TAKDIR

TAKDIR
bwrharap


__ADS_3

"Andai aku bisa memilih " batin Via menundukkan kepala.


"Willy....."Sambil menatap foto Willy di dinding..


Menatap foto tersenyum Willy , seakan memberi nya kekuatan agar selalu kuat dalam hidup ini.


Via menganggukkan kepala ...


Seperti sedang bicara dengan nya....


"Saya siap dad , jika keluarga Anderson ingin menjodohkan saya " ucap Via tiba - tiba menyetujui , mengaketkan kedua orang tua angkat nya , menunduk menahan jatuh nya air mata.


"Haa....


Via...apakah sudah kamu pikirkan "terkejut Mrs Bruno sampai berdiri mendengar ucapan Via .


"Ya.saya sudah memikirkan dad " padahal bohong...


"Are you sure ??? " tak percaya Mrs Bruno bertanya.


"Yes mam....


hanya memandang ke depan...


"Ok...dad berangkat...


kamu mau bareng dad ke kantor bersama ? " menatap Via yang terlihat berdiri kaku.


"Tidak....saya berubah pikiran , hari ini tidak jadi kerja..."ucap Via memaksa tersenyum.


"Ok...jika begitu dad berangkat " berjalan keluar.


"Sayang...mam bertanya lagi...are you ok ? " tanya nya menatap Via intes, ia tak ingin Via merasa terpaksa .


"Ingat...mam tak ingin kamu terpaksa " ucap Mrs Bruno.


"Saya tidak terpaksa mam , Via ingin beristirahat terasa masih lelah " seperti menghindar Mrs Bruno..


Tak ingin berlama - lama , Via masuk kedalam kamar kembali.

__ADS_1


meninggalkan Mrs Bruno yang melihat nya sedih.


"Maafkan mam nak...."mengelus dada.


Kenapa harus aku !!..


k e n a p asa....." jerit Via menangis tak tahan menahan air mata...


"Ga di Indonesia ga disini , sama aja , IKS. IKS...."Jerit Via memakai bahas ibu.


"Nak kamu kenapa, bicara apa ? " tanya Mrs Bruno . mendengar jeritan yang ia tak mengerti..karena Via memakai bahasa Indonesia.


"Tidak apa - apa mam...


"Buka pintu nya nak...


"Aku ingin sendiri " terdengar suara Via yang serak sehabis menangis..


"Ok....jika kamu ingin sesuatu, pangil mam...


"Ok ???....


"Apa salah ku TUHAN...


inikah takdir ku " Via merasa dilema.menghapus air matanya kasar.


Tapi air mata nya mengalir terus seakan tak mau berhenti.


Ia memeluk ke dua kaki nya.


Dengan tubuh gemetar , Via berusaha menghilangkan rasa kecewa dengan keadaan yang di hadapi nya.


Kriiiing.


Kriiiing....


"Nomor tak di kenal " Via hanya melirik saja,


Tok...tok...Via , waktu nya makan " seru Mrs Bruno ...

__ADS_1


Terdwngar ada nada khawatir.


Via hanya diam tak menjawab , bahkan menarik selimut sampai ke leher.


"Via , apakah kamu tidur ...


Tak ada jawaban...


Hingga Via benar - benar tertidur...


****


Via terbangun saat merasakan cacing perut nya demo.


"Ternyata sudah sore , pantas oerutkau lapar. dari pagi belum kemasukan nasi sedikitpun " guma Via sambil melirik jam di dinding.


Via bangun dan berjalan keluar.terlihat ruang tamu rapi...


Ada rangkaian buket bunga di setiap sudut ruang tamu.


"O...menyambut orang penting " batin Via..


"Nak...kemari, dari pagi dan siang hari kamu tidak makan sedikitpun " ucap Mrs Bruno menatap Via intens..


Mata Mrs Bruno memerah menahan sedih.


Ia tak rela dengan rencana sang suami.untuk.menikahkan anak angkat nya.


Walau anak angkat , ia sangat menyayangi nya ..


"Makan sayang , ayo " menarik tangan Via lembut.


Via pun menurut nya..


Duduk dimeja makan dan makan dengan tak semangat , hal itu menjadi perhatian Mrs Bruno...


"Maafkan dad , makan yang banyak, biar kamu kuat dalam menghadapi setiap masalah " mengelus pucuk kepala Via..


like cmnd dung.

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2