TAKDIR

TAKDIR
Bab 77


__ADS_3

Setelah sarapan, aku dan bang Ijon pergi ke bandara untuk ceck in pesawat. Cukup lama, juga kami menunggu di sana.


"Lapar ya Mah, kita pesan makanan dulu ya" Ujar bang Ijon.


Yah ternyata, pesawat kami berangkat nya pukul satu siang. Karena waktu saat itu baru menunjukkan pukul sepuluh, jadi nya kami memutuskan mengisi pulau tengah kami dulu.


Ini kali pertama nya aku masuk ke bandara penerbangan di ibu kota Pekanbaru di provinsi riau itu.


"Aduh, apa menyeramkan ya naik pesawat. Secara kakak ku pernah bilang saat pesawat mau lepas landing bergetarnya kuat jadi sangat mengerikan saat menaikinya" Batin ku merasa cemas.


"Bang, aku ke toilet dulu ya" Ujar ku. Yah seperti biasa nya, saat berdebar seperti ini, pasti aku merasakan gejolak di perut ku. Semua nya ingin keluar saat itu juga.


"Aduh, memang perut ku gak bisa di ajak kerja sama" Batin ku bergegas mencari toilet untuk melepaskan barang yang akan keluar.


***


"Alhamdulillah akhir nya aku bisa juga naik pesawat" Batin ku setelah kami masuk ke dalam pesawat karena pesawat akan segera lepas landas. Yah sungguh rasa di hati ini campur aduk. Ada gembira, ada sedih, ada takut nya juga saat burung terbang ini. Yah gembira karena aku bisa naik pesawat kali pertama nya. Sedih karena harus meninggalkan ibu, ayah dan juga Dika laki-laki yang aku cintai itu. Dan takut karena akan terjadi kecelakaan saat penerbangan nanti. Itu lah yang aku rasakan saat ini.


"Ya Allah selamat kan lah kami semua hingga tiba di tujuan" Batin ku berdoa.


"Hallo ibu, ini aku sudah masuk ke pesawat buk. Doain aku ya semoga sampai di tujuan dengan selamat" Ujar ku meminta doa kepada ibu ku.


"Iya nak, ibu pasti selalu mendoakan kamu"


"Ya sudah buk aku tutup dulu ya telfon nya. Sebab pesawat nya mau terbang" Ujar ku lagi


"Iya"


"Dika, doain aku ya semoga sampai dengan selamat di tujuan" Ujar ku memberi pesan kepada Dika.


"Iya cinta. Aku pasti akan selalu mendoakan mu" Jawab nya.


"Terima kasih ya jantong pisang" Ujar ku mengakhiri pesan singkat kami di siang itu. Aku pun langsung mematikan ponselku karena ingin lepas landas ponsel harus dimatikan atau mode pesawat. Yah karena aku masih baru pertama menaiki pesawat jadi aku memutuskan untuk mematikan ponselku saja.


***


"Alhamdulillah sudah tiba di tempat tujuan dengan selamat" Ujar ku dalam hati.


Aku pun langsung memberi kabar kepada Ibuku bahwa aku sudah tiba di kota Jakarta dengan selamat. Tak lupa aku juga memberi kabar kepada Dika.


Aku dan bang Ijon langsung pergi ke hotel berbintang 5 yang ada di kota metropolitan itu di mana di hotel itulah tempat Rekon ulang yang diadakan.


"Ini kak Pebri dari Dumai. Kamu satu kamar dengan kak Pebri ya" Ujar bang Ijon. Yah untung saja bang Ijon kenal dengan kak Pebri. Jadi nya aku mempunyai teman satu kamar di sana. Yah akses yang di gunakan menggunakan lift dan kamar dengan kartu saja. Maklum nama nya juga hotel berbintang lima.


Kamar ku berada di lantai sembilan. Sedangkan kamar bang Ijon berada di lantai tujuh. Yah aku juga sering bolak balik ke kamar nya karena harus mengerjakan tugas rekon ku. Aku lah yang melakukan semua nya hingga selesai.


Kami pergi ke lantai bawah. Di mana tempat akun itu diadakan saat itu begitu besar dan mewah dan di sana juga disediakan berbagai makanan dan juga minuman untuk mengganjal perut kami yang lapar. Aku sudah menunjukkan pukul tujuh malam dan perutku mulai terasa keroncongan. Sehingga aku mengambil mie goreng dan juga secangkir kopi serta buah-buahan untuk mengganjal perutku di malam ini. Sebelum acara dimulai kami pun yang hadir di sana dari berbagai daerah menikmati makan malam kami dengan nikmat.


"Ya ampun, makanan apa ini? Kok kepada pada semua?" Batin ku melihat makanan yang aneh di sana. Yang belum pernah ku lihat sebelum nya. Yah nama juga orang desa tentu tidak tahu jenis makanan yang di sajikan oleh hotel tersebut.


"Ya sudah deh, aku ambil yang ini saja" Ujar ku lagi mengambil makanan yang ku ketahui saja seperti mie goreng, kopi dan juga buah-buahan.


***


"Alhamdulillah selesai juga" Ujar ku meremehkan tubuhku di atas kasur saat waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


Seperti biasa aku tidak bisa tidur dengan nyenyak di malam itu karena aku berada di tempat yang baru yang harus membutuhkan waktu untuk beradaptasi.


Namun, aku paksa kan juga untuk memejamkan mata agar besok pagi aku bangun tidak kesiangan.


***


Sudah tiga hari kami berada di hotel tersebut. Selama itu juga aku mengirim pesan kepada Dika dan juga sering telfonan kepada ibu ku. Hingga di hari terakhir aku dan bang Ijon pergi ke hotel yang lain untuk menginap di sana.. Karena besok kami sudah harus kembali ke Pekanbaru.

__ADS_1


Sebelum mencari hotel baru, kami pergi ke pasar senin untuk mencari sepatu abang ku. Yah dia meminta ku untuk membelikan sepatu kerja untuk nya.


Aku dan bang Ijon pun pergi ke sebuah hotel yang tak jauh dari pasar malam di kota tua. Kami memesan dua kamar di mana kamarku terdapat di lantai pertama dan kamar bang Ijon terdapat di lantai kedua.


"Ayo Mah kita pergi makan dulu" Ujar bang Ijon mengajak ku makan di sebuah restoran yang tak jauh dari hotel itu. Setelah makan kami pun pergi ke pasar malam untuk membeli baju sebagai hadiah untuk keponakan-keponakan ku, sepupu ku dan juga Dika. Tak lupa kedua orang tua ku pun ku belikan baju untuk mereka.


"Sudah Ramah? Ayo kita pulang dan nanti kita akan pergi ke PRJ (pekan raya Jakarta)"


"Bang ada kerak telor. Aku pengen makan kerak telor. Seperti nya enak" Ujar ku.


Bang Ijon pun memesan kerak telor untukku dan juga untuknya.


"Ya ternyata kerak telur tersebut tidak seenaknya aku bayangkan. Rasa nya amis" Batin ku.


"Kenapa gak di habis kan Ramah?"


"Hamis bang, mual aku jadi nya" Ujar ku. Kami berkeliling di san untuk melihat suasana kota Metropolitan itu.


"Wah ternyata seperti ini hiruk pikuk nya ibu kota" Batin ku lagi.


"Ramah, hati-hati dengan tas mu. Tarok tas mu di depan, jangan kamu sandang nanti ada pencopet. Maklum saja ibu kota keras" Bisik bang Ijon kepada ku.


Sontak aku kaget dan langsung melakukan perintah dari bang Ijon dan aku pun waspada selalu.


***


"Alhamdulillah sudah tiba di hotel" Ujar ku kembali merebahkan tubuhku yang terasa lelah karena satu hari ini aku keliling kota metropolitan.


Yah aku pun membuka aplikasi BBM ku untuk berselancar di sana.. Dan bermaksud untuk memberi pesan kepada Dika. Tapi betapa kaget nya aku saat story BBM Dika muncul di beranda BBM ku. Di mana Dika mengepost foto nya berdua dengan si Fida saat berada di kantor nya. Dan saat itu mereka sedang menggunakan masker lumpur berwarna hitam.


Deg....


Tentu hati ini merasa sakit dan pilu saat melihat foto itu. Bagaimana tidak secara fotoku bersamanya tidak pernah sama sekali di post di story nya.


"Eh cinta kok ngomong nya gitu sih?"


"Sudah lah Dika. Baru jadi pacar saja kamu sudah bisa berlaku adil. Dan kamu malah mau mempunyai istri dua? Bisa-bisa kamu akan mati berdiri" Ujar ku lagi.


"Maksud nya apa sih cinta"


"Dari post story kamu saja gak bisa adil. Kamu selalu memprioritaskan dirinya dan selalu kamu pos foto bersamanya daripada bersamaku. Kamu tidak pernah meletus foto kita berdua di social media mu"


"Aku gak pinter melakukan hal itu cinta"


"Foto bersamaku kamu nggak pinter untuk mengepost nya? Sedangkan foto bersama dia kamu pintar mengepost nya? Alasan nggak pinter kamu itu nggak bisa diterima" Balas ku dengan rasa yang menggebu-gebu di hati. ya rasa lelah dan ngantuk ku di malam itu seketika hilang melihat foto Dika bersama kekasihnya.


"Kapan dia datang ke sana? Sendirian?" Tanya ku.


"Gak, dia datang ke sini bersama ibuku tadi sore"


"Oh tidur di sana dong. Enak ya bisa terus-terusan tidur bersama kekasih hati nya" Ucap ku lagi.


"Apa sih cinta jangan mencari masalah gitu dong"


"Kamu yang mencari masalah. Ngapain kamu post-post foto bersama nya? Kamu takut dia terluka, jika kamu ngepost fotoku bersamamu? Tapi kamu tidak takut jika aku yang terluka melihat foto kamu bersamanya seperti ini. Itu artinya kamu lebih menjaga perasaan dia dibandingkan aku. Aku hanya benalu di dalam kehidupan kalian berdua" Pesan ku lagi.


"Cinta tolong dong jangan seperti ini. Aku sayang sama kalian berdua"


"Sayang mu kepada ku hanya seujung kuku Dika. Tidak sebesar rasa sayang mu kepada nya" Ujar ku lagi.


"Sudah lah nikmati saja waktu mu bersama kekasih mu yang kamu sayangi itu.. Lupakan saja aku, aku lelah seperti inu" Ujar ku lagi.


Kembali ku lihat story Dika. Tapi ternyata sudah di hapus. Yah mungkin dia menghapusnya karena aku berkoar-koar seperti tadi.

__ADS_1


"Cinta kapan kamu pulang, aku kangen" Ujar nya.


"Kangen? Sama aku? Serius? Gak salah dengar aku?" Tanya ku bertubi-tubi.


"Kok gitu sih cinta"


"Alah jangan mengalih topik pembicaraan deh kamu. Lebih baik kamu layani saja tuh kekasih mu yang sudah berada di depan matamu tak perlu kamu merindu kan aku lagi"


"Cinta tolong jangan seperti ini"


"Coba deh kamu balik kan keadaan kamu menjadi aku. Jika aku mengepost foto ku bersama laki-laki lain yang juga kekasih ku, bagaimana perasaan kamu? Jadi kamu jangan berpikir hati ku ini tidak sakit melihat hal ini?" Ujar ku lagi.


"Ya sudah lah terserah kamu. Aku mau tidur dan istirahat. Capek seharian banyak kegiatan dan sekarang capek juga melihat tingkah laku kamu yang tidak adil seperti ini"


"Ya cinta, maaf selamat beristirahat cinta hadirkan aku di dalam mimpi indahmu"


"Mimpi indah? Mimpi buruk iya itu" Ujar ku lagi.


"Cinta jangan seperti itu"


"Udah lah, setelah apa yang kamu lakukan terus kamu minta aku untuk diam saja dan menahan rasa sakit ini? Oh tentu saja aku tidak bisa melakukan hal itu"


"Ya cinta maaf"


"Terserah" Ujar ku mengakhiri percakapan kami di aplikasi BBM tersebut.


***


Aku menggosok-gosok mataku yang masih terasa berat ku lirik jam dinding yang ada di kamar hotelku saat ini sudah pukul tujuh pagi. Aku pun bersiap-siap mandi karena sebentar lagi bang Ijon akan mengajakku untuk sarapan di lantai pertama hotel tersebut.


Aku pun bersama bang Ijon pergi sarapan. Setelah sarapan kami pun bersiap-siap untuk pergi ke bandara karena kami akan kembali ke kota Pekanbaru dan juga ke Sungai Pakning.


"Hallo, Assalamualaikum buk. Ibu lagi ngapain? Sudah sarapan?" Tanya ku kepada wanita paruh baya yang berada di seberang sana.


"Waalaikumsalam sudah kok nak"


"Buk, hari ini kami akan pulang. Ibu doain aku ya semoga sampai di tempat tujuan dengan selamat"


"Iya, ibu akan selalu mendoakan kamu nak"


"Terima kasih ya buk, ini kami mau pergi pergi ke bandara untuk check in pesawat agar nanti kami tidak terlambat"


"Iya hati-hati ya nak" Ujar Ibuku kepadaku dan mengakhiri percakapan kami di telepon saat itu.


"Aduh, aku merasa ngantuk sekali" Batin ku. Ya tentu saja aku merasa ngantuk karena tadi malam aku nggak bisa tidur dengan tenang hal itu disebabkan aku memikirkan Dika yang sedang bersama kekasihnya tadi malam meski ada ibunya Dika di sana, tapi tetap saja aku tidak merasa tenang.


Ingin rasanya aku cepat-cepat pulang saat itu. namun apalah daya saat ini kami dipisahkan tidak hanya lautan tapi juga pulau. Di mana saat ini dia berada di Pulau Sumatera dan aku berada di Pulau Jawa tentu saja membutuhkan waktu yang lama untuk bisa tiba di tempatku itu.


"Ternyata lupa dengan saat sedang bersama dia" Ujar ku membuat story di aplikasi bbm-ku.


"Aku tidak pernah melupakan kamu cinta. Jangan pernah kamu berpikir aku seperti itu" Komentar Dika di Story BBM ku.


Mungkin laki-laki itu melihat Story ku saat itu. Jadinya dia langsung berkomentar tentang story ku itu.


"Emang kenyataannya seperti itu kan? Soalnya dari tadi kamu sama sekali tidak ada kabarnya"


"Gak pernah seperti itu cinta. Jangan berpikir yang bukan-bukan terhadapku"


"Terserah, Kenapa tidak mau post foto Kalian berdua lagi pagi ini?"


"Apa kekasih terindah mu itu sudah pulang" Ujar ku lagi.


"Cinta jangan mencari masalah lagi deh. Dari tadi pagi dia sudah pulang kok bersama ibu ku"

__ADS_1


"Oh oke kalau begitu" Ujar ku dengan cuek kepada Dika.


__ADS_2