
"Ada apa Don _ dengan wajah yang kembali memerah..
"A..aku ..
HM...a..aku ingin bicara " ucap nya gugup..dengan susah payah ia menelan Saliva nya.
Drrtttt ...
Drrrt...
Ricky 8s calling ...
"**** , menganggu saja , kapan aku menyatakan cinta ku ???...."batin Doni setelah mengetahui yang menghubungi nya Ricky.
(Doni ) Ya hallo "terdengar tak senang sambil memberi isyarat Via untuk diam dengan telunjuk jari nya.
(Ricky )Kamu ada dimana sekarang , ko belum datang , apa kamu masih sakit ??? " melipat tangan nya ke dada.
(Doni) Sudah membaik , tapi boleh kah aku cuti hari ini...
Uhuk..uhuk " Doni pura - pura batuk..
(Ricky )Membaik ko batuk ???..." merasa heran.
(Doni ) Membaik tapi batuk nya , masih ada walau sedikit " berbohong , melihat Via.yang terkekeh sambil menutup mulut nya dengan kedua tangan .
(Ricky Ok...kalau begitu , istirahatlah...
Besok baru datang, sebenar nya ada meeting mendadak. tapi sudah tak apa - apa , istirahat lah ..."ucap Ricky disana.
(Doni )Apa aku harus kesana ?? " ia merasa tak enak hati.
(Ricky ) Jika sakit tak usah dipaksa " terdengar nada Ricky yang datar.
(Doni ) tunggu lah , aku kesana...
Mandang Via sayu..
(Ricky ) terserah..
Tut...Tut..Tut.
Ricky memutus hubungan sepihak.
"Via , kamu tidak apa - apakan jika aku tinggal .
"Nanti Melly akan menemani mu " menatap Via sayu..
"Iya tidak apa - apa , berangkatlah " tersenyum ..
Doni bergegas mengambil kunci mobil.
Menoleh sebentar , dengan ragu mendekati Via.
Dan...
cup ....dadah" tersenyum seperti mendapat durian runtuh.
"Ha...
I...iya , hati - hati " ucap Via gugup..
Mendapat respon seperti itu , memandang tak percaya.
Dengan wajah memerah.
"Sudah sana pergi , kak Ricky menunggu mu " mendorong dan memutar tubuh Doni yang masih 5ak ingin meninggalkan nya...
"Bye , kalau ada apa - apa hubungi aku ya " mengedipkan mata mengoda.
Dengan malu Via hanya menganggukkan kepala.
Via tersenyum melihat tingkah Doni yang absurs.
Dengan kecepatan penuh Doni membawakan kendaraan nya ke kantor.
Tak ingin bos sekigus teman kecil nya menunggu lama
****
Sementara itu ...
"Bisa bicara sebentar mam .." bisik sang ajudan.
"Ada apa ??.."Mrs Bruno mengangkat satu alis nya.
Sang ajudan mengajak ke tepi ujung dimana tidak ada orang .
"Maaf mam , saya bicara berbisik " ucap nya sambil menunduk kan kepala.
"Iya , ada apa dengan mu , apa telah 6erjadi sesuatu lagi . hingga kamu seperti ini " ucap Mrs Bruno merasa ada sesuatu yang di sembunyikan.
"Saya akan bicara , but madam harus santai tidak berisik.
untuk keamanan kita semua " melirik kebelakang , kanan dan kiri.
"Via .....
"Haa , Viaa....
Bisa sudah kamu ketemukan , bagaimana keadaan mau ???.
Sehat kah atau sudah 8tidak bernyawa" jerit nya histeris dengan badan yang gemetar. ia tak siap menghadapi semua .anak dan suami yang...
"Sssttt , tenang mam.
anda harus tenang ".sang ajudan mulai siaga.
Mrs Bruno menarik nafas panjang dan berusaha untuk tenang.
"Ya , ada apa " menelan Saliva nya dengan susah , seakan iya siap dengan kemungkinan yang terjadi.
"Via tadi menghubungi saya , ia dalam keadaan baik . karena ada yang akan di urus nya , untuk sementara ia belum bisa pulang dan perusahaan sudah mau stabil nyonya .
"Your daughter , telah menyelesaikan semua nya , saya bangga dengan your daughter " menundukkan kepala.
"Benarkah...oh my " memegang dada nya karena bahagia.
"Aku sudah tahu anak ini yang akan menyelamatkan kita semua dan membuat saya bangga " menatap sang ajudan. bangga dengan anak angkat kesayangan nya.
"Anda benar Mrs " ikut merasakan bahagia.
"Terus , apa lagi yang dikata kan nya ???.." penasaran .
"Nona hanya mengatakan , jika mam harus memberitahu tuan , agar perusahaan sudah membaik dan harus kuat untuk nya " ucap Sang ajudan menahan rasa haru.
"Baiklah , katakan pada ku , bila Via menghubungi mu , kami menunggu dengan penuh cinta " ucap nya berjalan memasuki ruang ICU.
"Yes mam , akan saya katakan .."berjalan keluar .
ia akan segera kembali kekantor dan membuktikan ucapan Via.
****
Sesampai di kantor..
Terjadi kehebohan antara karyawan dengan para staf.
"Ada apa ini ..." tanya sang ajudan.
"Mr...Mr....
__ADS_1
perusahaan kita kembali normal.
terbukti dari laporan yang saya periksa.
bahkan keuangan yang kemarin zerro, sekarang lebih .
ada yang membantu kita " ucap nya berapi - api sambil memperlihatkan laporan keuangan..di laptop nya.
"Sudah coba tanya bank , ada berapa keuangan kita disana ???...
"Sudah Mr ...dan hasil nya menajupkan ..
"Saya bingung siapa yang melakukan nya hingga perusahaan kita kembali normal ? " tanya nya .
"Ya sudah , kembali bekerja.
Untuk It , jika ada sesuatu yang mencurigakan , segera beritahu kami " ucap tak ingin pertanyaan semakin berlarut , sang ajudan membuka laptop nya.
Cek laporan keuangan yang sudah stabil dan menghubungi pihak bank.
Yang ternyata sama dengan laporan para staf...jika keuangan perusahaan sangat maju pesat .
"Syukurlah ternyata ucapan Via benar..
tapi siapa yang melakukan ini , hingga perusahaan mengalami kerugian begitu besar " guma Sang ajudan .melihat layar laptop nya intens.
Mencari dan mencari..
Ah...kurang aja , rupa - rupa nya dia ' sang ajudan terlihat geram.
Email yang di kirim Via , membuat nya geram.
'Ok...kamu akan tahu berhadapan dengan siapa " mengambil benda pipih pintar itu dan menghubungi seseorang.
"Aku mau cari orang yang ku kirim , bawa ketempat biasa " perintah nya.
****
Sementara Doni yang sudah sampai di kantor , langsung menghubungi Ricky..
"Cerah sekali hari ini ' mengangkat satu alis nya heran dengan wajah Ricky yang terlihat selalu tersenyum.
"Kagetin aja Lo , bukan ketok pintu dulu ' pura - pura marah agar Doni tak mengetahui ia sedang happy.
"Tadi gue Uda ketik pintu tiga kali , bos cuma cengar cingir " mengangkat satu alis nya..
"Ada ada bos , apa ada yang menarik hati bos "Ucap Doni tersenyum sambil menarik turun kan alis nya menggoda .
"Aiss...meeting Don , kita di tunggu meeting.
Ayo ' jawab Ricky alibi , sambil berjalan keluar.
Disudut bibir nya tersembunyi senyum yang ditahan.
"Ok bos ' dengan riang Doni mengikuti Ricky dari belakang .
Yang sebelum nya mengambil berkas di laci meja dan berkas sang bos yang tak sadar ditinggalkan di atas meja kerja nya.
Saat meeting Ricky tak dapat menghilangkan bayangan wajah Ayu yang sesuai nama nya Ayu.
Begitu juga dengan Doni , saat meeting konsentrasi nya terbelah dua.dengan meeting hari ini dan Via yang ditinggalkan nya dirumah.
Kedua pemuda tampan itu, pada saat bersamaan terlihat tidak konsentrasi penuh, karena di otak mereka terbayang wajah gadis yang dikasihi nya.
****
Mrs Bruno berjalan perlahan memasuki ruang ICU , dimana sang suami masih betah memejamkan mata.
Dengan alat detak jantung dan selang infus serta oksigen.
"Honey bangunlah , tahukah engkau, anak yang kita sayangi sudah menyelamatkan perusahaan mu.
bangunlah honey.
"Bangunlah Honey , cape tidur terus " menahan air bening di sudut mata nya jatuh.
"Anak kita , harapan kita sudah membuat ku bangga.ia sudah membuat perusahaan mu stabil honey ...
"Anak kita selamat ...ia tidak kurang apa pun , bukti nya ia berhasil menyelamatkan perusahaan mu Honey.
ia tak kurang apa pun disana , ayo bangun lah...
"Kasihan anak kita, ia menunggu mu" ucap Mrs Bruno menghapus air bening yang jatuh ,ia tak kuat menahan nya.
Tetapi sang suami tetap menutup mata nya rapat - rapat...
Huuufff...
"Honey bangun lah " tak henti nya berbicara...
Menatap sang suami yang masih betah tidur , dengan lesu ia keluar dari ruang ICU itu..
Tak di ketahui Mrs Bruno , jari - jari Mr Bruno bergerak , walau pergerakan jari nya lemah.
Bergerak terus seakan Mr Bruno memberitahukan bahwa ia akan sadar.
Saat perawat masuk dengan kegiatan rutin nya , memeriksa pasien.
"Mr Bruno mengerakkan tangan nya. " ucap perawat sambil memencet bel di atas kepala nya.
Terlihat para dokter bergegas memasuki ruang ICU dimana Mr Bruno tidur.
"Ada apa dengan suami saya dok ? "tanya nya mencegat sang dokter yang sedang terburu - buru masuk kedalam kamar.
"Sebentar nyonya..."tak menggubris pertanyaan Mrs Bruno , ia bergegas masuk.
"Oh Mya God , ada apa dengan Nya '.menekan dada yang terasa sesak.
"Mam ..ada apa ? " tanya sang ajudan ketika ia datang melihat para dokter bergegas masuk kedalam.
"Saya pun tidak mengetahui nya "berjalan mondar mandir bagai setrikaan. gelisah.
"Madam , duduk disini , saya akan mencari tahu " mendudukkan Mrs Bruno lembut di sebuah kursi rumah sakit.
Terlihat para dokter , keluar dari ruang ICU .
"Keluarga Mr Bruno ???...
"Ya saya istri nya dokter , ada apa dengan suami saya ".dengan tangan mengatup didada .
"Selamat nyonya , suami anda sudah membuka mata nya , tapi saat ini ia tertidur kembali , karena pengaruh obat yang saya berikan ' mengenggam tangan Mrs Bruno..
"Thanks God " sambil berlinang air mata.
Setengah berlari , Mrs Bruno menghampiri sang pujaan Hati nya.
"Honey , syukurlah kamu sudah sadar " mengelus tangan yang sudah terlihat berkerut tapi masih gagah itu dengan lembut.
"Bagaimana dengan Via , apakah mereka sudah menemukan nya " air bening itu jatuh perlahan , ia merasa menyesal tidak menjaga Via dengan baik.
"Honey , tenang..
saat ini anak kesayangan kita selamat, ia berada di suatu tempat " cerita Mrs Bruno berbinar - binar.
"Benarkah , apa kamu tidak sedang menghibur saya ??? ' menatap 5ak percaya.
Dengan segera Mrs Bruno geleng - geleng kepala.
"Tidak , ini kenyataan.
Ia sudah diketemukan di suatu tempat sedang bersembunyi dalam keadaan selamat.
__ADS_1
satu lagi dad , anak kebanggaan kita sudah membuat perusahaan kita yang bangkrut menjadi berdiri dengan gagah " ucap nya berapi - api.
"Haaa...
are you sure ???..
"Ya...saya yakin sekali.sebab kabar ini disampaikan oleh ajudan mu..
Via mengetahui dad sakit dan di rawat , ia menghubungi ajudan mu " terang nya panjang lebar dengan semangat.
"Syukurlah...
aku merasa bersalah dengan anak kita mom..
walau ia anak angkat, tapi membuat kita bangga ' memegang tangan sang istri terharu.
"Ya dad , aku juga tak mengira jika Via selamat.ketika ajudan mu memberitahu tentang Via , dipikiran ku tak ingin mendengar jika Via diketemukan sudah tak bernyawa.." berusaha menahan mata nya jatuh.
Mr Bruno tak dapat berkata - kata , dengan lembut ia mengecup tangan istri nya tercinta.
"Siapa 6any jahat dad , sampai ia berbuat terhadap anak kita yang tak bersalah ' ucap nya.
"I don't now "menggeleng kepala dengan lemah..
****
Sementara itu Ayu , yang datang pagi sekali rumah Ricky.
drrtt..drrrttt...
Ayu is calling...
Ricky merogoh celana nya , mengambil benda pintar itu di kantong nya.
Tersenyum ketika melihat yang menghubungi nya.
"Ya hallo " setengah berbisik.
"Maaf kak , lagi sibuk??..
saat ini aku sedang di depan Apartemen kakak.
"Ayu...yes ia menghubungi ku " batin nya bersorak gembira.
"Ada apa tumben !!..." menahan senyum.
"Aku , membawa makanan "ucap nya sambil mengangkat rantang yang berisi makanan. yang jelas tak dilihat oleh Ricky .
"Aku sedang rapat.
akan ku hubungi pihak Apartemen untuk memberi mu kartu, agar kamu bisa masuk dan kode nya , nanti ku beritahu " masih pura - pura waja datar , Karen ia tahu Doni menatap nya heran.
"Ok kak ...
"HM...
Dengan wajah yang sumingrah.
Tut..tut..tut..
Setelah mendapat kan kartu untuk membuka pintu
Ia membersihkan kamar dan seluruh ruangan
Merasa telah tolong oleh Ricky. harus berbuat sesuatu agar sedikit menyenangkan orang yang sudah menolong nya.
Itu cara pikir Ayu yang masih polos.
Pemikiran yang sangat sederhana.
Ricky yang selalu tersenyum , membuat alis Doni terangkat satu.
Merasa heran dengan seorang Ricky yang selalu berwajah datar bila dikantor.
Iseng Ricky membuka CCTV yang berhubung ke handpone nya.
Tengah asik membersihkan rumah.
tingg...
aplikasi WhatsApp nya berbunyi , membuat Ayu berhenti bekerja
💌 sedang apa ???..
💌 membersihkan ruangan kakak.
"HM...5ernyata ia jujur " batin Ricky.
💌mengapa kamu repot , sudah besok ada orang yang selalu membersihkan Apartemen ku...
💌Tidak apa - apa kok kak , cuma sedikit.
💌tunggu aku jangan pulang dulu.
masih melihat pergerakan Ayu di CCTV handpone nya.
💌Jam berapa kakak pulang ?
💌mungkin jam 04.00
Melirik jam di tangan nya.
💌baik kak .
Ayu berkata sambil meletakkan makanan di meja makan.
"Sudah selesai , tunggu kakak Ricky pulang " ucap nya sambil memencet remote melihat acara di televisi
Bosan dengan nonton Televisi , akhirnya Ayu tertidur di sofa ruang tamu.
"Ada apa dengan bos satu ini " batin Doni dalam hati, melihat Ricky tersenyum sambil melihat handpone nya.
****
Jam menunjukkan pukul 17.00.
Dengan sumringah Ricky melihat jam ditangan, saat nya pulang.
"Don...tak usah lembur pulang saja, kamu masih kurang sehat ' ucap Ricky tak seperti biasa nya.
"Tumben " batin Doni dalam hati.
"Bos mau kemana ??? " melirik .
"Aku mau pulang saja , malas kemana - mana " ucap nya pura - pura tak bersemangat.
"Bos juga sakit ???...."bertanya heran , mengangkat satu alisnya.
"Baik - baik saja " mengangkat kedua pundak nya, seakan tidak terjadi apa - apa.
"Tumben , biasa nya juga pergi kemana gitu " selidik Doni.
"Hanya lagi malas saja , tak ingin keluar ." sekali lagi menyembunyikan perasaan senang nya.
"O..ya sudah bos , aku juga mau pulang istirahat...
Membersihkan meja kerja nya dan memasukkan semua file kedalam lemari kerja serta mengunci nya...
ternyata susah kalau lagi butek guys .
maaf bila novel ku tak berkenan..
__ADS_1
selamat membaca.
Like , komen dung