
Aku dan Dodi kembali dekat. Meski terkadang hati ini perih saat dia mengabaikan ku. Aku juga gak tahu pasti kenapa dia mengabaikan ku. Mungkin saja saat itu aku dia bersama kekasih hati nya.
"Kemana saja sih jam segini baru ada kabar. Sudah pukul sembilan malam baru kamu ada kabar nya. Di saat orang lagi mau tidur juga" Ujar ku saat Dodi menghubungi ku malam itu.
"Maaf cinta. Tadi aku dan teman-teman ku pergi main billiard"
"Oh baru pulang main billiard. Terus siang tadi kemana?"
"Siang tadi aku kerja cinta kamu kan tahu sendiri jika aku kerja siang-siang bersama ayah ku" Ujar nya lagi.
"Owh gitu"
"Iya cinta" Jawab nya lagi.
"Sudah makan cinta?"
"Ya ampun sudah jam segini waktu nya tidur masih bertanya makan belum nya" Ujar ku.
"Hehehe, kan mencoba mencari bahan pembicaraan cinta" Ujar nya lagi.
"Iya sih tapi mata ku sudah ngantuk dan mau tidur" Ujar ku.
"Ya sudah kamu tidur saja cinta. Selamat malam ya hadir kan aku dalam mimpi indah mu" Ujar ku.
"Iya" Jawab ku lagi.
***
"Wah selamat ya pak. Sekarang bapak di tugas kan di wilayah Lubuk Muda sebagai kepala cabang kantor di sana" Ujar ku memberi selamat kepada bapak Barat.
"Iya sama, sama Ramah. Oh ya Ramah, kamu ada gak teman atau saudara kamu laki-laki yang bisa kerja di wilayah tempat cabang kantor bapak di sana? Bapak mau cari nya laki-laki sih soal nya dia tidur di kantor itu.. Kalau perempuan bapak gak mau bisa bahaya nanti nya" Ujar pak Barat lagi.
Yah memang di mana-mana lebih gampang mengajak kerja sama laki-laki dimana yah tahu sendiri kan jika perempuan tinggal sendiri terus ada laki-laki jahat yang ingin melecehkan nya bisa bahaya bukan.. Karena itu lah pak Barat mencari laki-laki untuk kerja bersama nya.
"Oh, gitu ya pak. Nanti akan saya carikan orang nya ya pak" Ujar ku lagi.
"Oke, bapak mau secepat nya ya Ramah, soal nya di kantor sana kosong. Secara bapak juga memegang jabatan bendahara meterial di kantor ini. Jadi tidak ada yang stand by di kantor cabang itu" Jelas nya lagi.
"Oke pak, nanti akan saya carikan secepat nya ya" Ujar ku lagi.
"Oh ya, jangan lupa dia itu harus pintar mengoperasikan komputer karena banyak data-data yang harus diselesaikan menggunakan komputer"
"Oke pak beres" Ujar ku lagi.
Dengan senyuman yang merekah di hati ini aku langsung menghubungi Dodi untuk menanyakan apakah dia mau bekerja di sini.
"Hallo Dodi" Ujar ku saat Dodi mengangkat ponsel nya.
"Iya cinta ada apa?" Tanya Dodi kepada ku.
"Kamu mau gak kerja di sini. Kebetulan ada lowongan kerja di sini"
"Lowongan kerja? Kerja apa?"
"Kerja sama seperti ku. Tapi kamu di bagian wilker (wilayah kerja) Di daerah Lubuk muda. Mau?"
"Ya mau lah, bapak nya mau meminta kamu bisa kerja secepat nya. Bisa kamu hantarkan lamaran kerja nya malam ini juga?"
"Emang syarat nya apa saja?"
"Surat lamaran, foto kopi kartu keluarga, KTP, sertifikat komputer, ijazah terakhir itu aja sih" Ujar ku.
"Oke aku akan mempersiapkan semuanya dan Nanti malam aku akan menyeberang di sana untuk mengantar lamaran itu"
"Iya, Nanti malam kita langsung aja ke rumah bapaknya dan bertemu secara langsung dengan bapak itu di rumahnya" Ujar ku lagi.
"Oke sampai ketemu nanti malam ya cinta. Makasih ya sudah membantu ku untuk mendapatkan pekerjaan ini" Ujar nya.
Yah, aku memang membantu Dodi untuk mendapatkan pekerjaan yang enak seperti apa yang aku dapatkan. Aku mengajaknya kerja di sini bukan karena ingin menuntutnya untuk harus menjadi jodohku. Aku ikhlas membantunya jika kami berjodoh maka kami akan bersama. Tapi jika tidak ya kami tidak akan bersama. Dan pekerjaan ini jelas tidak akan ada sangkut pautnya antara hubungan kami dan tentu saja aku tidak mau mengungkit jasaku yang telah membuatnya bisa bekerja di kantorku meskipun itu hanya di Wilayah kerja.
***
Aku bersama Siti menjemput Dodi yang baru saja tiba di Sungai Pakning dari Bengkalis. Yah kami menjemput nya di pelabuhan penyeberangan.
"Sudah selesai syarat-syaratnya?"
"Sudah kok. Ini coba di periksa dulu" Dodi menyerahkan syarat-syarat yang ku minta tadi kepadaku untuk diperiksa.
"Oke semuanya sudah lengkap terus mapnya mana?"
"Pakai map juga cinta?"
"Ya pakai lah namanya juga mau melamar pekerjaan jelas dong pakai map"
"Aduh lupa aku cinta"
Aku menepuk jidatku melihat peringai laki-laki yang ada di hadapanku itu masa iya dia bisa lupa dengan map. Padahal dia tahu ia saat ini sedang melamar pekerjaan.
"Ya sudah gak apa-apa nanti kita beli saja di warung fotocopy yang tak jauh dari rumah bapak itu. Ya sudah ayo kita ke sana bapak itu juga sudah lama menunggu" Ujar ku langsung menancap gas Sepeda motorku untuk menuju ke rumah bapak yang sedang mencari karyawan untuk wilayah kerjanya. Dan Dodi mengikuti ku dari belakang.
***
"Pak, ini dia pak orang yang mau bekerja di tempat bapak. Ini lamaran nya" Ujar ku menyerahkan lamaran itu kepada pak Barat.
"Oke, bapak terima kamu bekerja di tempat bapak. Besok kamu sudah bisa bekerja ya. Besok bapak kepala kantor ada, jadi nya bapak akan memperkenal kan kamu dengan bapak Kepala Kantor agar nanti kamu tidak dibilang sebagai penyusup di kantor cabang bapak. Besok kamu lupa tolong pakai baju kemeja putih dan celana hitam kainnya" Ujar pak Barat lagi.
"Dia saudara kamu mah?"
"Gak pak, dia teman ku. Dia tinggal nya di Bengkalis" Jelas ku lagi.
"Oh gitu, jadi malam ini kamu tidur saja di rumah Ramah dulu"
Deg...
Jelas aku kaget mendengar ucapan pak Barat tadi. Yah gak mungkin Dodi tidur di rumah ku, bisa-bisa ibu ku mengamuk karena membawa laki-laki tidur di rumah ku. Aku hanya menjawab pak Barat dengan senyuman kecut ku.
__ADS_1
"Ya sudah besok kita akan bertemu lagi di kantor ya. Ini lamaran bapak terima" Ujar pak Barat lagi.
"Kamu tenang saja, nanti kamu akan mendapatkan baju seragam kantor. Tapi selama seragam kantor belum selesai kamu memakai baju kemeja putih aja dulu ya" Ujar pak barat lagi.
"Baik pak" Jawab Dodi.
"Terima kasih pak, kami permisi dulu" Ujar ku. kami pun keluar dari rumah bapak tersebut.
"Sudah pukul berapa?" Tanya ku saat kami sudah berada di depan rumah pak Barat untuk pulang.
"Pukul delapan kak" Jawab Siti.
"Oke, kamu sudah makan belum Dodi?" Tanya ku.
"Belum lah cinta. Aku menyeberang tadi sebelum magrib mengantri di pelabuhan dan baru tiba di pakning pukul tujuh kurang tadi."
"Ya sudah kita cari makanan dulu yuk" Ajak ku.
"Makan apa enak nya ya?" Tanya ku lagi.
"Terserah" Jawab Dodi.
"Apa dek enak nya?"
"Makan apa ya?" Siti berpikir.
"Ya udah pecel lele aja. Biar kenyang" Ujar ku.
"Oke deh" Kami pun pergi menuju tempat pecal lele terkenal di daerah ku itu karena sambal lelenya enak.
***
"Mau pesan apa?" Tanya pelayan yang berjenis laki-laki namun memiliki sifat kemayu itu datang menghampiri kami.
"Pesan apa?" Tanya ku kepada kedua nya.
"Ayam"
"Sama ayam juga" Jawab Siti.
"Oke, ayam dua, lele nya satu ya. Nasi biasa aja. Minuman nya teh es tiga" Ujar ku kepada pelayan tadi.
"Oke, tunggu sebentar" Ujar pelayan tadi pergi meninggalkan kami dengan berlenggang lenggok nya.
"Aduh mau cari baju kemeja putih di mana ya?" Tanya Dodi.
"Emang gak ada baju kemeja kamu berwarna putih?"
"Ada sih, tapi itu milik abang ku. Besar di badan ku"
"Tapi bisa di kecil kan sama ibu ku"
"Ibu kamu bisa menjahit?"
"Bisa"
"Aduh ponsel ku gak ada pulsa nya"
"Ini pakai ponsel ku saja" Ujar ku menyerahkan ponsel ku kepada Dodi.
"Hallo mak, baju kemeja abang yang warna putih itu masih ada?"
"Iya mak, besok mau ku pakai untuk bertemu dengan kepala kantor. Mak bisa kecilkan baju itu agar sesuai dengan ukuran badan ku" Ujar Dodi lagi.
"Iya mak, terima kasih ya mak"
"Pulang kok mak, jika aku tidak pulang, siapa yang mau mengambil baju itu untuk ku besok" Jelas nya lagi.
"Iya mak sebentar lagi mau menyeberang ke sana kok"
"Iya mak" Dodi mengakhiri teleponnya.
"Ini ponsel mu. Terima kasih ya" Ujar nya kepada ku.
"Iya sama-sama"
***
"Hati-hati di jalan ya, jangan lupa besok kapal hari pertama kamu menyeberang nya. Jangan sampai terlambat maklum besok adalah hari perkenalan kamu dengan kepala kantor. Jadi harus datang pagi-pagi untuk mengambil hati pak Barat itu" Ujar ku sebelum Dodi masuk ke dalam kapal peri.
"Iya cinta. Makasih ya" Ujar nya kepada ku.
***
"Kak, kenapa kakak membantu nya untuk kerja di tempat kakak?" Tanya Siti saat kami dalam perjalanan pulang.
"Terus kakak mau cari siapa lagi untuk kerja di sana. Lagian kemaren ibu nya juga meminta bantuan sama kakak untuk mencari pekerjaan untuk Dodi" Jelas ku.
"Yah sudah karena mumpung ada lowongan, jadi nya kakak ajak saja dia. Lagian apa salah nya membantu kan"
"Tapi kan dia itu belum jelas sama kakak nya"
"Iya tahu dek. Tapi apa salah nya membantu. Kakak tidak mempermasalahkan jika dia nanti nya tidak berjodoh dengan kakak. Yang jelas kakak membantu nya dengan ikhlas" Jelas ku lagi.
***
"Ramah, di mana teman mu itu? Apa dia tidak pulang?" Tanya pak Barat kepada ku saat jam kantor.
"Astaghfirullahaladzim pak ngagetin aja. Tadi malam dia pulang ke Bengkalis pak untuk mengambil pakaiannya"
"Lo, gak nginap di rumah kamu dia?"
"Gak pak, Jika dia nginap di rumahku terus pakainya itu siapa yang mau nganterin" Ujar ku.
"Oh gitu. Kata nya masih di dalam kapal peri dia"
__ADS_1
"Iya mungkin pak, saya tidak ada menghubunginya pagi ini"
"Iya mungkin sebentar lagi dia tiba"
Aku hanya mengangguk menjawab perkataan dari pak Barat tadi.
Setelah beberapa menit kemudian, aku melihat Dodi masuk ke kantor ku. Yah sebelum dia pulang ke Bengkalis tadi malam aku sudah menunjukkan di mana kantorku berada agar pagi ini dia bisa langsung datang ke sana. Dodi duduk di ruang tunggu.
Melihat kedatangannya aku pun tersenyum senang dari balik kaca yang membatasi antara ruangan TU dan juga ruangan tunggu.
"Mana pak Barat?" Tanya nya pelan kepada ku namun bisa ku pahami pertanyaan itu dari gerak gerik mulut nya.
"Di ruangan nya. Sebentar ya" Ujar ku langsung memanggil pak Barat yang berada di ruangannya.
"Eh Dika" Ujar pak Barat menghampiri Dodi yang duduk di ruangan tunggu.
"Ha? Dika?" Tanya ku kaget mendengar nama itu disebut oleh pak Barat.
"Iya nama nya kan Dodika Saputra. Karena di kantor ini ada juga yang nama nya Dodi, jadi panggil dia nya dengan nama Dika saja" Ujar nya lagi.
"Iya juga sih" Ujar ku.
"Ya sudah Dika berhubung kepala Kantornya belum datang, jadi kamu masuk dulu ke ruangan Tu ini dan coba latihan mengetik ya dengan mesin tik"
"Karena ada beberapa kuitansi yang harus diketik tidak menggunakan komputer" Jelas bapak tadi lagi.
"Baik pak" Ujar Dodi langsung masuk ruangan TU yang merupakan satu ruangan denganku sambil belajar mengetik dengan mesin tik.
***
"Ya ampun Dika, ternyata kepala kantornya pergi keluar di untuk beberapa hari jadi hari ini dia tidak masuk ke kantor. Tadi sudah bapak hubungi dia katanya kamu boleh langsung bekerja besok di wilayah kerja itu. Dan jika dia nantinya sudah pulang dari dinas luar kota kamu baru bapak kenalkan dengan dia" Jelas pak Barat. Yah waktu memang sudah menunjukkan jam makan siang namun kepala Kantor tidak juga datang.
"Ayo kita makan di warung makan di sana" Ajak pak Barat lagi kepada Dodi yang kini sudah berubah nama menjadi Dika pergi ke warung makan yang tidak jauh dari kantor kami itu.
***
"Ya sudah, besok kamu boleh langsung bekerja di wilker ya. Besok bapak akan mengajarkanmu cara-cara bekerja di sana" Ujar pak Barat lagi setelah mereka selesai makan siang bersama.
"Baik pak, saya mau izin pulang ke Bengkalis dulu pak untuk mengambil pakaian-pakaian saya di sana"
"Oh iya jelas kamu harus mengambil pakaian kamu karena kamu memang harus stand by dua puluh empat jam di kantor wilker"
"Baik pak, besok saya akan datang lagi ke sini" Ujar Dika lagi. Yah semenjak pak Barat memberikan nama baru kepada Dodi, otomatis satu kantor dan semua yang ada di tempat ku itu memanggilnya dengan sebutan itu.
"Cinta" Tegur Dika kepadaku saat aku baru tiba di kantor karena aku pulang untuk makan siang di rumah.
"Eh, Sudah makan Dika?" Tanya ku dengan tersenyum karena Dodi mengubah namanya menjadi Dika.
"Sudah kok sama pak Barat tadi. Pak barat mengizinkanku untuk pulang ke Bengkalis untuk mengambil beberapa pakaianku karena aku harus stand by di kantor selama dua puluh empat jam dan Besok aku harus datang lagi ke sini" Jelas nya kepada ku.
"Mau pulang sekarang?" Tanya ku lagi.
"Kamu masih lama pulang nya?"
"Ya aku sih pulangnya masih lama jam lima kurang nanti baru aku bisa keluar dari kantor. sekarang baru pukul dua siang. Masih ada dua jam lebih lagi kamu menunggu ku" Ujar ku.
"Gak apa-apa deh aku tunggu kamu pulang aja. Sekalian mau tanya di mana kantor wilker nya" Ujar Dika.
"Ya sudah, kalau itu keputusan mu. Aku akan meminta adik sepupu ku Siti untuk menemani kamu selagi aku belum pulang kantor. Setidaknya kalian bisa jalan-jalan agar kamu tidak suntuk di sini karena menungguku" Ujar ku.
Dika mengangguk setuju. Aku pun mengambil ponselku bisa ada di dalam tas kerjaku untuk menghubungi Siti.
"Hallo dek, adek di mana sekarang? Sibuk gak?" Tanya ku setelah teleponku diangkat oleh Siti.
"Aku di rumah kak, gak sibuk kok. Ada apa emang nya?"
"Boleh minta tolong nggak?"
"Minta tolong apa?"
"Ini sekarang Dika berada di kantor ku. Yah kamu bisa temani dia untuk membawa nya jalan-jalan entah itu di danau atau di mana gitu agar dia tidak suntuk hingga aku pulang kantor nanti" Jelas ku.
"Ha? Dika? Siapa?" Siti pun kaget mendengar nama itu.
"Dodi dek, sekarang nama nya jadi Dika?" Jelas ku.
"Ha kok Dika?"
"Iya, pak Barat yang memberi nama nya. Karena di kantor ini karyawan yang juga namanya Dodi. Karena nama itu pasaran, jadi pak Barat memanggil nya dengan sebutan Dika" Jelas ku lagi.
"Oh gitu, ya sudah aku ke sana sekarang ya kak"
"Iya, kamu minta tolong sama adik kamu untuk mengantar kamu ke kantor dan kamu bawa motorku untuk jalan-jalan terus sama Dika. Tapi nggak boncengan ya, kalian bawa motornya masing-masing. Nanti setelah aku pulang dari kantor, aku akan menghubungi kamu dan meminta kamu juga aku di kantor"
"Oke deh kakak, sebentar ya aku otw ke sana"
"Oke dek. Makasih ya" Ujar ku mengakhiri percakapan kami ditelepon.
"Oke sebentar lagi Siti akan datang ke sini dan membawa kamu untuk jalan-jalan di kota ini" Ujar ku lagi.
"Oke cinta"
Setelah beberapa menit kami menunggu Siti pun tiba di kantorku dengan diantarkan oleh adiknya.
"Ini kunci motor ku" Ujarku memberikan kunci motorku kepada Siti.
"Ingat ya, kamu jangan apa-apa kan adikku kamu harus menjaganya. Jangan kamu macam-macam sama dia" Ujar ku memperingati Dika.
"Ya ampun cinta, nggak mungkin lah aku macam-macam sama adik kamu. Masa aku menghembat adik kakak sih, rakus sekali diri ini" Ujar Dika.
"Cinta dan hati ini hanya untuk kamu cinta" Ujar nya lagi.
Aku hanya tersenyum mendengar perkataan dari Dika tadi.
"Ya sudah pergi kalian sana. Aku juga harus melanjutkan pekerjaanku di kantor nanti aku malah dimarahin sama karyawan lain karena terlalu lama di luar" Ujar ku.
__ADS_1
Siti dan Dika pun pergi meninggalkan kantorku dan aku pun langsung masuk ke dalam kantor untuk melanjutkan pekerjaanku yang sempat tertunda.