TAKDIR

TAKDIR
INI KISAH AWALNYA


__ADS_3

    Ini berjalan  searah dengan jarum jam bukan karena aku juga bukan karena dia dan


inilah awal kisahku dan dia yang belum tau jadi seorang teman, sahabat ataupun


orang tersayang tapi aku percaya mengenalmu aku tak akan perna menyesalinya.


        Novel ini kuciptak dari rasa yang kurasakan kata


demi kata  perlahan aku ukir di kertas


ini dan aku berharap novel-novel yang aku rangkai sepenuh hati bisa di


terbitkan dan disebar luas agar bisa di baca semua orang. Di kelasku masih


menggenggam pena dan buku catatan khususku dan mulai menulis sesuatu yang sudah


kurangkai meksipun baru potongan-potongan cerita yang belum tau ujung ceritanya


ku bawah kemana. Nommm....kantin yok dari tadi nulis terus gak capek nih aku


udah laper banget  nanti di lanjuti deh


nulisnya ayo dong aku selalu dukung kamu, tapi ini kan istirahat (


menarik-narik tanganku) oke...oke ayok kita kantin aku masukan buku ke tas dulu


ya setelah itu kami berjalan menyusuri koridor munuju kantin, Nom lihat deh


anak baru itu siapa namanya ihhhh lupa aku, Panca sahutku mengingatkannya. Iya


iya Panca tampan yang dia lihat gayanya yang cool itu meskipun sediki pendiam


tapi dia bisa berbaur dikalangan anak cowok yang lain dengan cepat aku pengen


bangen dekati dia kalau menurut kamu dia keren gak? Kalau menurut aku sih


ganteng tapi aku kurang tertarik mungkin yang seperti Panca bukan tipeku jadi


iya biasa ajah seruku menjawab pertanyaan Ani. Karena kantin cukup jauh kami


menyusri tempat koridor kelas IPA sampai kami menyusuri lapangan basket aku


terkejut secara tiba-tiba bola basket meluncuk ke kami dan mengenai lenganku,


kalian baik-baik saja kata-kata itu meluncur dari seseorang yang sempat membuat


aku diam mematung untung saja temanku yang cerewet ini menjawab pertanyaan kak


itu, iya kakak Radit Ismail ketua panitian acara-acara lomba bila akan di


selenggara dialah yang akan mengurus semua yang di butuhkan termaksud yang


sedang di lakukan hari ini memantau anak basket latihan untuk mempersiapkan


lomba beberapa hari lagi. Kami terkejut dan temanku sampai terkena bolanya


jangan mengopernya nyeleweng begitu kakak padahal kami sudah cukup jauh sahut


Ani, maaf iya tadi memang salah pormasi jadi kacau sampai bolanya kesini kamu


gak papa kan matanya tertujuh padaku seakan memeriksa keadaanku. Gak papa kak


cuma agak merah ajah, kami permisi kak aku pun menarik tangan Ani pergi menjauh


dari kakak itu. Kami pun sampai di kantin dan dengan segera makan setelah makan


kami bergegas ke kelas karena jam istirahan sebentar lagi usai, sesampainya


kami di kelas sudah ada guru di depan papan tulis dan kami di persilakan duduk


tapi yang membuat heran itu adalah guru BP bukan guru yang akan mengajar hari


ini sudah saya duga kalau guru BP ini akan memberikan pengumuman, anak-anak ibu


mendapat informasi kalau sebentar lagi akan di adakan lomba baletrina


sekecamatan dan akan melanjut ke provinsi dan kota untuk mendapatkan yang akan


mewakili indonesia dengan jenjang internasional, sejenak lamunanku melayang


mengenang sosok yang lembut dan penuh kasih terhadapku yang sudah lama  menghilang aku tak sadar saat kumelamun


tanganku dalam keadaan mengacung ke atas bukan tanpa sebab karena ada yang


membantu mengangkatkannya, oke sudah saya catatat namanya ini saya sebut lagi


namanya Bunga, Mira, Amanda, Dina dan yang terkhir Freda selamat latihan


masalah pendaftaran akan di tanggung oleh sekolah baiklah saya permisi.


Tatapanku langsung terfokus pada Ani, dia memang tau kalau aku juga cukup mahir


balet karena Ani adalah teman sejak SD jadi dia tau apa saja yang sudah terjadi


padaku mungkin karena itu lah dia berbuat begini padaku, oke jangan menatap  gitu dong aku minta maaf tapi ini bisa jadi


trobosan barumu untuk bangkit dari masa kelammu Nom yang aku tau kau pasti belum


bisa ngelupai itu, ini kesempatan kamu aku dukung dan kau harus bisa ngerelai


kak Nesin dia udah damai sama yang kuasa aku yakin Nom kamu bisa sambil menepuk


pundakku dan berlalu pergi aku berpikir dan merasa seakan yang dikatakan Ani


itu memang benar dan membuat aku merasa tercekit dan ada suatu masalah yang


belum bisa aku selesaikan selama ini dan aku malah berlari menjauhinya saja.


Aku putuskan akan mengikuti lomba itu meskipun sulit karena terakhir kali aku


melakukan gerakan beletrina saat 5 SD di saat itu aku mendapat kabar kalau


kakakku meninggal kecelakaan kebakaran di Amerika dan mayatnya belum ditemukan


sampai sekarang di duga mayatnya sudah menjadi abu karena hal itu aku membuang


kemampuan baletrinaku karena itu mengingatkanku pada sosok motivasiku yaitu


kakakku tersayang yang bernama Nesin Purnama Indah yang selalu mengajariku


gerakkan indahnya dan selalu menemaniku latihan dan membantuku bangkit lagi

__ADS_1


bila saat latihan aku jatuh karena gerakan baletrina itu bukanlah hal yang


mudah yang bisa di lakukan semua orang. Aku merasa sedang bertempur pada


keadaan dan diriku sendiri,  kebencianku


pada balet membuat aku menutup kenyataan yang tersembunyi selama ini dan begitu


lamanya hingga aku menyadari. Ku mulai dengan pemanasan sebelum melakukan


gerakan,setelah selesai aku lanjutkan  melangkakan kakiku dengan gerakan dasar dulu perlahan-lahan tapi pasti


gerakanku semakin lihai.


        Aku Zius Panca sudah 3 hari yang lalu aku pindah


kesini iya Palembang bukan tempat yang begitu kuno dan aku pindah  kesini bukan karena aku bosan dengan Jakarta


tapi karena kondisi keadaan dan kesehatanku memburuk karena sesuatu yang telah


terjadi dan sangat susah di deskripsikan apalagi dalam nalar manusia yang hanya


berpikir logis, tepat hari ini aku sudah resmi jadi siswa SMA NUSA 1 dan


berusaha beradaptasi dengan tempat ini namun aku juga secara sempontan mulai


hati-hati agar kejadian yang terjadi di sekolahku yang dulu tak terjadi. Sesudah


usai kegiatan sekolah aku sengaja berkeliling-keliling di sekitar lingkungan


sekolah ini, kalau di lihat sekilas memang sekolah ini bisa terbilang golongan


besar dan cukup mewah karena luasnya melebihi rata-rata itu membuat aku


penasaran ada gedung apa saja ? dan suasananya juga cukup terjaga dari


kebersihan juga masih banyak pohon-pohon yang sengaja di tanam agar tidak


terlihat terlalu gersang. Sudah lama aku berjalan dan mengeliling lingkungan


sekolah ini aku lihat ada ruangan terbuka lalu aku masuk kedalam ruangan itu,


kalau aku lihat-lihat ini seperti tempat pertunjukan atau tempat berkumpul


mungkin soalnya banyak kursi-kursi memanjang yang berpusat pada arah depan seperti


saat menonton di bioskop, karena alasan males pulang aku memutuskan untuk


istirahat di tempat antara kursi-kursi itu menunggu rasa malasku hilang.


                Saat ku terus


berlatih tiba-tiba pandanganku tertuju pada sosok yang membuat kaget “ astaga


emmmm” sejak kapan kakak disini mengarahkan pertanyaan ku terhadap seseorang


yang akupun tak tau kapan dia datang, dia orang yang aku suka dan tadi aku


bertemu dia di tepi lapangan basket. Aku mengagetkanmu iya maaf, sebenarnya aku


ke sini hanya mau mengambil sepanduk yang ada di gudang panggung tapi aku malah


ambil sepanduknya, oh iya kamu tadi yang terkena bola basket itu kan sekalian


aku tadi minta maaf aku sangat merasa tidak enak, akupun menjawab tidak papa


kak sejenak terdiam dan kakak itu berlalu menuju belakang panggung karena di


situlah gudang tempat barang-barang perlengkapan pertunjukan. Kakak itu pun


kembali dengan membawah sepanduknya, oh iya boleh tau namamu siapa? Sepertinya kau


yang akan ikut lomba baletrina itu yah,,,sepertinya kemampuanmu sudah di asah


dari kecil.. semoga kau lolos seleksi awal dan kita pasti sering bertemu,


setelah kakak Radit terdiam aku pun menjawan pertanyaannya nama ku Freda


kak,semoga saja bisa lolos sampai perlombaan dan memegang kemenangan, makasih


sportnya kak (membalas dengan senyum). Namaku Radit  dari kelas 3A bisa kau panggi Radit atau


kakak Radit supaya kelihatan lebih ramah, (Radit,,,,Radit,,,,,,,terdengar suara


gema) muncul cewek dengan rambut panjang  sedikit  merah warna rambutnya,”udah di cari anak-anak


lama banget ngambil sepanduknya  (terdengar  suara  yang  serak- serang seksi) dia menatapku denagan


tajam sebenarnya aku tidak tau siapa dia, sampai kakak itu mengatakan iya


sebentar Clara aku akan membawa sepanduknya, yah sudah aku pergi dulu Freda. Aku


terdiam sejenak saat aku tau kalau itu Clara iya Clara Yunda pacar kak Radit


aiiiii cantik banget lagi tadi kakak itu bagaimana aku bisa bersaing menyukai


kak Radit kalau semua tipe cewek idaman saja sudah ada di Clara itu semua dari


penampilan, gaya berbicara, pasti dia juga kaya sudah-sudah Nom, ya kau harus


fokus di balet. Aku merasa gerakkanku semakin kacau mengikuti pikiranku yang


sedang  kacau balau,,oh benar-benar membuat


aku menguras tenaga dan karena salah melangka aku jadi jatuh dan rasanya sangat


sakit aku tak tau sakit karena merasa cemburu melihat kakak Radit atau sakit


karena jatuh membuat aku tanpa sadar meneteskan air mataku dengan derasnya.


Hahahah.......hahahaha.... apa kau selemah itu cuma karena jatuh begitu kau


sudah menangis, ehhhhh aku yakin kau pasti gugur dalam seleksi di kecamatan ini


belum bertanding saja kau sangat rapu begini apalagi bertanding di bagian kota


apa begini bakat-bakat yang ada di sekolahan  SMA NUSA 1 ini, (orang yang tiba-tiba muncul dari bangku penonton yang


membuat aku sejenak terdiam dari tangisanku). Kau sejak kapan  ada disitu, sudahlah jangan sok tau tentangku


dan jangan meremehkan kemampuan seorang. Tangisan, tawa  tak ada hubungan dengan bakat seseorang, jadi

__ADS_1


kau cukup lihat saja nanti aku akan tunjukan pada dirimu kalau aku bisa menang


sampai di tingkat kota. Dan kalau sampai itu terjadi, aku tunggu permintaan


maafmu ( sambil menunjuk dia dan mata kami saling menantang  dalam tatapan satu sama lain). Karena


kesalnya aku langsung berdiri mengambil barang-barangku dan pergi dari ruangan


itu beberapa detik setelah aku keluar dari ruangan itu kaki sekarang terasa


sakit karena itu aku berjalan secara perlahan dan sedikit picang. Benar-benar


cowok sombong, sebenarnya dia tuh sekarang sekolah di mana ? kenapa dia juga


menghina sekolahnya ? dasar emmmhhh aku tak sadar ngomel sendiri sambil


berjalan.


        Tepat jam 5 sore aku pulang dengan sepedaku tapi karena kakiku sakit


aku menuntuk dan berjalan kaki, di kompleks kami banyak gang jadi saat aku mau


nujuh gang timur sedangkan aku dari utara jadi tidak terlihat dan sesuatu yang


buat kaget.ya ampun buat aku kaget saja, kamu! Astaga kenapa sih ketemu kamu


lagi? Kamu kok bisa ada di sini ? apa kamu ngikuti aku ? (menatap dengan


tatapan curiga ). Hey ini jalan umum, apa pentingnya mengikuti kamu ? balas


pertanyaanku. Oh ... ya sudah ! aku melewatinya dan melanjutkan perjalanan. Hey


kau ( dengan nada keras seperti memanggil ) aku menoleh ke arahnya. Bisakah kau


membantuku ? sejenak aku memandang Panca, membantu apa ? ( nada sedikit judes )


sebenarnya aku tersesat, aku tidak begitu hapal jalan disini . Baiklah aku akan


membantumu, alamat tinggalmu di mana ? kompleks mana? Emmmmhhhh di mana


yah...beri aku waktu untuk  mengingatnya,


(2 menit kemudian) oh iya komples berkah gang jaya pura. Sepertinya itu tidak


jauh dengan rumahku jadi kita satu arah ayo jalan ikuti aku, ( setelah beberapa


saat berjalan ) ini gang yang kau sebut, kau tau di mana rumahmu atau kita


perlu ke tempat pak RT untuk minta bantuan. Tidak usah aku ingat kalau dari


jalan ini, oh ya sudah aku pulang dulu, hati-hati di jalan ( kami berpisah dia


masuk gang sedangkan aku harus lurus karena gang rumahku tidak sama dengan gang


rumahnya. Ahhhh dia Cuma pergi tanpa mengucapkan terimakasih, hebat ehhh dasar


cowok sombong. Hari ini adalah pertemuan pertama kami, apakah pertemuan ini


membuat hal yang baru dalam hidupku dan membimbingku dengan keajaiban atau


malah menjerumuskanku kedalam kutukan jahanam hanya waktu yang bisa menjawab


takdir pertemuan kami.


                Aku sudah


berusaha untuk menahannya tapi semakin aku memperhatikan dirinya yang menyiksa


diri dengan perilaku yang tidak berguna membuat aku harus masuk lagi ke dalam


masalah yang bisa jadi akan menyiksaku lagi dan lagi.


Hahahah.......hahahaha.... apa kau selemah itu cuma karena jatuh begitu kau


sudah menangis, ehhhhh aku yakin kau pasti gugur dalam seleksi di sekolahan ini


belum bertanding saja kau sangat rapu begini apalagi bertanding di bagian kota


apa begini bakat-bakat yang ada di sekolahan  SMA NUSA 1 ini, iya aku mengucapkan ini bertujuan untuk menyemangati dan


membuat dia harus tetap fokus, dengan begini dia bisa terhindar dari hal-hal


bodoh yang tak seharusnya dia pikirkan. Tapi sesuai perediksiki dia tidak bisa


membaca niat baikku tapi dia malah terbawah emosi dan langsung menantangku


dengan tatapannya itu aku melihat kepercayaan dirinya sudah kembali dan


setidaknya niat baikku tersalurkan meskipun dia tak menyadarinya. Ada rasa


kagum dalam hatiku terhadap tarian indahnya dan sorot tatapan matanya begitu


mendalam seakan dia bisa melalui apapun yang ada di depan. Sore ini aku


berjalan kaki pulang karena yang menjemputku pulang, dia mengirah aku sudah


pulang hal itu tidak masalah buatku yang membuat aku khawatir adalah aku tidak


ingat jalan menujuh rumah, dan di sini juga begitu banyak gang tapi aku tak


selemah itu untuk menyerah dengan cepat dengan santai aku jalani lorong-lorong


gang namun aku merasa seperti aku jalan berputa-putar saja dan tiba-tiba di gang


bagian timur aku berpapasan dengan anak perempuan yang tadi menangis dari


espresinya di terkejut melihatku yang muncul dari sebelah utara kami sempat


berbicang-bincang sebentar tapi berlalu begitu saja, karena sudah saatnya


menyudahi kelelahan ini aku bertanya dengan dia untuk membantu menemukan


alamatku. Dan dia juga cukup baik, setelah sampai rumah entah kenapa bukannya


aku berterimakasih, malah langsung pergi dengan mengucapkan hati-hati namun


dalam hatiku aku berharap ini pertemuan yang membawah hal baik, banyak jalan


yang membawah takdirku bertemu denganmu tapi itu masih menjadi pertanyaan yang


belum bisa aku jawab.

__ADS_1


__ADS_2