TAKDIR

TAKDIR
Bab 82


__ADS_3

Aku merasa sangat gelisah mendengar kabar honor kantor akan di berhentikan. Yah itu berarti jika Dika juga di berhentikan kami akan menjalan kan hubungan LDR lagi.


"Kamu kenapa diam saja dari tadi cinta?" Tanya Dika kepada ku di saat malam itu kami pergi keluar bersama.


"Sedih dong aku, secara mendengar kabar bahwa honor kantor akan di berhentikan, kita akan LDR lagi" Ujar ku dengan dengan sedih.


"Yah harus bagaimana lagi cinta.. Nama. nya juga belum rejeki nya. Mungkin rejeki aku kerja di sini sudah habis" Ujar Dika menerima dengan lapang dada.


"Masa ia kita menjalani hubungan LDR lagi" Ujar ku dengan sedih.


"Ya harus bagaimana lagi cinta. Gak mungkin kan kita memaksa kehendak kita" Jawab Dika dengan santai. Yah karena ia pun bingung harus bagaimana. Jika jalan nya sudah seperti itu harus di bagaimana kan lagi.


Aku hanya bisa menghela napas berat ku mendengar ucapan dari Dika barusan.


***


Malam itu aku tidak bisa tidur dengan tenang. Secara aku memikirkan akan berpisah dengan Dika. Yah baru saja aku merasakan dekat dengan orang yang spesial dari hidup ku itu, kini sudah harus berpisah.


"Ya Allah harus kah kisah cinta ku sampai di sini? Sungguh aku tidak sanggup untuk jauh-jauhan dari nya lagi" Ujar ku tak terasa beberapa air bening kini mengalir di pipi ku.


"Kenapa nasib cinta ku begitu rumit seperti ini? Yah mungkin ini lah takdir cinta ku. Baru merasakan kebahagiaan bersama nya, kini harus berpisah lagi" Ucap ku hingga, rasa sedih di hati ku kini membuat ku terlelap di malam itu.


***


Dengan langkah lunglai aku masuk ke dalam kantor ku. Yah, aku sangat tidak bersemangat untuk kerja di hari ini.


"Ramah, besok abang mau pergi ke bank untuk menyetor uang di bank. Tolong buatin abang simponi nya ya"


"Oke bang" Ujar ku langsung melaksanakan tugas ku.


Aku langsung mengetik angka demi angka di aplikasi simponi ku.


"Ramah" Panggil ibu nya Nindi kepada ku.


"Iya buk, sebentar ya bang Ijon, ibu sudah memanggilku" Ujar ku meninggalkan bang Ijon di tempat nya.

__ADS_1


"Ya buk ada apa?" Tanya ku saat sudah tiba di hadapan mama nya Nindi.


"Ini tolong kamu antar kan anak magang ini pulang ya. Dia jatuh saat pergi ke kantor ini tadi. Tu lihat badan nya banyak luka lecet" Jelas nya lagi.


Meski hati ku berat untuk mengantarkan anak magang yang berjenis kelamin perempuan itu, tapi aku harus pergi mengantarkan nya ke rumah nya.


"Baik buk" Ujar ku.


"Ayo dek, kita pulang" Ujar ku kepada anak magang tersebut


Aku pun mengantar kan anak magang itu ke rumah nya Ternyata anak magang itu rumah nya tidak jauh dari mesjid yang berada di daerah gawar-gawar.


Yah aku hanya bisa menghela napas berat ku setelah mengantar kan anak magang itu ke rumah nya. Yah karena aku saat ini tidak bisa melanjutkan pekerjaan ku. Tapi apa lah daya karena ini perintah yah termasuk atasan ku juga, aku harus mengikuti nya.


***


"Sudah Mah?" Tanya bang Ijon saat aku sudah tiba di kantor.


"Sudah bang" Jawab ku langsung melanjutkan pekerjaan ku.


Kerena aku tidak terlalu fokus waktu itu di tambah dengan mengejar waktu, aku pun salah mengetik nominal angka di simponi itu. Yang seharusnya sejuta menjadi sepuluh juta. Yah sungguh aku tidak menyadari hal itu.


Yah itu lah aku, jika aku sedang mengerjakan sesuatu, maka jangan lah mengganggu ku saat itu. Karena jika di ganggu hasil nya akan seperti ini. Aku tidak fokus kembali dalam pekerjaan ku. Sehingga membuat ku salah dalam mengetik nilai. Tidak hanya sekarang, sewaktu SMA pun aku seperti itu. Apa lagi jika mengerjakan tugas kuitansi. Jelas dalam pelajaran itu harus memerlukan konsentrasi yang tinggi. Maka jika aku di ganggu, aku akan kebingungan dalam mengerjakan nya. Yang harus nya jalan penyelesaian aku mengetahui jalan nya menjadi tidak tahu sama sekali.


***


"Ramah" Ujar bang Ijon kepada ku saat itu dia sudah pergi menyetor uang ke bank. Namun, hasil simponi dan juga laporan yang ku buat salah. Dari situ lah bisa mengetahui bahwa simponi yang ku buat itu salah.


"Iya bang" Jawab ku.


"Hasil simponi dan juga laporan mu salah. Coba deh kamu periksa lagi"


Aku pun segera memeriksanya.


"Iya bang salah harus nya satu juta tapi ini menjadi sepuluh juta. Kelebihan aku mengetik nol nya bang.. Gimana ini?" Tanya ku merasa panik karena salah dalam membuat simponi tersebut.

__ADS_1


"Sebentar ya Mah biar abang telfon orang bank nya dulu untuk menanyakan bagaimana seharus nya ini. Apa kah bisa di kembalikan uang tersebut atau bagaimana"


Tak lama setelah bang Ijon pergi untuk menghubungi pihak bank, laki-laki dengan tiga anak itu pun kembali.


"Ramah, ternyata bisa di proses untuk mengembalikan uang yang di setor tadi. Tapi menggunakan waktu. Yah setidak nya bulan depan lah baru selesai proses nya" Ujar bang Ijon kepada ku. Yah setidak nya aku merasa lega karena uang tersebut bisa kembali. Jika tidak harus mengganti dengan apa aku uang sebanyak itu.


"Alhamdulillah bang jika bisa kembali uang nya"


"Iya kamu jangan cemas ya. Semua bisa di atasi"


"Oh ya, kenapa sih kamu bisa tidak konsentrasi seperti itu. Biasa nya kerja mu rapi dan tidak ada kesalahan"


"Maaf bang aku sedang banyak pikiran. Terlebih tadi ibu nya Nindi meminta ku untuk mengantarkan anak magang itu pulang. Padahal saat itu aku sedang membuat simponi. Jadi tidak konsentrasi aku nya. Yah dari dulu aku memang tidak bisa di ganggu jika sedang mengerjakan sesuatu" Jelas ku kepada bang Ijon.


"Oh gitu, ya sudah jika begitu, semua juga sudah terjadi. Besok abang akan minta tolong sama ibu nya Nindi jika kamus sedang ada pekerjaan, jangan di ganggu dulu. Biar kan kamu selesai bekerja baru lah boleh di minta tolong. Apa lagi kita bekerja nya di bagian keuangan. Jelas harus konsentrasi tinggi. Jika salah satu angka saja maka seperti ini lah hasil nya" Jelas bang Ijon lagi kepada ku.


Aku mengangguk setuju dengan perkataan bang Ijon tadi. Yah memang benar apa yang di katakan laki-laki tiga anak itu.


***


"Kenapa sih Mah? Sudah setiap pulang dari kantor selalu lesu seperti itu" Tanya ibu ku melihat aku dengan wajah yang kusut.


"Banyak pikiran buk"


"Tentang masalah honor kantor di berhentikan lagi?"


"Gak sih buk, tadi aku salah buat simponi. Jumlah simponi dan laporan yang ku buat tidak sama. Sedangkan uang nya sudah di setor di bank"


"Kok bisa sih seperti itu?"


"Ya nama nya juga kurang konsentrasi buk. Jadi nya seperti itu lah"


"Kamu sih mikirin Dika terus jadi nya seperti ini kan hasil nya"


"Gak juga sih buk, hanya saja di saat aku bekerja aku malah di minta mengantarkan anak magang pulang karena dia terjatuh dari motor saat pergi ke kantor tadi.. Dan ini lah hasil nya jika sedang bekerja aku di ganggu" Jelas ku kepada ibu ku.

__ADS_1


Ibu ku hanya menggeleng-geleng kepala nya sebagai respon dari ucapan ku itu.


"Ya sudah kamu mandi dulu gih sana. Terus solat magrib. Berdoa semoga semua masalah mu bisa cepat selesai" Ujar wanita paruh baya itu kepadaku. Tanpa diminta kedua kali aku pun langsung mengikuti apa yang diperintah oleh ibuku itu.


__ADS_2