TAKDIR

TAKDIR
kotak hitam


__ADS_3

"Ion....


bisakah????... " belum selesai James berbicara. saat melihat wajah Ion memucat.


"ada apa haaa... " bentak James tak sabar.


"bom...


bom bunuh diri " terlihat gelisah.


"kamu bukan nya terbiasa dengan mengenai ini semua? ". tanya James tak habis pikir.


"ha.. ha.. ha.. ha.. " tawa pria penyusup itu membuat buku kuduk merinding.


Suara tawa bercampur sedih dan putus asa. mendengar pembicaraan James dan Ion.


"diam kau ". bentak James dan Ion berbareng.


"ha.. ha.. ha.. tawa sangat penyusup tak mau berhenti.


Plaaak.,


Ku bunuh kau.. diam!!!!... geram James memukul pria penyusup itu berulang - ulang. hingga pria itu babak belur dan jatuh tersungkur.


Reflek Ion menangkap badan pria penyusup iti agar tak jatuh. sebab jika terjatuh bom yang dipasang badan nya akan meledak.


Tampa ia bisa menjinakkan lebih dahulu.


"kenapa kamu memukul nya, bahaya. ini bom jebakan kalau ia jatuh akan meledak. sebelum aku menjinakkan nya.. kita semua akan mati". bentak Ion merasa jengkel dengan tindakan gegabah James.


"sedikit membingungkan. jika aku memotong kabel merah... akan meledak.


Karena disini ada beberapa kabel. rangkaian yang membingungkan. sedangkan disini ada kabel merah, kuning dan hitam, mereka membuat rangkaian yang sangat membingungkan, ini jebakan." batin Joe dalam hati


Pria bertubuh 155cm itu terlihat bingung. mana yang harus dipotong terlebih dahulu


salah - salah memilih memotong satu diantara kabel itu pasti akan..... booom ". ujar Ion mempraktekkan dengan tangan keatas. aku cari akal dulu ". memutar badan pria penyusup itu.


Seketika tubuh nya merinding, ketika tampa sengaja mata elang nya melihat sebuah benda sebesar kelereng menempel di tubuh penyusup itu


"astaga... ada bom lagi disini!!...


"haaa...


dimana??? ". tanya James.


seketika ia terdiam ketika, melihat arah tangan Ion.


rajin sekali mereka meletakkan bom ". gerutu nya menunjuk bom kecil di balik jaket hitam nya sebel kiri penyusup itu.


Laki-laki penyusup hanya tertunduk lesu.


" ha.. ha.. ha.. ha..


kita akan mati bersama ".tertawa hingga mengeluarkan air mata. terdengar tawa putus asa.


" diam..." hardik James.sambil memukul kepala pria penyusup. James terlihat mulai putus asa dan gelisah.melihat Ion seperti bingung.


Sedangkan pria penyusup menundukkan kepala, seperti menyesali perbuatan nya. demi si buah hati. ia rela melakukan ini semua.


"Ayo Ion, kamu pasti bisa... cari akal, harus memotong kabel terlebih dahulu yang mana..


dammm.. ". James memaki - maki sendiri.


Ia tak tahu harus bagaimana. pergi menjauh atau memaksa Ion menjinakkan bom yang belum ia temukan, dimana terlebih dahulu harus memotong.


Waktu terus berjalan...


bom belum dapat dijinakkan.


"perhatian...


disini ada bom. cepatlah kalian pergi dari sini ". teriak Squrd tak sabar. mengusir para pejalan kaki.


dan yang lain nya


Ia tak ingin ada korban.


seketika terjadi kepanikan... yang berjalan kaki berlari panik... yang membawa kendaraan baik roda dua maupun roda empat terlihat panik..


Hampir terjadi kecelakaan, jika tak segera anak buah Mark mengatur mereka.


"mengapa kamu berteriak... ". bentak Mark, ia mulai merasa stres. dengan tindakan gegabah Squrd.


Merasa bersalah Squrd terdiam sambil merapikan


manusia yang sedang panik. bagaimana tidak panik jika ada bom.


Ion hanya menggelengkan kepala melirik Mark yang sedang emosi sambil berfikir.


Tit... tit... tit. menandakan perputaran jam pada bom terdengar. bergerak perlahan kapan bom akan meledak.


"aku minta bantuan kalian semua ". ucap Ion tiba - tiba mendapat ide sambil menghitung jumlah kabel.


"ada tujuh kabel yang harus dipotong, saya minta enam orang mendekat bantu saya ".berlari mencari sesuatu.


sampai-sampai kami terdiam, hanya melihat Ion berlari. tanpa tahu harus berbuat apa.


Ternyata Ion mencari yang.

__ADS_1


"ayo yang bersedia membantu ku ". ucap Ion dengan tang ditangan. Ion memegang tang tujuh buah, setengah berlari ia memegang tang hingga terjatuh. sampai-sampai anak buah James datang menolong Ion.


"kamu - kamu tolong saya ya". memberikan tang ke enam orang anak buah James.


Tak tahu harus berbuat apa, ke enam anak buah James mengikuti Ion.


Terlihat Ion mengambil lagban hitam di kantong nya. kemudian ia memotong lakban itu sebanyak tiga potong. sisanya ia masukkan kembali kesakitan kantong celana nya.


ternyata ia menutup CCTV yang terus memantau diri nya. Ion menyadari jika CCTV itu hidup dan melihat apa yang dikerjakan nya.


Jika mereka selalu memantau pekerjaan Ion, tentunya dengan cepat orang dibalik layar itu akan segera meledakkan bom dari jarak jauh.


Dengan ilmu heckernya... ia membuat seolah - olah layar itu hidup dan melihat Ion. walaupun jika mereka sadar CCTv itu hanya bergerak begitu terus, seperti berputar flim rusak.


"kenapa ga dari tadi ". tanya Mark membisik kan ke Ion.


"sengaja.... biar mereka lihat pergerakan kita hanya itu - itu sajayang mereka lihat. akan seperti layar Film rusak he.. he.. he... lagian baru terfikir kan oleh ku. " ucap Ion santai.


Mark mengelengkan kepala dengan kejeniusan bocah itu.


"ok... kita harus memotong kabel - kabel ini secara berbarengan dan hati - hati dan dengar aba - aba ku ". sambil memberikan tang itu ke anak buah James.


_ok... ". jawab anak buah James serentak.


"tunggu ". teriak Squrd yang setengah berlari menghampiri pria penyusup itu.


dengan gerakan cepat Squrd menyambar kalung yang dipakai pria itu.


James dan Ion bingung melihat Squrd.


"cepat kalian potong. waktu berjalan ". setengah berteriak Squrd mengantongi kalung yang ternyata CCTV kecil.


"tertarik dengan kalung itu Squrd ". sindir Ion samaabil geleng kepala.


Tiba-tiba


Squrd sambil berlari mengeluarkan kalung dari saku kantong nya. dengan berdebar ia berlari semampu nya membuang kalung itu ke sungai kecil..


Plung...


duaarrrrddd...


Air menyembur keatas.. hingga orang-orang berlari menjauh.


Boom yang berupa kalung itu meledak didalam.


kekuatsn bom yang tidak seberapa, mungkin hanya untuk mengertak.


Tindakan heroik Squrd yang tak memikirkan keselamatan nya.. membuat yang berada disana terharu.


Dari tadi Squrd memperhatikan kalung pria penyusup itu . kalung yang berupa bom itu, mungkin tak akan orang mengira jika itu bom.


Ion benar sangat penyusup sangat rajin meletakkan bom dan CCTV di setiap tubuh sang penyusup, pantas ia terlihat putus asa.


"thanks Squrd, kamu the best ". Ion mengajukan jempol. ke arah Squrd.


"ternyata anak itu jeli juga mata nya, salut aku ". batin Ion dalam hati.


"aku hitung sampai tiga hitungan kita berbateng potong ". melirik anak buah James yang terlihat gemetar dan berkeringat dingin. sambil mengangkat tangan siap memberi aba-aba.


" kalian tolong aku untuk memotong kabel itu ". ucap Ion sambil menyerahkan tang kebeberapa anak buah James.


"semua berkumpul, tiga sebelah kanan dan tiga lagi kiriku.kalian ada enam orang, sebelah kiriku memotong warna hitam yang sebelah kanan ku dan kamu ikut aku ". perintah Ion.


Ok... satu, tiga potong ". teriak Ion tanpa ada hitungan dia langsung menyebut tiga.


tak...


Terdengat bunyi tang yang memotong kabel. dengan tiap warna.


sontak anak buah James memotong kabel itu.


Dengan wajah memucat dan berkeringat dingin James, Mark dan yang lainnya menunggu, apakah kabel yang dipotong itu berhasil mereka jinakkan atau tidak. begitupun anak buah James yang memotong kabel. mereka mematung diantara rancangan bom bunuh diri itu.


tik... tik.... tttiiiiii


dan waktu bom itu berhenti. menunjukkan angka 0.


"yeee... berhasil ". teriak mereka senang ber loncatan telah berhasil menjinakkan bom.


Tidak dengan Squrd...


Secepat yang ia mampu, Squrd menarik tubuh pria penyusup itu ke kolam tadi. kolam ia melemparkan kalung berisi bom.


Byuurrr...


Dan


Boooooom...


Pria malang itu tersebut, berbarengan dengan bom itu meleldak.


hingga air kolam kembali menyembur keatas. membuat orang yang berada disekitarnya. berlarian dengan tubuh basah kuyup.


Air yang bercampir tanah... untung bom meledak di dalam kolam..


jadi tidak ada korban, hanya basah saja bagi mereka yang dekat pinggir kolam.


Walau sangat penyusup menjadi korban, ia mati dengan tubuh bertaburan.

__ADS_1


" untung kita selamat, darimana kamu tahu jika bom iti akan meledak?. " tanya Ion. merasa sudah melakukan semaksimal mungkin.


"kalian tak melihat tas yang tidak ia lepaskan dari ia kita tangkap. tak sengaja aku melihat lampu nya berkedip. tampa pikir panjang ku tarik orang itu ". mengusap wajah nya dari air bercampur tanah .


"untung kamu melihat nya ". ucap Ion terengah-engah, sambil mengelus debaran di dadanya. ia akui kejelian mata Squrd.


****


Sementara Mark yang sedang berada di dalam gudang. gudang tempat penyiksaan para musuh.


"Ayo cepat bicaralah sebelum holok ini menancap di tangan mu ". ancam nya dengan wajah yang dingin. sambil memutar - mutar golok yang ia ketemukan didalam pojok gudang yang tak terpakai.


"ha.. ha.. ha.. takut,.. ". jawab nya santai setengah meledek.


"ok " ucap Mark dingin.


Jlep..


Dengan santai Mark memotong dua jari tangan kanan orang itu. darah pun muncrat dari tangan nya.


"aaahhhhhhh.... " jerit nya kesakitan. wajahnya menahan tangis dan gemetar. tubuh nya mengigil merasakan sakit dan ngilu yang sangat luar biasa.


"jawab .....mengapa kalian membenci kami. padahal kami tak mengenal kalian???....


cepat jawab, sebelum jarimu hilang semua ". ancam Mark ia sudah kehilangan kesabaran.


Wajah yang kesakitan menatap Mark. tak ada rasa takut sedikitpun. dengan santai ia tersenyum menyeringai...


"haaa....


apa maksudmu tersenyum seperti itu???? ". ucap Mark sambil melayangkan tangan nya ke pipi itu orang itu. ia sudah tak sabar menghadapi orang itu.


Plag...


Dug...


Kembali Mark memukul, hingga pria itu tersungkur kebelakang.


Kreriiing.....


Krriiiiing...


Handphone Mark berbunyi.


"mengapa bocah ini menghubungiku, tidak tahu apa, jika aku sedang sibuk ". omel Mark sambil menekan tombol ijo.


"ada apa ". tanya Mark ketus.


"sabar...


jangan dulu marah, aku akan memberi info..


untuk menyelesaikan pekerjaan mu ". ucap Ion penuh dengan teka teki.


"cepatlah jangan sampai kesabaran ku hilang ". menahan sabar. jengkel mendengar Ion mengoda nya


"pria itu mempunyai seorang anak perempuan yang dirawat hanya dengan sang nenek seorang


ancam ia dengan itu ". info dari Ion. mengenai kehidupan sangat penyusup


"o... ok thanks.. ". Mark menghentikan pembicaraan nya sepihak dengan wajah berseri. terbayang oleh nya jika tugas sudah selesai ia akan kembali bersenang-senang dengan para gadis pemandu lagu di sebuah karoke.


"ia tidak takut tuan ". ucap anak buah Mark sambil memutar tang ditangan nya. menatap tajam sangat musuh.


"ya.. ya.. ya..


jika begitu...


hm... bagaimana dengan anak semata wayang mu dan ibu mu yang sendiri di sana..


apa kabarnya ya???....


yang pasti mereka akan aku bawa kesini,jika kamu hanya diam saja tak menjawab pertanyaan ku ".ucap Mark dengan setengah bernada ancaman.


Terlihat wajah pria itu memucat.


"ja... jangan ganggu mereka, please hanya mereka yang aku punya." ucap nya menahan tangis. tadi terlihat garang , saat mendengar Mark menyebut keluarga nya yang identitasnya selalu ia sembunyikan. ia sangat ketakutan sekali.


"tak akan aku ganggu mereka, bahkan jika kamu takut dengan gang mu, karena telah membocorkan rahasia itu kepada kami. kami akan menjaga mu. yang penting jawab pertanyaan ku dengan jujur. " Mark tersenyum saat memandang wajah pria yang mulai memucat dan ketakutan.


terlihat sedang berfikir mendengar ucapan Mark.


"siapa yang menyuruhmu dan mengapa?... " tanya Mark tanpa basa basi.


"Ander... " pria itu menelan salivanya dengan susah payah. menahan nyeri di seluruh tubuh nya, ia menatap Mark satu, meminta bekas kasihan.


"hm... tanpa kamu lanjutkan siapa ia, saya sudah tahu, mengapa ia mengincar kami dan semua yang berhubung dengan keluarga mr Bruno. terutama miss Via ".desak Mark dengan gigi gemeletuk menahan marah dan kasihan.


melihatnya ada rasa kasihan dihati Mark. tapi ia harus menahan itu, sebab ini tugas yang di emban nya.


"yang saya tahu, saya harus menemukan apa dimaksud tian Anderson.sebuah benda kecil berwarna hitam berbentuk kotak. itu berisi kejahatan dan kegiatan nya di dunia bawa tanah. segala aset dan propeti yang ia miliki dari hasil kejahatan nya yang orang lain tidak tahu. dan kotak kecil itu katanya berada ditangan mis Via. yang saat itu tampa sengaja terjatuh di ruang kerja nona Via. dan ia melihat nona mengambil benda itu.


merasa terancam dan ingin menghilang benda itu,


kemudian ia mendekati keluarga mr Bruno, dengan berpura - pura ia menyukai mis Via. ia berkata jika ia sangat mencintai miss Via dan ingin menikahinya.. dengan iming-iming harta, karena saat itu perusahaan mrs Bruno sedang koleps. dengan bujuk rayu ia berhasil membujuk mrs Bruno. tetapi tidak dengan nona, nona tidak menyukai tuan Anderson..


merasa tersinggung dengan penolakan nona, akhirnya dengan berbagai cara ia perbuat untuk mendapatkan benda itu. " cerita panjang lebar sang pria penyusup. berfikir akan jadi apa ia setelah membocorkan semua rahasia nya dan bagaimana dengan keluarga nya. yang penting untuk saat ini putri semata wayangnya..


tidak apa-apa dengan keselamatan nya yang terancam.

__ADS_1


Selama ini orang tidak tahu jika ia masih mempunyai keluarga, ia selalu berkata jika ia yatim piatu tak mempunyai keluarga dan istri.


Sementara anak semata wayang yang ditinggalkan bersama sang ibu, karena ditinggalkan sang istri untuk selama nya ia tutupi demi keselamatan sang anak.


__ADS_2