TAKDIR

TAKDIR
Part 28 PASRAH


__ADS_3

Karina menatap Bima dengan tatapan tak terbaca. Terjawab sudah akhirnya semua pertanyaan dalam hatinya.


Kemarin, saat Bima tiba-tiba bersedia menikahinya, hati Karina dipenuhi berbagai pertanyaan. Namun, kini semuanya sudah terjawab.


Pria di hadapannya itu menikahinya karena kasihan. Pria tampan yang berhasil menggetarkan hatinya itu menikahinya karena ingin membalas budi karena sudah menabrak dirinya beberapa waktu yang lalu.


Kejadiannya begitu cepat hingga Karina tidak bisa mencegah. Namun, bukankah sedari awal Karina seharusnya menyadari semuanya?


Pria di hadapannya itu tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa sebab. Karina memejamkan matanya.


"Apa yang kamu pikirkan, Karina. Apa kamu kecewa karena ternyata laki-laki menyebalkan itu hanya berpura-pura menikahimu karena ingin membalas budi untuk menghilangkan rasa bersalah karena telah menabrakmu?" batin Karina.


"Apa kamu kecewa karena ternyata alasan pria itu menikahimu bukan karena dia tertarik padamu?" Karina terus berbicara pada dirinya sendiri.


Gadis itu menghela napas panjang, kemudian tanpa ragu, Karina akhirnya menadatangani surat perjanjian pernikahan itu. Baginya, tidak ada pilihan lain selain menyetujui semua syarat yang diberikan oleh Bima.


Biarlah! Kali ini Karina pasrah daripada hidup dalam ketidak pastian. Berulang kali kabur, nyatanya dirinya tetap tertangkap oleh sang paman.


"Aku setuju dengan semua syarat yang kamu berikan." Karina menyodorkan surat perjanjian yang baru ia tanda tangani.


"Bagus! Dengan begitu, aku tidak perlu membuang-buang waktu. Mulai besok, aku akan ke perusahaan milikmu. Tapi sebelumnya, kamu harus menelepon pengacara keluargamu." Bima menatap Karina dengan tatapan lega.


Setelah Karina menandatangani surat perjanjian itu, dirinya bisa leluasa untuk membantu perempuan itu untuk mendapatkan haknya.


Bima benar-benar merasa kasihan pada gadis polos itu. Selama ini, dia tidak menyadari kalau orang-orang di sekitarnya hanya memanfaatkannya saja.

__ADS_1


"Kamu boleh keluar."


Karina mengangguk saat mendengar ucapan Bima. Gadis itu melangkah gontai dengan pikiran berkecamuk.


"Tunggu aku di meja makan. Kita makan siang bersama." Kalimat yang diucapkan Bima sebelum Karina menutup pintu ruangan itu.


***


Karina sampai di dapur. Gadis itu duduk di kursi meja makan. Di sana, ia melihat Bi Santi yang terlihat sibuk menyiapkan makan siang.


Tidak seperti beberapa hari lalu. Kini, Karina tidak begitu semangat untuk membantu Bi Santi. Karina lebih memilih duduk dan berdiam diri sambil memperhatikan perempuan yang menjadi asisten rumah tangganya Bima.


Pria menyebalkan yang akhirnya menjadi suaminya. Suami?


Tadinya, Karina sangat bahagia karena karena pria yang sudah menyita perhatiannya itu tiba-tiba memutuskan untuk menikahinya. Namun, kini kebahagiaannya sirna sudah.


Menikah dengan pria itu memang akan ada dalam sebuah mimpi. Meskipun saat ini pria itu sudah menjadi suaminya, tetap saja, Karina tidak akan bisa memilikinya.


Aku bahkan sampai lupa menanyakan padanya tentang istrinya yang saat ini sedang berada di luar negeri. Apa ini juga salah satu alasan kenapa dia memberikan surat perjanjian pernikahan padaku?


Karina bangkit saat Bi Santi sudah mulai menghidangkan makanannya satu persatu di atas meja makan.


"Bibi sampai tidak menyadari kalau Non Karina ada di sini," ucap Bi Santi yang sedikit kaget saat melihat majikan barunya itu sedang menenggelamkan wajahnya di atas meja.


Karina tertawa pelan mendengar ucapan Bi Santi.

__ADS_1


"Maafkan aku, Bi. Aku tidak sengaja membuat Bibi kaget." Karina masih tertawa.


"Tidak apa-apa, Non." Bi Santi tersenyum sambil meletakkan satu persatu makanan yang sudah ia masak untuk majikannya.


Hari ini adalah hari pernikahan Bima. Sang majikan yang sudah beberapa tahun menduda. Selama ini, Bima hanya terlihat menyesal dan menangisi sang mantan istri. Namun, tidak disangka kalau majikannya itu tiba-tiba menikahi seorang gadis yang baru sekali dibawa ke rumahnya.


Gadis cantik bernama Karina yang saat ini berada di hadapannya. Bi Santi sangat menyukai Karina meskipun dirinya baru mengenal gadis itu. Tetapi, Bi Santi sangat yakin kalau Karina adalah gadis yang baik.


"Banyak banget makanannya, Bi." Bima yang baru saja datang menatap satu persatu hidangan makanan yang tersaji di meja makan.


"Hari ini adalah hari spesial untuk Den Bima dan Non Karina. Bibi memasak makanan kesukaan Den Bima dan Non Karina. Beruntung, ternyata makanan kesukaan Non Karina ternyata hampir sama dengan makanan kesukaan Den Bima, jadi, Bibi tidak perlu repot-repot membuatnya.


"Terima kasih, Bi." Bima duduk di samping Karina.


"Ayo, kita makan!" Bima melirik ke arah Karina yang langsung menganggukkan kepala.


Mereka berdua makan dalam diam. Entah kenapa, ada rasa canggung dalam diri Karina setelah mendapatkan surat perjanjian pernikahan itu.


Dia tidak ingin berharap lebih. Karina akan mengikuti peraturan yang sudah Bima susun untuk pernikahan mereka.


BERSAMBUNG ....


Kepoin juga novel karya temen Author yang satu ini yuk!


__ADS_1


__ADS_2