TAKDIR

TAKDIR
Melly meninggal


__ADS_3

"Karena mereka masuk kedalam hutan..menyebabkan signal tak ada dan hilang ." ucap Jio masih mencari titik dimana Via berada penasaran .


"Apa mereka sengaja masuk kedalam hutan agar tak terlacak ." ujar Max.


Jio hanya mengangkat pundak nya, dengan mata tak berhenti menatap layar monitor.


"Huuf....dimana Via berada, aku harus bilang apa pada saat bertemu tuan Joe dan Mr Bruno nanti.." guma max memgenggam handpone nya erat.mengingat ia sudah berjanji dengan Joe untuk selalu menjaga Via.


*Flash back *.


Waktu itu Jeo sedang berada di sebuah restauran sedang menunggu klien nya.


"Seperti aku kenal ???.." guma Jeo , memandang max yang sedang merokok sambil bermain handpone.


"Sory , are you Max ?." tanya Joe sopan.


"Ya.." jawab Max singkat mengangkat satu alis nya..merasa antara mengenal nya.


"you don't remember me ?.( kamu tidak mengenal saya ?." sekali lagi tanya Joe.


"Is a.....


is a.....a...Joe...you Joe , Mr Joe ?." ucap Max terkejut saat sadar ia berhadapan dengan Joe .


Joe ia kenal saat mendampingi Doni meeting di perusahaan Mr Bruno.


" o my...ini benar - benar anda ?." mengulurkan tangan.


"Ya..." membalas uluran tangan Max.


"Silahkan duduk....


"Thanks ..


ditengah pembicaraan , terlihat Jeo terdiam.


"Ada apa sir ?." tanya Max heran melihat nya terdiam.


"Jika anda bertemu dengan anak Mr Bruno yang bernama Via , sampaikan salam sayang saya dan cepat kembali dan tolong jaga dengan sepenuh hati anda . saya minta tolong." ucap nya bersungguh - sungguh , ia terlihat sangat tulus dan murung. sambil menyerahkan kartu na nya.


Max sangat tertengun mendengar penuturan Joe , kemudian mengangguk pelan. betapa ia sangat menyayangi Via.


****


* back *


"Think....think...think ." guma Max mondar mandir...


Kembali duduk di ruang kerja nya.


pekerjaan yang sudah menumpuk , terpaksa ia kerja kan terlebih dahulu , baru nanti kembali kerumah sakit.


baru saja akan mulai kembali bekerja.


kriiiiing....kriiiing..


Cuan is calling...


"Ada apa cuan?." tanya Max sambil menarik nafas berat , seperti tak ingin mendengar sesuatu yang membuat nya pusing .


"Sory sir...Melly is...


"tak dapat melanjutkan kalimat.ia menelan Saliva nya dengan susah.


"Ada apa dengan Melly ???...


cepat cuan...ada apa dengan nya ?." tanya Max membentak , ia tidak sabar mendengar ucapan anak buah nya ini.


"Ada apa..." bentak nya sekali lagi , merasa heran. sambil menaikkan satu alis nya. pasti ada sesuatu yang terjadi , hingga Cuan gugup menyampaikan.


"Ia...ia dinyatakan meninggal beberapa menit . setelah ia mengalami kejang - kejang." ucap Jio ragu - ragu.


Deg...


"Ti...tidak Melly...Melly..."jerit tertahan Max.


Max memukul kepala nya dengan kedua tangan ..ia sangat sedih mendengar nya. sangat..sangat berduka. duduk lemas sambil menutupi wajah nya dengan kedua tangan.


ia tak tahu harus bagaimana memberitahu nanti jika sang bos besar siuman.


"Tuan...tuan.."pangil Jio, melihat Max memukul kepala nya.karena terlalu berduka. agak aneh tuan nya menyakiti diri nya sendiri.


"Cuan . ada kabar apa ." menyambar handpone di genggaman tangan max

__ADS_1


"Melly di nyatakan meningal tuan , setelah beberapa menit yang lalu ia sempat kejang - kejang. " ucap Cuan disana.


"****...apa yang kalian lakukan , mengapa baru menyampaikan sekarang ." bentak Jio jengkel.


"Kami menunggu dokter tuan ." ucap Cuan terdengar suara yg gemetar.


"Baiklah , kami akan segera kesana...perketat penjagaan ." menutup handpone sepihak .menarik nafas panjang .


"Tuan...apakah .." menatap max ragu.


"Ya...aku akan segera kesana ." jawab Max dengan suara lirih. sambil berdiri menyambar kunci diatas meja.


dengan mengikuti langkah Max , Jio membuntuti nya dari belakang.


"Hubungi Paul , untuk sementara gantikan aku , saat ini aku ada urusan penting ." ucap nya kepada sang sekretaris. tak memberi kesempatan sang sekretaris untuk menjawab.


sang sekretaris pun menelan Saliva dengan susah mendengar perintah Max.


berjalan dengan terburu- buru.


Dari kemarin ia sudah lembur dan melepaskan makan malam dengan sang pacar.


menghelai nafas panjang , dengan waktu yang padat ... apa boleh buat , ia harus terima .


Dengan berlari max menuju basecamp. dimana mobil nya di parkir .


membuka pintu dengan kasar .


Dengan sigap dan cepat , Jio merebut kunci mobil ditangan Max.dan membuka kan pintu.


ia tak ingin Max yang mengendarai mobil dalam keadaan kacau seperti ini.


Mendapat perlakuan seperti itu , Max hanya melotot , tapi ia hanya terdiam di tempat , pasrah.


Jio membawa Porche hitam itu dengan kecepatan penuh .


perjalanan dari kantor ke rumah sakit membutuhkan waktu dua puluh lima menit , Jio seorang mantan pembalap , yang mengendarai nya menjadi lima belas menit .


Sesampai di rumah sakit. Max membuka pintu mobil dan berlari masuk kedalam rumah sakit. tanpa menutup kembali pintu mobil.


Dengan geleng - geleng kepala Jio memutar membalikkan badan ,menutup pintu .


Berlari dengan cepat , Max menuju kamar jenasah..dimana Cuan menunggu nya.


Dengan wajah pucat , Max mendekati Melly yang sudah terbujur kaku.


"Melly...i'm so sory ( maafkan aku ), tidak menjaga mu dengan benar. Max menitikkan air mata. sambil memeluk jenasah Melly erat.


Seorang Max bisa menitik kan air mata nya menangis tersedu.


"Kamu mau memaafkan aku , ya maafkan aku Melly..


aku mencintai mu.


mungkin ini sudah terlambat.tapj ak..aku ." mengambil tangan Melly dan mencium nya..


Melihat itu Jio ikut menitik kan air mata , ia tahu jika Max sangat mencintai Melly walau diam - diam. hanya karena menunggu waktu tepat...waktu tepat untuk mengutarakan.


Tapi alam tidak berpihak kepada nya . Melly meninggalkan nya dengan sangat tragis ..


Masih memegang tangan Melly , tiba - tiba ia merasakan tangan Melly seperti menggenggam sesuatu.


"Gelang ?..


gelang siapa ini ?." batin Max mengambil perlahan dari tangan Melly.


Gelang yang ada Bantul kepala tengkorak.


"Jio...kamu tahu ini gelang apa, dari gang apa ?." tanya Max menunjulkan ke arah Jio , menatap tajam gelang ditangan nya.


"Seperti...." Max tak melanjutkan kalimat nya..ia merinding dengan praduga nya sendiri..


jangan ...jangan.


"Yes..ini gelang dari kelompok mafia bawah tanah ." ucap Jio pucat .


"Tuan mendapat kan ini darimana ???..menatap Max.


"Dari genggaman tangan Melly ." terduduk dengan permasalahan yang belum dapat ia selesaikan.


"What..." Jerit tertahan Jio.


"Jangan...jangan , mereka disewa untuk ...untuk..membunuh Melly.

__ADS_1


"Untuk apa Jio. **** ****...untuk apa .


bicara yang benar. jangan membuat ku semakin pusing ." umpat Max.


"Mereka menyewa gang mafia bawah tanah. dengan nama "black skuul".


gang mafia yang tidak tangung - tangung menghabisi lawan , bahkan seorang wanita sekalipun , mungkin Melly melihat sesuatu atau bukti.sehungga mereka menangkap dan membunuh Melly ." ucap Jio terduduk lemas. menarik nafas berat.


"Sekarang saya takut dengan keselamatan Miss Via ." menatap Max .


"Kita harus bagaimana Jio...kita harus bagaimana." sentak Max..


' kita selesaikan dulu pemakaman Melly , setelah itu kita rundingkan kembali ." ucap Jio berharap agar Max setuju dengan usul nya.


"Ok..kamu urus semua Jio." mengecup tangan dingin Melly ,kemudian Max keluar dari kamar mayat .


Setelah mengurus semua biaya dan mengantar jenasah ke rumah duka.


"Kenapa tak terpikirkan oleh ku untuk menghubungi Mr Joe ." batin Max sambil mengambil smartpone nya.


menghubungi Joe.


Kriiiing....


Kriiinnng....


Joe tak mengangkat telefon nya.


"Sir..come on ( ayolah )...angkat telefon saya ." batin Max sambil mengusap wajah nya kasar. menundukkan kepala lesu.


Kembali menghubungi Joe..


Aktif tapi tetap tak diangkat.


"Hufff...mungkin ia sedang sibuk ." batin Max.


"Tuan jenasah sudah akan dibawa ke rumah duka ." ucap Jio berjalan menghampiri Max. yang masih menundukkan kepala.


"Ya.." mengangkat kepala dan berjalan menuju mobil nya.


Sambil menarik nafas panjang Jio mengikuti Max dari belakang. ia mengerti kesusahan teman sekaligus bos nya itu.


Dengan lesu Max duduk di samping Jio. ia sangat lelah . lelah setelah merasa kehilangan idaman hati yang di cintai nya diam - diam.


"Sabar tuan , kita pasti menemukan cara ." hibur Jio. berusaha menenangkan.


****


Dengan tertunduk lesu , Max berjalan kepeti dimana Melly berada. Melly yang sudah dimandikan dan cantik .


"Siapa yang membunuh mu Melly , katakan pada ku ." dengan suara yang parau. max sambil mengelus tangan Melly yang sudah kaku dan dingin.


"Aku lengah Melly...."max menarik nafas berat.


Karena Melly tak mempunyai sanak keluarga , Max yang mewakili , ia berdiri dan mendapatkan ucapan turut berduka cita. dari tetangga dan teman kerja nya .


Jam menunjukkan pukul 16.00 , saat para pelayat meninggalkan kompleks pemakaman itu.


"Selamat jalan Melly , beristirahat lah dengan tenang , maafkan aku. aku akan membalas apa yang sudah mereka perbuat.." menggenggam kuku tangan nya hingga kuku tangan Max memucat.


Max berdiri meninggalkan pemakaman itu dengan gontai.


Setelah meletakkan bunga di pusara Melly , Jio dengan setia mengikuti Max dibelakang nya.


"Aku harus menghubungi Mr Joe kembali , kenapa tak terpikirkan oleh ku ." batin nya. bergegas mengambil smartphone di saku celana nya.


"Tadi ku hubungi , ia tak mengangkat nya , apakah ia sibuk, mudah - mudahan saat ini ia mau mengangkat telefon ku ." guma Max mencari nama Joe.


tiba - tiba..


Kring...kring..


Cuan is calling.


Max menarik nafas panjang.


belum mendapatkan no handpone Joe , ternyata Cuan telah lebih dulu menghubungi nya.


"Ya Cuan...


"Untuk sementara saya sudah mendapatkan titik terang dimana Via berada tuan , ia disekap didalam hutan dimana akses untuk masuk kesana sangat susah." ucap Cuan panjang lebar.


"Hanya bisa memakai helikopter ." tambah Cuan.

__ADS_1


"Ok...but ( tapi ) , hubungi Mr Joe dan ceritakan kejadian hari ini.dan minta bantuan kepada nya. " perintah Max menghapus wajah nya kasar. sambil memijat kepala nya yang pusing .


"Baik tuan..." memutuskan pembicaraan.


__ADS_2