
demi pekerjaan nya di dunia hitam. demi si buah hati. anak semata wayang nya.
yang ditinggal sang istri saat ia melahirkan nya.
sedih ia menundukkan kepala setelah bercerita dengan Mark.
"kurang ajar....
tapi... benda kecil???...
benda apa itu dan berwarna apa ??... " desak Mark penasaran sambil mengangkat satu alis nya.
saya tidak tahu itu apa???..
mungkin bukti kejahatan nya.
kecil berbentuk kotak warna hitam, seperti itulah tugas yang mereka berikan kepada saya dan perintah tuan Anderson saya harus mencari benda itu sampai harus ketemu ". sang penyusup merasa hidupnya sampai disini setelah ia menceritakan semua tentang alasan di tugas kan oleh Anderson.
Merasa riwayat nya sampai disini. setelah ia menceritakan alasan ia mengejar Via.
"mengapa Anderson marah, jika nona Via tak menyukai nya???. " tanya Mark pertanyaan penasaran yang ia pendam dari tadi.
"tuan merasa selama ini tidak ada seorang wanita pun menolak nya. sebab ia merasa ganteng dan kaya dan penolakan nona Via membuat nya tersinggung ". mengusap dahinya yang berkeringat.
"hm...
mencari kekayaan dengan cara yang tidak benar, padahal ia seorang bangsawan ". ketua Mark.
"bangsawan itu sudah mulai bangkrut. " pria itu menunduk.
"pantas ". batin Mark dalam hati.
"tapi tolong.....
jangan ganggu anak saya. " pinta nya memelas.
"ya... keluarga mu aman.
bahkan jika orang Anderson mulai curiga, kami akan menampung keluarga mu. dan menyekolahkan anak mu jauh dari ancaman si gila harta ". jawab Mark sambil mematikan benda pipih pintar di tangan nya. ternyata percakapan tadi ia rekam dan kirim ke Doni.
"benarkah, ???....
saya mohon... " mengagumkan kedua tangan nya ke dada.
"percayalah dengan kami, ibu dan anakmu aman ". sambil melirik smartphone nya.
apakah Doni sudah membuka rekaman suara yang ia kirim.
Ting...
smartphone Doni berbunyi...
membuka aplikasi hijau itu, dengan mengeraskan suara,mendengar rekaman yang dikirim Mark.
dengan alis terangkat keatas, Doni menatap Via dengan tatapan yang penuh dengan pertanyaan.
Mendapat tatapan seperti itu, Via hanya mengangkat baju nya, tanda ia tak mengerti.
"coba kamu ingat - ingat.... " mencoba bersabar agar Via mengingat dengan benar.
"huuuf....
benda kecil hitam????... mengetuk jidatnya perlahan dengan kedua jari tangan nya mengelengkan kepala , sambil berjalan mondar mandir. ia tak ingat sama sekali.
__ADS_1
merasa tak pernah melihat benda yang dimaksud.
Via berjalan mendekati tempat tidur nya. di atas nakas ia meletak tas nya. yang selalu ia bawa kemana - mana.
"aku tidak tahu yang kamu maksud, dan ditasku tak ada ". mengeluarkan seluruh isi dalam tas.
"coba kembali diingat, saat kamu berada di kediaman keluarga mr Bruno ". ucap Doni sambil mengeluarkan handphone di saku celana nya.
Kriiiiinggg...
📞 hallo... (Doni
📞hallo... ya tuan (Mark)
📞benda kecil itu seperti apa???..
Flasdisk kah????... melirik Via yang terlihat sedang membongkar tas baju nya.
📞sebentar aku tanyakan....
menutup handphone sepihak.
"ck... orang ini kebiasaan ". gerutu Doni menatap layar handphone yang menghitam. geleng-geleng kepala dengan kebiasaan anak buah nya itu.
"terakhir pertanyaan ku, apa maksud mu benda kecil hitam ???....
apakah Falshdik???...
atau apa???... " tanya Mark dengan nada lembut tak seperti tadi.
Sambil memandang sang penyusup yang sudah berada di dalam mobil menuju rumah sakit.
Mark berhasil membujuk sang penyusup yang bernama Jasen, agar ia mau dibawa ke rumah sakit.
yang tentunya rumah sakit yang sudah di rekomend untuk itu.
"ok kalau begitu ". memberi isyarat kepada anak buah nya agar cepat membawa nya kerumah sakit.
Ia sudah pasrah, akan seperti apa ia nanti. yang penting anak semata wayang nya tidak apa - apa. tidak ada yang mengganggu nya.
****
Lima menit kemudian.
Kriiiing.
📞ya... hallo.... " jawab Doni menarik nafas panjang.
📞ia sendiri tidak tahu. apa itu camera atau flashdisk... yang jelas itu bukti kejahatan Mr Anderson... hanya itu info yang aku Terima ". ucap Mark mengaruk kepala nya yang tak gatal.
" ingat benda hitam itu berbentuk kotak... "Mark kembali mengingat kan.
📞ok... thanks Mark
📞your welcome.. " merasa senang tugas nya selesai. terbayang kembali ia akan ketempat para gadis yang sudah lama tak dikunjungi nya.
Doni menghampiri Via yang terlihat masih mencari benda itu.
"bentuk nya kotak hitam kecil sayang ". ucap Doni saat melihat Via memegang benda bulat dengan erat.
"kotak???.... mengangkat satu alisnya.
"ya... ingatkah???.... " Doni berharap Via mengingat nya.
__ADS_1
perlahan Via mengelengkan kepala.
"tak apa, mungkin suatu saat kamu mengingat nya sayang ". memeluk Via, tak ingin memberatkan orang yang sangat ia sayang.
Pagi yang cerah.
walaupun salju perlahan turun. terlihat matahari yang malu - malu kucing menampakkan cahaya nya.
"hoaaaah.... " Via terbangun dengan merentang kan kedua tangan nya. merasa heran mengapa ia berada di tempat tidur.
Seingat nya ia sedang didepan laptop di sofa.
"pagi sayang ". sapa Doni dengan baki yang berisi susu coklat ditangan nya.
"kamu sudah bangun???...
tumben???.... " tanya Via tak percaya.
"ia semalam aku tidur cepat , setelah kamu tertidur.
"jadi kamu yang memindahkan kan aku ke tempat tidur ". menyandar di makassar tempat tidur.
"hm... aku tidak tega membangun kan mu.. minumlah selagi masih panas ". menyerah kan susu.
"apakah kita akan berada disini terus ". sambil menyeruput susu hangat itu.
"ya...
sampai masalah ini selesai. ....
"huuuf...
ak sampai sekarang tidak ingat , apakah aku pernah melihat benda yang dicari mereka ". ucap Via merasa bersalah jika tak menemukan.
"sudah lah... aku akan mencari jalan keluar.
yang penting kamu dan keluarga Mr Hans aman.
"ya...
"apa kabar mereka..???...
apakah kedua orang tua angkat ku sehat ". dengan pandang mata terawang.
"sayang, sudah... jangan terlalu banyak berfikir. aku akan mencari jalan keluar.. aku janji. " mengambil susu ditangan Via dan meletakkan ke nakas. memeluk erat.
"sabar sayang, tunggu pembalasan ku Anderson. kamu sudah membuat nya menangis ". batin Doni dalam hati masih memeluk erat Via.
tak sadar Via menitikkan airmata.
kasihan orang tua angkat yang begitu baik pada nya.
Sekali lagi mengapa takdir nya seperti ini.
entah dosa apa ia, hingga harus seperti iniini , ia ingin seperti orang lain. beraktivitas seperti biasa. tampa dikejar - kejar..
Sedangkan ia tak bersalah sedikitpun.
"benda hitam kecil kotak ". guma Via. dan itu terdengar oleh Doni.
Via turun dari tempat tidur, berjalan kembali membuka koper yang semalam sudah ia buka.
"semalam sudah kamu buka sayang, mengapa, kamu buka lagi ?. " tanya Doni heran. melihat Via menumplek semua isi koper.
__ADS_1
segini dulu guys.
Like dan cmnd mu sangat berarti buatku