TAKDIR

TAKDIR
pementasan


__ADS_3

  Sudah berlalu tiga hari ini


saatnya aku akan pentas di ruang tempat biasannya aku berlatih tapi bedanya


kalau aku di tonton dengan banyak anak sma ini dan di nilai oleh juri dan salah


satu juri di sini adalah ketua pemilik sanggar tari dan balet terkenal di kota


Palembang ini. Ada rasa gugup dan takut namun aku harus menuntaskan apa yang


aku mulai, ini memang sudah benar Nom gumanku dalam hati untuk menenangkan


pikiranku, ku mendapatkan kalau ku finalis ke 10 yang akan tampil dari 23


finalis, segala sesuatu sudah siap kostum sudah ku pakai namun karena masih


lama aku maju karena itu  bagian atasku


aku bakut lagi dengan jaket, kami para finalis sudah berkumpul di samping


panggung untuk mempersiapkan diri, selagi aku menunggu aku mulai pemanasan dan


mengatur pernafasanku karena musik yang akan mengiringku bergendre percaya diri


dan enerjik jadi harus tenang dan percaya diri untuk menunjukan perpaduan


gerakan dengan musik. Freda ! ( tersenyum) udah mau maju ya ? kalau gitu


semangat ( pergi berlalu ) dia pasti memeriksa finalis lain karena aku tau dia


adalah panitia acara lomba ini. Tanpa aku sadari semangatku seperti membara-bara,


perasaan yang aneh saat bertemu kak Radit oh.... bener-bener masa abg banget


nih, walaupun gak salah di umurku yang 17 ini. Ini tibalah saatnya aku tampil dengan


percaya dirilah aku mulai dengan gerakan ringan sesuai dengan musik di tengah


tarianku aku teringat trik-trik yang kakakku sampaikan membuat aku semakin

__ADS_1


leluasa meloncat tinggi ( rasakan musik bayangkan tak ada seorangpun melihatmu


hanya kau dan musikmu dan loncatlah seperti kau ingin menggapai sesuatu yang


membuat kau bahagia jadi kau harus melompat dengan tinggi) itulah kata-kata


kakakku yang sangat aku ingat dari tahun ke tahun sebelum dia pergi. Saat aku


berhenti menari sesuai musik yang mengiringiku semua penonton ramai bertepuk


tangan membuat aku bahagia di saat itu aku lihat Panca duduk di antara bangku


penonton dengan teman-temanku  yang  satu sekolah, tapi anehnya si Panca itu tanpa


espresi maupun tanpa tepuk tangan hanya menonton membuat sejenak diriku sedikit


kecewa tapi kalau aku pikir-pikir lagi kenapa aku kecewa ? dia kan teman saja


bukan aku hanya tersenyum menyambut tepuk tangan mereka dan memberi


penghormatan tanda penampilanku telah usai. Perlombaan berlanjut hingga selesai


dan tibalah saatnya untuk menentukan 3 pemenang yang akan mewakili kecamatan


juara balet pada sore ini mulai dari juara tiga adalah Kesea Vinkatua dengan


tarian bertema hangatnya bersahabat di persilahkan ke atas panggung, Oke kita


lanjutkan dengan juara ke dua di pegang oleh Hani Yundatari dengan tema Semi di


hati,,, oh,,oh sangat bersemi karena memegang juara dua. Aku merasa sangat


pesimis, merasa kalau aku tak ada kesempatan lagi namun saat namaku di panggi


membuat aku senang luar biasa. Dan yang kita tunggu-tunggu juara pertama di


pegang oleh Freda Deshi Fawnia dengan tema mimpi tak terbatas.


Aku terpilih untuk ikut serta mewakili kecamatanku untuk berlomba di

__ADS_1


tingkat provinsi atau kota namun ada yang mengusik pikiranku karena perlombaan


kali ini sangat berbeda dengan perlombaan yang sebelumnya kali ini aku harus berkolaborasi


dengan pasangan dan itu harus laki-laki, di mana aku akan menemukan seorang


laki-laki yang bisa balet...? karena mayoritas balet adalah perempuan


,,,,aiiiiiii apalagi akukan bukan dari klub ataupun sanggar seni balet sebab


aku bisa balet itu karena kakakku dan aku cukup cepat belajar jadi aku bisa


mengembangkan dengan sendiri gerakanku itu lah motivasiku untuk mengalakan


kakak dalam bidang balet dulu. Sesaat aku ingat sesuatu waktu itu anak itu


menghilang di pemberian penghargaan  padaku apakah dia tidak tau kalau aku menang, aku harus memperingati dia


kalau di harus siap-siap minta maaf dan harus sampai ku maafkan atau


jangan-jangan dia sengaja pergi dan berpura-pura tidak tau apa-apa dan tidak


mengakui kemenanganku ehhhhh dasar cowok licik aku harus cari dia ( mulai


berkeliling sekitar sekolah mencari si Panca yang menyebalkan ) tapi sudah ku


cari-cari tak kunjung aku temukan sepertinya dia sudah pulang ya sudahlah aku


juga mau pulang melihat hari mulai malam dan benar juga sekarang sudah jam


19;30 nanti semakin gelap jalan kan aku naik sepeda tidak ada lampu yang


menerangkan jalanku. Di perjalanan aku berpikir kenapa Panca menonton tanpa


berespresi benar-benar datar apa memang selalu begitu Cuma mulutnya ajah yang


tajam ehh dasar cowok jahat. Meskipun aku malam sampainya pasti ayah dan ibu


belum pulang (sampai di rumah ) udahlah aku mau mandi lalu langsung tidur aku

__ADS_1


capek banget tapi pialah ini harus aku sembunyikan kalau ayah maupun ibu tau


pasti marah apalagi kalau lombanya tentang balet.


__ADS_2