TAKDIR

TAKDIR
rasa apa ini?


__ADS_3

Gengsiku selalu mengusik telinga dan mataku dan terus mencekikku


dengan erat, bilaku berlari menjauh dan mebencimu akankah itu yang ku mau.


Namun di saat yang sama aku sadar aku tak mampu melihatmu tertawa lepas


bersamanya bukan hanya leher yang teras tercekik tapi ruang di sekitarku seakan


tak ada udara dan aku hanya bisa terus mencari-cari terus dan terus untuk bertahan


hidup namun masih dengan rasa aneh ini.


 


Kemana si Freda ini ? Fikri itu juga masih ajah ngajak ngobrol hal


yang tidak penting saat selesai jam sekolah,  ku rasa dia sudah ada di parkiran sepeda tapi ini kan hujan apa dia


nekat ? ku susul ajah ( melangkah cepat ) Freda ngapai di tengah-tengah hujan


gitu! ( menghapiri Freda dan menariknya untuk berteduh )kamu ini gak tau hujan


? apa emng mau main hujan ke anak kecil gitu, astaga itu ( melihat baju Freda


yang basa )  karena baju kamu basa jadi


nerawang  semua ! Apaan sih ... apa yang


kamu lihat... dasar cowok mesum ( menutupi dan menjaga jarak dengan Panca ).


Kamu nih Cuma bisanya menghina iya, aku kan Cuma ngsih tahu agar nanti gak ke


ekspos kemana-mana, lagi pula main hujan ke anak kecil ajah. Aku lihat dulu


kayaknya ada almet aku di tas yang lupa aku keluari ( menggeleda tas dan


mengambil almet dan memberikan ke Freda ) nih kan tambah kacau kalau kau mau


pulang dalam keadan ke gitu, ini juga almet tebel jadi walau basah gak akan


kaya tadi, ya udah gau usah dibahas lagi tadi aku bukan main hujan tapi beneri


sepedaku iya lagi macet gak bisa gerak dan berhubung hujan jadi susah


benerinya, iya udah coba aku yang beneri ini tasku pegang jangan sampai basa,

__ADS_1


juga tolong pasangi penutup tasku biar gak basah nanti. Ini sih lepas rantai


tapi sebagian rantainya nyangkut jadi susah  ( menganbil kayu dan membenarkan )udah beres nih ayok kita pulang aku


yang akan boncengi, kamu bisa berdiri  di


belakang? Iya aku bisa! Ini juga sepeda kenapa yang ke gini sih gak ada tempat


duduknya, apa kamu mau di depan biar ke pasangan gitu, ihhhhh gak mau biar aku


di belakang ajah. Sini tasku biar gak susah, pegang pundakku yang bener inikan


hujan takutnya jalantuh berlubang tapi gak kelihatan tergenang air. Iya..iya


nih juga aku pegang dengan bener kok, tapi mampir dulu ke pos satpam mau


ngambil hp yang aku titipkan ( kamipun mulai pergi  dan mampir di pos satpam ) pak Ujang mau


ngambil hp, ohhh dek Freda mau ngambil hp, nih ( memberi hp ) cie hujan-hujan


di antar sama pacar bukannya dia anak baru itu iya lupa saya namanya,,, siapa


iya. Bukan pacar pak Ujang ini hanya teman mau kerja kelompok jadi pulang


bareng dan mananya Panca pak, iya udah saya permisi pak. Ini kita pulang


kuyut nih. Ayo masuk ! mbok...mbok.. sepertinya mbok gak ada jadi kamu di sini


dulu aku ambili aduk  , ini anduk dan


bajunya  ganti ajah di kamar ganti lalu


aku pergi mau menuju dapur tapi kami saling tabrakkan karena arah kamar mandi dan


dapur satu arah dan berhubung lantai licin karena air hujan yang kami bawah itu


membuat posisi kami saling tindih satu sama lain .


    Namun saat itu aku merasa


seperti panas seakan peredaran darahku mengalir begitu cepat dan detak


jantungku berdetak begitu cepat dan kecang seakan aku bisa mendengarnya dari


telingaku. Ihhh kau.... dasar mesum... ( aku cepat berdiri dan senjauh

__ADS_1


selangkah darinya ). Ahh siapa juga yang mesum ini mah karena ketidak sengajaan


jadi jangan ngomng sembarangan dong nanti kalau ada orang yang dengar kamu bisa


mencemarkan nama baikku dan aku bisa menuntut kamu (kami saling  memalingkan muka dan melanjutkan tujuan kami


yang semula ). Itu aku siapi teh hangat dan sebaiknya kita di ruang tamu utama


saja karena di sini sudah basa, biar nanti mbok yang mebereskan, aku ganti dulu


. Kamu lagi apa kok gak mulai latihan dulu ? sekarang kita belajar matematika


saja dulu karena suhu dingin kurang nyaman kalau kita latihan balet. Ini aku


udah siapi materinya dan soal-soal dasar yang mudah di kerjakan . Getaran  itu dimulai pada saat itu dan tanpa terasa


getaran itu muncul namun aku belum juga pasti akan arti sesunggunya dari  sampai hari ini yang genap sudah dua minggu


kami rutin bertemu untuk latihan tapi logikaku masih benar-benar mengelak kalau


dia adalah pria yang keren  mungkin juga


orang itu masih jadi orang yang nomor satu dalam hatiku. Freda !.....Freda....!


ada yang akan aku sampaikan berhubung dengan lomba yang sebentar lagi jadi


lebih baik kita melakukan persiapan secara menyeluruh dengan seluruh anggota


yang mengikuti lomba nanti jam 3 sore di aula, jangan sampai telat. Iya aku


datang ! ( tersenyum lebar )  iya udah


aku kesana dulu sampai jumpa aku membalas  anggukan dan aku mengiringi perginya dia dari belakang  punggung terlihat sangat famiiliar karena aku


sering memandang dia dari belakang seperti sekarang. Udah pergi orangnya gak


akan berubah juga kalau kamu lihati terus, kejar kalau itu penting jangan


senyum-senyum gak penting dibelakangnya, apaan si Panca udahlah jangan ikut


campur urusan pribadiku dan jangan lupa nanti jam tiga kita ke sekolah. Baik


bos iya udah ayok kita latihan di rumahku sebelum kesekolah ini aku menjawab


dengan anggukan dan pergi menjau dari dekat Panca. Kenapa ada rasa gelisa dan

__ADS_1


risih dengan kedekatan mereka bukannya dari awal aku udah tau kalau anak itu


suka sama cowok itu.


__ADS_2