
Seminggu setelah lebaran seperti yang telah ku katakan aku pergi berangkat ke Jakarta untuk melakukan Rekon ulang. Bang ijon datang menjemput ku. Selama empat jam kami melakukan perjalanan menuju ke Pekanbaru. Yah kami memutuskan untuk berangkat sore ini ke Pekanbaru agar besok pagi tidak keteteran karena harus berangkat ke Jakarta mengejar pesawat.
"Ramah, sekarang boleh pulang ya, siap-siap untuk kita berangkat ke Pekanbaru" Ujar bang Ijon.
"Ha? Sekarang bang kita ke Pekanbaru nya?"
"Iya sekarang. Pukul tiga sore nanti kita sudah harus berangkat"
"Kenapa gak besok aja bang?" Yah aku mencoba untuk meminta besok saja berangkat nya. Karena ini baru pertama kali nya aku pergi jauh dan berpisah tidur dengan ibu ku. Dulu sewaktu kami liburan di Bengkalis dan menginap di salah satu hotel bersama keluarga kakak ku, itu ibu ku juga ikut bersama kami. Tapi sekarang, gak mungkin ibu ku ikut juga.
"Biar gak keteteran besok kita Ramah. Pesawat nya pukul sebelas siang besok. Kita harus cek in sebelum pukul keberangkatan itu. Jika kita berangkatnya sekarang, gak keteteran nanti nya" Jelas bang Ijon
"Oke dokumen mana saja yang mau di bawa" Tanya bang Ijon lagi.
Aku pun membawa semua dokumen yang pernah kak Rika bilang kepada ku.
"Jika ada rekon, dokumen ini yang di bawa" Pesan nya sewaktu dia masih menjadi atasan ku.
"Ini bang" Ujar ku memberikan dokumen-dokumen kepada bang Ijon untuk di bawa nanti. Laki-laki yang memiliki tiga orang anak itu pun memasukkan dokumen tersebut ke dalam kardus agar mudah untuk di bawa nanti.
"Ya sudah bang aku pulang dulu ya" Ujar ku langsung pulang untuk bersiap-siap.
***
"Kok cepat pulang nya?" Tanya ibu ku.
"Iya buk bang Ijon ajak berangkat ke Pekanbaru nya sore ini buk. Takut besok keteteran mengejar pesawat" Jelas ku.
Aku pun langsung mengemasi baju-baju ku yang akan ku bawa nanti selama aku berada di Jakarta.
"Buk, aku pergi sebentar ya" Ujar ku setelah selesai packing pakaian ku. Yah aku mau pergi ke kantor Dika sebentar untuk berpamitan dengan nya.
"Kemana kamu? Nanti pak Ijon mu datang, kamu malah gak ada"
"Sebentar saja kok buk. Lagian ini baru jam satu. Aku berangkat nya pukul tiga sore nanti buk" Jawab ku.
"Ya sudah jangan sampai telat kamu nya ya. Oh ya itu kakak mu ada masakin lele goreng. Kemaren kamu mau lele goreng kan"
"Iya buk, nanti setelah pulang aku makan ya. Aku pergi sebentar" Ujar ku langsung berangkat menuju kantor Dika.
***
"Cinta, mau kemana sudah rapi seperti ini?" Tanya Dika heran melihat ku datang ke kantor nya sewaktu jam kerja.
"Aku mau berangkat ke Pekanbaru dan besok ke Jakarta mau rekon ulang. Kamu baik-baik di sini ya selama aku pergi. Jangan macam-macam" Ujar ku kepada Dika.
"Lama kamu ke sana nya?"
"Palingan lima hari"
"Hati-hati ya cinta" Ujar nya lagi.
"Iya, kamu sudah makan?"
"Sebentar lagi. Ini lagi buat surat jalan untuk kapal"
"Ya sudah, aku pergi berangkat dulu ya Dika. Ingat jangan macam-macam di sini" Pesan ku lagi. Yah aku sangat merasa berat hati meninggalkan laki-laki itu. Entah lah mungkin karena dia selalu bergantung kepada ku yang membuat aku seperti ini. Yah aku sering mengantarkan nya makanan karena yah tahu sendiri lah laki-laki malas mau masak dan terkadang malas juga mau keluar membeli makanan. Karena itu lah terkadang aku mengantar nya makanan.
"Kamu hati-hati di jalan ya cinta" Ujar Dika.
"Iya" Jawab ku berbalik bermaksud ingin keluar dari kantor itu. Namun, langkah ku terhenti karena dia memeluk ku dari belakang.
"I love you cinta, semoga kerja mu di sana lancar ya. Tetap semangat. Ingat ada aku di sini menunggu mu" Bisik nya lagi di telinga ku.
Sontak hal yang sederhana itu membuat hati ku kembali berbunga-bunga. Yah ucapan itu membuat diri ku semangat untuk melaksanakan tugas ku.
"Terima kasih ya" Balas ku dengan tersenyum.
__ADS_1
***
"Kemana saja sih kamu? Tuh lihat sudah hampir pukul tiga. Sebentar lagi pasti pak Ijon mu itu datang. Nanti malah telat lagi kamu nya. Makan aja belum" Ujar ibu ku mengomeli ku yang baru saja pulang.
"Iya buk, maaf. Ini aku mau makan" Jawab ku langsung bergegas memakan lele goreng yang di buat oleh kakak ku tadi dan setelah itu aku pun langsung mandi.
Baru saja selesai mandi dan bersiap-siap memakai baju ku, Bang Ijon pun datang dengan menggunakan mobil travel.
Laki-laki yang memiliki tiga orang anak itu menghampiri ibu dan ayah ku untuk meminta izin membawa ku ke Jakarta untuk melakukan rekon ulang.
"Iya, tolong jaga Ramah ya" Ucap ayah ku.
"Tuh pak Ijon mu sudah datang. Kamu di bilangin malah ngeyel tu kan keteteran jadi nya" Bisik ibu ku melihat aku yang masih memakai bedak di wajah.
"Iya buk maaf" Hanya kata itu yang bisa aku ucap kan saat ini. Yah karena aku memang salah saat itu.
"Cepat sedikit, sudah lama bang Ijon mu menunggu itu" Kata ibu ku lagi menunjuk ke arah bang Ijon atasan ku itu yang sedang ngobrol bersama ayah ku.
"Iya buk, iya" Ujar ku lagi bergegas agar ocehan ibu ku berhenti.
"Buk, ayah aku pergi dulu ya. Doain aku selamat pergi dan pulang nya" Ujar ku lagi mencium punggung tangan ibu dan ayah ku. Kami pun berangkat dengan menggunakan mobil travel.
Selama empat jam perjalanan kami menuju Pekanbaru.
"Cinta sudah berangkat?" Tanya Dika melalui pesan singkat nya kepada ku.
"Sudah. Ini lagi di perjalanan menuju Pekanbaru. Kamu doain aku ya"
"Tentu saja aku akan selalu mendoakan kamu cinta" Balas nya.
"Terima kasih" Jawab ku lagi.
"Maaf Dika nanti setelah tiba di Pekanbaru kita baru lanjutin bertukar pesan nya ya. Kepala ku sudah mulai pusing karena main ponsel saat naik mobil seperti ini" Ujar ku. Yah kepala ku memang merasa tidak enak. Wajar aku mabuk darat. Yah nama nya juga jarang-jarang naik mobil. Meski sudah minum antimo agar gak mabuk, tapi tidak mempan sama sekali. Tetap saja aku merasa pusing. Padahal aku duduk nya di samping pintu mobil dan di kursi tengah. Yah karena bang Ijon tahu aku mabuk jadi nya dia menyuruhku untuk duduk di sana.
"Oke cinta. Hati-hati" Ujar nya lagi.
***
"Ayo Ramah kita masuk" Ajak bang Ijon. Laki-laki yang mempunyai tiga orang anak itu memesan dua buah kamar. Di mana kamar kami tidak begitu jauh hanya berjarak satu buah kamar saja. Hal itu agar mempermudah kami untuk mempersiapkan dokumen yang akan kami bawa besok.
Yah beberapa kali aku datang ke kamar bang Ijon untuk mengeprint beberapa dokumen yang tadi belum sempat ku print di kantor. Pintu kamar bang Ijon memang sengaja kami buka agar tidak ada fitnah nanti nya di antara kami berdua.
Suara azan isya berkumandang.
"Ya ampun sudah pukul tujuh malam. Kita belum makan malam. Ayo kita keluar mencari makanan" Ajak bang Ijon kepada ku.
Kami pun pergi mencari makanan yang tak jauh dari hotel yang kami tempati. Kami pergi menggunakan jalan kaki saja. Yah di sana terdapat warung makan yang cukup ramai pengunjung nya. Aku pun memesan makanan di sana bersama bang Ijon. Setelah selesai makan, kami pun segera kembali ke hotel dan melanjutkan mengeprint dokumen-dokumen yang sempat tertunda tadi.
"Ini bang selesai" Ujar ku memberikan semua dokumen kepada bang Ijon.
"Semoga besok rekon yang kita jalani berjalan dengan lancar ya" Ujar nya.
"Aamiin" Jawab ku.
"Ya sudah aku kembali ke kamar dulu ya bang. Sudah pukul sepuluh malam juga. Ngantuk" Ujar ku.
"Oke" jawab nya singkat.
Aku pun kembali ke kamarku untuk merebahkan tubuhku yang merasa lelah selama di perjalanan tadi.
"Aduh enak nya" Ujarku saat tubuhku bertemu dengan kasur yang empuk di dalam kamarku.
Ting....
Ponsel ku berdering karena ada pesan yang masuk. Aku pun bergegas mengambil ponselku dan membaca pesan dari siapakah itu.
"Cinta, dari tadi aku menunggu kabar darimu. Tapi hingga sekarang kamu sama sekali tidak memberi kabar. Kamu kemana sudah sampai apa belum?" Tanya Dika memberikan pesan singkatnya kepadaku.
__ADS_1
"Maaf ya Dika. Tadi setelah tiba di hotel, aku langsung mempersiapkan beberapa dokumen yang harus aku bawa besok yang belum sempat aku siapkan di kantor. Jadi aku lupa untuk mengabari kamu karena terlalu sibuk di sini. Maaf ya" Balas ku.
"Oh gitu, aku khawatir lo cinta kamu gak ada kabar sama sekali" Ujar Dika pula.
"Iya aku minta maaf. Aku benar-benar sibuk dan lupa untuk memberi kabar kepada kamu"
"Sekarang lagi ngapain?"
"Aku lagi baring-baring aja di kamar, baru juga selesai mempersiapkan dokumen yang akan kubawa besok. Jadi baru saja aku bisa merebahkan tubuhku di kasur" Balas ku lagi.
"Oh gitu, semangat ya cinta. Hanya kata semangat yang bisa aku katakan untuk mu" Ujar Dika lagi.
"Iya kata itu sudah sangat berharga bagi ku. Dan sudah membuat ku semangat" Ujar ku pula.
"Ya sudah, sekarang kamu tidur ya. Mimpi indah cinta. Hadirkan aku di dalam mimpi indah mu" Ujar Dika seperti biasa nya.
"Iya terima kasih jantong pisang" Jawab ku.
Aku tidak bisa tidur dengan nyenyak di malam itu. Yah itu lah aku jika baru saja tidur di tempat baru, pasti membutuhkan waktu untuk beradaptasi dahulu hingga dua atau tiga malam. Baru lah nanti nya aku bisa tidur dengan nyaman di tempat itu.
"Aduh, sudah pukul dua subuh, aku masih belum bisa memejamkan mata ku. Kepala ku terasa pusing karena hal itu" Batin ku lagi.
"Bisa-bisa aku pingsan naik pesawat besok" Ucap ku lagi. Kembali aku memejamkan mata ku untuk tidur saat itu. Dan yah masih juga tidak bisa tertidur dengan lelap. Padahal tubuh ini sangat lelah rasa nya. Namun mata ini tidak mendukung untuk tidur. Aku pun memutuskan untuk berselancar di sosial media ku agar mata ku terasa lelah dan mengantuk. Hingga pukul tiga subuh baru lah rasa ngantuk menyerang ku. Hingga membuat ku terlelap.
***
Terdengar suara alarm ponsel ku menunjuk pukul lima lewat tiga puluh. Aku menggosok-gosok mata ku yang masih terasa berat karena mengantuk. Yah lantaran tadi malam aku bisa tidur pukul tiga subuh.
"Sebaiknya aku mandi dan segera solat subuh" Batin ku.
"Assalamualaikum buk, sudah bangun tidur?" Tanya ku kepada ibu ku saat aku menghubungi nya. Yah aku sengaja memberikan ponsel lama ku bermerk mito kepada ibu ku. Ponsel yang hanya bisa menerima telfon dan juga pesan saja. Tapi ibu ku hanya bisa menerima telfon saja jika ada yang menghubungi nya.
Sengaja aku memberikan ponsel itu agar aku bisa memberi kabar kepada ibu ku di mana pun aku berada. Terlebih saat ini aku berada jauh dari nya.
"Waalaikumsalam" Jawab ibu ku.
"Lagi ngapain buk?"
"Lagi nonton ceramah" Jawab ibu ku.
"Kamu lagi ngapain? Sudah solat?"
"Sudah kok buk. Ini baru saja selesai solat nya"
"Oh ya ayah mana buk?"
"Biasa ayah mu jika pagi-pagi begini entah kemana pergi nya. Jalan mungkin di rumah kakak ku" Jawab ibu ku pula.
"Oh gitu, ya ibu sehat-sehat ya di sana. Aku juga mau siap-siap ini untuk pergi sarapan" Ujar ku lagi.
"Iya, kamu juga hati-hati di sana. Ingat di kampung orang jangan macam-macam" Pesan mama ku kepada ku.
"Iya buk, ibu jangan lupa doain aku di sini. Doa ibu yang aku butuhkan untuk kesuksesan ku" Ujar ku lagi.
"Tentu ibu akan selalu mendoakan mu. Ibu doa kan yang terbaik untuk mu nak" Jawab ibu ku pula.
"Ya sudah ya buk, aku tutup dulu. Nanti bang Ijon malah lama menunggu ku"
"Ya nak"
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Ucap ibu ku mengakhiri percakapan kami di ponsel.
Aku segera bersiap-siap untuk pergi sarapan bersama bang Ijon di lantai atas. Yah di hotel itu menyediakan sarapan pagi untuk para tamu yang menginap di sana di lantai atas di mana hotel tersebut terdiri dari empat lantai. Kamar kami berada di lantai dua.
Aku dan bang Ijon pergi ke lantai atas dengan menggunakan lift.
__ADS_1
"Ya Allah, enak sekali ya di hotel ini. Suatu saat nanti aku akan membawa ayah dan ibu ku untuk menginap di hotel ini. Yah sesekali apa salah nya menyenangkan hati orang tua" Batin ku mempunyai niat untuk membawa kedua orang tua ku untuk berlibur di sini.
"Aku harus mengumpulkan uang untuk membawa mereka liburan" Batin ku lagi penuh dengan keyakinan.