TAKDIR

TAKDIR
Bab 42


__ADS_3

Dodi kembali menghubungi ku di malam itu. Aku membalas nya dengan cuek saja namun di hati tetap berbunga-bunga.


"Malah menghilang dia nya" Pesan singkat kini di kirim lagi ke ponsel ku dari Dodi.


"Gak hilang, ada kok" Jawab ku setelah tiba di tempat magang.


"Tadi lagi di jalan maka nya gak balas sms kamu" Tambah ku lagi.


"Oh gitu, sekarang apa sudah tiba tempat magang nya?"


"Sudah kok. Maka nya aku bisa membalas sms kamu. Kamu sudah tiba di tempat magang?" Ujar ku bertanya kembali.


"Sudah juga kok. Ini lagi mau keluar sarapan sama orang-orang kantor"


"Ya sudah sarapan dulu sana"


"Oke deh cinta. Emmuach"


Deg....


Jantung ku mulai tidak karuan mendapati sms seperti itu dari Dodi.


"Apa ini arti nya dia mengirim ciuman jarak jauh kepada ku?" Batin ku membulatkan mata ku. Mau ku balas malu dong masa ia semudah itu sih. Harus jual mahal dong.


"Kok gak di balas sih cinta?" Tanya nya kepada ku karena tak kunjung ku balas pesan singkat nya tadi.


"Lagi sibuk ini. Orang kantor minta ku untuk membuat desposisi surat. Nanti kita sambung lagi ya" Ujar ku lagi mencari alasan. Padahal orang kantor belun datang sama sekali di kantor itu. Hanya satu dua orang saja yang sudah datang cepat itu pun berada di ruangan lain. Sedangkan aku berada di ruangan TU (tata usaha). Yah karena aku anak magang, jadi nya harus tiba di kantor dengan cepat biar mengambil hati orang kantor agar bisa di tarik kerja nanti nya.


Yah sebagai anak magang dan berharap mendapatkan pekerjaan harus siap banting untuk melakukan apa pun yang di minta agar bisa mengambil hati para karyawan kantor termasuk menjemput anak salah satu karyawan kantor dari sekolah nya.


"Oke deh cinta, semangat ya"


"Iya terima kasih" Jawab ku singkat.


***


Ponsel bermerk mito ku berdering dengan lantang nya tanda panggilan masuk.


"Khey" Ujar ku tersenyum mendapat telfon dari khey si bocil itu.


Yah aku juga tidak tahu tentang perasaan ku kepada Khey. Aku mengakui baper dengan nya dan juga merasa nyaman saat ngobrol dengan si bocil itu. Tapi tetap saja di hati ini masih ada Dodika Saputra yang tidak bisa ku lupakan.


"Hallo Khey" Ujar ku mengangkat ponsel ku tadi.


"Hallo cantik. Lagi ngapain?"


"Baru selesai makan malam. Kamu lagi ngapain?" Tanya ku. Yah dari tadi aku menunggu Dodi untuk mengabari ku lagi. Namun, tetap saja dia tidak menghubungi ku hingga malam ini. Aku tidak mau menghubungi nya duluan. Seperti yang ku katakan tadi jual mahal sedikit.


"Sama aku juga baru selesai makan malam. Cantik aku mau nyanyikan lagu lagi nih untuk kamu"


"Apa?" Ujar ku.


"Sebentar aku ambil gitar nya dulu" Ujar Khey.


"Dengerin ya" Ujar nya lagi setelah mengambil gitar dan mulai memetik senar gitar itu.


"Judul nya: apa kabar sayang-armada"


"Oke" Jawab ku singkat.


"Seharian aku tak tenang


Seperti orang kebingungan


Pikiranku tak karuan


Khawatirkan kamu di sana


Tak tahu apa gerangan


Mungkinkah di sana kau rasa bahagia


Atau malah sebaliknya


Telah lama kita tidak bertemu


Tak pernah ku dengar berita tentangmu


Apa kabar kamu sayang apa kabar kamu sayang di sana" Satu lagu lagi berhasil membuat ku baper.


"Ya ampun Khey, kamu benar-benar mampu membuat aku baper dengan lagu-lagu mu" Batin ku lagi.


"Besok hari sabtu, ada kegiatan apa?" Tanya Khey kepada ku.


"Oh besok rencana nya aku mau ke Bengkalis. Mau jalan-jalan ke rumah guru kursus ku di sana"


"Oh gitu, oh ya sebentar lagi acara tujuh belas agustusan, kamu datang ya melihat ku untuk ikut pertandingan panjat pohon pinang" Ujar nya lagi.


"Di mana acara nya?"


"Di lapangan yang tidak jauh dari rumah ku"


"Oh, iya aku usahain untuk datang"


"Jangan sampai tidak datang ya cantik, aku sangat berharap kehadiran mu untuk memberikan semangat kepada ku" Ujar nya lagi.

__ADS_1


"Iya nanti aku usahain" Ujar ku lagi.


***


Mata hari pagi telah memancarkan cakrawalanya yang indah. Aku bangun dari tidur ku dan bersiap-siap untuk pergi ke Bengkalis bersama sahabatku.


"Wah keberuntungan berpihak kepada kita. Tidak perlu menunggu kita langsung masuk" Ujar Yus saat petugas gerbang mempersilahkan kami masuk ke dalam kapal peri.


"Iya kamu benar, untung saja" Ujar ku lagi.


Hingga detik ini pun Dodi masih belum ada sama sekali menghubungi ku. Hati ku kini mulai terasa sepi. Entah lah meski dengan satu kata Hai saja dari Dodi mampu membuat warna kehidupan ku kembali.


Meski Khey selalu membuat ku baper, tapi pesan singkat dari Dodi masih sangat aku harap kan.


Ting...


Ponsel ku kembali berdering. Pesan singkat kembali masuk ke dalam ponsel ku. Cepat-cepat aku merogoh saku celana ku untuk membaca pesan itu.


"Siapa?" Tanya Yus.


"Si bocil" Jawab ku.


"Cantik sudah tiba di Bengkalis?"


"Sudah kok" Jawab ku.


"Syukur lah aku jadi senang mendengar nya. Oh ya hati-hati ya kamu di sana. Jangan macam-macam. Cukup semacam aja untuk aku. Dan jaga hati juga mata mu untuk ku" Ujar nya lagi.


"Iya" Jawab ku dengan singkat.


"Nanti sms lagi ya soal nya kapal peri sudah merapat"


"Oke deh cantik"


***


Aku melihat salah satu karyawan kantor memakan obat tablet herbal.


"Obat apa ini pak?" Tanya ku heran. Yah karena di kotak tablet itu bertulisan mandarin semua. Aku jadi gak ngerti dan gak tahu isi nya apa.


"Oh ini obat mag, obat herbal bagus ini" Ujar nya.


"Oh gitu, siapa di antara keluarga mu yang mempunyai penyakit mag? Cobain deh obat ini. Emang satu papan belum kelihatan hasil nya. Tapi setelah meminum nya rutin hingga tiga papan, baru kelihatan hasil nya. Kemaren bapak mau di operasi lo, terus sebulan sebelum operasi itu, bapak rutin meminum ini. Jadi nya bapak gak jadi deh di operasi karena sudah membaik" Jelas bapak itu tadi.


"Wah, seperti nya obat ini hebat juga. Pengen coba deh untuk ibu ku yang terkadang mag nya sering kambuh" Batin ku lagi.


"Di mana pak jual nya obat ini"


"Di Bengkalis ada itu. Ditoko-toko cina gitu ada nya. Kan obat herbal dari cina" Jelas bapak itu lagi.


"Ada pak.. Ibu ku menderita sakit mag sejak aku duduk di bangku kelas empat SD. Dan sakitnya itu sering kambuh hingga saat ini"


"Oh gitu. lama juga ya ibumu menderita penyakit itu. Ini kebetulan Bapak masih ada satu papan yang belum dibuka ini Bapak berikan untuk Ibumu. Semoga saja ibumu cocok dengan obat ini nanti setelah cocok baru kamu beli obatnya" Ujar nya lagi memberikan satu papan obat herbal itu kepadaku.


"Terima kasih ya pak" Ujar ku menyambut obat itu dengan senang hati karena aku sangat berharap ibuku akan sembuh nantinya. Kita sebagai manusia berusaha sembuh atau tidaknya itu atas izin Allah sang Pencipta.


***


Sesampai nya di rumah, aku langsung memberikan obat yang diberi bapak di kantorku tadi kepada ibuku untuk dikonsumsi. Tentu saja Ibuku malam mengkonsumsi obat tersebut karena ia sangat berharap agak sembuh seperti sedia kala. Aku pun menjelaskan cara mengkonsumsi obat itu agar ibuku tidak salah nantinya. Di mana obat itu terdapat sebuah tablet berbentuk bulat berwarna merah di papan tablet itu. Itulah obat pertama yang harus diminum oleh ibuku setelah itu barulah tablet biasa yang berwarna hijau Army dan putih.. Satu hari hanya mengkonsumsi satu tablet saja sebelum tidur.


Setelah beberapa hari Ibuku mengkonsumsi obat tersebut memang sudah terlihat perubahannya. D mana Ibuku merasa perutnya lebih lapang dari biasanya.


"Buk, bagaimana? Apa aja perubahan setelah ilmu konsumsi obat itu?"


"Ada kok, perut Ibu lebih terasa ringan dan lapang tidak seperti sebelumnya. Sekarang obat ibu tinggal lima tablet kamu tolong belikan obat ibu lagi ya" Ujar nya kepada ku. Yah karena ini permintaan Ibuku dan aku juga ingin dia sembuh. Tentu saja aku dengan senang hati akan mencarikan obat untuk ibuku itu agar Ibu cepat sembuh.


"Oke buk, besok sepulang magang aku akan menyebrang ke Bengkalis untuk mencari obat ibu" Ucap ku.


"Besok? Gak perlu besok juga. Kamu pulang magang nya pukul lima sore, sampai sana dan balik lagi ke sini pukul berapa nanti nya? Gak ah ibu gak setuju. Nanti saja hari sabtu atau minggu kamu menyebrang nya dari pagi" Saran ibu ku lagi.


"Iya deh buk, tapi apa cukup?"


"Besok kan sudah hari jumat. Ya cukup dong obat ibu"


Tentu saja ini yang paling aku nanti kan.. Sudah lama juga aku tidak bertemu dengan Dodi. Ini alasan ku untuk bertemu dengan nya lagi dan meminta nya untuk menunjukan arah toko obat cina di sana sambil yah jalan berdua bersama nya hal yang paling aku tunggu-tunggu.


***


"Ya cinta" Ujar nya saat aku menghubungi nya malam itu.


"Besok hari sabtu, kamu sibuk gak?" Tanya ku kepada nya.


"Gak juga sih. Tapi biasa nya aku itu ayah ku kerja tukang bangunan untuk sekedar mencari uang jajan" Ujar nya lagi.


"Emang nya ada apa?"


”Aku mau meminta kamu untuk menemani ku menunjukan arah di mana tempat jual obat herbal. Aku mau mencari obat untuk ibu ku"


"Oh tentu saja bisa. Besok kabari aja"


"Oke, nanti setelah tiba di sana, aku akan mengabari mu ya"


"Oke cinta, aku tunggu kedatanganmu"


Aku pun menutup ponsel ku karena sudah selesai menghubungi Dodi untuk meminta bantuan kepadanya. Meski aku tahu dia masih bersama pacar nya, tapi aku tidak bisa menahan diri untuk bertemu dengan nya dan melepas rasa rindu ini.

__ADS_1


Dan Ini merupakan kesempatan bagiku untuk bertemu dengannya tidak mengobati rasa rindu ini.


***


"Sebentar lagi kapal peri akan merapat. Kamu ada di rumah atau di mana?" Tanya ku kepada Dodi melalui pesan singkat ku.


"Aku di rumah, kamu datang saja ke rumah sekalian akan ku kenalkan bersama kedua orang tua ku" Ucap nya lagi.


Deg....


Tentu rasa kaget dan bahagia tercampur menjadi satu di hati ku. Kaget karena akan diperkenalkan bersama orang tuanya dan bahagia karena aku tidak menyangka secepat itu dia memperkenalkanku kepada orang tuanya.


"Aku merasa gak enak. Sungkan" Ujar ku.


"Sungkan kenapa?"


"Sungkan aja pokok nya"


"Gak perlu di sungkan kan. Bukan nya biasa orang yang spesial bertemu dengan calon mertua nya" Balas pesan singkat nya.


Deg....


Kembali aku kaget membaca pesan singkat nya itu. Ku ukir senyuman di bibirku tanda bahagia karena itu artinya dia telah menganggap ku orang yang penting di dalam hidupnya.


"Oke aku ke sana. Sebentar lagi aku akan keluar dari kapal peri ini" Balas ku.


***


"Aku sudah di depan rumah mu" Pesan singkat ku ketika aku sudah berada di depan rumah nya. Yah aku sungkan mau teriak-teriak mengucapkan salam di rumah calon mertua ku itu hehehe.


Tak lama, Dodi membuka pintu depan rumah nya. Dengan senyuman nya yang khas menyambut kedatangan ku.


"Ayo masuk" Ucap nya.


"Assalamualaikum" Ujar ku masuk ke rumah nya.


"Apa ada ibu mu?"


"Ada kok, dia di dapur"


Aku pun pergi menuju dapur untuk bersalaman dengan nya. Aku mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.


"Dari mana?"


"Pakning buk. Mau meminta Dodi untuk menemaniku mencari obat untuk ibuku. Karena aku tidak tahu di mana toko herbal di kota ini" Jelas ku.


Dodi pun ke dapur dengan menyandang handuk di bahu nya.


"Belum mandi?" Tanya ku kaget.


"Belum, baru juga bangun tidur. Itu untung saja kamu menelepon ku berkali-kali tadi. Jika tidak, pasti aku gak bangun-bangun" Ujar nya tersenyum. Yah aku sempat menghubungi nya beberapa kali sebelum kapal peri itu merapat. Karena tidak di jawab, aku memutuskan untuk mengirim pesan singkat saja kepada nya. Untung saja di balas nya mungkin dia terbangun saat ponsel nya terus berdering.


"Ya sudah mandi dulu sana" Ujar ku.


"Duduk lah di depan. Ibu buatin kamu minuman" Ujar ibu nya Dodi.


"Gak perlu repot-repot buk. Aku sudah minum kok tadi di rumah" Ujar ku lagi


"Itu kan di rumah kamu. Di rumah ibu belum" Ucap nya lagi.


Aku hanya bisa tersenyum menjawab perkataan dari ibu orang yang aku harapkan itu.


"Ya sudah tunggu saja di depan ya" Perintah nya lagi.


Aku pun mengangguk dan pergi ke kursi yang ada di ruang tamu untuk menunggu Dodi selesai mandi dan bersiap-siap.


"Ya ampun, lama sekali dia mandi nya. Seperti anak gadis saja" Batin ku.


Tiba-tiba entah dari mana muncul gadis kelas enam SD di samping ku. Aku pun tidak tahu dia entah dari kapan berada di samping ku.


"Ya Allah, ngagetin aja" Ucap ku.


"Hai kak, kakak pacar nya cik ya?" Tanya nya kepada ku.


"Cik?" Ulang ku heran.


"Dodi" Jawab nya.


"Oh jadi di keluarga ini tidak memanggil sebutan abang atau kakak. Ternyata pakai sebutan pangkat gitu" Batin ku mengerti.


"Gak kok, hanya temenan saja. Kamu adik nya?"


"Iya aku adik nya"


Aku mengangguk mengerti.


"Kakak dari mana?"


"Pakning"


"Cik mu lama sekali ya" Ujar ku.


"Ini aku sudah selesai mandi sebentar ya" Ujar nya dari dalam kamar yang berdekatan dengan ruang tamu.


Entah kapan dia sudah masuk ke kamar nya aku pun tidak tahu. Kerena ngobrol sama adik nya jadi tidak menyadari kapan dia lewat.

__ADS_1


__ADS_2