
"om...om Joe ." sambil menangis Via berusaha menghilangkan tanah di tubuh Joe.
"Uncle ( paman ) , get up ." sambil bicara tak jelas Via membersihkan tanah dan serpihan bom di badan Joe.
"Via...itu kamu ?." tanya Joe lirih sambil memicingkan mata nya.
tak percaya apa yang di lihat .
"Yes uncle..
are you ok.( apakah baik-baik saja )?." tanya Via ia begitu khawatir melihat keadaan Joe. orang yang ia kenal saat ini.
"Ist ok , Via ambilkan handpone uncle di kantong celana belakang , tangan om dan kaki patah , tak dapat om gerakkan
." ucap nya meringis menahan sakit.
Membalikkan tubuh Joe lalu Via.mengambil Handpone dari saku celana belakang Joe.
"Cari nama Mark toe..itu nomor pribadi. " ucap Joe sambil meringis menahan sakit.
Dengan cepat Via.menekan nama Mark Toe ...
terdengar nada sambung..
tapi tak di angkat..
"Tak di angkat ..." menatap Joe.
"Hubungi kembali , mungkin ia tak mendengar ." harapan nya hanya Mark seorang.
Via kembali menghubungi dan ,
Beberapa menit kemudian.
"Hallo...Joe is that you ( itu kamu ) ?." tanya Mark tak percaya.
"Iya...kalian dimana, cepat tolong aku.
ku kirim lokasi nya ." Joe bicara terbatah - batah. Antara senang dan takut . senang nya masih bisa mendengar suara Joe. takut nya ini bukan jebakan lagi.
"Segera .." Mark memutuskan pembicaraan sepihak .
"Om...kenapa bisa begini . apa yg terjadi ?." desak Via.
"Nanti om cerita kan. bantu om untuk berdiri. '.mengangkat tangan agar Via menolong nya berdiri .
Via membantu Joe untuk berdiri. walau iya kesusahan karena tubuh Via yang kecil dan Joe yang tinggi besar.
"Om...dibatas pohon itu ." teriak Via tertahan menunjuk ke atas.
ternyata Cuan...
"Cuan..." teriak Joe
"Ya tuan..saya bosan disini tuan...
ada tanggakah .? " tanya Cuan.
Dalam keadaan seperti ini masih sempat - sempat nya bercanda .
"Terbang Cuan ." teriak Max lirih. ia pun tak dapat bergerak..
"Oh my ..." Via berlari menuju Max. saat itu Max berada di gundukan tanah yang lumayan tinggi , menaiki gundukan itu dan ia dengan susah payah menurunkan batang pohon yang lumayan besar.
"Wonder Women ." ucap Max saat tubuh nya mulai tak ada lagi ranting atau apa pun ditubuh nya..
"Mr Joe...Via seorang wonder women ." setengah berteriak.
****
"Diam lah Max , lihat tubuh mu, apa kamu baik saja ?." tak membalas ucapan Max
"Tuan anda tidak apa - apa ?." tanya Via melihat Max terdiam...
"Ya...saya baik saja." walau ia merasa sakit di tulang ekor nya ia akan berkata baik - baik saja .dengan mata yang melihat kebawah. dimana Jio berada.
Via melihat tatapan mata Max.
__ADS_1
"Oh astaga ." Via berlari turun ke bawah menghampiri Jio yang terbujur kaku.
"Tuan...tuan , anda baik saja ?." sekali lagi Via bertanya . karena tak ada jawaban Via memeriksa nadi dan hidung Jio.
"Syukurlah ia masih hidup , hanya pingsan ." batin Via berharap pertolongan cepat datang.
"Tuan...tuan ." Via mengoyangkan tubuh Jio. ia hanya membuka mata nya sebentar kemudian menutup nya kembali.
"Om...
"Sudah biarkan saja dulu , kamu istirahat Via. sambil menunggu bantuan datang ." ucap Joe menarik nafas panjang.
Sambil menatap wajah Jio , Via teringat dengan Doni.
"Om bagaimana dengan Doni ?." menahan air mata nya jatuh. merasakan dada nya sesak jika mengingat Doni.
"Om...Om belum mengetahui nya , hanya Max yang tahu ." menatap Via sayu. ia tak dapat berkata - kata.
"Tapi Doni tidak apa - apa kan om ???." desak Via.
Pertanyaan yang sulit dijawab oleh Joe.
Ia hanya mengelengkan kepala nya perlahan .
"Don..." batin Via , dada nya terasa sesak.
"Sudah Via , ia baik - baik saja ...ia baik - baik saja ." melihat Via menahan air mata nya jatuh.
Hampir satu jam lama nya menunggu bantuan datang. akhir nya...
Mark dan rombongan datang .
"Oh my God ...o...o..my God ." cerocos Mark tak henti - henti .
"Tolong aku...kenapa aku harus mendengar ocehan mu ." Joe melotot kesal mendengar ocehan Mark.
"Sory...sory. maafkan keterlambatan kami , saya sangat shok melihat anda seperti ini .' ucap nya sambil memberi tanda ke anak buah nya untuk segera menolong.
beberapa menit kemudian , setelah Mark memerintahkan anak buah nya yang stand by di sana , untuk segera mengirim helikopter .
Saat dua helikopter tiba. perlahan dan berhati - hati mereka membawa masuk ke dalam helikopter. begitu juga dengan Via.
Sesampai di rumah sakit , Joe dan yang lain langsung mendapatkan penanganan khusus. karena rumah sakit itu milik Joe.
"Nona istirahat dulu ." ucap Mark memutar tubuh nya.
"Doni ...
"Maksud anda ??." Mark menatap Via tak mengerti.
"O baik...akan saya tanya Mr Joe dimana beliau berada ." ucap Mark memotong pembicaraan saat ia melihat Via menahan air mata.
"Saya minta tolong. jika ada kabar mengenai Doni, beritahu saya ." ucap Via lirih. mulai merasa mengantuk karena pengaruh obat.
"Baik ." ucap Mark sambil melirik dan membuka pintu keluar. ia ingin tahu bagaimana keadaan teman - teman nya.
Saat bertemu dokter yang memeriksa sahabat nya. Mark dengan setengah berlari menghampiri dokter itu.
"Bagaimana dok dengan Mr Joe dan yang lain nya ." tak sabar Mark bertanya.
"Mr Joe , kaki dan tangan nya yang patah akan segera kami operasi dan menyambung nya dengan pen . tidak ada yang mengkhawatirkan , sedangkan Cuan , kami harapkan tulang belakang nya yang patah bisa kami ..."Tertahan karena pertanyaan Mark.
"Kenapa dengan tulang belakang Cuan ?." tanya Mark merasa ngiris.
"Tulang belakang nya patah , kami harapkan tidak terjadi kelumpuhan." dokter itu menarik nafas panjang.
"Max bagaimana dok ???." terkejut dengan ucapan dokter itu.
"Max seperti nya kami akan berulang kali operasi sebab 80%, ia terkenal percikan bom yang mengakibatkan kulit nya terbakar. " melihat jam tangan nya.
"Maaf lebih lanjut nanti akan saya jelaskan , kami ingin segera mengoperasi Mr Joe dan yang lain nya. team dokter sudah menunggu ." ucap nya berjalan cepat menghampiri sang perawat yang sedang mendorong alat- alat operasi.
"Tolong selamatkan Mr Joe dan yang lain nya dokter." ucap Mark setengah berteriak.
Dokter itu hanya mengangkat tangan nya , ia bergegas masuk ke ruang operasi.
"Kamu berjaga diruang Miss Via , laporkan jika terjadi sesuatu ." perintah Mark. ia sendiri gelisah . bagaimana kelanjutan hidup teman - teman nya itu.
__ADS_1
"Yes sir ( ya tuan ) ." berjalan menuju kamar Via.
****
Hamparan langit biru menjadi terlihat segar di pagi hari yang indah ini.
awan putih pun tampak malu - malu melintasi hamparan langit biru.
keindahan hamparan langit biru akan menjadi penghalang akhirnya mereka memilih berkumpul membentuk gumpalan putih .
gumpalan seperti kapas...
Via terbangun saat merasakan angin yang masuk lewat jendela rumah sakit.
"Morning ( pagi ) Anda sudah bangun , sudah enakkan kah ?.' tanya seorang suster .ramah.
"Morning...ya saya merasa enakan, walau badan masih sakit ." ucap Via meringis.
"Akan kami kompres dan beri obat untuk luka lebam di wajah anda dan seperti luka lama ini. agar tidak infeksi , tapi sebelum nya akan ada dokter ." ucap nya sambil keluar.
Perawat itu datang kembali dengan dokter setelah memeriksa Via ia tersenyum sambil berkata : anda tidak apa - apa hanya perlu istirahat dan minum yang banyak. luka lama dan lebam di wajah anda akan kami beri obat. diminum yang rutin ya supaya cepat sembuh.
"Terima kasih dokter ." Via bernafas lega , tersenyum.
Sementara itu.
Mark berjalan seperti setrikaan....mondar mandir tak tentu.
ia gelisah mendengar Max harus dioperasi berkali - kali karena tulang ekor patah , takut jika Max akan lumpuhan . dan operasi kulit nya yang terbakar.
Max sempat kejang - kejang . berharap Max bisa melewati itu , akhirnya Mark hanya bisa duduk termenung.
****
"Hahahaha.....akhir nya ." ucap seseorang membelakangi .
"buat mereka takut ." ucap nya menutup telefon.
"Huny ...bukan nya kamu akan tunangan dengan Via anak kampung itu ." ucap Kelly sambil memeluk Hans Anderson dari samping.
"Itu hanya alibi ku saja , agar kedua orang tua ku tak marah ." senyum seringai..
"Aku kangen .' ucap Kelly mengelus dada berbulu Hans.
mendapat sentuhan seperti itu , jiwa kelelaki Hans bangkit dan membuat di bawa sana berdiri .
Menarik dagu Kely ia ******* bibir Nya dengan rakus. ******* , meremas .
tanpa tahu seseorang berdiri di depan pintu sambil mengepal kedua tangan nya. perlahan ia berjalan keluar.
laki - laki itu Mrs Bruno.
Ia bermaksud untuk berbicara dengan Hans mengenai kerja sama nya. tetapi yang ia dapatkan seperti ini.
Karena ia berada di dalam perusahaan Hans. tak ingin terjadi sesuatu , melangkahkan kaki nya keluar.
dengan menahan marah ia berjalan keluar..hingga orang yang menyapa nya tak di hiraukan.
"Kurang ajar , rupa - rupa nya selama ini ia adalah musuh dalam selimut. ia yang membuat anak ku sengsara ." dengan penuh amarah ia menjalan kan mobil nya.
Menghubungi Joe.
"Kenapa kamu susah sekali dihubungi Joe ." membanting handpone nya dengan kasar ke jok sebelah kemudi.
Tanpa Joe , ia bingung harus bagaimana.
Kembali keperusahaan . dengan geram ia memerintahkan sang sekretaris untuk mengambil perjanjian kontrak yang sudah ia sepakati dengan.pwrusahan Hans.
Bagaimana tindakan Mr Bruno ?
sampai disini dulu ya guys...butek lagi ni ..ga tau ni..
kian pernah mengalami seperti aku ??
maafkeun jika ada typo .
like dan coment kalian sangat berarti untuk ku
__ADS_1
selamat membaca..
terima kasih