TAKDIR

TAKDIR
tak habis pikir


__ADS_3

"Bawa kehadapan ku ...berani - berani nya bermain api dengan ku, mau macam - macam dengan ku , dia kupercaya sampai hati menghianati ku." omel Mark dengan mata memerah. sambil berjalan.


"Baik tuan ....


Mark memgenggam handpone nya . hingga tangan nya memutih .


melirik ke kamar Via.


berjalan dengan tergesah - gesah , ia menemukan para bodyguard masih berdiri tegak berjaga - jaga.


"Aku tak ingin kalian lengah. mana yang lain ?." tanya Mark tegas.


"Swong lagi berkeliling sir ( tuan) ." jawab sang body guar yang bertubuh tinggi besar.


"Pangil .."dengan wajah yang datar , tak habis pikir dengan anak buah nya itu.


mendengar anak buah kesayangan nya telah berkhianat..Mark sangat marah sekali.


bodyguar berbadan tinggi itu , mengambil radio HT nya dan menghubungi seseorang.


"Swong dipanggil bos...dikamar kelinci ." ucap nya memakai bahasa rahasia.


"Yes sir..."swong pria berwajah oriental berlari menuju Mark.


"Sudah selesai berkeliling nya .l???.


"Belum sir...."merasa aneh. melihat kiri dan kanan.


"Ok...yang bertugas keliling , jam 01.00 untuk sementara digantikan khuen dulu , yang lain saya tunggu di tempat biasa. dan kamu tetap disini berjaga setelah itu ke ruangan saya ." ucap Mark memutar badan kembali kekamar Joe dan lain nya...


Saat itu...


mendengar suara ledakan , sang assisten melihat api sudah melahap ruang rawat inap dengan cekatan ia mengendong dan memindahkan Doni walau tertatih - tatih ia sanggup membawa Doni keluar dari rumah sakit itu .melalui jalan yang tak di ketahui orang.


sebab rumah sakit di kamar VVIP itu di rancang sedemikian rupa. dalam menghadapi keadaan darurat hanya di gunakan oleh orang tertentu . ruang bawa tanah..


ya...ruang bawa tanah.


mengapa rumah sakit bisa dibuat ruang seperti itu ?.


sebab Doni owner dari rumah sakit dimana ia dirawat.


itu adalah rencana brilian James .


Assiten yang tidak pernah dilihat orang , ia selalu bergerak dibelakang layar.


mengetahui Doni dirawat karena orang jahat , ia menyelidiki nya. dan sudah mengantongi bukti.tinggal menunggu perintah Doni yang belum membuka mata nya .


Setiap hari Assisten itu tetap berdiri di sebelah tempat tidur. saat ia beranjak hendak ke kamar mandi , karena panggilan alam .


tak sengaja sang assisten melihat pergerakan tangan Doni.


"Tuan ..tuan , anda..." belum saja James menyelesaikan kalimatnya .


Doni membuka mata perlahan.


sang assisten dengan cepat keluar memanggil dokter . dokter yang sengaja dipanggil untuk Doni.


Dengan segera dokter datang dan memeriksa Doni. tekanan darah , mata , hidung dan jantung nya. dan memeriksa gerakan tangan Doni.


"Ia sudah melalui masa kritis nya. " mengajak sang assisten keluar. memutarkan kepala perlahan . isyarat agar sang assisten mengerti maksud nya.


mengerti maksud dokter itu, ia keluar.


"untuk sementara jangan di tanya atau di aJak bicara terlalu lama .


ia belum boleh terlalu lelah , dan jangan membuat nya stres " ucap dokter itu sambil mengulurkan tangan.


"Baik dok ." membalas uluran tangan dokter yang akan pamit.


"Huff ..."menatap nanar kamar rawat inap Doni berada. apalagi yang menimpa bos nya itu.


Kreeek...


Doni membuka paksa mata nya lebih lebar saat mendengar pintu kamar terbuka. ternyata sang assisten pribadi nya.


"James...saya berada dimana ??." tanya Doni dengan tatapan mata minta penjelasan lebih. sambil memejamkan mata , masih merasakan kepala nya pusing.


"Dikamar saya tuan ...


ini villa saya , villa rancangan tuan dulu ." berusaha tersenyum.


"O....saya baru tahu kamu punya villa dengan rancangan ku ." ucap Doni pelan . dan itu terdengar oleh James nama sang assisten.


"Iya tuan , bukan kah anda sering menasehati saya . agar jangan boros dan perbanyak menabung." ucap nya masih tersenyum mengingat nasehat Doni . dahulu ia seorang yang suka mabok dan main perempuan .


perlahan sadar setelah Doni menasehati nya .


"HM..."Doni menatap interior kamar James yang lumayan berselera tinggi.


"Tapi James , mengapa saya berada disini ." memegang kepala nya.


merasakan pusing yang amat sangat. terutama ia tak dapat mengingat kejadian apapun , sehingga ia sampai disini.


"Akh...sakit sekali kepala ku ." lirih Doni memegang kepala nya menahan sakit..


"Sudah jangan di paksakan , tuan beristirahat saja dulu ." ucap nya sambil menyuntik obat tidur kedalam infus.


James yang mengerti obat - obatan menyuntik sendiri tanpa pemberitahuan dokter.


"Selamat tidur tuan , nanti saya ceritakan jika tuan sudah siap ." ucap nya saat melihat Doni kembali tertidur.


James sambil meletakkan bokong nya ke sofa , tangan merogoh kantong celana , mengambil benda pipih pintar itu.


seorang James yang mengabdi tulus luar dalam kepada keluarga Doni.


ya janji yang ia tepati , saat keluarga Doni menolong nya dari keterpurukan.


terpuruk karena perusahaan nya bangkrut . karena orang dalam yang manfaat kan ketulusan keluarga nya.


sejak saat itu ia tidak percaya dengan orang , walau ia kenal sekalipun.


berkat keluarga Doni , ia bangkit dari keterpurukan nya. walau ia hanya dibelakang layar. sebab hingga detik ini , James tak percaya dengan orang yang baru ia kenal.


"Saya butuh laporan nya cepat. ..

__ADS_1


keadaan kantor baik saja bukan ??.." memerintah dan bertanya.


"Aman sir ." jawab seseorang disana.


Tersenyum James mematikan


handpone nya.


Beberapa menit kemudian.


kriiiiiiing...


"Ya..."jawab James berjalan pelan mendekati Doni yang masih tertidur .


"Sir keluar cepat dari rumah anda , mereka sudah mengintai Anda dan mereka sedang mengincar Mr Doni ...


cepat anda keluar..." perintah seseorang disana terdengar suara yang gaduh dan suara langkah kaki beberapa orang


tap...tap...tap..


suara langkah para bodyguard berlari.


"Sir...


"Ayo ." tak menunggu anak buah nya menyelesaikan ucapan nya.


"****...mengapa mereka mengetahui keberadaan ku ?." tanya James sambil berlari.


****


"Kita kecolongan sir ." ikut mendorong tempat tidur , bersama dengan James.


"Shittt...." teriak nya tak habis pikir .mengapa bisa kecolongan. berjalan dan masuk kedalam seperti sebuah kamar .


seperti lift , lift itu naik keatas.


dan sampai di sebuah kamar juga.


tepat mereka berada disana. ruangan yang seperti kamar itu terpotong .


dan hancur. memang itu dibuat saat darurat. jika dalam bahaya , ia akan hancur dengan otomatis.


James melihat dari CCTV , Villa yang di bangun dari nol . pun hancur oleh musuh yang ia sendiri tak tahu siapa.


gigi gemeretuk menahan marah saat ia melihat hancur villa nya . villa yang memang dibuat bukan untuk ia beristirahat saja. tapi rumah untuk bersembunyi dari musuh yang diam - diam mengincar sang bos .


orang tidak akan menyangka jika itu sebuah rumah yang di dalam nya di design , ada ruang bawah tanah. yang menyerupai kamar .dan kamar itu bisa terangkat keatas menuju sebuah rumah pribadi. rumah dimana ia beristirahat dan mengenang sang istri yang sudah tiada.


Sesampai rumah yang dituju , dengan hati - hati James dan para bodyguard meletakkan tubuh Doni ke tempat tidur dengan perlahan dan hati - hati.


James menarik nafas panjang , tidak habis pikir . mengapa Doni dikejar - kejar seperti ini.


ada apa dengan nya ????...


setau nya Doni seorang yang hamble , tidak mempunyai musuh.


tak habis pikir.


itu menjadi sebuah tanda tanya di kepala James dan sebuah pekerjaan tambahan.


dengan cepat ia menghubungi Max


****


sementara itu dengan Mark.


ia sudah berada di sebuah rumah yang tidak terawat. di sebuah kamar terdapat seorang pria yang berwajah sangar dan berkepala plontos.


terlihat ia sudah babak belur dihajar oleh anak buah Mark.


"Kamu sudah merusak kepercayaan ku , kamu penghianat ." ucap Mark dengan wajah memerah.


"Ya kamu penghianat ." Swong tak mengira ia mempunyai sahabat seorang penghianat.


"Ma...maafkan saya tuan ." ucap nya terbata sambil meringis menahan sakit wajahnya yang babak belur.


"Apa kata mu maaaf ..." teriak Mark jengkel .


"Berfikir ga kamu saat berbuat membohongi dan berhianat kepada ku ." teriak Mark menatap orang itu dengan tatapan mata membunuh.


"Ampuni saya , sa...saya di..." menunduk mengakui kesalahan nya.


"Kamu mau bilang apa ???....


setelah kamu membuat kita seperti ini ??..


cepat mau bilang apa !!!...bentak mark dengan tatapan membunuh.


"maaf saya lakukan ini karena keluarga saya mereka sandera..mereka akan melepaskan keluarga saya. jika saya membongkar kode internet ." tak melanjutkan ucapan nya, sebab Tuan nya pasti sudah tahu kelanjutan cerita nya. berbicara sambil menunduk pasrah dengan hukuman yang akan Mark dan yang lain kerjakan terhadap diri nya.


Mark mengangkat satu alis nya , menatap tajam pria yang selama ini ia percayai luar dalam.


"Yang benar kalau bicara ." penuh penekanan , dengan gigi gemertak.


"Benar tuan ." menyerahkan ponselnya ke Mark. ketika keluarga nya di sandera.


"Siapa yang sudah sandera keluarga mu ?." tanya Mark menyipitkan kedua mata nya. melihat jujurkah ia dengan perkataan nya.


"I..itu , saya tidak tahu tuan ." menundukkan kepala , antara takut dan malu.


takut jika ujung pistol Mark melubangi dahi nya. malu ia sudah mengkhianati Mark yang sangat mempercayai nya.


"Masa kamu tidak tahu ???." Mark menatap tajam.


"Lalu bagaimana keadaan keluarga mu ?." kembali Mark bertanya .


pertanyaan yang sangat susah ia jawab.


"Mereka masih di sandera , setelah aku memberi sandi . ternyata mereka berbohong ." ucap pria plontos itu.


"HM..


maka nya kalau ada apa - apa bicarakan lebih dulu dengan saya ." bentak Mark.


jengkel dengan anak buah nya.

__ADS_1


disisi lain ia masih tidak percaya.


"Bagaimana dengan keluarga saya ??." menunduk pria itu merasa bersalah .


"Huufff....


Mark berjalan keluar , tak memperdulikan Jeff . pria plontos itu.


"Karena kamu terdesak terus seenak nya memberitahu kode markas kita ke orang . itu tidak benar , kamu sudah mengkhianati kami ." jerit Kwong jengkel.


"Maafkan aku yang sudah ceroboh , saat itu aku tak berfikir panjang. hanya berfikir keselamatan keluarga ku saja ." memegang kepala nya .


Paaaaak....


Kwong memukul Jeff , jengkel.


dan Jeff pasrah menerima kesalahan nya.


"Kwong , dipanggil Tuan Mark ." ucap Wee , sambil menatap tajam Jeff.


Jeff mengikuti Wee , sebelum ia merampas handpone Jeff.


"Biar ku selidiki melalui handpone ini , mudah - mudahan ada jalan keluar ." batin nya sambil mengantongi handpone Jeff.


****


"Tuan memanggil saya ." ucap Kwong menatap Mark yang termenung di depan jendela, sedang menatap keluar.


"Ya..."membalikkan tubuh nya melihat Kwong pria berwajah oriental itu.


"Menurutmu kita harus bagaimana ?." tanya Mark terdengar nada putus asa.


"Sebelum nya saya akan menyelidiki dulu nomor handpone yang menghubungi Jeff tuan ." sambil mengambil handpone Jeff di kantong celana nya.


"Apa butuh waktu ??." tanya Mark tak sabar.


"Entah tuan , saya akan keruang komputer dulu ." menundukkan badan nya dan berjalan keluar.


perlahan Mark menganggukkan kepala.


baru saja Mark menyenderkan tubuh nya di sofa . terdengar handpone nya berbunyi.


terlihat ...


James ia calling....


"James...?." bertanya dalam hati , ia merasa heran. sebab selama ini ia hanya mendengar nama nya saja. dan tak pernah bertemu muka apalagi memberitahu, serta menyimpan nomor handpone nya James.


"Hallo...


is that you ( itu kamu )???..." tanya Mark tak percaya.


"Ya.." jawab James , merasa geli mendengar pertanyaan Mark yang tak percaya.


ia memaklumi , sebab tak pernah sekalipun bertemu muka atau menghubungi lewat handpone. baru kali ini ia menghubungi Mark.


James tahu nomor Mark , karena menurut Doni iya harus tahu nomor setiap orang Doni. walau tak diberitahu. untuk menghubungi jika ada sesuatu yang emergency.


"Dari mana anda tahu nomor handpone saya ?." tanya Mark masih tak percaya.


"Ah kamu tak perlu tahu , bisa kita bertemu ." ucap James berterus terang.


"Ok..


saya akan hubungi anda setelah orang saya menghampiri dengan anda. tidak baik melalui handpone ." ujar Mark mengantisipasi jika pembicaraan nya di sadap.


"Ok..


bunga - bunga bertebaran ." bahasa sandi James.


Mark terdiam berusaha mengerti arti ucapan James , sebab ia sendiri baru mendengar bahasa sandi itu.


"Understand ( mengerti ) ???...


"Ya..."jawab Mark terkejut.


sambil mengaruk kepala yang tak gatal , ia berjalan keruang komputer dimana Kwong berada.


"Kwong , kamu mengerti arti bunga - bunga berterbangan ?." tanya Mark menatap Kwong yang sedang serius di depan komputer. Kwong sang sniper dan menguasai dunia hacker , mengangkat wajah nya melihat Mark.


"HM....


bunga - bunga beterbangan ?." sambil berfikir .


"Kwong sudah kamu kunci setiap telefon yang masuk dan dunia hacker mu ?." tanya Mark seperti mempunyai ide.


"Komputer sudah tuan , handpone anda yang belum ." mengeret kursi menuju ke komputer sebelah nya.


terlihat Kwong sedang mengutak Atik komputer nya.


Mark menatap peralatan komputer Kwong yang terlihat keluaran lama. walau keluaran lama Kwong tak ingin menggantinya. sebab ia merasa nyaman dengan komputer lama. dan tidak satu orang pun tahu. walau komputer lama. sudah di setting mengikuti kemajuan dunia hacker.


"Sudah ." jerit tertahan Kwong , melihat Mark yang sedang mengelus senapan tak bersuara itu.


"Di komputer mu , coba hubungi Mr James should ." ucap Mark sambil meletakkan senjata api nya di balik jas nya.sambil memberitahu nomor handpone James .


"Sir ." unjuk Kwong ke komputer ketika ia menghubungi James dan terlihat tersambung.


Video call....


"Hai...mengapa kamu menghubungi aku lagi , bukan nya berbahaya ." ujar James di seberang sana.


"Tenang ....


kami sudah mengunci nya ." melihat James yang terlihat pucat.


"O..


ada apa ?." tanya nya datar.


Mark lalu menceritakan kejadian dari di bom dan anak buah nya yang berkhianat. itupun karena keluarga nya di sandera.


"O...jahat sekali mereka ." James terlihat geram.


maafkeun emak guys..

__ADS_1


yang selalu telat upload , banyak urusan hingga terbengkalai


terima kasih yang Sudi mampir di novelku


__ADS_2