wajah Via yang ketakutan. takut kejadian tadi pagi menerpa nya .


"Kenapa bisa seperti ini ???." menahan air mata.


"Kita sekali lagi kebobolan nona , saat ini anak buah saya sedang menyelidiki ." menahan geram mengingat kejadian tadi pagi.


"Apa salah saya ???.." akhirnya air bening itu jatuh juga.


"Maaf nona , jangan menangis. saat ini kami sedang menyelidiki ." gugup melihat Via menangis , ia tak bisa jika melihat seorang wanita menangis.


"Sebenar nya ada apa tuan Mark , mengapa mereka selalu mengincar kita dan siapa mereka ?." tanya Via tak mengerti.


Mark menarik nafas panjang.


"Nanti anda akan tahu ." tak enak hati untuk menjelaskan nya.


"Sekarang anda tenang dulu , makan dan minum obat agar nona cepat sembuh. dan kita akan bersama membalas kejahatan apa yang mereka perbuat terhadap kita ." bujuk Mark meyakini Via.


Via hanya menganggukkan kepala. perlahan mengambil nampan di tangan wanita itu.


senang Via menuruti ucapan nya , Mark dan wanita itu keluar .


dengan menitikkan air mata Via makan sambil menangis.


ia tak mengerti takdir hidup nya.


saat dijakarta hingga sekarang seperti ini.


Setelah makan dan minum obat. Via turun dari dipan dan meletakkan nampan itu di meja.


berjalan membuka jendela kamar.


sambil duduk dijendela Via melihat bulan yang indah di langit.


Bulan itu akan tenggelam beberapa jam lagi berganti dengan fajar.


Terlihat sebuah titik terang yang sedang berkelip. itu sebuah pesawat.


pesawat itu terbang hampir mendekati bulan . yang siap Menganti poros di atas sana.vdan terbang menuju arah timur ,


pada cahaya matahari yang akan segera terbit.


Membuat nya teringat masa - masa kecil dan polos. dengan kasar Via menghapus air mata nya yang turun perlahan.


"Doni kamu sekarang dimana , mengapa kamu menghilang ." bisik Via lirih menangis.


"Ibu , Bapak lihat anak mu , aku tak mengerti takdir ku seperti ini ." batin Via dalam hati.


perlahan naik ke atas tempat tidur.


ia memejamkan mata .


seperti ada yang mengelus kepala nya. sampai akhir nya Via tertidur bersama mimpi nya .


"Ibu....bapak ." Via mengigau..


ibu..bapak...begitu terus ia mengigau.


Via tak mengetahui jika Mark mengintip dari sela pintu yang sedikit terbuka .


merasa sesak mendengar ucapan dan igauan Via.


tak tega , Mark menutup pintu pelan dan berjalan ke kamar dimana Joe , max , Cuan dan Jio berada.


Mereka sengaja di satu kamar ,dalam keadaan seperti ini, agar bisa menjaga mereka sekaligus. tanpa harus bolak balik satu kamar dengan yang lain nya. karena Via seorang wanita ia di pisahkan dari para lelaki yang sedang tepar selesai operasi .


"Mark ..." ternyata Joe sudah siuman.


"Yes sir....


syukurlah anda sudah siuman, saya 5akut sekali melihat anda ." ucap nya senang.


"Mengapa kita berada di markas ?." tanya Joe heran . ia tau ini markas nya.


"Nanti saya ceritakan jika anda sudah sehat betul ." ucap nya ketika melihat Joe meringis.


"Kenapa tidak sekarang ." desak Joe kekeh sambil memegang kepala nya.


"Nanti saja tuan..." membuka handpone nya.


keluar tak memperdulikan Joe yang melotot.


"Hallo ....


kurang ajar. rupa - rupa nya dia. sudah berani menantang ku ." ujar Mark geram.


"Ikuti orang itu , tangkap bawa ke hadapan ku ." ucap Mark geram sangat geram


terima kasih guy...terima kasih. masih mau baca novel ku yang lamaaaa banget on nya.


maafkeun yakh...

__ADS_1


selamat membaca..


__ADS_2