TAKDIR

TAKDIR
resah


__ADS_3

Pukul 09.00 Ricky dan Doni sudah tiba di kantor uens Mr Bruno.


Tok...tok...tok...


"Masuk " ucap Mr Bruno di dalam ruangan nya.


Kreeek.


"Morning Mr Bruno " sapa Ricky dan Doni.


"Ah morning , mari silahkan masuk dan duduk . kita akan meeting sebentar lagi karena saya menunggu seseorang " ucap Mr Bruno tersenyum .


"Oh ya..." jawab Ricky tersenyum.


"Pasti tunggu Via "batin nya dalam hati senyum sendiri sambil melirik Doni yang terlihat serius dengan file di tangan nya.


"Don ..."panggil nya menyenggol kaki Doni


Doni hanya.menganggkat dagu nya bertanda ia bertanya ada apa.


"iss....kita tunggu Via kan " tanya nya tak sabar.


"Aiiiisss....ga sabaran amat " bisik nya memanjangkan badan nya ke arah Ricky.


"Iyalah...... ketemu idaman hati "balas Ricky sambil tersenyum.


"Week..." batin Doni seperti mau muntah itu pun hanya dalam hati...


"Tunjukan dirimu yang sesungguh nya cool , jangan melempem kaya kerupuk kena kuah bakso "cicit Doni asal..


"Huuuf.....


Walau berbisik dan tak mengerti bahasa yang di pakai kedua anak muda ini , Mr Bruno mendengarnya .

__ADS_1


ia menahan tawa, melihat tingkah anak muda yang sedang jatuh cinta itu...


"Anak muda yang aneh " batin nya geleng - geleng kepala...


Tiba - tiba...


Tok...tok..tok.


"Silakan masuk " ucap Mr Bruno tak dapat menahan senyum nya...


Kreeek...


"Morning sir " ucap seseorang yang sangat tampan memakai jas biru.


Ya...dia yang di tunggu - tunggu Mr Bruno..Steven


Terlihat ada senyum licik di wajah Mr Bruno.


Deg...


"Wah saingan ku datang , kirain yang datang Via " batin Ricky dalam hati terlihat menahan marah.


"Wah...kita bertemu disini " ucap Steven mengulurkan tangan.ke arah Doni.


"Ah ya...Doni mengulurkan tangan sambil berdiri ..


"Apa kabar bos " Doni berbasa basi.melirik Ricky yang terlihat gelisah.


"Baik...baik sekali...he...he..he .."senyum sumringah.


"Dan bos kita satu ini apa kabar " mengulurkan tangan ke arah Ricky.


"Baik..."ucap nya sewot , tanpa membalas uluran tangan Steven.

__ADS_1


Mendapat respon yang dingin , Steven menarik kembali tangan nya..


****


"Ok...kita mulai meeting , kita keruangan meeting , mari..mari ikut saya " ucap Mr Bruno geleng - geleng kepala melihat reaksi Ricky .


"Hum...sir , meeting cuma kita berempat ? " tanya Ricky ragu - ragu , sebab ia dari tadi tak melihat Via.


"Ha...ha..ha..Ada enam orang Mr , mereka sudah menunggu kita disana " ucap Mr Bruno tak dapat menyembunyikan tawa nya mendengar pertanyaan Ricky yang terkesan tak ingin di dulu.


"Don...."menyengol sikut Doni.


"Apa , berisik amat sih " bisik nya .


"Via ada ga ya ???...seperti anak kecil yang merengek minta di belikan permen .


"Tau " Doni mengangkat kedua pundak nya...sedikit jengkel melihat Doni yang kaya cacing kepanasan jika tak melihat Via.


"Bingung ...bingung deh Lo " batin nya menahan tawa...


"Enam orang siapa ya Don ? " tanya Ricky kembali gelisah...


Tak ingin melihat waja Ricky , Doni hanya mengangkat kedua tangan nya bertanda ia tak tahu...


"Don...gaji mu kupotong " ancam nya ..


"ISS...apa sih , tenang sedikit kenapa " ucap Doni jengkel ..


"Tunjukkan wibawa mu di depan orang - orang itu , nanti juga liat Via " bisik Doni jengkel melihat Ricky seperti anak kecil.


Selamat membaca...


terima kasih sudah mampir

__ADS_1


__ADS_2