TAKDIR

TAKDIR
Part 24 KEPUTUSAN


__ADS_3

"Aku akan menikahinya!" Suara Bima terdekat lantang. Entah apa yang ada dalam pikiran laki-laki itu sampai akhirnya ia mengambil keputusan untuk menikahi Karina. Terlebih dalam keadaan terdesak seperti itu.


Karina menatap Bima tak percaya, begitupun dengan Aldrian yang berada di samping


Bima. Laki-laki itu benar benar sangat terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh sepupunya itu.


"Bima, apa kamu sadar dengan ucapanmu? Apa kamu sudah gila? Kamu mau menikahi perempuan itu?" Kedua mata Aldrian membola. Rasanya, ia ingin sekali memukul kepala Bima agar pria itu sadar kalau apa yang dikatakannya tidaklah benar.


Bima melirik ke arah Aldrian. "Aku hanya ingin membayar kesalahanku karena telah menabraknya kemarin," jawab Bima enteng.


Sementara Aldrian semakin terkejut. "Kamu tidak bisa memutuskan sesuatu dalam keadaan emosi, Bima. Kamu tidak bisa menikahi gadis itu seenaknya." Aldrian masih mencoba untuk menyadarkan Bima.


Pernikahan bukanlah mainan. Bima tidak bisa seenaknya saja menikahi gadis itu. Apalagi, dalam keadaan terdesak seperti sekarang ini.


"Aku ingin membalas kesalahanku dengan mengembalikan semua yang seharusnya menjadi miliknya." Kembali Bima berucap dengan santai. Sementara kedua netranya masih menatap Karina dan Damar yang terlihat masih terkejut.


"Aku akan menikahi Karina secepatnya. Kau ingin melihat karena segera menikah bukan?" Kata-kata yang keluar dari mulut Bima, kembali menyadarkan Karina dan Damar.


"Bima, kamu jangan gila! Kamu tidak bisa menikahinya hanya karena ingin menebus kesalahan pada gadis itu. Kamu bisa membayarnya dengan cara lain yang jelas bukan dengan cara menikahinya!" Aldrian kembali mengingatkan.


"Aku tahu, Al. Tapi saat ini aku hanya ingin menolongnya. Lelaki tua itu tidak akan pernah melepaskan Karina sebelum gadis itu menikah dengan lelaki pilihan orang itu. Lelaki pilihan yang akan mengambil semua hak Karina."


"Apa maksudmu?" Aldrian masih tak mengerti.

__ADS_1


"Saat Karina menikah dengan pria pilihan lelaki tua itu maka dia akan kehilangan berusaha dan semua aset peninggalan orang tuanya," Bima berbisik di telinga Aldrian.


"Damar tidak akan berhenti mengganggu Karina sebelum gadis itu menuruti semua keinginannya," lanjut Bima.


"Dasar licik!" Aldrian menggeram marah mendengar ucapan Bima. Netranya menatap Damar dan Karina secara bergantian. Gadis itu terlihat bingung dan tidak percaya. Sementara Damar terlihat sangat marah.


"Aku tidak akan menikahkan Karina denganmu!" Damar berbicara dengan lantang.


"Aku tidak akan menikahkan Karina denganmu karena aku sudah memiliki calon suami yang pantas untuk Karina!" ulang Damar penuh penegasan.


"Enak saja kamu ingin menikah dengan Karina. Kamu pikir kamu siapa?" batin Damar. Dalam hati, Damar berjanji, dirinya tidak akan membiarkan Karina menikah dengan lelaki di hadapannya itu.


Karina harus tetap menikah dengan laki-laki pilihannya. Lelaki paruh baya yang telah membayar mahal demi segel keperawanan Karina.


"Kamu tidak bisa memaksa karena untuk menikah dengan pria pilihanmu, Damar. Semua keputusan ada dalam tangan Karina. Kau tidak bisa memaksakan kehendakmu!" Bima menatap tajam ke arah Damar yang terlihat sangat muka. Lelaki paruh baya itu merasa tidak terima dengan apa yang diucapkan oleh Bima.


Bima menganggukkan kepalanya, memberikan isyarat pada gadis cantik yang pernah ditabraknya itu agar dia mau menerima keputusannya.


Karina menggeleng sambil meneteskan air matanya. ia masih tidak percaya kalau pria menyebalkan yang membuatnya memutuskan kabur dari rumah besar itu mengatakan akan menikahinya.


Namun, melihat tatapannya yang menghunus tajam ke arahnya, Karina mau tidak mau mengangguk, membuat Bima tersenyum.


"Paman, aku akan menikah dengannya!" Suara Karina mengagetkan Damar.

__ADS_1


"Aku tidak setuju kamu menikah dengannya, Karina. Kamu harus tetap menikah dengan lelaki pilihanku!" Damar berteriak marah.


"Tidak! Aku tidak akan menikah dengan lelaki tua bangka yang bahkan tidak pantas menjadi ayahku!"


"Kau!" Sang paman terlihat murka.


"Sampai kapanpun, aku tidak akan membiarkan kamu menikah dengannya!" ulang Damar penuh penekanan. Netranya menatap Karina dengan penuh amarah.


"Kalau begitu, aku tidak akan menikah dengan siapapun!"


"Kau!"


BERSAMBUNG ....


Baca juga karya temen Author yang tak kalah seru ini yuk!



Meski terlahir dan tumbuh dalam keluarga yang harmonis dan santun, tetapi Mirza tetaplah sosok anak muda yang butuh mengekspresikan diri dan ingin menikmati kebebasan masa mudanya.


Ia menjadi pemuda yang urakan dan sering gonta-ganti pacar dengan dalih penjajakan untuk menentukan sebuah pilihan yang tepat, gadis pilihan yang akan Ia jadikan sebagai istri.


Namun, dari banyaknya gadis yang Ia pacari, tak satupun yang bisa memenuhi kriteria Mirza. Kriteria istri idaman, yang membuat semua keluarga tercengang.

__ADS_1


"Mereka semua adalah gadis yang tidak bisa menjaga dirinya dengan baik, masak baru pacaran sudah minta cium?" gerutu Mirza.


Akankah Mirza, dapat menemukan gadis seperti yang Ia idam-idamkan?


__ADS_2