TAKDIR

TAKDIR
Bab 50


__ADS_3

Aku merasa kecewa kepada Dodi melihat story di aplikasi BBM nya tadi. Yah terjadi lah pertengkaran di antara kami. Hati ku kecewa karena nya. Ingin rasa nya aku melupakan nya. Tapi aku tidak bisa sama sekali.


Aku, Yus, dan adik sepupu ku berkumpul di depan teras rumah ku. Yah hati ini sedikit terobati jika kami bertiga berkumpul seperti ini. Sekarang kami sudah menambah anggota baru yaitu adik sepupuku yang bernama Siti. Melihat aku langsung mendapat pekerjaan setelah lulus dari kursus maka dia pun mengikuti jejakku untuk kursus di tempat yang sama.


"Kakak kenapa bodoh sekali sih? Sudah tahu dia mempunyai pacar, kenapa kakak tidak lupain saja dia. Toh masih banyak laki-laki di dunia ini" Ujar adik sepupu ku itu.


"Kakak juga nggak tahu kenapa bisa lepas dari dia Hati ini selalu saja menginginkannya dan selalu merindui nya. Hati ini terasa kosong saat dia tiada kabar seperti ini. Seperti langit tampa bintang lo" Ujar ku dengan raut wajah yang sedih.


"Aduh Mah, sabar ya sayang. Aku baru tahu jika Dodi itu punya pacar lain"


"Iya itu, karena itu lah dia tidak pernah mengungkap kan perasaan nya kepada ku. Dia bilang dia tidak mau membuat ku sakit nanti nya"


"Ribet, benar-benar ribet" Ujar Siti.


"Bukan nya aku tidak mau mencari laki-laki lain. Hanya saja, laki-laki yang mendekati ku tidak lah serius. Tuh kamu ingat kan si Khey Yus? Kemarin dia telah berhasil membuat hatiku baper. Namun setelah mantan pacarnya kembali dia hilang entah ke mana. Kemarin bang Ridho juga datang mendekatiku. Tapi entah mengapa akhir-akhir ini dia terlihat menghindar dariku dan tidak ada kabarnya. Hanya Dodi yang selalu ada untuk aku terus bagaimana bisa aku melupakan dia sedangkan laki-laki lain tidak jelas keberadaannya" Ujar ku lagi.


"Iya sih, bingung juga sih kami mau memberikan jawaban apa" Ujar Yus.


"Usu... " Teriak Dina tiba-tiba datang ke rumah ku.


"Ada apa sih din?"


"Usu kan pintar menari, bisa ajarkan Dina dan teman-teman Dina menari? Dina pelajaran kesenian mengambil nilai tarian karangan sendiri"


"Mau di ajarkan tarian apa?" Tanya ku. Yah kebetulan aku sewaktu SMA mengambil pengembangan diri berupa kesenian tarian dan juga drama. Jadi sedikit banyaknya aku bisa mengarang tarian dan juga drama untuk ponakanku itu.


"Terserah sih, yang penting tarian" Ujar nya lagi.


"Kapan pengambilan nilai nya?"


"Bulan depan"


"Oke kasih waktu seminggu ya untuk mengarang tarian nya"


"Oke usu"


"Oh ya, ada laki-laki nya gak?"


"Ada empat orang perempuan empat orang juga. Kami tarian nya berpasang-pasangan gitu"


"Oke, seperti ya aku harus bersemedi untuk mendapatkan wangsit gerakan tarian" Canda ku.


Sontak perkataanku itu membuat mereka semua tertawa.


Dulu, waktu duduk di kelas tiga SMP adik kelas ku memintaku untuk mengajarkan mereka menari dance India. Karena aku hobinya menari, jadi dengan senang hati aku mengajarkan mereka bertiga menerima untuk pengambilan nilai di kelas mereka. dan jika nantinya kelompok mereka mendapatkan juara satu maka akan ditampilkan tarian tersebut di acara perpisahan kelas tiga.


Dan Sungguh Aku tidak menyangka bahwa tarian yang ajarkan kepada mereka ternyata mendapat nilai tertinggi dan mendapat juara satu. Sehingga grup adik kelasku itu yang berjumlah tiga orang mendapatkan kesempatan untuk tampil di perpisahan kelas tiga di tingkat SMP.


Semenjak itu lah aku di percaya oleh adik-adik kelas ku untuk mengajarkan mereka tarian baik itu tarian tradisional, mau pun tarian modern.


Dan sekarang keponakanku memintaku untuk mengajarkannya menari bersama teman-temannya. Tidak hanya mengajak mereka menari aku juga sering diminta untuk mengajarkan mereka membuat drama. Yah tentu saja aku senang mengajarkan mereka seperti itu. Karena aku mempunyai kesibukan sendiri dan tidak terlalu memikirkan sakit hatiku kepada Dodi.


Waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam. Adik sepupu ku dan juga Yus pulang ke rumah nya masing-masing. Kembali ku tatap layar ponsel ku untuk melihat apakah ada pesan dari Dodi atau tidak. Ternyata harapan ku itu sia-sia. Tidak ada sama sekali pesan dari nya. Baik itu dari BBM mau pun dari pesan biasa. Mungkin dia sedang sibuk sama kekasih hati nya.


Ku letakkan kembali ponsel di samping ku. Aku mencoba untuk memejamkan mata. Baru saja mata ini mulai terpejam, ponsel ku berdering.


Dengan mata yang masih terpejam aku mengambil ponsel ku dan mencoba membaca nama siapa yang tertera di ponsel ku itu. Dengan cepat aku bangkit dari tidur ku dan membuka mataku lebar-lebar untuk memastikan apakah benar yang menelpon ku ini adalah orang yang aku harapkan.


"Waduh, Dodi telfon ku. Angkat gak ya? Angkat gak?" Batin ku mulai menimbang-nimbang.


"Biarin saja dulu, sudah dua atau tiga kali dia menghubungi ku baru ku angkat" Ujar ku lagi. Yah aku berlaga sok jual mahal. Padahal hati ini berbunga-bunga saat di telfon sama orang yang berada di seberang sana.


"Hallo" Ujar ku saat sudah tiga kali Dodi mencoba menghubungi ku.


"Sudah tidur ya?" Tanya nya kepada ku.


"Belum"


"Terus kenapa mengangkat telfon nya lama?"


"Tadi lagi di dapur siap-siap mau tidur. Hp tinggal di kamar gak kedengaran ada yang telfon"


"Siap-siap mau tidur gimana?"


"Cuci tangan, cuci kaki, gosok gigi"


"Oh gitu ya"


"Iya. Ada apa menelepon ku?" Tanya ku dengan cuek.


"Gak, hanya kangen saja sama kamu"

__ADS_1


"Oh, kirain ada apaan"


"Cuek banget sih cinta"


"Gak lelah saja"


"Masih marah sama aku?"


"Gak kok, gak ada hak nya juga aku marah sama kamu. Secara kita tidak ada hubungan apa pun"


"Jangan begitu dong cinta. Aku menjadi gak bisa tidur jika kamu bersikap seperti ini" Ujar nya.


"Oh ya?" Ujar ku. Sebenar nya aku juga tidak bisa tidur dengan tenang jika sedang bertengkar dengan Dodi seperti ini. Tapi aku harus jual mahal dulu kepada nya.


"Maaf ya cinta jangan marah lagi"


"Iya" Jawab ku masih dengan cuek nya.


"Sudah ngantuk ni. Tidur dulu ya" Ujar ku.


"Ya sudah. Selamat malam ya cinta. Hadir kan aku di dalam mimpi indah mu" Ujar Dodi.


"Iya terima kasih" Jawab ku.


***


Aku mengkerutkan keningku saat terdapat nomor baru yang masuk ke dalam ponsel.


"Nomor siapa ini?" Batin ku di malam itu saat aku ingin makan malam.


"Apa ini nomor wanita yang lain yang dekat dengan Dodi lagi?" Ujar ku.


"Hallo" Jawab ku.


"Hallo dengan dek Ramah?"


"Iya, ini siapa ya?"


"Ini Arep pacar nya Yus"


"Ha pacar nya Yus? Kenapa ya?"


"Yah mau kenal aja sama sahabat Yus. Apa kabar" Ujar nya.


Hingga pada suatu hari dia mengungkapkan perasaan nya kepada ku. Sontak hal itu membuat aku kaget.


"Abang merasa nyaman bersama adek. Sejak pertama kali kita berkenalan dan ngobrol, abang jadi suka sama adek" Ujar nya kepada ku.


"Ha? Apa aku gak salah dengar?"


"Ya gak lah dek. Abang suka sama adek, apa adek mau jadi pacar abang?" Tanya nya kepada ku.


"Apaan sih ini orang. Sudah tahu Yus itu sahabat ku dan dia pacar nya Yus, bagaimana mungkin aku menusuk sahabatku sendiri" Batin ku.


"Terus bagaimana dengan Yus?"


"Kita jalani saja diam-diam saja agar dia tidak tahu. Kalau adek mau, abang bisa kok putusin Yus demi adek"


"Oh ternyata cowok ini gila juga. Masa ia dia rela menyakiti sahabatku seperti itu. Emang aku ini wanita apaan yang merebut pacar sahabatnya sendiri" Batin ku.


"Bagaimana dek? Mau kan adek terima abang? Abang janji akan membuat adek bahagia"


"Maaf bang, aku gak bisa menerima abang.. Aku nggak mau hubungan persahabatan aku dan Yus yang telah terjalin begitu lama hancur seketika hanya karena seorang lelaki seperti abang" Ujar ku.


"Apa selama ini adek tidak memiliki perasaan sama abang"


"Tidak bang. perasaanku kepadamu Hanya sebatas teman. Dan aku mau mendengar curhatan kamu hanya karena kamu itu pacar dari sahabatku. Bukan berarti semua yang aku lakukan itu harus suka sama kamu ya bang" Ujar ku.


"Tapi abang suka sama adek"


"Maaf bang aku tidak bisa. Tolong abang jangan menghubungi ku lagi. Aku tidak mau Yus salah paham nanti nya kepada ku" Jawab ku langsung menutup teleponku.


***


"Kamu ketemu di mana sih laki-laki yang bernama Arep itu? Ngapain juga kamu memberikan nomor ku kepada nya" Ujar ku.


"Waktu itu, aku motor ku rusak tak jauh dari bengkel nya. Terus dia lah yang membantu ku untuk memperbaiki motor ku itu. Jadi dari situ lah aku kenal dengan nya" Jelas Yus.


"Terus ngapain juga kamu kasih nomor ku kepada nya?"


"Ya karena dia itu mau menanyakan tentang aku dengan sahabat ku"

__ADS_1


"Eh Yus, lebih baik kamu putusin saja deh laki-laki itu. Sepertinya dia bukan laki-laki yang baik untuk kamu"


"Maksud kamu laki-laki yang gak baik bagaimana?"


"Dia pernah bilang sama aku kalau dia itu pernah begituan sama pacarnya dulu. Asal kami tahu ya Yus, Jika laki-laki pernah begituan sama pacarnya pasti dia akan meminta hal yang sama kepadamu nantinya. Aku tidak mau kamu dirusak oleh laki-laki seperti itu. Aku hanya ingin melindungi kamu dari laki-laki yang jahat seperti itu" Ujar ku.


"Yah karena pengalaman ku seperti itu Yus. Aku pernah mencintai laki-laki yang pernah begituan sama pacar-pacar nya dan aku yakin dia bisa berubah. Namun pada akhir nya dia lah yang membuat ku rusak" Batin ku.


"Serius kamu Mah?"


"Iya, bahkan dengan gampang nya dia mengungkapkan rasa suka kepada ku. Padahal dia tahu aku dan kamu itu sahabatan Tapi entah mengapa dia mempunyai pikiran aku bisa menerima dia dan menghianati kamu sebagai sahabatku" Ujar ku lagi.


Yus tampak berpikir dengan apa yang aku katakan.


"Itu terserah kamu mau percaya sama aku atau tidak. Yang jelas aku hanya ingin melindingi mu sebagai sahabat ku" Ujar ku lagi.


***


"Sedang apa cinta" Tanya Dodi malam itu.


"Sedang duduk-duduk saja sambil memikirkan seseorang yang ada di seberang sana yang aku rindukan"


"Aku dong"


"Eits, gak bilang kamu juga ya"


"Ya merasa saja itu aku"


"Hehehe.... Iya memang kamu"


"Cinta mau kah kamu menjadi pacar ku?" Ungkapan perasaan yang sudah lama ku tunggu pada akhir nya bisa dia ungkapkan kepada ku.


Hati ku sungguh berbunga-bunga mendengar ungkapan perasaan itu. Aku mencoba untuk mencubit pipiku memastikan bahwa aku tidak bermimpi malam itu.


"Aduh sakit" Rintih ku. kembali aku membaca pesan yang dikirim oleh Dodi tadi.


"Ternyata benar dia mengungkapkan perasaannya kepadaku"


"Pacar mu?"


"Aku dan dia sudah putus. Antara kami tidak ada hubungan apa pun"


Sontak kata-kata itu membuat aku kembali berbunga-bunga dan dengan senang hati aku menerima cintanya.


"Iya aku mau" Jawab ku senyuman di bibir pun terus merekah.


"Kebetulan besok hari minggu, aku libur kerja. Aku ke sana ya mau jalan-jalan ke Selat baru" Ujar ku.


"Kamu ke sini karena untuk merayakan jadian kita atau bagaimana?"


"Aku memang mempunyai niat ke sana bersama adik sepupu ku. Yah sekalian mau refreshing.. Kamu besok sibuk nggak bisa kan nemenin aku dan adik sepupuku untuk jalan ke Selat baru?" Ucap ku.


"Bisa dong. Masa ia pacar datang gak di sambut. Sejak kapan sih aku mengabaikan mu"


"Ya siapa tahu kamu sibuk kerja bersama ayah ku"


"Gak dong cinta. Aku minta izin nanti sama ayah ku" Ujar nya lagi..


"Oke tunggu aku di sana ya"


"Oke cinta"


"Siti, besok kita pergi ke Bengkalis ya. Kita jalan-jalan ke sana sekalian refreshing mau ngajak Yus, Yus tidak ada di sini Dia sedang berada di rumah ibunya di Sungai Apit" Pesan ku kepada Siti.


"Waw, seru tuh. Oke deh kakak, aku setuju sudah lama juga gak jalan-jalan" Balas nya.


"Pukul berapa kak kita berangkat?"


"Pukul tujuh ya, lebih cepat sampai lebih baik. Sekalian aku mau mengenalkan kamu dengan Dodi orang spesial dalam hidupku"


"Ha, jadi kakak masih sama dia? Dia kan masih pacaran sama pacar nya itu kak"


"Enggak kok Siti, dia bilang dia sudah putus sama pacarnya. Jadi karena itu dia mengungkapkan perasaannya kepadaku barusan"


"Serius kak"


"Iya serius. Aku bahagia sekali"


"Jadi karena itu kakak mengajak ku ke sana untuk merayakan hari jadian kalian?"


"Gak juga sih, emang sudah ada Rencananya mau ke sana untuk jalan-jalan. Ya sudah besok kakak jemput ya"

__ADS_1


"Oke kak" Ujar Siti.


__ADS_2