TAKDIR

TAKDIR
Part 25 SAH


__ADS_3

Setelah perdebatan panjang dan berakhir dengan pertengkaran, Damar akhirnya mengalah. Laki-laki paruh baya itu menyerah setelah tahu siapa Bima dan Aldrian.


Damar sungguh tidak menyangka kalau keponakannya ternyata mengenal orang-orang yang cukup disegani dalam dunia bisnis.


Siapa yang tidak mengenal Bima dalam dan Aldrian, dua pengusaha muda yang saat ini sedang naik daun.


"Baiklah! Aku setuju Karina menikah denganmu. Tapi, setelah kalian menikah, kalian harus memberikan bagianku," ucap Damar dengan tidak tahu malu.


"Kita lihat saja nanti. Kalau dalam surat wasiat itu tertulis namamu, aku akan menyuruh Karina memberikan semua yang menjadi hakmu. Namun, jika ternyata namamu tidak tertera dalam surat wasiat itu, jangan harap kamu akan mendapatkannya!" Suara Bima mengintimidasi.


Damar menggeram marah. Laki-laki itu mengepalkan tangannya. Rahangnya mengeras dengan suara gigi bergemeletuk.


Damar benar-benar sangat marah pada Bima. Lelaki tua itu tidak bisa berbuat apa-apa di depan Bima, termasuk membela dirinya sendiri.


"Aku hanya akan menjalankan sesuai yang tertera dalam surat itu. Jadi, jangan harap, kalau setelah ini kamu bisa memanfaatkanku untuk mengambil semua harta yang seharusnya menjadi milik Karina." Bima menyorot tajam pada pria tamak di hadapannya.


"Kau jangan keterlaluan, anak muda. Aku tahu, kamu adalah pengusaha sukses. Tidak ada yang tidak mengenal dirimu di dunia bisnis. Orang-orang bahkan berebut agar bisa bekerja sama dengan perusahaanmu dan juga dia." Damar menatap ke arah Aldrian yang menatapnya datar.


"Perusahaanku tidak ada sangkut pautnya denganmu, Damar. Saat ini kamu hanya tinggal mengatakan setuju atau tidak agar aku dan Karina bisa menikah besok."


"Apa?! Apa kamu gila? Kau akan menikahinya besok?


***


Karina menatap Bima dengan tubuh gemetar. Tidak menyangka kalau pria menyebalkan itu kini sedang mengucapkan kalimat ijab kabul. Karina bahkan berkali-kali mencubit lengannya untuk memastikan bahwa semuanya bukanlah mimpi.


Setelah Damar sepakat menyetujui Bima untuk menikahi Karina, Bima membawa pulang gadis itu ke rumahnya. Setelah itu, pagi harinya Bima melangsungkan akad nikah di rumahnya.

__ADS_1


Damar bersama istri juga kedua anak gadisnya hadir dalam pernikahan itu. Biar bagaimanapun, Karina adalah keponakannya. Damar menggantikan ayah Karina untuk menjadi wali gadis itu.


Gadis cantik yang selama bertahun-tahun tinggal bersamanya setelah kedua orang tuanya meninggal.


Kedua anak Damar, Alesha dan Amanda menatap tidak suka pada Karina. Mereka sangat kesal karena gadis yang mereka benci ternyata menikah dengan seorang pria tampan sekaligus seorang pengusaha sukses yang akhir-akhir ini sedang naik daun.


"Sialan!" umpat Alesha dalam hati.


Kenapa perempuan pembawa sial itu selalu beruntung? Kenapa nasib baik selalu berpihak padanya?


Alesha memberengut kesal. Begitupun Amanda. Gadis berwajah cantik karena makeup tebalnya itu berkali-kali memaki dalam hati karena keberuntungan Karina.


Selama ini, Amanda adalah orang yang seringkali menindas Karina saat gadis itu masih tinggal di rumah besar pamannya. Rumah besar yang ternyata adalah milik mendiang keluarga Karina yang seharusnya menjadi milik Karina setelah perempuan itu menikah.


Semua orang bernapas lega sambil bertepuk tangan saat terdengar kata 'Sah' dari mulut sang penghulu yang langsung disambut oleh beberapa orang yang menghadiri pernikahan dadakan. Damar menarik napas panjang. Entah apa yang dirasakan oleh pria itu saat ini, yang jelas, ada perasaan haru melihat gadis kecil yang bertahun-tahun tinggal bersamanya itu kini menikah. Apalagi, dirinya sendiri lah yang menjadi wali Karina.


Damar melirik ke arah kedua putrinya yang terlihat sangat kesal. Pria paruh baya itu tahu, saat ini, kedua putrinya itu pasti merasa iri melihat Karina yang ternyata menikah dengan laki-laki tampan dan kaya seperti Bima.


Karina mendekati Bima, pria yang kini telah sah menjadi suaminya itu dengan jantung berdebar-debar dan tangan gemetaran. Sungguh! Karina masih belum mempercayai jika laki-laki itu kini benar-benar telah menjadi suaminya.


"Seandainya ini mimpi, rasanya aku ingin sekali bermimpi selamanya. Agar aku bisa terus menikmati kebahagiaan ini," batin Karina. Jantungnya berdetak dengan cepat saat kini dirinya sudah berhadapan dengan Bima.


Pria menyebalkan yang sialnya sudah mencuri perhatiannya semenjak pertama kali bertemu.


Karina meraih tangan Bima dengan tangan gemetar, perempuan itu mencium punggung tangan Bima yang dibalas sebuah kecupan di kening Karina.


Aldrian yang sedari tadi berada di samping Bima, mengucapkan selamat pada sepupunya juga Karina.

__ADS_1


"Meskipun aku tidak setuju dengan caramu menikahi dia, tapi aku tetap berharap yang terbaik buat kamu, Bim. Semoga kamu bahagia," bisik lelaki berparas tampan itu sambil memeluk Bima.


Semoga kamu juga bahagia di sana bersama Devan, Ren. Maafkan aku karena aku tidak bisa menjaga Bima dengan baik.


Aldrian menepuk bahu Bima sambil tersenyum.


"Makasih, Al." Bima tersenyum. Meskipun senyum itu terlihat sangat dipaksakan, tetapi, Bima tetap terlihat tampan.


"Selamat, ya, Karin."


"Terima kasih." Karina menyambut uluran tangan Aldrian sambil tersenyum.


Setelah Aldrian, kini, giliran sang paman dan keluarganya yang mendekati Bima dan Karina.


Mereka berempat terlihat tersenyum palsu di depan Karina.


"Selamat, ya, semoga kamu bahagia. Jangan lupa, kamu masih berhutang budi pada Tante." Inggrid menatap Karina dengan sorot mata penuh kebencian.


Sama seperti kedua putrinya, Inggrid pun tidak menyangka kalau gadis yang bertahun-tahun tinggal bersamanya itu ternyata justru bernasib baik setelah kabur dari rumahnya.


Sial! Kenapa nasibnya sangat beruntung sekali?


BERSAMBUNG ....


Sambil nunggu update, kalian bisa mampir di karya punya temen Author yang satu ini nih! Nggak kalah seru pokoknya.


__ADS_1


Mouza yang ingin memberikan kejutan untuk kekasihnya justru malah mendapatkan kejutan tak terduga dari Alan, kekasihnya.


Dengan mata telanjang, Mouza melihat dengan jelas saat Alan sedang bercumbu dengan wanita lain di siang hari, terlebih wanita itu adalah calon kakak iparnya sendiri.


__ADS_2