
๐"saya tidak apa - apa , tapi tidak tahu dengan keadaan Max ,dan Joe ". Cuan melihat ke CCTV.
merasa heran mengapa orang itu , seperti membolak balik dan mengetuk wareles alat komunikasi mereka...
tanpa mereka sadari Cuan telah berhasil membuat alat komunikasi penyusup itu mati.
๐"dimana mereka ????....
Cuan....are you ok ???
mengapa anda diam saja ???.." . teriak Mark .
"sorry sir..
didepan kamar ku ada orang yang sedang mengintai.untung aku bergerak cepat.memutup pintu baja.
mereka mengedor dan berusaha ingin merusak pintu , saya tidak tahu apa mau mereka. mereka seperti ingin masuk dan mencari sesuatu disini.
but(tetapi)...tak sengaja salah satu dari mereka baju nya tersingkap dan di tangan mereka ada tato black skuul " . cerita Cuan panjang lebar.
๐astaga , kamu tidak apa-apa ???.."terbangun dari duduk santai nya.
๐tidak apa-apa , cepatlah anda ke sini ...
๐ok...
bergegas Mark mematikan alat komunikasi mereka.
Cuan menarik nafas panjang. sambil memperhatikan orang didepan pintu itu.
seperti gagal tak mendapat yang ia cari , sang pemimpin mengajak mereka untuk keluar dari sana .
"HM...lebih baik besok di setiap sudut kuletakkan mini CCTV , secara diam - diam.
saya tahu siapa penghianat itu ". Cuan bicara dalam hati sambil menatap tajam ke layar monitor . Cuan mengetahui jika Joe asli memiliki tanda lahir ditangan nya.
sementara itu.
Mr dan Mrs Bruno terkejut ,saat ia datang. melihat pintu gerbang terbuka dengan gemetar.
bergegas pasutri itu turun dari mobil.
alangkah terkejutnya ia melihat para penjaga yang sudah tergeletak tak berdaya.
penjaga itu berjumlah empat orang , tiga meningal hanya satu yang pingsan.
Mrs Bruno shok. ia menangis sambil berlari masuk kedalam rumah.
"dadddd.....". jeritnya sambil menangis ketakutan.
"ada apa ????....". berlari sambil memegang handpone. ia belum sempat menghubungi polisi, ketika mendengar sang istri berteriak.
"come here...(kemari ).." . dengan histeri.
menunjuk ke lantai.
"oh...my God ". jerit Mr Bruno jatuh terduduk . melihat para maid nya terbunuh semua..baik maid senior mau pun yunior. rumah yang sebelum nya rapi , sekarang penuh dengan darah para maid...
"biadab...siapa yang berani melakukan ini dan berani mengacak-acak rumah Ku dengan membunuh seisi rumah ". teriak Mr Bruno shock sambil menutup mulutnya.
"hubungi polisi dad ". jerit Mrs Bruno . mengingatkan sang suami yang terdiam mematung.
Tampa menjawab , ia menghubungi polisi...
setelah menjelaskan ada pembunuhan masal dirumah nya.
para polisi itu , bergegas menuju rumah Mr Bruno.
ketika sampai di kediaman Mr Bruno , polisi segera memangil ambulans dan mulai bekerja .
"sir...lebih baik anda tidak tinggal disini dahulu sebab melihat ini semua , anda dalam bahaya. untuk sementara anda dan istri selalu dalam pengawalan ". ucap sang komandan.
Mr Bruno hanya menganggukkan kepala perlahan.
"tolong selamatkan pekerja saya , yang masih hidup...". Mr Bruno memohon.
"baik tuan ...!!!." memeriksa sang penjaga yang tadi di suntik oleh orang black skul ke dalam ambulans. sang pengawal yang terlihat masih hidup .
sementara polisi yang lain memasukkan para jenasah maid kedalam kantong jenasah.
aku takut berada dirumah ku sendiri ". Mrs Bruno gemetar.
"dad !!!!..." menegur sang suami yang hanya terdiam.
bingung dengan kejadian hari ini.
apa salahnya sehingga orang tak dikenal masuki dan membantai seluruh pekerja dalam rumah nya.menatap satu persatu jenasah yang dimasukkan kedalam kantong jenasah dan di bawa ambulans kerumah sakit.
"dad !!..". memegang lengan sang suami.
merasakan tangan sang istri begitu dingin karena ketakutan.
"kita ke rumah didesa ". memeluk sang istri sambil mengajak nya masuk kedalam mobil.
dengan gemetar karena shok , diiringi oleh Isak tangis Mrs Bruno , Mr Bruno menjalankan mobil nya menuju rumah rahasia mereka. Tampa pengawalan.
rumah itu tak ada seorang pun yang tahu.
"aku sudah tidak percaya dengan orang - orang disini ". melirik sang istri yang terlihat masih gemetar.
berhenti kemudian mengambil air dalam mobil nya, yang memang selalu menyediakan air mineral.
serta memberikan ke istri .
"minumlah ". membuka botol itu dan menyerahkan , serta ia sendiri pun mengambil air mineral lain serta meminumnya.
"dad seperti nya kita sudah tidak aman!!!..". Sambil meminum air mineral dengan sekali teguk.
"ya...". jawab Mr Bruno singkat .
"lalu kita bagaimana ???.
bagaimana dengan perusahaan ?? ...". tanya Mrs Bruno , menatap sang suami yang terlihat bingung harus bagaimana.
"kita lihat nanti sesampai dirumah ..". menarik nafas berat. merasa hari ini sangat melelahkan dan membuatnya sport jantung..
mengambil tindakan yang akan membuat nya dilema.
__ADS_1
menetap disinikah atau untuk sementara menghilang.
melajukan kendaraan nya dengan kecepatan penuh. masih dengan hati-hati , takut ada yang mengintai nya.
pusing dengan keadaan nya, perusahaan dan anak angkat nya Via.
ingin menghubungi tapi ia tak bisa menghubungi nya kemana.
akhirnya hanya bisa pasrah , kembali melanjutkan kendaraan nya .
"mengapa tiba-tiba perasaan ku ga enak ya ". batin Via dalam hati sambil memegang dada nya.
melirik Doni yang sibuk dengan laptop.
berfikir dari pada , pikiran entah yang tidak-tidak.
ia menghampiri Doni.
"ada yang bisa aku bantu Don ???." sambil menyeruput teh nya .
"bisa ini ". menunjukkan laptop.
"memang kenapa ". mengambil laptop Doni serta memperhatikan nya.
"bantu aku menyelesaikan , sementara aku menyelesaikan laporan di laptop satu nya ". berdiri dan mengambil laptop yang berada di atas meja.
pekerjaan nya yang lama ditinggalkan semakin menumpuk.
untung mempunyai orang kepercayaan yang sangat jujur dan mau berkorban lembur sampai malam. saat ia sakit dan belum bisa datang ke kantor.
orang kepercayaan yang selama ini ia sembunyikan.
dia Jon. ..
Jon hanya membantu saat emergency seperti ini.
di atas , Joe palsu berjalan dengan santai memasuki kediaman Doni. dimana berkumpul teman-teman yang bukan teman nya. hanya teman musuh dalam selimut.
pura-pura tidak terjadi apa-apa .terus berjalan menuju ruang komputer dimana Cuan berada .
Melihat dari CCTV jika Joe palsu sedang berjalan menuju ruangan nya. bergegas ia membuka pintu baja itu berganti pintu biasa.
"Cuan , dimana Max dan lain - lain ??...". tanya nya santai seakan tak tahu apa-apa.
"I don't now.(saya tidak tahu ).." juan mengikuti arus bohong Joe.
"kamu dari tadi disini . ko tidak tahu dimana mereka berada ?..." desak Joe dengan nada yang seriang mungkin.
"aku memang dari pagi disini tidak kemana-mana , but mereka juga tidak kesini dan saya tidak tahu mereka ada dimana ". ucap Cuan mulai jengah dengan pertanyaan mendesak dari Joe palsu.
terlihat senyum miring Joe, ia tak percaya dengan ucapan Cuan.
berjalan menghampiri Cuan dengan tangan di aku celana. merogoh sesuatu.
didalam celana panjang nya ia sudah menyiapkan alat suntik untuk Cuan.
suntikan yang bisa membuat orang tak bernyawa dalam sekejap.suntikan yang berisi racun.
racun yang mematikan.
"aku seperti dalam bahaya ". batin Cuan dalam hati ia merasa saat ini bahaya menghampiri nya , ketika tak sengaja melihat seperti sebuah suntik di balik saku celana panjang Joe.
"kamu betul tidak tahu dimana mereka ??..." tanya Joe palsu penuh penekanan.
"saya tidak tahu ." berusaha untuk tetap tak terlihat takut.
"masa kamu tidak tahu , sedangkan kamu dari pagi disini terus ." senyum yang misterius.
"tadi jam sepuluh mereka keluar , tapi tidak bicara mau kemana ". ucap Cuan jujur. dengan dada gemuruh. masih dalam keadaan duduk didepan komputer. pura-pura santai.
ia harus bertindak dan berfikir cepat , jika Joe palsu akan membunuh nya.
perlahan mengambil senjata kecil dari selipan kursi kerja nya.
"HM..
kirab- kira mereka kemana ya ??.." kali ini Joe palsu terlihat tak main - main. ia menatap tajam Cuan.
****
Doni yang sedang mengerjakan pekerjaan yang tertunda. melihat tanda lampu merah yang menyala diujung tangga. yang berarti tanda bahaya .
sengaja ia letakkan di tempat strategis , agar gampang terlihat.
"tanda bahaya dari Cuan ". ucap Doni sambil mengambil alat komunikasi khusus .
"Mark,Max..Kwong ...
ada dimana kalian..cepat
bantuan anda dibutuhkan , ada tanda bahaya dari ruang Cuan
cepaaaat....". teriak Doni memijat dahi nya yang tiba - tiba terasa pusing. tegang....
ia tak ingin ada korban lagi. pusing memikirkan
masalah demi masalah yang menimpah nya. tak habis mengerti apa maksud black Skull. sebab bila mengingat ia tak punya masalah dengan kelompok mafia itu.
"ha...apa yang telah terjadi ???..." jerit Via, sambil berjalan menghampiri Doni.
"Cuan dalam bahaya ". menunjukkan ke komputer.
"astagaaaa....
dimana mereka ". teriak Doni putus asa
ia tak ingin kehilangan Cuan . Cuan yang sudah di anggap seperti adiknya sendiri.
Cuan yang mempunyai kecerdasan di atas 190 .
"Cuan gunakan kecerdasan mu ". ujar Doni sambil berjalan mondar mandir tak menentu.
Via pun menjadi tegang melihat layar komputer .
"Ayolah Cuan...
masa kamu tidak mengetahui keberadaan mereka ??..." . desak Joe palsu , mulai mengeluarkan suntikan itu pelan-pelan dari saku celana panjang nya.
__ADS_1
"kan anda tahu , jika Max dan yang lain sedang menyelidiki Hans Anderson , yang lain mungkin sedang minum kopi di cafe ". Cuan mulai ancang - ancang mengambil senjata nya...
"Ah kamu tidak bisa di ajak kerja sama ". menarik leher Cuan kebelakang , tangan nya mulai beraksi .
kepala Cuan menengadah ke belakang dan kepala Joe palsu yang menunduk.
membuat Cuan berada di atas angin.
saat tangan Joe palsu ingin menyuntik ke leher Cuan.
bergegas Cuan menyemprotkan senjata rahasia nya.
senjata yang berukuran dan didalam tabung kecil itu membuat Joe Palsu menjerit kesakitan dan panas.
"rasakan ini senjataku ". kembali menyemprot ke lubang hidung Joe palsu.
dan sekali lagi Joe palsu menjerit kepanasan.
bagaimana tidak menjerit pedih dan kepanasan. senjata kecil Cuan itu bubuk cabe dan lada yang di campur jadi satu.
"Cuan...ada apa ???...". tanya Max ,James dan Kwong mendengar suara jeritan. berebut masuk kedalam .
"Ambil tali di lemari itu Mr ...
cepat ". teriak Cuan sambil memegang tangan Joe palsu kebelakang. heran melihat teman nya yang menganggap ini hanya sebuah candaan.
"ada apa , mengapa Joe seperti ini ???..." James tak mengerti melihat Joe seperti kepanasan dan kesakitan.
"buat apa tali ...". tanya Max berjalan mengambil dan menyerahkan tali.
mereka terlihat santai dan tak membantu Cuan sedikitpun.
karena mereka mengira bahwa Cuan dan Joe sedang bercanda .
"ayolah Cuan , bercanda mu tidak lucu ". ucap James yang masih menganggap Cuan bercanda .
"aku tidak bercanda , Dia penyusup yang menyamar menjadi Joe ". ucap Cuan sambil meraba dileher Joe palsu..
"apa ". teriak Max, Kwong dan James berbareng.
"tolong aku please...
pegang dia. agar tak lari ". Cuan masih mencari sesuatu di leher Joe.
sementara Joe palsu meronta - rontah sambil memegang mata nya. merasa telah kalah dengan senjata cabe rawit dan campuran lada.
"aduh perih....perih...perih ". rintih nya sambil memegang kedua mata nya.
meski tak mengerti Max memegang kuat tangan Joe palsu.
sedangkan James berjalan menutup pintu.
agar jika datang tamu tak diundang mereka tak dapat masuk kedalam.
"nah ketemu...
ini dia ". menarik sesuatu dari leher Cuan. seperti kulit.
hingga...
terbuka .
dan ternyata itu sebuah topeng yang menyerupai wajah Joe. topeng yang hampir mirip dengan kulit manusia. sehingga penyamaran nya tak di curigai.
"perih ". ucap laki - laki berkepala plontos yang mengaku bernama Joe.
"what !!!...". teriak Max, Kwong dan James kaget. mereka tak mengira musuh bisa menyelusup masuk kedalam dan menyamar sebagai Joe.
Joe sendiri terpaku ditempat melihat teknologi canggih yang meniru wajah nya.
****
"ceritakan kepada kami , kamu tahu darimana. jika itu Joe Palsu ?? ". tanya Mark setelah ia dan Kwong membawa pria plontos itu keruang bawah tanah.
Cuan lalu menceritakan kecurigaan nya kepada Mark dan yang lain nya.
bahwa Cuan curiga dengan gerak gerik pria berkepala plontos yang mengakui Joe palsu, serta ia menemukan tanda black Skull di lengan pria plontos itu
mendengar itu semua menarik nafas panjang. tak mengira jika , musuh bisa masuk kedalam.
"tidak percuma kamu aku juluki otak cerdas..." . terdengar suara Doni dari sana.
"Don...where are you ( dimana kamu )??? ". tanya Mark , merasa heran mendengar suara tak ada orang.
sementara Max , Joe serta James melihat kekanan dan kiri. tak percaya dengan pendengaran nya.
tempat persembunyian Doni tidak ada yang tau selain Cuan.
terlihat Cuan hanya tersenyum diam-diam.
"di suatu tempat ". Doni terkekeh melihat Mark dan yang lain nya cemberut mendengar ucapan Doni.
"taukah anda , Cuan berhasil mengalahkan pria penyusup itu dengan apa ??..." tanya Doni tersenyum geli .antara geli melihat kejadian barusan dan tegang. sambil menggenggam tangan Via.
"dengan apa ". tanya nya serentak.
"ia mempunyai senjata tersembunyi ". Doni tertawa lepas.
"Aku semakin tak mengerti ". ucap Mark mengangkat kedua bahu nya.
"tanyakan saja Cuan !!!.....
"kamu Don...mengajak kami untuk berteka teki ". Mark mulai jengkel.
"sudahlah...lebih baik kita bahas . untuk menghadapi black Skull itu ". ujar James malas bermain teka teki.
"Cuan mempunyai senjata paling ampuh dari antara kalian semua ". Doni masih ingin mengerjai teman-teman nya.
"iya apa ???....
Cuan...bisakah kamu menjelaskan ...
tak membuat kami penasaran ???...Joe mulai tak sabar
ada hal yang ingin di kerjakan. tapi rupa nya Doni dan Cuan ingin bermain - main dulu.
"rileks bro..., kita rileks sejenak . kepala ku masih pusing bermain di dunia Maya ...
__ADS_1
like dan command anda sangat berarti. terima kasih masih Sudi mampir disini