TAKDIR

TAKDIR
siapa dia


__ADS_3

Berdasar kan hasil cerita Via dan bukti yang di dapatkan...


Serta sidik jari seseorang.


Petugas kepolisian berhasil menangkap anak buah juragan...


Dan anak buah juragan mengaku , jika mereka disuruh membakar 4ymah om dan Tante , yang sudah menolong Via.


Juragan pun di tangkap , ketika ia sedang berada di rumah istri nya yang ke tiga.


"Hufff.....mau liburan ko , ada tragedi seperti ini " batin Via menghapus air mata yang akan jatuh di ujung nata nya.


"Nak Via....."om mendekati sambil mengandeng tangan Tante yang tertunduk.


"Ya om...." menarik nafas panjang.


"Maaf kan kami nak , terutama Tante , yang tak percaya pada mu , akibat hasutan orang " ucap om merasa tak enak hati..menunduk.


"Tidak apa - apa om ....'menelan Saliva dengan susah menahan air mata yang akan kembali jatuh.


"Iya nak , maaf kan Tante....


yang tidak percaya pada mu " malu.


"Tante mengenal saya sejak kecil , tapi kenapa tidak percaya ???...


"Tapi , tidak apa Tan , ini Via tetap memberikan hadiah rumah ini buat Tante " ucap nya mengambil tangan dan meletakkan kunci itu di telapak tangan Tante.


"Vi....Via , maafkan Tante...


"Ya Tante.....

__ADS_1


merogoh tas nya , karena handpone nya berbunyi.


"Ya...saya ingin sekarang dilaksanakan " ucap Via.menatap pasutri yang sedang menunduk.


"Tante , om. ada yang di ketemukan dari puing - puing kebakaran itu ucap Via menatap , tak ingin masalah ini berlarut.


"Tante menemukan ini dan beberapa file keluarga kami " menunjukkan dengan tangan gemetar.


"Surat - surat penting kami mendapatkan " ucap om..


"Ya sudah om , ayo kita pulang ...


"Pulang ???...


"Iya pulang ke rumah baru ....


Tante , om dan Via menaiki mobil yang sudah dipesan.


Sesampai di rumah baru , setelah makan malam yang terlambat.Via duduk di meja.


Terlihat Via sedang mengambar.


Sebuah denah dan perencanaan nya.


Dari sudut mata Via melihat sang Tante mendorong suami nya , untuk mengajak nya bicara.


"Nak...


Via mengangkat kepala...


"Rumah yang terbakar tadi ..." tanya om ragu - ragu dan menahan malu.

__ADS_1


"Rumah om , akan saya buat kan


seperti ini " menarik tangan om , mengajak nya duduk di sofa .


Om hanya memandang denah yang di buat Via , tanpa ingin menyentuh nya.


"Om....om sangat malu dengan kejadian tadi ' ucap nya menunduk.


"Sudahlah om , yang berlalu sudah biarkan berlalu, jangan di ingat terus .


Rumah om yang terbakar itu , akan saya buat semacam mini market , itu untuk om dan Tante " ucap Via panjang lebar.


Tak sanggup berkata - kata om berlutut di hadapan Via.


"Om sudahlah....


jangan seperti ini " melirik Tante yang setengah berlari mendekati sang suami dan ikut berlutut...


****


Pagi yang cerah , membangunkan Via.


Matahari telah mancarka dan menghangatkan bumi Pertiwi.


Setelah Via menjelaskan panjang lebar dengan pasutri itu dan mereka mau menerima nya. dengan lega Via mengunjungi makam kedua orang tua nya.


"Lo....siapa yang datang " batin Via ketika ia mendapatkan makam kedua orang tua nya sudah ada taburan bunga yang masih segar.


"Pak maaf , mau tanya apa tadi ada yang nyekar makan orang tua saya pak ?? " tanya Via kepada pembersih makam.


"Maaf non , tadi dari kejauhan saya melihat seorang pria bertubuh tinggi dan ganteng, tapi saya tidak tahu siapa ? ucap nya memandang Via.

__ADS_1


happy readinh


__ADS_2