TAKDIR

TAKDIR
double date


__ADS_3

"Saya tidak mengerti anda " ucap Mrs Bruno ketus...


"Honey ..mam , mau shopping , ada yang mam mau beli , bekerja jangan terlalu lelah " ucap nya menepuk punggung tangan Via lembut. tak memperdulikan sang suami.


"Yes mama " Via tersenyum. sedikit mengangkat alis nya, merasa heran.


Melihat kedua orang tua angkat nya bertengkar kecil.sedangkan yang ia tahu , kedua orang tua angkatnya tidak pernah terdengar bertengkar.


"Via , dad ikut mama. bagaimana dengan kedua pemuda itu ??? " tanya Mr Bruno pura - pura tak mengerti.


"Mengapa anda mengikuti saya " sela Mrs Bruno tak senang.


"Apa dad punya projek dengan mereka ? " tanya Via merasa heran , sebab ia tak tahu prihal projek apa yang dimaksud sang Dady.


"Kamu tanya kan saja ke Vian sekretaris ku , apa mereka ada projek dengan kita , setau dad ada " ucap nya sambil setengah memaksa mengandeng tangan sang istri.tak memperdulikan Omelan Mrs Bruno yang tajam.


Ia tak ingin sang istri marah berkelanjutan.


Tak ingin mengecewakan Mr Bruno.


Perlahan Via berjalan keluar , mencari sang sekretaris untuk menanyakan skedul sang Dady .


Deg...


"Ada apa dengan mereka " batin Via dalam hati.

__ADS_1


Berjalan mendekati kedua pemuda yang pernah menolong saat ia susah , sedang saling bertatap mata tajam.


"Hai...ada apa dengan kalian ??? " tanya Via menatap heran kedua pria itu . sambil menepuk lengan kedua nya.


"Ah tidak Via..." tanpa Ricky dan Steven tanpa mereka sadari menjawab pertanyaan Via berbarengan.sambil terswnyum kecut.


Doni hanya tersenyum sambil mengaruk kepala nya yang tak gatal.melihat bos dan saingan nya.


"Begini Via , kedua cowo ganteng ini , sedang menunggu kamu.


"Mungkin ada yang ingin di tanyakan " ucap Doni sambil mengedipkan sebelah mata nya. memberi tanda agar segera menghampiri Via , sebelum Steven yang mendahului.


"O..begitu " ucap Via santai.


"Ayo masuk keruangan ku , kita bicarakan projek apa yang anda berdua kerjakan dengan Dady saya..."berjalan dengan santai.


"Sebenar nya...."kalimat Ricky terpotong melihat Via yang sudah duduk dengan cantik.


"HM....aku hanya ingin berbicara santai Via, kalau bisa dan mau...aku ingin mengajak mu makan malam, nanti malam " ucap Steven tanpa basa basi


Merasa keduluan Doni menepuk jidat nya kencang , tak perduli jika dahi nya memerah .


"Haa....Via..Via , aku juga ingin mengajak mu makan malam , malam ini " ucap Ricky setelah sadar , ia di dahului.


"HM....malu - maluin aja, ganteng , pintar tapi lelet dalam hal cinta "batin Doni berjalan duduk di sofa dekat Via.

__ADS_1


"Kamu kenapa duduk ?? " sindir Ricky mulai sadar , jika ia dari datang tak duduk .


"Dari pada berdiri terus cape pala berbi " dengan gaya seorang banci.


"Bagaimana Via " Steven tak memperdulikan pertengkaran Ricky dan Doni.


"Iya Via....kamu mau kan ikut makan malam dengan ku " sela Ricky tak ingin kalah.


"Aiss....aku harus jawab apa "batin Via dalam hati sambil melirik kedua pemuda tampan di depan nya.


"Bagaimana Via ?? " tanya Ricky dan Steven sekali lagi berbarengan.


"Aku harus bagaimana , kalian berdua mengajak makan malam , aku..


"Tidak ada penolakan Via." ucap Steven santai.


Ricky melotot mendengar ucapan Steven.


"Ok...ak mau makan malam , tapi bertiga


agar adil..


bagaimana ??? " ucap Via memandang ketiga pemuda itu.


"Setuju " sekali lagi Steve dan Ricky menjawab berbarengan.

__ADS_1


terima kasih...sudah mampir


selamat idul fitri


__ADS_2