TAKDIR

TAKDIR
Bab 70


__ADS_3

Setelah melihat Dika baik-baik saja, aku, Yus dan bang Rizen akhir nya pulang ke rumah. Yah tidak ada guna nya lagi aku di sana. Dari pada aku semakin sakit hati melihat kemesraan mereka berdua lebih baik aku pulang.


***


"Mereka lagi ngapain ya? Sudah pulang belum ya si Fida?" Batin ku bertanya-tanya memikirkan sedang apa mereka di sana.


Sungguh rasa hati sangat gelisah dan tidak tentu arah memikirkan hal itu. Terkadang aku juga suka heran dengan perasaan ku ini. Secara ketika ada di sana aku ingin pergi karena tidak mau sakit hati. Tapi setelah jauh di mata seperti ini, aku malah kepikiran sama mereka.


"Sudah lah, terserah mau ngapain saja mereka di sana lebih baik aku mandi dulu" Ujar ku.


"Ha, belum juga dia mandi, sudah hampir magrib ini masih saja belum mandi. Dari tadi melamun saja kerjaan nya" Celoteh ibu ku mengagetkan ku saat aku baru saja bangun dari tempat duduk ku dan ingin mandi.


"Iya buk, ini juga baru mau mandi" Jawab ku.


"Paling suka ya kamu mandi hampir-hampir magrib seperti ini?"


"Tadi keringetan buk" Jawab ku memberi alasan.


"Ada apa sih ini berisik saja hari mau magrib seperti ini?" Tegur ayah ku.


"Ini lo, anak gadis bungsu kita ini. Sudah pukul segini belum juga mandi-mandi. Paling suka dia mandi nya magrib-magrib" Jelas ibu ku.


"Ya sudah lah buk, biarin aja. Dia kan sudah besar. Yang penting dia mandi"


"Iya benar itu buk apa yang di katakan ayah" Celoteh ku menyempeli.


"Ada saja jawaban kamu ya.. Ya sudah mandi sana. Awas saja kalau gak mandi jangan tidur sama ibu ya"


"Terus jika aku gak tidur sama ibu, aku tidur sama siapa?"


"Sama kambing sana, itu kambing abang mu ada untuk menemani ku malam ini" Ucap ibu ku. Yah abang di sebelah rumah ku memang mempunyai ternak kambing di belakang rumah nya.


"Tega banget sih ibu" Jawab ku.


"Maka nya mandi. Coba dari tadi mandi nya kan senang. Ini enggak"


"Iya buk, iya ini aku mau mandi. Maaf kan aku ya yang mulia Ratu" Ujar ku langsung berlalu dari hadapan ibu ku dan menuju kamar mandi.


Ibu ku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala nya melihat tingkah ku seperti itu.


***


Aku masih melirik ponsel ku berharap ada Dika yang mengirim pesan kepada ku. Tapi hingga pukul sembilan malam belum juga ada kabar dari nya.


"Ya Allah dia benar-benar sudah lupa kepada ku saat bersama kekasih nya" Ujar ku dalam hati. Kembali hati ini merasa perih mengingat kejadian tadi sore di kantor Dika.


"Aduh, kenapa sih momen itu terbayang lagi? Jadi kesal deh" Ucap ku sendiri sambil memukul pelan kepala ku untuk menghilangkan momen yang menyakitkan itu dari memori kepala ku.


"Ha, kenapa gak kamu jedot kan saja kepala mu di tembok. Pakai tangan sendiri mana terasa kan" Ucap ibu ku yang entah dari kapan dia berada di depan pintu kamar. Aku pun tidak menyadari nya.


"Lah ibu ini ngangetin aja" Ujar ku mengusap-usap dada ku.


"Ha kenapa berhenti lagi dong pukulin kepala nya. Jika perlu jedotin aja ke tembok"


"Kok ibu tega sih sama aku" Ujar ku.


"Kamu sendiri yang memukuli kepala mu malah di bilang ibu yang tega. Ngapain juga kamu seperti itu.. Bodoh sekali anak gadis ku ini. Masa menyakiti diri sendiri" Oceh nya lagi.


"Kenapa? Ada masalah atau apa?" Tanya nya.


"Gak ada apa-apa kok buk. Hanya saja sedikit pusing saja dengan pekerjaan di kantor" Ucap ku memberi alasan.


"Oh gitu, nama nya juga kerja nak, pasti ada saja masalah nya" Ucap ibu ku yang tiba-tiba menjadi lembut menasehati ku.. Tadi kata-kata nya kasar sekarang malah selembut sutra. Yah begitu lah wanita paruh baya ini. Memang mudah berubah-ubah.


"Iya buk aku sabar kok buk menghadapi nya. Aku sangat menikmati pekerjaan ini buk. Meski terkadang aku selalu bergadang jika membuat laporan bulanan hingga tengah malam. Tapi aku menyukai nya" Ujar ku. Yah aku memang sangat menikmati pekerjaan ini karena aku sangat menyukai pelajaran akuntansi jelas pekerjaan ku ini ada sangkut paut nya dengan akuntasi bukan.

__ADS_1


"Ya sudah sekarang kamu tidur lah lagi. Ibu juga sudah ngantuk ini. Besok malah susah di bangunin nya" Ucap ibu ku lagi.


"Iya buk" Jawab ku. Aku mencoba untuk berbaring di samping ibu ku dan mencoba untuk memejamkan mata ku. Namun bayangan Dika dan Fida masih bermain di pikiran ku. Aku benar-benar tidak bisa menghapus jejak bayangan mereka di dalam ingatan ku selagi Dika belum memberikan kabar kepada ku.


Sontak mata ku kembali terbuka lebar. Aku bangun dari baring ku dan menuju ke dapur.


"Mau kemana?" Tegur ibu ku.


"Ke dapur buk buang air kecil" Ujar ku.


***


Aku duduk di meja makan yang berada di dapur rumah mu. Ingin rasa nya aku mengirim pesan kepada Dika untuk menanyakan di mana dia sekarang dan apakah kekasih nya itu sudah pulang atau belum. Tapi rasa gengsi ku kini menyelimuti hati. Yah aku harus jual mahal sedikit dong dengan laki-laki itu.


"Aduh, Dika... Ayo dong hubungin aku. Aku gak bisa tidur jika belum ada kabar dari mu seperti ini" Ujar ku dalam hati berbicara kepada ponselku sendiri. Mungkin jika ibu ku melihat aku seperti ini lagi dia pasti akan berkomentar kepada ku.


Aku memijit kepala ku yang mulai terasa pusing. Yah aku sangat mengantuk dan ingin rasa nya aku tidur. Tapi pikiran ku tidak mendukung ku untuk tidur di sebab kan memikirkan Dika. Aku mengambil segelas air untuk ku minum.


Ting....


Ponsel ku berdering tanda satu pesan masuk.


Dengan perasaan dag dig dug aku mengambil ponsel ku. Ternyata apa yang aku harapan itu kini telah terjadi. Yah Dika memberi ku sebuah pesan.


"Sudah tidur cinta?" Tanya nya kepadaku.


"Akhir nya kamu menghubungi ku juga. Dari tadi kek. Sudah lama aku menunggu ini" Ujar ku sendiri.


"Sudah" Jawab ku sok cuek padahal di hati berbunga-bunga.


"Lo, jika sudah tidur, lalu siapa yang membalas pesan ini?"


"Mata ku sudah tidur. Ini lagi terpejam rapat. Hanya tangan nya saja belum tidur dan bisa mengetik pesan ini untuk dikirimkan kepadamu" Ujar ku sedikit bercanda.


"Hahaha... Kamu ini cinta. Ada-ada aja, paling pinter bikin aku tertawa" Ucap nya lagi.


"Tadi sibuk ke kapal cinta. Ada kapal yang baru masuk dan mau di periksa. Jadi nya aku ke sana sama pak Barat. Ini baru juga pulang pak Barat nya. Kerena itu aku baru bisa menghubungi kamu" Ujar nya lagi.


"Oh, kirain sedang sibuk menghabiskan waktu bersama kekasih hati yang jauh-jauh menyeberang hanya untuk bertemu denganmu" Sindir ku.


"Gak lah cinta. Dia juga pulang cepat tadi.. Habis magrib dia langsung ku antar kan ke pelabuhan penyebrangan"


"Lagi-lagi pulang nya di antar. Bahkan habis magrib juga di antar" Batin ku merasa cemburu kembali.


"Oh gitu" jawab ku singkat.


"Lagi ngapain cinta" Tanya nya.


"Lagi mau makan" Jawab ku jujur karena aku memang mau makan saat itu. Hal itu disebabkan tadi aku tidak selera makan karena memikirkan di keadaan kekasihnya di sana sehingga rasa lapar aku hilang. Namun saat ini ketika Dika sudah menghubungiku barulah aku merasa lapar dan segera menyendok nasi ke dalam piring.


"Oh, baru makan jam segini? Kenapa kamu makannya kemalaman sih cinta? Nanti kamu sakit" Ujar Dika perhatian kepada ku.


"Karena jam segini aku baru merasa lapar. Tadi aku tidak merasa lapar sama sekali"


"Aduh cinta, besok-besok jangan kebiasaan deh kamu makan nya ke maleman. Aku tuh nggak mau kamu nanti sakit"


"Gimana aku mau makan coba jika bayangan kamu dan Fida selalu berputar di ingatanku. Sehingga membuat aku nggak selera untuk makan" Batin ku lagi.


"Iya, terima kasih atas perhatiannya kepadaku"


"Kamu sendiri sudah makan belum?" Kini giliran aku yang balik bertanya kepada laki-laki itu.


"Sudah kok cinta, tadi kan pak Barat datang ke sini. Jadi ya aku makan bersama dia"


"Oh ya cinta, Terima kasih ya kamu sudah begitu perhatian kepadaku dan merawat ku ketika aku sakit seperti tadi. Aku sangat beruntung memiliki wanita seperti kamu yang begitu perhatian dan penuh keibuan seperti kamu. Aku yakin anak-anak kita nantinya pasti akan bahagia memiliki seorang ibu yang penuh kasih sayang seperti kamu" Puji Dika.

__ADS_1


"Ya ampun jangan terlalu memujiku seperti itu. Nanti aku malah terbang tinggi jauh ke atas langit"


"Beneran lo cinta, aku tidak hanya memuji .Aku mengatakan apa adanya"


"Sudahlah Dika jangan terlalu memujiku seperti ini. Jika kamu beruntung memiliki aku kenapa masih ada dia di dalam kehidupan kamu" Batin ku.


"Terima kasih atas pujian nya" Jawab ku membalas pesan singkat dari Dika.


"Cinta, besok malam adalah malam pertama kita berbuka dan besok juga adalah hari pertama aku berpuasa sendirian di sini. Kamu mau kan menemani aku untuk berbuka di luar karena aku tidak ada yang nemenin selain kamu" Tawarnya.


"Maksud kamu kita buka bersama?"


"Iya cinta. Selama ini kita tidak pernah buka bersama karena aku berada di Bengkalis dan kamu berada di Pakning. Kita dipisahkan oleh lautan. Jadi apa salahnya untuk puasa pertama ini kita buka bersama" Ujar nya kepada ku.


"Boleh kok. Besok kamu jemput aku ya" Ucap ku.


"Oke, tidak masalah kok besok aku akan menjemput kamu dengan minta izin kepada kedua orang tuamu untuk membawamu berbuka bersama di luar"


"Oke, aku tunggu"


"Oh ya, kamu udah beli makanan untuk sahur besok?"


"Nggak, aku nggak beli makanan sama sekali"


"Lo, kok kamu nggak beli makanan sih. Jadi kamu besok mau sahurnya pakai apa? Mau masak mie instan lagi nanti kamu malah sakit perut lagi seperti tadi. Jaga kesehatan dong Dika. Jangan makan sembarangan. Kamu sendirian di sana. Aku khawatir takut terjadi apa-apa sama kamu di sana" Ujar ku.


"Iya, aku akan menjaga kesehatan kok cinta, kamu tenang aja. Selagi masih ada kamu di sampingku aku akan selalu baik-baik saja karena kamu selalu memperhatikanku. Jadi aku merasa dilindungi oleh Dewi Fortuna yang cantik seperti kamu"


"Mulai lagi deh menggombal nya. Sejak kapan sih kamu pinter menggombal seperti ini? Dulu setahuku kamu hanya pendiam dan tidak banyak omong seperti ini. Sekarang gombalan kamu seperti Dewa gombal saja yang ada di tv-tv"


"Aku gak menggombal kok cinta. Aku mengatakan apa adanya"


"Terserah apa pun itu. Oh ya terus kamu mau makan apa untuk sahur besok"


"Kamu tenang saja cinta aku biasa kok tidak makan sahur dan langsung saja berpuasa"


"Ha? emang tahan?"


"Ya tahan lah cinta. Di sana di rumahku aku juga seperti itu tidak bangun sahur dan langsung saja berpuasa"


"Oh gitu, ya sudah kalau begitu. Jangan nanti kamu beralasan untuk tidak berpuasa karena tidak sahur"


"Iya cinta ku. Kamu tenang saja. Aku pasti akan berpuasa kok" Ujar nya lagi.


"Ya sudah mari kita tidur cinta. Hari sudah larut juga. Besok kamu harus bangun pagi karena sahur" Ujar Dika lagi melalui pesan singkatnya kepadaku.


"Oke, kamu juga ya. Jangan kebiasaan tidurnya kemaleman. Ingat apa yang aku bilang tadi jaga kesehatan. Aku nggak mau kamu sakit di sana karena kamu sendirian. Jika kamu sakit seperti tadi aku sangat khawatir dan takut terjadi apa-apa sama kamu" Ujar ku memberikan nasehat kepada laki-laki itu.


"Iya cinta. Aku tak akan tidur kemalaman lagi kok dan aku akan menjaga kesehatan di sini. Karena aku tidak mau membuat kamu khawatir"


"Ya sudah selamat malam jantung pisang" Ujar ku.


"Ha? Jantung pisang?"


"Iya, karena jantung pisang itu tidak ada orang yang memberikan panggilan sayang kepada orang yang spesial. Biasanya kan jantung hati, buah hati sekarang jantung pisang. Aku ingin berbeda dari yang lain"


"Hahaha... Kamu ini cinta ada-ada saja. Kamu ini memang pintar membuat aku tertawa dan tidak merasa kesepian di sini"


"Ah sudah ah, jangan terlalu memujiku lagi .Aku sudah ngantuk dan mau tidur"


"Oke cinta, Selamat malam hadirkan aku di dalam mimpi indah mu ya"


"Selamat malam. Jantung pisang" Jawab ku lagi. Aku dan Dika mengakhiri pesan singkat yang kami lakukan di malam itu


"Kamu ini buang air kecil atau buang air besar? Dari tadi gak kembali ke kamar" Oceh ibu ku sambil berlalu menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Aku sekalian makan buk. Lapar" Jawab ku.


"Ha itu lah, tadi gak mau makan. Sudah waktu nya tidur seperti ini baru dia kelaparan" Oceh ibu ku lagi.


__ADS_2