
Doni tertawa terbahak- bahak..
"Ko ketawa sih " Via cemberut.
"Kamu ga berubah , lucu kalau marah " Doni masih tertawa melihat Via memajukan bibir nya.
"Gemes amat sih via, cantik banget kamu "batin Doni mengaruk leher nya yang tak gatal.
"Bu the way...kamu punya hutang sama aku , kamu ingat ??? "Doni melihat reaksi Via dari spion.
"Haaa....kapan aku punya hutang ,aku lupa Don??? "Ucap Via dengan polos nya mengaruk kepala nya yang tak gatal.
"He..he..he..."Doni tak kuat menahan
tawa.
"Kamu ngerjain aku ...
"Ih...kamu ini ...
Kamu hutang penjelasan sama aku " menjawil hidung Via.
"O....
Via sampai membulatkan bibir nya..
"Ceritakan....
"Waktu itu..."terdiam menarik nafas panjang.
"IS ok , kalau kamu tidak bisa menceritakan " tanpa sadar Doni mengelus tangan Via yang terasa dingin.
Deg...
Aliran darah seperti berhenti sejenak , ketika merasakan sentuhan kulit mereka.
Dan membuat wajah Via memerah seperti tomat matang..
"HM....maaf "Doni perlahan melepaskan tangan nya.
"Aku akan cerita " terlihat sedih.
"Kalau kamu tidak kuat , jangan " merasakan Via dalam masalah berat.
"I...itu ..ikh..ikh " Via menangis sambil menutupi wajah nya dengan kedua tangan.
"Sudah...sudah jika tidak kuat jangan cerita " mengelus pundak Via memberi kekuatan...
"Ya...jangan cerita, nanti jika kamu sudah kuat baru kamu ceritakan kejadian yang sebenar nya " kembali memandang Via..sambil konsentrasi menjalan kan mobil.
"Aku akan mencari tahu , ada apa dengan kamu Via...
Siapa yang berani menganggu mu " batin Doni dalam hati geram.
"Sudah jangan menangis HM..."ucap Doni lembut.
Via terdiam , berusaha menghentikan tangis nya.
Hanya melihat keluar jendela.
"Takdir ku ko seperti ini ya Don " melihat Doni..
"Sabar Via , dibalik kesengsaraan mu ada kebahagiaan nanti " tersenyum.
Via tersenyum getir.
"Aku hanya seorang gadis desa , ingin kuliah ada aja , terlalu banyak yang...
Ha....
hingga sampai disini.
disini pun sama , ada apa dengan aku " tanya nya monohok .
Menoleh , tatapan mata yang sedih ..sangat sedih dengan perjalanan hidup nya. yang merasa sebatang kara.
"Karena kamu cantik , jadi rebutan
"UPS...."menutup mulut nya keceplosan bicara..
__ADS_1
"Ah Doniii....ga lucu tau !!!...
"Aku serius nih " cemberut..
"HM...aku sendiri tidak tau Via..
Bayangin...coba bayangin , kalau kamu jelek...kan ga di rebut orang sampai sini " seloroh Doni.
"Dan pada kenyataan nya benar..
iya kan ??....
"Taulah " jawab Via ketus , tak ingin berandai - andai dan meneruskan kalimat yang menurut nya monoton.
Doni pun terdiam mengaruk kepala nya yang tak gatal..tak ingin meneruskan kalimat nya yang membuat Via marah.
Hingga sampai di sebuah rumah ..
Rumah yang model di rancang minimalis .
Bercat abu-abu dan putih , menurut Via sangat elegan.
Rumah yang dibangun Doni , agar kelak ia dan keluarga kecil nya berdiam disana .
"Ini rumah siapa Don " Via melihat dengan takjub..
"Rumah minimalis ini mengingatkan ku dengan tanah air ku Indonesia..."ucap Via sedih.
"Rumah ku ..
"Rumah mu ??..
"Kenapa jelek dan sangat kecil ya " Doni memancing Via .menyandarkan tubuh nya di jok mobil...
"Yang bilang kecil dan jelek itu kamu , aku bilang bagus.apalagi kalau pakai uang hasil kerja keras sendiri.
Aku hanya berbicara rumah minimalis mengingatkan ku akan tanah air..." menarik nafas panjang...
Di Indonesia ia tidak punya siapa- siapa lagi , cuma Tante tetangga yang menolong nya..hanya itu .," ucap nya menerawang.
Mendengar ucapan Via , Doni tersenyum getir.
"Ayo turun " Doni buru - buru turun dan membuka kan pintu Via.
"Silahkan turun tuan putri " membungkukkan badan seperti pengawal kepada tuan nya . berusaha melucu agar tidak tegang.
"Terima kasih tuan " ikut membungkukkan badan.
"Ha..ha..ha." tertawa bersama dengan kelakuan berdua.merasa seperti anak kecil.
"Ini rumah minimalis Via , hasil kerja ku Salama ini , belum ada yang tau dan pernah aku ajak kesini.
Ricky pun belum pernah aku ajak kesini " ucap Doni membuka pagar rumah nya .
Doni merogoh kantong celana nya dan mengambil kunci rumah minimalis nya.
Terlihat interior yang mewah, walau rumah minimalis.
"Wah siapa yang desaign interior rumah mu Don ??? " menatap kagum..
"Ide nya aku , dan para desain rumah yang bekerja " senyum Doni.
"Belum ada siapa - siapa , yang membersihkan rumah misal nya.
"Belum ada , yang bersihin rumah..mereka tidak menginap setelah selesai mereka pulang..
"Ayo...kamu mau minum apa ??..
Tapi disini tidak ada alkohol ..."tersenyum memamerkan gigi nya yang putih.
"Is aku tak suka alkohol...jus jeruk atau apa saja yang ada.."Via berjalan mengikuti Doni menuju dapur.
"Kenapa kamu ikut aku ???...
"Mau lihat saja.."membuka kulkas yang ternyata isi nya lengkap..
****
Setelah Doni membuat jus Alpukat .
__ADS_1
Mereka duduk santai..
Merasa cacing di perut nya demo ,.Via beranjak dari sofa dan membuka kulkas.
"Mau ngapain Via , kamu seharus nya beristirahat..
"Iya nanti , aku mau masak ,cacing di perutku demo ni...minta diisi " ucap Via sambil mengambil bahan makanan yang ada ..
Setengah jam Via menyelesaikan masakkan nya...
"HM...ternyata kamu pintar masak juga " ucap Doni menatap menu sop ayam dan ayam kecap yang sudah ditata rapi di meja makan.
"Biasa kalau masak seperti ini mah , ayo kita makan " Via duduk dan Doni di sebelah nya.layak suami istri..
Tanpa di minta Doni , Via.mengambilkan piring makan nya dan sayur serta lauk..
"HM...makasih cantik..
berasa kita kaya suami istri " ucap Doni kembali memamerkan gigi nya yang putih .
"Uhuk...uhuk.. "mendengar ucapan Doni membuat Via tersedak..
"Kalau makan pelan -pelan Via ".mengambilkan air minum.
Gleg..gleg...sekali teguk Via menghabiskan air minum yang di berikan Doni.
"Thanks...."menarik nafas panjang.
"Ayo lanjutkan makan nya " melirik Via yang terlihat salah tingkah.
"Andai benar , Tuhan kabulkan permintaan ku " batin Doni dalam hati..
Selesai makan , via hendak cuci piring.
Ternyata Doni sedang berdiri mencuci piring .
"Don...biar aku saja yang mencuci piring ".memegang tangan Doni..
"Ah biasa Via...aku biasa melakukan ini.
lagian kamu sudah masak.sekarang giliran aku yang bersih - bersih rumah ".melirik Via yang belum melepaskan genggaman tangan nya.
"HM..."Deheman Doni mengagetkan Via.
"Maaf...he..maaf.."ucap Via salah tingkah.
"Diterusin juga ga apa - apa " pura - pura cuci tangan setelah semua nya selesai.
"Au...Via geli "jerit Doni saat tangan kecil Via mengelitik nya ..
"Terus aja ganggu aku..."memajukan bibir nya..
"I..iya...iya ga..ampun "Doni mengangkat kedua tangan berbentuk huruf V, bertanda janji.
"Tapi bener Via , andai kamu menjadi istri Ku " batin Doni dalam hati menatap Via yang berjalan dan duduk dengan santai di sofa..
"Don , aku tak mempunyai baju ganti .
"Ini " menyerahkan paper bag empat buah ..tiap paper bag dengan berbeda warna kuning , coklat , hitam dan putih. paper bag berwarna kuning berisi Daleman Via , paper bag coklat t-shirt , yang hitam beberapa celana jean, dan yang putih tiga buah baju tidur dan ada beberapa dres.
"I..ini kamu semua yang mempersiapkan " Via takjub di buat nya..
Bagaimana bisa , ia mengetahui semua ukuran baju dan dalaman nya.
"Melly yang mengatakan dan aku minta tolong ia belanja.."senyum ditahan sambil menyeruput kopi yang di buat nya.
"Ok...thanks ya Don.
aku ingin ganti baju dan istirahat , dimana kamar ku ? " tanya Via.
"Itu " menunjuk dengan dagu nya , kamar tamu yang terletak diatas , sedangkan ia sendiri kamar berada di bawa.
"Ok...ak istirahat ya " berjalan kekamar .
"Ok...night..
" Night , jangan di forsil badan nya , cepat istirahat Don " Via berlalu dari hadapan Doni.
"Ya..."jawab Via
__ADS_1
ayo guys ramaikan like and coment.
thank you