
Dika pergi bersama Siti untuk menunggu ku keliling kota kelahiran ku sambil menunggu ku pulang kerja.
Ting....
Siti mengirim foto nya bersama Dika di mana mereka pergi ke sebuah lapangan golf yang berada di komplek pertamina.
"Kami sekarang berada di lapangan golf" Ujar Siti melalui pesan chat BBM nya.
Aku tersenyum memandang foto tersebut.
"Oh, iya kakak lupa mau kasih kalian uang untuk jajan" Balas ku.
"Tuh lah kakak lupa jadi nya kami gak ada cemilan" Balas Siti lagi.
"Iya lupa kakak" Balas ku lagi.
***
"Dek, kakak sudah pulang jemput ya" Pesan ku kepada Siti adik sepupu ku.
"Oke kak kami otw" Dika dan Siti datang menjemput ku.
Aku akan tersenyum melihat kedatang Dika dan Siti di hadapan ku.
"Ayo cinta mau boncengan sama siapa?" Tanya Dika kepada ku.
"Sama Siti aja" Ujar ku. Yah tidak mungkin aku berboncengan dengan Dika dan membiarkan Siti sendirian.
__ADS_1
Kami pun pergi mengelilingi kota kelahiran kami itu.
"Ayo kita ke daerah Lubuk muda untuk melihat kantor wilker di sana tempat mu bekerja" Ujar ku.
"Oke deh" Jawab Dika.
***
"Nah ini dia kantor mu bekerja" Ujar pak barat.
Kantor nya memang masih sederhana karena kantor cabang di Lubuk Muda baru saja di buka. Jadi kantor tersebut masih menyewa bagasi yang ada di depan rumah orang yang tinggal di Lubuk Muda itu menjelang kantor asli nya selesai di bangun.
"Kantor ini hanya sementara, menjelang kantor yang asli nya selesai di bangun" Ujar ku lagi.
"Oh gitu" Jawab Dika harus mengangguk mengerti.
"Jadi kamu besok datang ke sini?" Tanya ku lagi.
"Ha peralatan apa?" Tanya ku.
"Kan aku tinggal di kantor ini. Jadi mau beli seperti kasur, kompor dan lain sebagainya" Jelas Dika.
"Oh gitu" Kini aku yang mengatakan hal yang sama yang di katakan Dika.
"Kamu sudah langsung pulang?"
"Iya aku langsung pulang dan besok datang lagi ke sini"
__ADS_1
"Ya sudah ayo kita pulang nanti malah kemalaman kamu tiba nya" Ujar ku.
Kami pun langsung pergi pulang.
"Apa kekasih mu di sana tahu kamu kerja di sini?" Tanya ku kepada Dika saat kami perjalanan pulang.
"Tahu kok"
"Oh" Jawab ku singkat.
"Love you cinta" Ucap Dika kepada ku mendengar aku cuek kepada nya.
"Jangan memanggilku cinta, jika masih ada dia di sana" Ujar ku.
"Aku sih rencana nya ingin menikahi kalian berdua"
"Gak ah, aku gak mau hidup di madu. Aku mau satu-satu nya menjadi istri mu" Ujar ku.
"Aku menikahi dia dulu, pasti nanti nya dia akan setuju ketika aku minta untuk menikahi mu" Ujar nya dengan PD.
"Gak, meski begitu tetap juga aku tidak mau. Aku gak mau menganggu suami orang" Ujar ku lagi.
"Mau lah cinta, kamu kan cinta gak sih sama aku?"
"Secinta apa pun aku sama kamu, aku tetap gak mau menganggu suami orang" Ujar ku dengan mantap.
Hingga kami tiba di simpang tiga masuk di gang jalan rumah ku.
__ADS_1
"Ya sudah kami pulang dulu ya. Kamu hati-hati di jalan nya. Jika sudah tiba di Bengkalis kabari nya" Ujar ku lagi.
"Oke deh" Ujar nya langsung melaju ke pelabuhan penyebrangan.