
"Andai aku bisa memilih " batin Via menundukkan kepala.
"Willy....."Sambil menatap foto Willy di dinding..
Menatap foto tersenyum Willy , seakan memberi nya kekuatan agar selalu kuat dalam hidup ini.
Via menganggukkan kepala ...
Seperti sedang bicara dengan nya....
"Saya siap dad , jika keluarga Anderson ingin menjodohkan saya " ucap Via tiba - tiba menyetujui , mengaketkan kedua orang tua angkat nya , menunduk menahan jatuh nya air mata.
"Haa....
Via...apakah sudah kamu pikirkan "terkejut Mrs Bruno sampai berdiri mendengar ucapan Via .
"Ya.saya sudah memikirkan dad " padahal bohong...
"Are you sure ??? " tak percaya Mrs Bruno bertanya.
"Yes mam....
hanya memandang ke depan...
"Ok...dad berangkat...
kamu mau bareng dad ke kantor bersama ? " menatap Via yang terlihat berdiri kaku.
"Tidak....saya berubah pikiran , hari ini tidak jadi kerja..."ucap Via memaksa tersenyum.
"Ok...jika begitu dad berangkat " berjalan keluar.
"Sayang...mam bertanya lagi...are you ok ? " tanya nya menatap Via intes, ia tak ingin Via merasa terpaksa .
"Ingat...mam tak ingin kamu terpaksa " ucap Mrs Bruno.
"Saya tidak terpaksa mam , Via ingin beristirahat terasa masih lelah " seperti menghindar Mrs Bruno..
Tak ingin berlama - lama , Via masuk kedalam kamar kembali.
__ADS_1
meninggalkan Mrs Bruno yang melihat nya sedih.
"Maafkan mam nak...."mengelus dada.
Kenapa harus aku !!..
k e n a p asa....." jerit Via menangis tak tahan menahan air mata...
"Ga di Indonesia ga disini , sama aja , IKS. IKS...."Jerit Via memakai bahas ibu.
"Nak kamu kenapa, bicara apa ? " tanya Mrs Bruno . mendengar jeritan yang ia tak mengerti..karena Via memakai bahasa Indonesia.
"Tidak apa - apa mam...
"Buka pintu nya nak...
"Aku ingin sendiri " terdengar suara Via yang serak sehabis menangis..
"Ok....jika kamu ingin sesuatu, pangil mam...
"Ok ???....
"Apa salah ku TUHAN...
inikah takdir ku " Via merasa dilema.menghapus air matanya kasar.
Tapi air mata nya mengalir terus seakan tak mau berhenti.
Ia memeluk ke dua kaki nya.
Dengan tubuh gemetar , Via berusaha menghilangkan rasa kecewa dengan keadaan yang di hadapi nya.
Kriiiing.
Kriiiing....
"Nomor tak di kenal " Via hanya melirik saja,
Tok...tok...Via , waktu nya makan " seru Mrs Bruno ...
__ADS_1
Terdwngar ada nada khawatir.
Via hanya diam tak menjawab , bahkan menarik selimut sampai ke leher.
"Via , apakah kamu tidur ...
Tak ada jawaban...
Hingga Via benar - benar tertidur...
****
Via terbangun saat merasakan cacing perut nya demo.
"Ternyata sudah sore , pantas oerutkau lapar. dari pagi belum kemasukan nasi sedikitpun " guma Via sambil melirik jam di dinding.
Via bangun dan berjalan keluar.terlihat ruang tamu rapi...
Ada rangkaian buket bunga di setiap sudut ruang tamu.
"O...menyambut orang penting " batin Via..
"Nak...kemari, dari pagi dan siang hari kamu tidak makan sedikitpun " ucap Mrs Bruno menatap Via intens..
Mata Mrs Bruno memerah menahan sedih.
Ia tak rela dengan rencana sang suami.untuk.menikahkan anak angkat nya.
Walau anak angkat , ia sangat menyayangi nya ..
"Makan sayang , ayo " menarik tangan Via lembut.
Via pun menurut nya..
Duduk dimeja makan dan makan dengan tak semangat , hal itu menjadi perhatian Mrs Bruno...
"Maafkan dad , makan yang banyak, biar kamu kuat dalam menghadapi setiap masalah " mengelus pucuk kepala Via..
like cmnd dung.
__ADS_1
terimakasih