TAKDIR

TAKDIR
melacak 1


__ADS_3

"Kita tunggu hasil penyelidikan polisi " ucap Max sambil merengangkan otot tubuh nya.


sementara Max dan Melly sedang berbincang - bincang.nampak seorang pria yang duduk bercampur dengan para pasien lain nya, menatap Max dan Melly . memperhatikan dengan tatapan dingin.


"Para rusa sedang bingung.


Mereka sedang menunggu.rajawali yang sedang diperiksa ." ucap nya perlahan. berbicara dengan seseorang di sana .


"Perhatikan terus dari jauh." jawab seseorang disana.


"Siap .." memandang tajam.


"Tuhan , kami baru saja mengutarakan isi hati .apakah engkau akan mengambil Doni dari sisi ku ." batin Via dalam hati sambil menghapus tetesan air bening yang jatuh perlahan .


"Kenapa jadi begini Tuhan . " protes nya merintih dalam hati.


Via terlihat gelisah menunggu dokter keluar dengan harapan ia baik - baik saja.


"Kasihan Via mata nya bengkak ia menangis terus ." ucap Max melihat Via gelisah tak menentu.


'Akupun akan menangis dan gelisah seperti itu , jika melihat pujaan hati koma seperti ini ." imbuh Melly sambil menghelai nafas sedih , tak mengerti , mengapa ini harus terjadi.


Kreek...


pintu ruang IGD terbuka.


"Keluarga Doni ?." " tanya dokter tampan itu .


"Kami keluarga Doni ." ucap Melly. sambil berdiri.


"Bagaimana keadaan Doni dok ." ucap Max, Via dan Melly berbareng . tak mereka sadari bertanya , seperti mendesak dokter.


"Ada gumpalan darah diparu - paru , untuk menyelamatkan nyawa nya kami ingin agar , ia harus segera operasi untuk mengeluarkan gumpalan darah di paru - paru nya dan kaki yang patah ,tulang di kaki yang patah kami harap bisa disambung.berdoa lah agar tulang yang retak bisa kami perbaiki , sebab ada beberapa tulang yang pecah ." ujar dokter kembali memerintahkan para suster agar mempersiapkan yang mereka perlu dan masuk keruang operasi.


"Oh my God ." jerit tertahan Via.


"Tolong lakukan yang terbaik buat nya dokter ." ucap Max .


"Lebih baik anda semua berdoalah dan mengurus administrasi ." ucap nya membuat Max , Melly dan Via terduduk lemas.


Dengan cepat para dokter berserta team membawa Doni ke ruang operasi.


Dan Bergegas Melly keruang administrasi . mengurus administrasi dan membayar .


Sudah dua jam lama nya menunggu , akhir nya.


dokter dan team keluar dengan wajah kelelahan.


"Bagaimana dok ?." tanya Melly, Max dan Via kembali bertanya berbareng.


dokter itu tersenyum melihat ketiga manusia dewasa seperti bertanya kepada guru ,yang sedang menunggu hasil ujian ,dengan wajah pucat pasi.


"Kami berhasil mengeluarkan gumpalan darah di paru - paru Doni . dan kaki sebelah kiri yang patah dan retak berhasil kami sambung dengan pen. mungkin sekitar sepuluh atau lebih , ia akan sadar ." ucap sang dokter.


"Syukurlah terima kasih dokter ." ucap Via tersenyum. saat ini ia sudah bisa tersenyum mendengar Doni baik - baik saja.


"Sama - sama , untuk saat ini beliau masih dalam pengaruh bius . beberapa menit ia akan sadar . "ucap dokter bernata biru itu sambil berjalan keluar.


"Kijang sudah selesai di operasi dan selamat , bagaimana tindak selanjutnya ." ucap seseorang yang tak bergeming melihat kondisi situasi rumah sakit.


"Tetap disana , beri kabar jika ada berita lain ." ucap seseorang disana.


Max seperti mendengar orang berbicara . earpohone nya menyadap pembicaraan yang mencurigakan .


dari tadi ia hanya terdiam saja. memastikan maksud dari pembicaraan orang itu.


Perlahan max mengambil benda pipih pintar itu.


💌guys...lihat seputar jam sepuluh.


Max memberitahu.


💌Ya...ada orang memakai kaos abu -abu dengan tato disebelah kiri.


💌yup..


💌apa orang itu mencurigakan.


💌aku mendengar sparteran di earphone ku.mereka seperti merencanakan sesuatu untuk Doni. " tulis Max , sambil pura - pura memandang ketempat lain.kerjakan.


Max memutuskan pembicaraan lewat aplikasi WhatsApp yang sudah di atur agar orang tak bisa meretas handpone nya.


Kembali melihat arah jam sepuluh , terlihat pria itu pura - pura menunduk.


tak lama kemudian ia pergi.


"Buruan pergi buntuti dan bawa ke tempat biasa ." ucap Max melalui earphone dikuping nya. alat yang sangat kecil , dan orang tak akan mengira jika ia sedang memerintah seseorang .


Beberapa menit kemudian.jam tangan Mac berkedip , tanda saat ia harus pergi .


"tunggu aku ." ucap Max bergegas menghampiri Melly.


"Tunggu disini jangan kemana - mana , beritahu aku jika Doni sudah siuman dan di bawa diruang perawatan ." menepuk pundak Melly perlahan.


Melly hanya mengangguk pelan, walau ia sedikit heran.


Max berjalan cepat menuju mobil diparkir , membawa mobil dengan kecepatan penuh. menuju markas mereka , hanya mereka yang tau tempat markas.


****


Sesampai ditempat markas yang mereka sebut , setengah loncat dari mobil Max memasuki markas.


"Sudah kamu introgasi ? ." tanya Max dengan rahang mengeras. kepada anak buah nya.


"Kami tunggu anda bos ." ucap pria bertato itu.


"kerjakan..." memandang tajam...


"Siapa yang menyuruhmu ?." tanya pria bertato sambil menekan jempol kaki dengan kaki meja.


"Aaakh...sa...saya....


jawab salah , tidak jawab jiwa nya tetap terancam..

__ADS_1


"Jangan katakan tidak tahu !!.." bentak nya.


"Siapa ??...


"Ha..Hans...Akh , ia mengincar nona an..anda ." terdiam tak bergerak ,mati dengan mata yang melotot


"Kenapa kamu membunuh nya. ".bentak Max. ketika melihat buruan nya mati.


"Saya tidak membunuh nya ." memeriksa badan pria itu.


"Tuan ternyata ini. "menunjuk sebuah alat yang menempel didada pria malang itu ..


"Alat pelacak yang sudah di setting jika mereka tertangkap , mereka akan terbunuh secara otomatis menusuk langsung jantung mereka ." ucap Max geleng - geleng kepala.


" Lempar ia ke kandang macan ." ucap Max . merasa ia berhadapan dengan mafia .


"Hans....Hans mana ?..


yang kemarin ternyata bukan , apa Hans ?..." Max bertanya sendiri dalam hati.memlihat keluar .


Deg...


"Ayo ikut aku kerumah sakit. jio ikut aku , wong selidiki pemuda itu dan bawa mayat itu ke rumah keluarga nya.beri mereka alasan yang masuk akal dan uang ." ucap Max setengah berlari menuju mobil. berubah pikiran. ia merasa kasian dengan orang itu.


Ia berharap Via dan Melly dirumah sakit baik - baik saja.


Tersadar jika ini sebuah jebakan.


Max membawa mobil nya dengan kecepatan tinggi. mengambil benda pipi itu disaku kantong celana nya.


"Telefon anak buah mu yang berada dirumah sakit ." perintah max tetap konsentrasi kedepan menjalankan mobil.


Kriiiiing....


Kriiinnnnng.....


"Tak ada yang mengangkat nya tuan ?." tanya Jio.


"Berhenti tuan , biar saya yang mengendarai mobil nya." Jio tak sabar.


Sesaat mobil berhenti dan berganti Jio yang didepan kemudi.


Jio yang mantan pembalap membawa mobil lebih cepat dari Max.


kecepatan rata - rata.


****


Di rumah sakit.


Via sedang menunggu Doni membuka mata nya.


Krieek...


Terdengar suara pintu kamar rawat inap dimana Doni berada berbunyi.


datang Seorang perawat laki - laki masuk dengan membawa peralatan medis.


"ok ."jawab Via sambil berdiri sedikit menjauh dari ranjang , ada perasaan ia merasa aneh dengan kedatangan perawat pria itu.


"Beberapa menit yang lalu sudah diperiksa , mengapa di periksa lagi ?." batin Via sambil melirik name tag perawat pria itu. "Felix ".


Saat Via membalikkan badan hendak mengambil handpone nya di meja.


Hmmmpptt....


seseorang membekap nya dari belakang yang ternyata perawat pria itu , sudah mempersiapkan kain yang di beri obat bius.


Sambil mengendong Via keluar , perawat pria itu membuka pintu yang dijaga ketat.


"Perawat Miss Via mau di bawa kemana ?." ucap nya siaga.


"Tolong pangilkan perawat yang membawa tempat tidur dorong itu , Miss Via pingsan didalam ." ucap nya pura - pura panik.


Dengan cepat satu diantara bodyguard itu memanggil perawat yang lewat.


"Suster , tolong disana ada yang pingsan." ujar nya Tampa berfikir panjang lagi .


Tanpa para bodyguar sadari kedua perawat itu adalah perawat gadungan.


Mereka sudah merencanakan dengan matang.


Bergegas perawat itu memutar tempat tidur dan menghampiri perawat pria yang bernama tag "Felig".


"Kenapa pasien ?." tanya nya pura - pura.


"Pingsan sus , saya tidak tahu tiba - tiba Miss ini pingsan saat saya sedang memeriksa pasien Doni ." ucap nya menatap sang perawat wanita itu.


"Kita bawa ke IGD saja dahulu ." ucap nya tersenyum.


"Akan kami bawa keruang IGD tuan ." tanpa berbicara hanya bergegas membawa Via.


"Ok..lakukan yang terbaik buat nya ." masih tak menyadari. kembali duduk dan bermain catur.


Tiga puluh menit kemudian . Max tiba di rumah sakit. dengan berlari ,ia keruang VVIP dimana Doni dirawat .


Setengah tak percaya melihat para bodyguar sedang santai duduk dan bersenda gurau.


"Bagaimana keadaan ?." tanya Max berkecak pinggang. berdiri di antara para bodyguar yang sedang bermain catur.


"Aman tua." terkejut dengan kedatangan atasan mereka.setentak mereka berdiri. tak menghiraukan permainan catur yang tangung.


"Mana Via dan Melly haa ...


Kalian saya hubungi tidak ada seorangpun yang angkat ." bentak Max marah.


"Melly tadi ijin kekantin tuan, sedangkan Miss Via tadi pingsan dan di bawa keruang IGD ." salah seorang dari mereka mencoba menjelaskan.


"Kalian bodoh semua...stupid ." omel Max jengkel dengan wajah memerah.


"Sedangkan handpone , di antara kita tak seorang pun mendapat panggilan telefon dari anda .' ucap nya melihat handpone ditangan nya. begitu pun yang lain.


Tenyata sama para bodyguar itu tak melihat di handpone mereka panggilan dari sang atasan nya.

__ADS_1


"Haaa...saya menghubungi kalian semua sampai tiga kali dan mengapa Miss Via tidak kalian ikut ke ruang IGD ." bentak Max frustasi. mengapa menjadi begini .


"Tapi tuan , kami memang benar - benar tidak mendapat panggilan sama sekali dari anda ." sambil masih mencari dihandpone nya masing - masing , tetap tak mendapatkan panggilan di handpone mereka. saling menatap , baru sadar mengapa tak mengikuti Via kemana pun ia pergi.


"Kita sudah dikerjain mereka tuan ." ucap Jio yang mengerti dunia hacker.


sambil tangan nya mengotak Atik tap yang selalu di bawa nya.


"Kalian bodoh...stupid.****....cari Via ." bentak Max marah.mengaruk kepala nya yang tak gatal dengan kasar.


Bug...bug..bug..


dengan marah Max Memukul anak buah nya.


"Kalian bodoh , goblok,stupid ." kemarahan Max yang tak dapat dibendung.


ia harus menjawab apa , jika Doni siuman nanti.


Dengan berlari bodyguard itu mencari dari setiap sudut.


Max mengambil benda pipih itu dan menghubungi Melly..


Tak diangkat..


"**** , kemana Melly..." ucap Max .


"Jio lacak Melly. "perintah nya.


Tampa bicara Jio melacak keberadaan Melly .


"Sir , seperti nya handpone Melly berada dibelakang di toilet ." memandang Max .


"Hug...."berteriak memanggil diantara .


"Yes sir...


"kamu cari Melly , Jio melacak di handpone Melly berada toilet , Youn kemari jaga Mrs Doni. " perintah max meraup wajah nya kasar .


setengah berlari mengitari rumah sakit.


"' Yes sir...


Bodyguar yang disebut nama nya. bergerak dengan cepat..


Sesampai di toilet wanita.Jio dan Hug tak menemukan Melly. ia hanya menemukan handpone Melly yang tergeletak di sudut dekat pintu masuk.


"Sir...saya menemukan handpone , setelah saya cek ternyata punya Melly.


tapi saya tak menemukan keberadaan Melly . "ucap nya melalui saluran pribadi Max.


"Kumpul di depan kamar Doni." ucap Max menarik nafas panjang .


lima belas menit. mereka sudah berkumpul.


"Jio...apa yang kamu ketemukan. " melihat jio yang tak henti menatap layar tap nya.


"Melly menghilang , Via juga.jawab apa saya nanti kalau Mrs Doni siuman ." batin Max mengeruk kepala nya yang tak gatal.


sir...sir..


terdengar teriakkan orang memanggil.


"Koeh..." tersentak para bodyguar berlari menghampiri koeh yang terlihat kepayahan mengendong seseorang yang terlihat tak berdaya sampai - sampai mereka tak mengenali nya.


"Miss Melly ???..." teriak para bodyguard.


"Tolong saya...." meminta tolong dengan suara yang sangat lemah. terlihat badan nya penuh dengan luka. dan mengeluarkan banyak darah


bruak dan iya pun terjatuh , tak mampu lagi mengendong tubuh Melly..


"Melly , koeh apa yang terjadi , ayo bawa mereka kedalam ??...."perintah max .


Setelah Melly dan Koeh diperiksa dan mereka dalam keadaan yang di nyatakan tidak baik.


Melly yang mengalami kekerasan , baju yang robek . wajah yang banyak belur. hingga hampir tak di kenali.


Dan Koeh yang tertembak dipangkal paha..yang mengharuskan ia harus di operasi untuk mengangkat puluru dipaha nya .dan ia pun kekurangan darah. beruntung stock golongan darah B di rumah sakit tersedia.


Max dan bodyguar yang berkumpul. sedang menunggu.Koeh yang kini tengah berada di ruang operasi.


Tak ingin terulang lagi kejadian Melly.kamar Doni dijaga dengan ketat..


"Jio bagaimana, sudah mendapatkan dimana Via berada ?. " tanya Max memandang Jio yang tak berkedip menatap benda pipih pintar itu


"Jio...bagaimana , sudah mendapat kabar ? ." tanya Max setengah berteriak karena Jio tak merespon pertanyaan Max , ia sedang dalam posisi serius.


menatap Max ,hanya geleng - geleng kepala , ia tak mendapatkan apa - apa .


"Kalung sir , saya ingat Miss Via mendapat hadiah kalung dari Mr Doni.


beliau pernah bilang kesaya.jika kalung itu ada GPS nya ." ucap Youn.


"Ok..."jawab Jio santai , sebelum max memerintah nya..dengan lincah tangan nya mengetik mencari - cari sang nona cantik dan baik hati itu .


"Ha..ketemu. " teriak nya.ketika ia menemukan sebuah titik dimana Via berada.


"Dimana Jio ?." tanya Max tak sabar.


"Ya...ko hilang ." jerit Jio tertahan kembali melihat max.


"Hilang ???..." Max menahan geram.


"Tadi kamu melihat titik itu berada dimana ??...


"Di hutan...mereka masuk kedalam hutan...


guy...


terima kasih masih mau baca novelku.


like dancmnd anda sangat berarti buatku.


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2