TAKDIR

TAKDIR
mendapat dukungan


__ADS_3

"Mr Tan...bisa bicara sebentar "ucap Mr Bruno sambil berdiri . berjalan memasuki keluar ruangan.


"Ada apa ?? "Mr Tan mengangkat ke dua alisnya tak mengerti.


"Sekali lagi saya bertanya pada anda , apa betul mereka ikut dalam proyek ini " ucap Mr Bruno melirik Ricky yang sedang menatap Via.


Walau Via hanya menunduk , pura - pura serius dengan laptop nya.


"Benar saya mengajak mereka ikut , anda kan sudah mengetahui jika kedua anak muda itu sangat berprestasi "Mr Tan masih tak mengerti maksud perkataan Mr Bruno.


"Saya tak ingin mereka gabung dengan proyek ini "ucap Mr Bruno tajam.


"Maaf , apa anda mempunyai masalah dengan kedua anak muda itu ???...


"HM......


" Mr Bruno , bisnis is bisnis .jangan anda mencampur aduk kan dengan masalah pribadi anda , saya menyukai anak muda itu "ucap Mr Tan tajam.menunjuk dengan mata nya.


"But...


"Sudah...berdamailah dengan keadaan..


"Mereka anak muda yang berpotensi ...tak menggubris Mr Tan ia kembali masuk kedalam.


"Huuuf.....jika aku menolak Mr Tan mengira aku mencampur aduk masalah pribadi dengan kantor disini , tapi jika aku ikut aku muak dengan mereka , nanti Via bisa - bisa selalu bertemu dengan nya...

__ADS_1


"Mengapa anak muda itu mengetahui Via disini ? " batin Mr Bruno berkecamuk diri sendiri.sambil berjalan kesal menuju ruangan Mr Tan.


Dengan cemberut Mr Bruno kembali duduk .


"Pap "sambil berdiri Via menatap ayah angkat nya.


Ia hanya mengangguk kan kepala dan memberi tanda Via agar duduk.


Dengan tak mengerti maksud nya , Via duduk terlihat gelisah.


****


Tiga puluh menit kemudian..meeting yang hanya dihadiri oleh Ricky , Doni , Via dan Mr Bruno itu selesai.


"Hari ini saya hanya mengundang kalian , karena ingin mengenal kalian lebih lagi.


besok kita meeting kembali dengan investor yang lain...ucap nya tersenyum.


"Ok...pertemuan sampai disini , saya tunggu esok jam 9.30 " ucap nya berdiri mengulurkan tangan ke arah Mr Bruno .mengakhiri meeting.


"Baik...sampai jumpa esok " ucap Mr Bruno menyambut uluran tangan nya.


Via pun mengikuti sang ayah dan berjalan keluar.


"Kalian tetap disini " ucap Mr Tan ketika melihat kedua anak muda itu hendak berdiri.

__ADS_1


"Ada apa sir " tanya Doni menatap Mr Tan penuh tanda tanya.


"Saya ingin bertanya dengan kalian , ada masalah kah kalian dengan Mr Bruno ??


"Sebenarnya ini masalah anak muda sir , kedua orang tua Via.salah pengertian "ucap Doni .


"Anak gadis tadi anak nya kah ??? tanya nya tak percaya .


"Yes sir....


"HM....selesaikan dulu masalah kalian , agar kalian tenang dalam bekerja "ucap nya bijak.……


"Thank you sir , may i ask " Ricky memberanikan diri.


"Ya...what ??


"Tahukah anda alamat rumah Mr Bruno , kami ingin mengclear-kan masalah , agar tak berkelanjutan "ucap Ricky menunduk.


"Ha..ha..ha..ha...rupa nya persoalan perasaan "ucap Mr Tan sambil membuka laci meja kerja nya.


"ini alamat rumah Mr Bruno disini " ucap nya memberikan kartu nama Mr Bruno.


"Thank you sir , thank you so much "ucap Ricky tersenyum melihat kartu yang diberikan Mr Tan.


jempol , cmnd and vote dung biar author semangat makasih

__ADS_1


__ADS_2