
Ini berjalan searah dengan jarum jam bukan karena aku juga bukan karena dia dan
inilah awal kisahku dan dia yang belum tau jadi seorang teman, sahabat ataupun
orang tersayang tapi aku percaya mengenalmu aku tak akan perna menyesalinya.
Novel ini kuciptak dari rasa yang kurasakan kata
demi kata perlahan aku ukir di kertas
ini dan aku berharap novel-novel yang aku rangkai sepenuh hati bisa di
terbitkan dan disebar luas agar bisa di baca semua orang. Di kelasku masih
menggenggam pena dan buku catatan khususku dan mulai menulis sesuatu yang sudah
kurangkai meksipun baru potongan-potongan cerita yang belum tau ujung ceritanya
ku bawah kemana. Nommm....kantin yok dari tadi nulis terus gak capek nih aku
udah laper banget nanti di lanjuti deh
nulisnya ayo dong aku selalu dukung kamu, tapi ini kan istirahat (
menarik-narik tanganku) oke...oke ayok kita kantin aku masukan buku ke tas dulu
ya setelah itu kami berjalan menyusuri koridor munuju kantin, Nom lihat deh
anak baru itu siapa namanya ihhhh lupa aku, Panca sahutku mengingatkannya. Iya
iya Panca tampan yang dia lihat gayanya yang cool itu meskipun sediki pendiam
tapi dia bisa berbaur dikalangan anak cowok yang lain dengan cepat aku pengen
bangen dekati dia kalau menurut kamu dia keren gak? Kalau menurut aku sih
ganteng tapi aku kurang tertarik mungkin yang seperti Panca bukan tipeku jadi
iya biasa ajah seruku menjawab pertanyaan Ani. Karena kantin cukup jauh kami
menyusri tempat koridor kelas IPA sampai kami menyusuri lapangan basket aku
terkejut secara tiba-tiba bola basket meluncuk ke kami dan mengenai lenganku,
kalian baik-baik saja kata-kata itu meluncur dari seseorang yang sempat membuat
aku diam mematung untung saja temanku yang cerewet ini menjawab pertanyaan kak
itu, iya kakak Radit Ismail ketua panitian acara-acara lomba bila akan di
selenggara dialah yang akan mengurus semua yang di butuhkan termaksud yang
sedang di lakukan hari ini memantau anak basket latihan untuk mempersiapkan
lomba beberapa hari lagi. Kami terkejut dan temanku sampai terkena bolanya
jangan mengopernya nyeleweng begitu kakak padahal kami sudah cukup jauh sahut
Ani, maaf iya tadi memang salah pormasi jadi kacau sampai bolanya kesini kamu
gak papa kan matanya tertujuh padaku seakan memeriksa keadaanku. Gak papa kak
cuma agak merah ajah, kami permisi kak aku pun menarik tangan Ani pergi menjauh
dari kakak itu. Kami pun sampai di kantin dan dengan segera makan setelah makan
kami bergegas ke kelas karena jam istirahan sebentar lagi usai, sesampainya
kami di kelas sudah ada guru di depan papan tulis dan kami di persilakan duduk
tapi yang membuat heran itu adalah guru BP bukan guru yang akan mengajar hari
ini sudah saya duga kalau guru BP ini akan memberikan pengumuman, anak-anak ibu
mendapat informasi kalau sebentar lagi akan di adakan lomba baletrina
sekecamatan dan akan melanjut ke provinsi dan kota untuk mendapatkan yang akan
mewakili indonesia dengan jenjang internasional, sejenak lamunanku melayang
mengenang sosok yang lembut dan penuh kasih terhadapku yang sudah lama menghilang aku tak sadar saat kumelamun
tanganku dalam keadaan mengacung ke atas bukan tanpa sebab karena ada yang
membantu mengangkatkannya, oke sudah saya catatat namanya ini saya sebut lagi
namanya Bunga, Mira, Amanda, Dina dan yang terkhir Freda selamat latihan
masalah pendaftaran akan di tanggung oleh sekolah baiklah saya permisi.
Tatapanku langsung terfokus pada Ani, dia memang tau kalau aku juga cukup mahir
balet karena Ani adalah teman sejak SD jadi dia tau apa saja yang sudah terjadi
padaku mungkin karena itu lah dia berbuat begini padaku, oke jangan menatap gitu dong aku minta maaf tapi ini bisa jadi
trobosan barumu untuk bangkit dari masa kelammu Nom yang aku tau kau pasti belum
bisa ngelupai itu, ini kesempatan kamu aku dukung dan kau harus bisa ngerelai
kak Nesin dia udah damai sama yang kuasa aku yakin Nom kamu bisa sambil menepuk
pundakku dan berlalu pergi aku berpikir dan merasa seakan yang dikatakan Ani
itu memang benar dan membuat aku merasa tercekit dan ada suatu masalah yang
belum bisa aku selesaikan selama ini dan aku malah berlari menjauhinya saja.
Aku putuskan akan mengikuti lomba itu meskipun sulit karena terakhir kali aku
melakukan gerakan beletrina saat 5 SD di saat itu aku mendapat kabar kalau
kakakku meninggal kecelakaan kebakaran di Amerika dan mayatnya belum ditemukan
sampai sekarang di duga mayatnya sudah menjadi abu karena hal itu aku membuang
kemampuan baletrinaku karena itu mengingatkanku pada sosok motivasiku yaitu
kakakku tersayang yang bernama Nesin Purnama Indah yang selalu mengajariku
gerakkan indahnya dan selalu menemaniku latihan dan membantuku bangkit lagi
__ADS_1
bila saat latihan aku jatuh karena gerakan baletrina itu bukanlah hal yang
mudah yang bisa di lakukan semua orang. Aku merasa sedang bertempur pada
keadaan dan diriku sendiri, kebencianku
pada balet membuat aku menutup kenyataan yang tersembunyi selama ini dan begitu
lamanya hingga aku menyadari. Ku mulai dengan pemanasan sebelum melakukan
gerakan,setelah selesai aku lanjutkan melangkakan kakiku dengan gerakan dasar dulu perlahan-lahan tapi pasti
gerakanku semakin lihai.
Aku Zius Panca sudah 3 hari yang lalu aku pindah
kesini iya Palembang bukan tempat yang begitu kuno dan aku pindah kesini bukan karena aku bosan dengan Jakarta
tapi karena kondisi keadaan dan kesehatanku memburuk karena sesuatu yang telah
terjadi dan sangat susah di deskripsikan apalagi dalam nalar manusia yang hanya
berpikir logis, tepat hari ini aku sudah resmi jadi siswa SMA NUSA 1 dan
berusaha beradaptasi dengan tempat ini namun aku juga secara sempontan mulai
hati-hati agar kejadian yang terjadi di sekolahku yang dulu tak terjadi. Sesudah
usai kegiatan sekolah aku sengaja berkeliling-keliling di sekitar lingkungan
sekolah ini, kalau di lihat sekilas memang sekolah ini bisa terbilang golongan
besar dan cukup mewah karena luasnya melebihi rata-rata itu membuat aku
penasaran ada gedung apa saja ? dan suasananya juga cukup terjaga dari
kebersihan juga masih banyak pohon-pohon yang sengaja di tanam agar tidak
terlihat terlalu gersang. Sudah lama aku berjalan dan mengeliling lingkungan
sekolah ini aku lihat ada ruangan terbuka lalu aku masuk kedalam ruangan itu,
kalau aku lihat-lihat ini seperti tempat pertunjukan atau tempat berkumpul
mungkin soalnya banyak kursi-kursi memanjang yang berpusat pada arah depan seperti
saat menonton di bioskop, karena alasan males pulang aku memutuskan untuk
istirahat di tempat antara kursi-kursi itu menunggu rasa malasku hilang.
Saat ku terus
berlatih tiba-tiba pandanganku tertuju pada sosok yang membuat kaget “ astaga
emmmm” sejak kapan kakak disini mengarahkan pertanyaan ku terhadap seseorang
yang akupun tak tau kapan dia datang, dia orang yang aku suka dan tadi aku
bertemu dia di tepi lapangan basket. Aku mengagetkanmu iya maaf, sebenarnya aku
ke sini hanya mau mengambil sepanduk yang ada di gudang panggung tapi aku malah
ambil sepanduknya, oh iya kamu tadi yang terkena bola basket itu kan sekalian
aku tadi minta maaf aku sangat merasa tidak enak, akupun menjawab tidak papa
kak sejenak terdiam dan kakak itu berlalu menuju belakang panggung karena di
situlah gudang tempat barang-barang perlengkapan pertunjukan. Kakak itu pun
kembali dengan membawah sepanduknya, oh iya boleh tau namamu siapa? Sepertinya kau
yang akan ikut lomba baletrina itu yah,,,sepertinya kemampuanmu sudah di asah
dari kecil.. semoga kau lolos seleksi awal dan kita pasti sering bertemu,
setelah kakak Radit terdiam aku pun menjawan pertanyaannya nama ku Freda
kak,semoga saja bisa lolos sampai perlombaan dan memegang kemenangan, makasih
sportnya kak (membalas dengan senyum). Namaku Radit dari kelas 3A bisa kau panggi Radit atau
kakak Radit supaya kelihatan lebih ramah, (Radit,,,,Radit,,,,,,,terdengar suara
gema) muncul cewek dengan rambut panjang sedikit merah warna rambutnya,”udah di cari anak-anak
lama banget ngambil sepanduknya (terdengar suara yang serak- serang seksi) dia menatapku denagan
tajam sebenarnya aku tidak tau siapa dia, sampai kakak itu mengatakan iya
sebentar Clara aku akan membawa sepanduknya, yah sudah aku pergi dulu Freda. Aku
terdiam sejenak saat aku tau kalau itu Clara iya Clara Yunda pacar kak Radit
aiiiii cantik banget lagi tadi kakak itu bagaimana aku bisa bersaing menyukai
kak Radit kalau semua tipe cewek idaman saja sudah ada di Clara itu semua dari
penampilan, gaya berbicara, pasti dia juga kaya sudah-sudah Nom, ya kau harus
fokus di balet. Aku merasa gerakkanku semakin kacau mengikuti pikiranku yang
sedang kacau balau,,oh benar-benar membuat
aku menguras tenaga dan karena salah melangka aku jadi jatuh dan rasanya sangat
sakit aku tak tau sakit karena merasa cemburu melihat kakak Radit atau sakit
karena jatuh membuat aku tanpa sadar meneteskan air mataku dengan derasnya.
Hahahah.......hahahaha.... apa kau selemah itu cuma karena jatuh begitu kau
sudah menangis, ehhhhh aku yakin kau pasti gugur dalam seleksi di kecamatan ini
belum bertanding saja kau sangat rapu begini apalagi bertanding di bagian kota
apa begini bakat-bakat yang ada di sekolahan SMA NUSA 1 ini, (orang yang tiba-tiba muncul dari bangku penonton yang
membuat aku sejenak terdiam dari tangisanku). Kau sejak kapan ada disitu, sudahlah jangan sok tau tentangku
dan jangan meremehkan kemampuan seorang. Tangisan, tawa tak ada hubungan dengan bakat seseorang, jadi
__ADS_1
kau cukup lihat saja nanti aku akan tunjukan pada dirimu kalau aku bisa menang
sampai di tingkat kota. Dan kalau sampai itu terjadi, aku tunggu permintaan
maafmu ( sambil menunjuk dia dan mata kami saling menantang dalam tatapan satu sama lain). Karena
kesalnya aku langsung berdiri mengambil barang-barangku dan pergi dari ruangan
itu beberapa detik setelah aku keluar dari ruangan itu kaki sekarang terasa
sakit karena itu aku berjalan secara perlahan dan sedikit picang. Benar-benar
cowok sombong, sebenarnya dia tuh sekarang sekolah di mana ? kenapa dia juga
menghina sekolahnya ? dasar emmmhhh aku tak sadar ngomel sendiri sambil
berjalan.
Tepat jam 5 sore aku pulang dengan sepedaku tapi karena kakiku sakit
aku menuntuk dan berjalan kaki, di kompleks kami banyak gang jadi saat aku mau
nujuh gang timur sedangkan aku dari utara jadi tidak terlihat dan sesuatu yang
buat kaget.ya ampun buat aku kaget saja, kamu! Astaga kenapa sih ketemu kamu
lagi? Kamu kok bisa ada di sini ? apa kamu ngikuti aku ? (menatap dengan
tatapan curiga ). Hey ini jalan umum, apa pentingnya mengikuti kamu ? balas
pertanyaanku. Oh ... ya sudah ! aku melewatinya dan melanjutkan perjalanan. Hey
kau ( dengan nada keras seperti memanggil ) aku menoleh ke arahnya. Bisakah kau
membantuku ? sejenak aku memandang Panca, membantu apa ? ( nada sedikit judes )
sebenarnya aku tersesat, aku tidak begitu hapal jalan disini . Baiklah aku akan
membantumu, alamat tinggalmu di mana ? kompleks mana? Emmmmhhhh di mana
yah...beri aku waktu untuk mengingatnya,
(2 menit kemudian) oh iya komples berkah gang jaya pura. Sepertinya itu tidak
jauh dengan rumahku jadi kita satu arah ayo jalan ikuti aku, ( setelah beberapa
saat berjalan ) ini gang yang kau sebut, kau tau di mana rumahmu atau kita
perlu ke tempat pak RT untuk minta bantuan. Tidak usah aku ingat kalau dari
jalan ini, oh ya sudah aku pulang dulu, hati-hati di jalan ( kami berpisah dia
masuk gang sedangkan aku harus lurus karena gang rumahku tidak sama dengan gang
rumahnya. Ahhhh dia Cuma pergi tanpa mengucapkan terimakasih, hebat ehhh dasar
cowok sombong. Hari ini adalah pertemuan pertama kami, apakah pertemuan ini
membuat hal yang baru dalam hidupku dan membimbingku dengan keajaiban atau
malah menjerumuskanku kedalam kutukan jahanam hanya waktu yang bisa menjawab
takdir pertemuan kami.
Aku sudah
berusaha untuk menahannya tapi semakin aku memperhatikan dirinya yang menyiksa
diri dengan perilaku yang tidak berguna membuat aku harus masuk lagi ke dalam
masalah yang bisa jadi akan menyiksaku lagi dan lagi.
Hahahah.......hahahaha.... apa kau selemah itu cuma karena jatuh begitu kau
sudah menangis, ehhhhh aku yakin kau pasti gugur dalam seleksi di sekolahan ini
belum bertanding saja kau sangat rapu begini apalagi bertanding di bagian kota
apa begini bakat-bakat yang ada di sekolahan SMA NUSA 1 ini, iya aku mengucapkan ini bertujuan untuk menyemangati dan
membuat dia harus tetap fokus, dengan begini dia bisa terhindar dari hal-hal
bodoh yang tak seharusnya dia pikirkan. Tapi sesuai perediksiki dia tidak bisa
membaca niat baikku tapi dia malah terbawah emosi dan langsung menantangku
dengan tatapannya itu aku melihat kepercayaan dirinya sudah kembali dan
setidaknya niat baikku tersalurkan meskipun dia tak menyadarinya. Ada rasa
kagum dalam hatiku terhadap tarian indahnya dan sorot tatapan matanya begitu
mendalam seakan dia bisa melalui apapun yang ada di depan. Sore ini aku
berjalan kaki pulang karena yang menjemputku pulang, dia mengirah aku sudah
pulang hal itu tidak masalah buatku yang membuat aku khawatir adalah aku tidak
ingat jalan menujuh rumah, dan di sini juga begitu banyak gang tapi aku tak
selemah itu untuk menyerah dengan cepat dengan santai aku jalani lorong-lorong
gang namun aku merasa seperti aku jalan berputa-putar saja dan tiba-tiba di gang
bagian timur aku berpapasan dengan anak perempuan yang tadi menangis dari
espresinya di terkejut melihatku yang muncul dari sebelah utara kami sempat
berbicang-bincang sebentar tapi berlalu begitu saja, karena sudah saatnya
menyudahi kelelahan ini aku bertanya dengan dia untuk membantu menemukan
alamatku. Dan dia juga cukup baik, setelah sampai rumah entah kenapa bukannya
aku berterimakasih, malah langsung pergi dengan mengucapkan hati-hati namun
dalam hatiku aku berharap ini pertemuan yang membawah hal baik, banyak jalan
yang membawah takdirku bertemu denganmu tapi itu masih menjadi pertanyaan yang
belum bisa aku jawab.
__ADS_1