
"aku harus menyelidiki nya ". batin Cuan . keluar dari toilet setelah ia menyelesaikan hajatnya.
dan merasa telah aman. berjalan kembali ke ruang komputernya.
melihat kekanan dan kiri , ternyata para senior sudah tak ada di tempat.
kembali berkutat dengan laptop , merasa ada yang melihat nya.
Cuan memutar badan . tak terlihat siapapun.
kembali menatap komputer. pura - pura sedang berfikir . Cuan melihat kembali dari pantulan kaca komputer nya. ada orang sedang mengintai nya.
memasang wajah santai , dari pantulan kaca Cuan foto orang yang mengintai nya .
"Lumayan untuk bukti " . batin Cuan dalam hati , sambil menyimpan handpone nya ke saku celana.
sementara itu.
Via yang sedang duduk di sofa dalam kamar , berfikir apa yang tadi Cuan katakan.
berdiri , berjalan...
kembali berjalan memutari kamar.
tak mendapat jawaban ia duduk lemas dengan menarik nafas panjang.
melihat sebuah bayangan , melintas .
spontan Via bersembunyi di balik lemari.
ingat pesan Doni agar , jika merasa ada sesuatu yang mengincarnya . ia harus bersembunyi di balik lemari.
Tampa sadar Via mendorong tubuh nya hingga mepet antara lemari dan dinding.
sreeeeek...
bunyi suara dinding yang terbuka kecil.
dengan cepat Via masuk dan secara otomatis dinding itu tertutup perlahan dengan sendiri nya.
"ini ruangan apa ". guma Via berjalan perlahan.
saat kaki melangkah . secara otomatis pula lampu menyala.
terkejut Via melihat nya. seperti ruang keluarga.
lengkap dengan sofa, meja dan televisi.
begitupun di ruang makan. meja makan beserta kursi , kulkas dan kompor beserta peralatan makan dan masak , komplit.
"apa ruang ini sengaja di rancang seperti ini untuk bersembunyi ". guma Via terkagum.sambil mengitari ruang itu.
tteeeeet....
teeettt...
Doni is calling...
"Doni ..." pekik Via tertahan.
untung tadi Doni sempat memberi Via handpone baru , sehingga ia dapat menghubungi nya.
"Hallo...Don..tadi ..
"Ya aku tahu...tetap bertahan disana. sampai aman. maafkan aku sayang..untuk sementara disana sampai aku menghampiri mu ". terdengar suara Doni yang setengah berbisik.
"ok..." alis nya terangkat satu merasa heran.
"Tapi...
Tut..Tut..Tut.
Doni telah memutuskan pembicaraan nya. Tampa mendengar cerita Via.
Via menarik nafas jengkel.
"Ada apa sih , ada apa dengan semua ini , kenapa aku bisa terjebak dalam lingkaran tak jelas seperti ini ????....". ucap Via jengkel , berbicara sendiri sambil melihat kekanan dan kiri.
takut jika ada yang mengintai nya.
Ting..
aplikasi berwarna hijau itu berbunyi.
💌"Tunggu aku , untuk sementara kamu aman.masalah jika kamu lapar .
Doni memakai emot hati.
💌 baiklah ...
apakah kamu sudah makan ???...
💌belum..
💌datanglah jika tidak sibuk , aku akan masak ...
💌baiklah cantik , tapi aku akan datang setelah sudah aman ..
kembali Doni memakai kata , yang membuatnya semakin penasaran.
ada apa sebenarnya , mengapa sesulit ini . tak mau terlalu berfikir negatif.
berjalan menghampiri kulkas.
ternyata isi dalam kulkas sangat penuh , rupa - rupanya Doni sudah mempersiapkan semua nya.
tak ingin berfikir terlalu lama , Via mengambil bahan makanan dari dalam kulkas dan memulai masak.
asyik memasak hingga tak menyadari seseorang datang , yang entah darimana ia masuk.
langsung memeluk Via.
"Aakh....". jerit Via tak berani membalikkan badan nya. karena ia sangat takut dan gemetar.
"Hai sayang ini aku...ini aku jangan takut ". rupa nya Doni yang sudah memeluknya dari belakang .
"Don...kamu mengagetkan aku saja.
bagaimana kalau aku jantungan ". ucap Via terisak . dada nya terasa sesak memikirkan jika yang datang orang adalah jahat.
"Maafkan aku sayang ". tak tega melihat Via.
Doni mematikan kompor dan meletakkan Sotil di atas teflon , kemudian memutar badan Via. serta memeluk nya.
"aku sangat takut sekali , kamu masuk darimana ? ". memandang Doni pucat.
"maafkan aku , ayo duduk disini ". menuntun Via untuk duduk.
dengan cepat Doni mengambil air minum dan memberikan untuk Via agar hilang rasa takut nya.
sekali teguk air di gelas habis , karena Via memang sangat membutuhkan.
"sudah lega ???...". menangkup wajah Via dengan kedua tangan nya.
"yang..". menatap Doni.
"Maafkan aku...ini harus ku katakan kepada mu ". sambil menghapus air di bibir Via dengan jari nya.
"Ada apa ???...
__ADS_1
tapi nanti dulu ...
kamu masuk dari mana ???.." desak Via.
Tak menjawab pertanyaan Via , Doni menarik tangan Via lembut .
"Disini kamar aku " . mengetuk dinding sebelah kiri.
sama kaya kamu jika menekan ini dinding akan terbuka , tapi aku masuk lewat sama ". Doni mendorong dinding dan masuk kedalam sebuah lemari .
"aku buat seperti ini , untuk tempat bersembunyi. sang arsitektur om ku sendiri...ketika ia merasa dunia nya tidak nyaman.dan untuk kenyamanan keluarga nya.maka om membuat ini untuk ku
yang mengetahui ini hanya om, tukang yang bekerja dan aku.
sayang nya om dan tukang sekaligus teman om meningal kecelakaan saat ingin kembali ke Indonesia , entah kecelakaan tak sengaja atau ada yang mengincar nya ". cerita Doni.
"Aku mendengar langkah ". bisik Doni menarik Via masuk kedalam.
****
Doni menyalahkan televisi.
"Suaranya apa tidak terdengar ke dalam ?". tanya Via deg - degan.
"Tidak sudah di pasang peredam suara. kecuali jika mereka menemukan titik penekan dinding ". mengotak atik remot.
Terlihat di televisi seorang memasuki kamar Doni ia memakai topeng.
"Haa...i..itu..". jerit tertahan Via.
Doni memeluk pinggang Via. agar Via merasa aman .
"Ya . ada penyusup masuk kekamar ". menuntut Via untuk duduk di sofa.
"ko bisa lihat di televisi , tapi mereka siapa Don ???...tanya Via polos , setengah mendesak . melihat Doni seperti sedang merekam orang yang berada di televisi itu. ia rekam ulang agar jika tlada yg merusak CCTV ia bisa membuktikan lewat rekaman nya.
"televisi ini menyambung cctv ku didalam kamar dan di setiap ruang ." ucap Doni . tangan nya tetap merekam kejadian di dalam kamar nya.
"mereka itu siapa ". bisik Via penasaran .tak ingin suara nya terdengar .padahal tadi Doni sudah mengatakan bahwa ruangan nya sudah di beri peredam suara. jadi tak akan terdengar sedikitpun suara mereka dari luar.
"entah , aku tidak tahu siapa ia...tapi .." ujar Doni tak melanjutkan ucapan nya.
takut ia salah melihat. ia merasa mengenal orang itu.
tapi apa mungkin ..
jika mang ia, harus bagaimana ?.
perasaan itu berkecamuk di batin Doni.
"ada apa Don ???...". semakin penasaran.
"tidak ada apa - apa ." Doni berbohong untuk menenangkan pujaan hati nya.
"aku tahu ada yang dipikirkan nya ,mengenai orang yang menyelusup kedalam kamar Doni ". batin Via dalam hati...
"aku harus bagaimana ???...", menyenderkan tubuh nya ke sofa sambil memegang kepala nya yang tiba - tiba pusing.
sepuluh menit berlalu , orang itu masih berada di dalam kamar Doni. ia masih memeriksa di setiap detail ruangan.
ketika pria penyusup itu membuka topeng nya.
"Haaa
Jioo...". jerit tertahan Doni. sambil melirik Via yang seperti nya sudah mengantuk.
membenarkan letak tidur Via , kemudian mengambil selimut di lemari dan bantal.
Doni mengambil benda pinter itu di saku celana panjang nya .
sebelum menekan handpone nya tak sengaja ia melihat tato tengkorak hitam di balik kerah kemeja nya .
****
"Aku harus bagaimana ". berjalan hilir mudik sambil berfikir . memutar handpone di tangan nya.
ia mempunyai akal.
menghubungi bibi di dapur. lewat pesan whastpap .
💌 bibi...
sedang berada dimana sekarang ???..
💌 bibi masih masak tuan..
ada apa ???...
💌tolong ambilkan maaf biru di lemari dekat tempat tidurku..
💌baik tuan .
💌jangan lupa pintu di kunci dan kunci bibi kantongi. sampai saya datang.
,💌baik tuan.
Doni mematikan handpone nya. kembali melihat Jio yang masih asyik memeriksa setiap ruangan Doni.
senyum sinis Doni , melihat sang penyusup dengan santai masih mengeledah kamarnya
ckleeek...
alangkah terkejutnya Jio . ketika melihat ada orang yang masuk secara tiba - tiba Tampa mengetuk pintu .
ia bersiap dengan senjata di balik jaket nya.
ya Jio palsu sang penyusup di dalam perusahaan Doni.
"tuan ". ucap bibi terkejut melihat ada orang lain di kamar sang majikan.
"tuan sedang apa disini ???..." .tanya bibi merasa heran.
"sa...HM..
saya sedang mencari Doni ". berusaha menghilangkan rasa gugup karena sedang kedapatan masuk Tampa ijin.
"o..tuan Doni sedang keluar tuan.
ini bibi di suruh ambil map biru ". ucap bibi tanpa takut berjalan mendekati lemari kecil di dekat tempat tidur nya.
dengan gerakan mata Jio palsu , mengikuti tiap pergerakan bibi.
"pantas tidak ada , memang sekarang tuan Doni dimana ?. tanya nya menyelidik sambil tersenyum , seakan tidak terjadi apa - apa
"saya tidak bertanya tuan. tuan Doni berada dimana. yang penting bibi disuruh ambil map ini . nanti katanya ada yang akan mengambil map ini ". ucap bibi santai berjalan keluar.
karena kerja nya rapi , bibi tidak mencurigai sama sekali jika sang Jio palsu telah mengobrak Abrik kamar Doni.
merasa apa yang di cari tidak ada. ia
pura - pura mengikuti bibi , Jio palsu ikut keluar.
sampai diluar bibi mengunci pintu .
dan dengan santai bibi berjalan kembali ke dapur. sambil mengantongi kunci kamar Doni.
"ko kamar di kunci bi , tidak seperti biasa nya dan
"memang map itu apa sih bi ???..". pertanyaan beruntun Jio tanyakan sambol mengikuti bibi dari belakang.
__ADS_1
"saya tidak tahu tuan , ini apa
mau kopi tuan ???..sambil kandang map itu. kemudian meletakkan di meja makan.
"ah ya..gelas kecil saja bi ". menatap map biru . ia sangat penasaran sekali ingin membuka map biru itu.
"tumben tuan , minta gelas kecil . biasa nya tidak pernah meminta gelas kecil atau besar ?...". tanya bibi sambil tertawa ,ia yang memang seorang yang sangat jeplas jeplos.
"ingin saja...". jawab nya datar merasa jenuh dengan pertanyaan bibi.
jika tidak penasaran dengan map biru itu. ia lebih baik keluar daripada berhadapan dengan bibi.
Ting..tong...
"mungkin suruhan tuan untuk mengambil map ini ". bibi menyambar map biru sambil setengah berlari ke pintu ruang tamu.
sedangkan Jio palsu mengintip dari hordeng dapur. siapa gerangan yang mengambil map biru itu. seperti nya map itu sangat penting.
tapi ia tak melihat jelas. karena terhalang tiang.
ia hanya melihat seorang yang memakai jaket hitam dan helm.
beberapa detik kemudian bibi kembali di dapur.
yang dicari tidak ada Jio palsu berdiri dan berjalan keluar.
"Lo kopi nya tuan ". teriak bibi.
acuh Jip palsu berjalan , ia masih penasaran siapa yang mengambil map biru itu. pria yang mengambil map biru,
ternyata sudah tak terlihat.
****
dari cctv Doni tersenyum datar.
ia sudah menghubungi max ,Cuan dan Joe...ada rencana buat Jio palsu.
di hutan belantara...Mark , Jio , Kwong , Squrd si pemanah ulung. masih menunggu double tree sang sniper menyelesaikan tugas nya.
"Kwong , apa yang kamu lihat ???....". tanya Mark di komunikasi mereka.
"kijang satu. kijang dua dan tiga sedang berbicara serius rupa nya tuan dan penjaga sangat ketat ". ucap Kwong yang berada di atas pohon.
"tetap awasi mereka...****..
semakin bertambah pekerjaan kita ". gerutu Mark mengaruk kepala nya dengan kasar.
"sabar sayang ku , cinta ku...
nanti aku datang ". cekikik Kwong.
James,Squrd dan si kembar double tree tertawa terpingkal-pingkal mendengar nya.
"**** ga lucu Kwong.
twins tugas kalian sudah selesai belum.
malah tertawa ". tegur Mark jengkel.
"Laksanakan tuan ". ucap double tree .
Suiiit
Trias memangil Squrd pelan.
"tugas saya sekarang ?..." . tanya
Squrd si setan , yang tiba-tiba sudah berada di hadapan double tree .
di juluki setan karena ia mempunyai ilmu menghilangkan diri.
"setan...kaget". pekik tertahan double tree.
"gitu aja kaget ". jawab nya santai.
"kamu yang panggil aku , kamu yang kaget ". jawab Squrd santai sambil bersiul pelan.
"hentikan siulan mu Squrd , nanti mereka mendengar ". tegur Mark marah.ia merasa , anak buahnya
bercanda tak mengenal waktu.
"yes sir ..." menatap ke atas . sambil mengedipkan mata ke double tree.
"hentikan cctv itu , tapi jangan sampai gambarnya hilang. bisa menimbulkan kecurigaan .
kalau bisa ada gambar bergerak .". tunjuk Trias ke atas.
"ok...tak menunggu lama.
Squrd membuat cctv itu ada , dan menyorot fokus di suatu tempat. sedangkan tempat mereka berada Squrd jadi satu.. hingga menyerupai televesi yang slowmosion.
"selesai...silahkan sayang ". goda Squrd mengedipkan mata.
"Squrd...menurutmu. kabel warna merah atau warna biru yang dipotong ". tanya tre . ia sering menjinakkan bom . tapi tak bingung melihat rangkaian kabel bom rakitan ini.
"HM..
ini sebuah jebakan ". guma Squrd. memperhatikan tiap detail rangkaian bom rajikan itu.
"maksud mu ???....". tanya double tree serentak.
"bingung amat kedua warna merah dan biru kalian potong saat bersamaan ". ucap Squrd terlihat tegang .
"harus ada empat orang yang memotong sekaligus. jangan satu - satu " . mengingatkan ..
"James , kamu kesana ". perintah Mark.
"yes sir..
tak sampai dua menit , James tiba.
anak buah Mark terkenal dengan sebutan berjalan Tampa suara.
tiba - tiba sampai.
"ku double tree sebelah sana.aku dan James yang ini.
ku hitung sampai tiga. potong berbareng ". memandang ketiga teman nya.
"kalian lihat aku..
tangan di atas kabel..
satu...". terlihat double tree , James dan Squrd mengeluarkan keringat dingin.
"dua ...tiga..go potong " . teriak Squrd .
keempat anak manusia itu memotong secara bersamaan...hingga.
Tut....Tut...Tut....ttttttttuuut...
akhirnya tak bersuara.
tik....tik....tik..
suasana mencekam....menunggu detik apakah ia akan meledak atau tidak.
hi guys terima kasih masih mau mampir disini.
__ADS_1
selamat membaca