
Gengsiku selalu mengusik telinga dan mataku dan terus mencekikku
dengan erat, bilaku berlari menjauh dan mebencimu akankah itu yang ku mau.
Namun di saat yang sama aku sadar aku tak mampu melihatmu tertawa lepas
bersamanya bukan hanya leher yang teras tercekik tapi ruang di sekitarku seakan
tak ada udara dan aku hanya bisa terus mencari-cari terus dan terus untuk bertahan
hidup namun masih dengan rasa aneh ini.
Kemana si Freda ini ? Fikri itu juga masih ajah ngajak ngobrol hal
yang tidak penting saat selesai jam sekolah, ku rasa dia sudah ada di parkiran sepeda tapi ini kan hujan apa dia
nekat ? ku susul ajah ( melangkah cepat ) Freda ngapai di tengah-tengah hujan
gitu! ( menghapiri Freda dan menariknya untuk berteduh )kamu ini gak tau hujan
? apa emng mau main hujan ke anak kecil gitu, astaga itu ( melihat baju Freda
yang basa ) karena baju kamu basa jadi
nerawang semua ! Apaan sih ... apa yang
kamu lihat... dasar cowok mesum ( menutupi dan menjaga jarak dengan Panca ).
Kamu nih Cuma bisanya menghina iya, aku kan Cuma ngsih tahu agar nanti gak ke
ekspos kemana-mana, lagi pula main hujan ke anak kecil ajah. Aku lihat dulu
kayaknya ada almet aku di tas yang lupa aku keluari ( menggeleda tas dan
mengambil almet dan memberikan ke Freda ) nih kan tambah kacau kalau kau mau
pulang dalam keadan ke gitu, ini juga almet tebel jadi walau basah gak akan
kaya tadi, ya udah gau usah dibahas lagi tadi aku bukan main hujan tapi beneri
sepedaku iya lagi macet gak bisa gerak dan berhubung hujan jadi susah
benerinya, iya udah coba aku yang beneri ini tasku pegang jangan sampai basa,
__ADS_1
juga tolong pasangi penutup tasku biar gak basah nanti. Ini sih lepas rantai
tapi sebagian rantainya nyangkut jadi susah ( menganbil kayu dan membenarkan )udah beres nih ayok kita pulang aku
yang akan boncengi, kamu bisa berdiri di
belakang? Iya aku bisa! Ini juga sepeda kenapa yang ke gini sih gak ada tempat
duduknya, apa kamu mau di depan biar ke pasangan gitu, ihhhhh gak mau biar aku
di belakang ajah. Sini tasku biar gak susah, pegang pundakku yang bener inikan
hujan takutnya jalantuh berlubang tapi gak kelihatan tergenang air. Iya..iya
nih juga aku pegang dengan bener kok, tapi mampir dulu ke pos satpam mau
ngambil hp yang aku titipkan ( kamipun mulai pergi dan mampir di pos satpam ) pak Ujang mau
ngambil hp, ohhh dek Freda mau ngambil hp, nih ( memberi hp ) cie hujan-hujan
di antar sama pacar bukannya dia anak baru itu iya lupa saya namanya,,, siapa
iya. Bukan pacar pak Ujang ini hanya teman mau kerja kelompok jadi pulang
bareng dan mananya Panca pak, iya udah saya permisi pak. Ini kita pulang
kuyut nih. Ayo masuk ! mbok...mbok.. sepertinya mbok gak ada jadi kamu di sini
dulu aku ambili aduk , ini anduk dan
bajunya ganti ajah di kamar ganti lalu
aku pergi mau menuju dapur tapi kami saling tabrakkan karena arah kamar mandi dan
dapur satu arah dan berhubung lantai licin karena air hujan yang kami bawah itu
membuat posisi kami saling tindih satu sama lain .
Namun saat itu aku merasa
seperti panas seakan peredaran darahku mengalir begitu cepat dan detak
jantungku berdetak begitu cepat dan kecang seakan aku bisa mendengarnya dari
telingaku. Ihhh kau.... dasar mesum... ( aku cepat berdiri dan senjauh
__ADS_1
selangkah darinya ). Ahh siapa juga yang mesum ini mah karena ketidak sengajaan
jadi jangan ngomng sembarangan dong nanti kalau ada orang yang dengar kamu bisa
mencemarkan nama baikku dan aku bisa menuntut kamu (kami saling memalingkan muka dan melanjutkan tujuan kami
yang semula ). Itu aku siapi teh hangat dan sebaiknya kita di ruang tamu utama
saja karena di sini sudah basa, biar nanti mbok yang mebereskan, aku ganti dulu
. Kamu lagi apa kok gak mulai latihan dulu ? sekarang kita belajar matematika
saja dulu karena suhu dingin kurang nyaman kalau kita latihan balet. Ini aku
udah siapi materinya dan soal-soal dasar yang mudah di kerjakan . Getaran itu dimulai pada saat itu dan tanpa terasa
getaran itu muncul namun aku belum juga pasti akan arti sesunggunya dari sampai hari ini yang genap sudah dua minggu
kami rutin bertemu untuk latihan tapi logikaku masih benar-benar mengelak kalau
dia adalah pria yang keren mungkin juga
orang itu masih jadi orang yang nomor satu dalam hatiku. Freda !.....Freda....!
ada yang akan aku sampaikan berhubung dengan lomba yang sebentar lagi jadi
lebih baik kita melakukan persiapan secara menyeluruh dengan seluruh anggota
yang mengikuti lomba nanti jam 3 sore di aula, jangan sampai telat. Iya aku
datang ! ( tersenyum lebar ) iya udah
aku kesana dulu sampai jumpa aku membalas anggukan dan aku mengiringi perginya dia dari belakang punggung terlihat sangat famiiliar karena aku
sering memandang dia dari belakang seperti sekarang. Udah pergi orangnya gak
akan berubah juga kalau kamu lihati terus, kejar kalau itu penting jangan
senyum-senyum gak penting dibelakangnya, apaan si Panca udahlah jangan ikut
campur urusan pribadiku dan jangan lupa nanti jam tiga kita ke sekolah. Baik
bos iya udah ayok kita latihan di rumahku sebelum kesekolah ini aku menjawab
dengan anggukan dan pergi menjau dari dekat Panca. Kenapa ada rasa gelisa dan
__ADS_1
risih dengan kedekatan mereka bukannya dari awal aku udah tau kalau anak itu
suka sama cowok itu.