TAKDIR

TAKDIR
sebuah kata


__ADS_3

detik demi detik ...


terlihat wajah - wajah tegang.


mereka masih menunggu , menunggu detik - detik bom waktu meledak....


apakah bom itu akan meledak atau tidak.????...


terlihat wajah tegang sambil mundur satu persatu.


dengan tatapan tak berkedip.


melihat bom itu , seakan - akan umur di ujung tanduk.


tiiiiitttttt.....


lampu di bom itu berhenti dan mati...


"aaaa......jerit tertahan Squrd dan double tree..sambil melorotkan tubuh ketanah.


ketegangan telah usai.


Mark pun di ujung sana menarik napas lega.


"good job boys ". puji nya memberikan kedua jempol nya.tanda senang melihat pekerjaan anak buah nya berhasil .


sedangkan James , ia belum bereaksi. mata nya menyipit ketika di ujung sudut tersembunyi sebuah bom kecil sangat kecil. dengan lampu yang masih menyala


letak nya sangat tersembunyi , sehingga terlewati oleh ketiga manusia itu.


ia mencuriga sesuatu ..


dengan cepat James merebut tang dari tangan Trias dan berlari secepat mungkin.


bergegas memotong kabel merah dan biru seperti yang dilakukan Squrd dan double tree.


kembali bunyi..


ttiiiiiiiittttt.........


terbelalak Squrd dan double tree , dengan wajah memucat ketika mengetahui itu.


"mundur semua dan pakai masker gas anda ". teriak James mengambil masker dari ransel nya.


bergegas Mark, Squrd dan double tree mengambil masker dalam tas dan memakai masker gas yang memang selalu mereka bawa jika dalam situasi seperti ini.


benar saja.


dari bom itu keluar asap.asap putih yang membuat orang akan tertidur.


"kurang ajar , mereka sangat licik sekali ". geram Mark sambil berjalan memakai masker gas menghampiri James .


suasana pun mulai berkabut dan tegang


karena masker itu memakai kaca mata juga. hingga mereka bisa melihat keadaan sekitar nya.


"ternyata aku salah potong kabel , rangkaian nya dibuat sulit seperti itu ,sengaja untuk menjebak kita ". ucap James menggenggam tangan menahan marah .


"kita bersembunyi , menjaga kemungkinan mereka sudah mengetahui kedatangan kita , cepat semua bersembunyi ". teriak tertahan Mark di alat penghubung mereka.


secepat kilat seperti angin mereka menyelinap.anggota Mark yang dilatih agar bergerak seperti angin bersembunyi di sudut tiang dan pohon.


benar saja , datang dua orang berbadan besar dan berkepala plontos .


"Ada yang memotong kabel jebakan ini ". ucap salah satu yang berkepala lebih plontos. melihat kekanan dan kiri. bersiap jika ada musuh.


dengan cepat Mark memberi isyarat dengan jari telunjuk di leher bertanda bunuh mereka.


Double tree. mengambil panah mereka.


panah yang diujung nya sudah di beri racun.


racun yang mematikan dalam hitungan perdetik mereka akan mati.


sheep...


Tubuh kedua pria berbadan besar dan plontos itu seketika tak bersuara.


tubuh nya kaku dan jatuh ke salju yang putih dengan mulut mengeluarkan busa.


kedua mayat itu di tarik James dan Squrd , sedangkan double tree meloncat keatas dengan gerakan memutar dengan kipas besar. hingga asap itu berangsur - angsur hilang.


****


Hari mulai pagi , matahari bersinar tampak malu . malu kucing.


Via membuka hordeng dan melihat melalui kaca dinding.


rumah ini di buat tidak ada jendela. tetapi ada dinding kecil , agar bisa melihat keluar.


tentu nya dinding kaca itu terbuat dari tembus pandang. dari luar mereka tak bisa melihat. tetapi dari dalam akan terlihat .


Via melirik Doni yang tertidur di sofa sebelah nya.


sofa itu bisa di rubah menjadi tempat tidur.


tak...tak..tak...


bunyi langkah sepatu.


Via melihat ada seorang yang tidak ia kenal berjalan seperti mengintai sesuatu.


berdiri di depan hordeng yang Via buka tadi . mengincar seperti mencari di tiap sudut untuk membongkar paksa.


Via Loncat dari sofa dan membangunkan Doni.


"Don....Don...bangun ". tangan Via gemetar.


"hmmm..." .sambil mengucek mata nya.


"i....itu ...


Doni melihat arah telunjuk Via.


bergegas turun dan menutup hordeng yang sempat Via buka.


menyalakan CCTV.


terlihat beberapa orang mengintai nya dan berusaha untuk membuka jendela .


jika dilihat dari luar akan tampak seperti sebuah kotak Tampa rumah.


karena di kanan kiri nya sudah di tumbuhi tumbuhan merambat. rumput ....


"siapa mereka ". batin Doni dalam hati , tangan Doni dengan lincah diatasi keyboard komputer , mencari tahu siapa gerangan tamu tak di undang itu.


tak sengaja mata nya melihat kalung dileher laki - laki itu.


"HM..afia tengkorak hitam " . menyenderkan badan di kursi.

__ADS_1


"Don...minumlah dulu ". Via memberikan secangkir kopi.


"thanks honey ...". menerima kopi . tapi mata nya tetap di layar komputer.


"siapa mereka ???...


"mafia tengkorak hitam " . jawab Doni sambil menyeruput kopi. merasakan lezat nya kopi buatan Via.


"lezat sekali kopi buatan mu " . membalikkan badan ingin melihat Via.


terheran , segera Doni menghampiri Via yang terlihat gemetar.


"Are you ok ????...


"it...itu mereka mafia yang mengincar aku ?..." . tanya Via terbata - bata.


"tenang sayang , ada aku..


aku tak akan meninggalkan mu ". memeluk Via yang gemetar memberi kekuatan.


mengambil handpone nya dan menghubungi seseorang.


"ada seseorang di depan kuil ( bahasa rahasia Doni).


ia seperti orang suruhan yang sedang mengincar kuil. tangkap dan introgasi ia..di tempat seperti biasa ". perintah Doni tak menyebutkan tempat.


Doni selalu menyebut persembunyian atau gudang untuk introgasi orang memakai bahasa rahasia .


"baik tuan ". ucap seseorang di sana.


tak menunggu lama , orang suruhan Doni berhasil menangkap orang yang mengintai jendela rumah bawah tanah .


"sudah saya bawa orang ini tuan dan akan segera saya interogasi ...". lapor orang suruhan Doni.


"kerjakan ...." . ucap Doni datar...


ujung mata nya melihat Via sedang menangis di sofa ..


"sayang...kenapa kamu menangis ". menghampiri Via.


"aku ingin pulang ke Indonesia , disini tidak aman bagiku iks....iks ". tangis Via.dengan tangan menghapus airmata nya.


"iya kita pulang ke Indonesia , tapi nanti setelah aman..


aku tidak mau masalah ini belum selesai. disana tetap saja kamu terancam ". tangan nya menghapus air mata Via.


"sampai kapan ????....


"aku tidak tahu , tapi percayalah...


jika sudah aman kita pulang ". menatap Via satu .


entah dari kapan Via selalu mendengar Doni memangil nya sayang dan ber aku kamu..ia tidak tahu.


tetapi itu membuatnya merasa nyaman.


sangat nyaman..


entah apa maksudnya , ia sendiri tidak tahu


"sesampai nya disana , kita menikah ..


kamu mau menikah denganku ".mengangkat dagu Via dengan dua jari nya.


bagai tak percaya Via menatap , tatapan kepastian. apa yang di bicarakan Doni itu benar atau hanya menghibur nya saja.


"kamu tidak percaya ????....". Doni merogoh saku kantong celana.melihat tatapan mata Via seperti itu.


deg...degan...


takut di tolak , takut kalau selama ini Via hanya menganggap nya teman.


"Willy you married me " . ulang Doni sekali lagi...merasa harus mencoba lagi agar ia siap dengan penolakan .


Via hanya menganggukkan kepala dengan linangan air mata.


"Betul ???? ...


Will you married me , apa aku tak salah dengar dan tak salah melihat " . tanya Doni sekali lagi tak percaya . dengan anggukan kepala Via.


akhir nya ia punya ide.


sambil melihat kekanan ada sebuah bunga di vas bunga. setengah berlari mendekati vas bunga yang berada di meja .


ia cabut bunga itu .


"jika kamu setuju menikah dengan ku ambil ini . (.menunjuk sebuah cincin ).


jika tidak setuju ambil bunga ini ". ucap Doni sambil menunduk pertanyaan yang ke tiga kali nya...masih berharap - harap cemas .


terharu dan geli melihat Doni. Via berjalan mendekati dan mengambil cincin di tangan Doni.


"Haaa...". terbelalak tak mampu berkata - kata.


"ka..kamu....". menarik tangan Via.


"terima kasih sudah menerima aku . maaf aku hanya memberikan ini..


tidak ada kejutan , tidak ada pesta meriah.


ini pun cincin yang sudah lama aku ingin berikan kepadamu.


entah mengapa aku selalu ragu memberikan kepada mu. hari ini tiba - tiba aku ingat cincin yang selalu aku bawa. spontan tanpa rencana apapun. aku melamar mu , saat situasi seperti ini.


maafkan ya ". cerita Doni panjang lebar sambil kembali memeluk Via.


"Ha..cincin ini ???....". terbelalak.


"iya aku....sudahlah ". merasa malu.


"nanti dulu...jadi kamu sudah lama mencintai aku ". Via terharu.


"ya..." . senyum Doni terlihat .


sudah lama Via tak melihat senyum manis itu.


tak ingin momen langkah ini terlewatkan , ia mengambil handpone dan berfoto berdua.


berbagai gaya Doni dan Via berfoto.


sambil tertawa terbahak-bahak merasa lucu dengan tingkah mereka sendiri


sampai...


ingat ia ingin pulang.


ketakutan melanda nya kembali.


trouma dengan kejadian bertubi - tubi.

__ADS_1


Via menangis dalam diam.


"hei...sudah jangan menangis lagi.


"tenanglah kita akan melewati semua ini bersama ya sayang ". menatap Via hingga hidung mereka bersentuhan.


"Apa salahku pada mereka Don....aku hanya wanita biasa , tidak mempunyai harta berlebihan...


itu juga dari hasil menabung selama aku bekerja..


sebelum bertemu Hans aku sudah ada , tapi tak banyak. mengapa mereka mengincar ku ". brondong pertanyaan Via ke Doni.


"Via kamu harus kuat , dalam hidup masalah terus datang silih berganti .


kita harus terus berjuang . kamu wanita yang kuat. pasti bisa melewati semua ini. kamu ingat saat kamu masih berada di kampung . lari dari perkawinan usia dini. datang ke ibu kota , bekerja dan akhirnya kamu mendapat beasiswa kuliah di Jakarta hingga sampai disini..


ingatkan ????....


kamu wanita yang kuat...


kita lewati ini bersama dan aku tak akan meninggalkan mu ". mengingat kan Via saat dulu . sambil mengusap air mata Via dengan kedua tangan nya .


"ya...


aku ingat. jangan tinggalkan aku " . memeluk Doni dengan erat.


"tidak aku tak akan meninggalkan mu.


kita hadapi bersama - sama ". membalas pelukan Via dengan hangat.


mencium kening Via .


Via mengangguk lemah , untuk saat ini hati nya penuh ke khawatiran tentang kejadian selama ini.


semua berjalan tidak seperti yang di harapkan nya.


saat ia telah lulus S2 nya...


Via menunduk dan terus menangis lemah.


"menangislah Via...tidak apa. menangislah...


jika itu membuat mu lega , menangislah .kita berjuang bersama - sama , ingat itu..


kita berjuang bersama - sama dan aku akan selalu berada di sisimu..


aku tak akan meninggalkan mu.


aku mencintai mu Via.


aku mencintai mu ". mencium kening , pipi dan bibir Via lembut.


mereka hanya bisa berdoa , agar rintangan yang di hadapi berlalu dan bisa tersenyum .sambil menggenggam tangan Via .


ia hanya ingin , apapun yang terjadi , dirinya Yang akan selalu mendampingi nya , tak akan pernah meninggalkan nya.


"tidak ada yang boleh menyakiti mu sayang ...


aku mencintai mu Via , kau begitu sempurna sayang....


debaran jantung gadis manis ini semakin kencang ketika , ia mendengar sebuah kata yang membuat nya lega.


sebuah kata yang selama ini di simpan Doni dalam diam.


****


disebuah halaman rumah Mr Bruno .


masuk sebuah mobil Lamborghini merah.


Mr Bruno dan sang istri yang sedang minum teh di sore hari mengangkat kedua alis nya.


hari ini mereka merasa tak mengundang orang untuk datang minum teh.


mobil Lamborghini itu berhenti .


keluar seorang pemuda berbadan tinggi dan bermata biru.


Hans Anderson mendatangi keluarga Mr Bruno.


"pap...Hans , untuk apa ia datang kemari ? ". bisik Mrs Bruno. menelisik setiap gerakan tubuh sang bangsawan


tak menjawab pertanyaan sang istri. ia bangkit berdiri dan menghampiri pemuda bangsawan itu .


"hai Mr Anderson, ada angin apa hingga seorang bangsawan datang kemari dan apa kabar " . ucap Mr Bruno basa basi.


"kabar saya baik Mr Bruno and Mrs ..". menunduk kan wajah dengan gaya bangsawan nya .


"hanya mampir , sudah lama saya tak berkunjung ke mari. jika di perbolehkan ". dengan ujung mata melirik ke pintu rumah Bruno mencari seseorang.


"o..silahkan , mari silahkan duduk di gubuk kami ini ". merendahkan diri.


ia merasa heran tak ada angin , tak ada hujan sang bangsawan itu mau mampir kesini. saat ia di jodohkan dulu dengan Via. sangat susah sekali datang kesini.


jika datang itupun atas desakan kedua orang tua nya.


sedangkan Mrs Bruno insting nya bicara jika ia mencari sesuatu.


"Anda ingin teh ?..". bersiap menuangkan teh di cangkir yang sudah ada di meja.


"tentu...terima kasih ". kembali melirik ke pintu.


"anda sedang mencari siapa , seperti nya dari tadi melirik ke pintu ???...". tanya Mrs Bruno ceplas ceplos sambil menuangkan teh. ia tak tahan lagi melihat sang bangsawan itu .kecurigaan nya tak bisa ia tahan.


"HM....


maaf madam. apa si cantik Via ada ??.


sekali lagi maaf , saya dengar ia pergi ?.


pergi kemana dan apakah sudah kembali ????...". Hans membrondong pertanyaan.


"saya kesini di suruh dad , untuk berkunjung kemari dan mengenai perjodohan itu , saya menurut apa kata mum and dad. saya tak ingin membuat my parents marah ". alasan Hans masuk akal . sambil tersenyum pura - pura menunduk.


tapi tidak dengan Mrs Bruno , ia bisa menangkap ada senyum licik Hans.


Mrs Bruno melotot ke sang suami , agar tak menceritakan dimana Via berada.


"kami belum mengetahui dimana dan dalam keadaan bagaimana . kami tidak tahu dan sudah pasrah ". Mr Bruno


tau maksud dengan mata yang melotot tajam itu .


"apa anda tak mencari nya ??...". pura - pura heran.


"sudah tapi kami tak menemukan..


sudah hampir satu tahun ini , kami belum menemukan dimana keberadaan anak kami ini ". Mr Bruno menunduk.


ia tahu saat ini pemuda donjuan itu hanya bersandiwara.

__ADS_1


terima kasih say masih mau mampir disini..


happy reading


__ADS_2