
Aku bertengkar lagi dengan Dika pagi itu sebelum aku kembali ke Pekanbaru.
Yah aku merasa Dika tidak adil kepada ku. Dimana dia selalu memposting foto berdua dengan kekasih nya dari pada dengan ku. Dia sama sekali tidak pernah memposting foto kami berdua.
"Jangan pernah memberi harapan kepada ku jika kamu tidak bisa bersikap adil" Ujar ku lagi.
"Cinta jangan mencari masalah dong pagi ini. Sudah marah nya"
"Yang cari masalah itu siapa? Aku atau kamu? Secara kamu lah yang mencari sebab dengan ku. Ngapain juga kamu memposting foto kalian berdua" Ucap ku lagi melalui pesan singkat penuh dengan rasa emosi di hati.
"Iya aku minta maaf aku yang salah. Maaf cinta"
"Kata maaf tidak akan mampu mengobati hati ku yang terluka karena sikap mu. Dan kata maaf juga tidak akan bisa mengembalikan air mata ku yang telah mengalir karena ulah mu"
"Kamu bilang akan bersikap adil. Tapi di mana keadilan itu untuk ku? Dari postingan foto saja kamu tidak pernah. Adil dari mana itu? Kamu hanya menjaga perasaan nya. Tapi pernah tidak kamu menjaga perasaan ku?" Ujar ku lagi.
Dika hanya terdiam dan tidak membalas pesan ku. Cukup lama aku menunggu balas pesan dari ku.
"Kenapa gak balas? Apa sibuk membalas pesan dari cinta mu itu?" Ujar ku lagi.
"Lagi membuat surat kapal cinta. Jangan berpikir yang bukan-bukan seperti itu dong cinta ku" Ujar nya masih bersikap lembut terhadap ku.
"Ya sudah lah lanjutkan pekerjaan kamu sebentar lagi aku mau naik pesawat dan akan pulang. Doa kan saja aku selamat hingga tiba di Pakning" Ujar ku lagi.
"Hati-hati ya cinta" Ucap nya lagi.
Aku masih melihat story nya Dika berharap Dika menghapus foto tersebut. Namun apa yang aku harap kan tidak kunjung ku dapat kan foto itu masih terpampang nyata di story bbm nya Dika. Padahal aku berharap dia peka dengan aku marah-marah seperti itu tampa meminta nya untuk menghapus foto tersebut.
"Ini bocil gimana sih? Masa foto nya belum juga di hapus? Masa iya aku harus meminta nya untuk menghapus foto itu. Dasar gak peka banget jadi cowok" Batin ku semakin kesal dengan Dika.
"Ramah, pesawat kita akan segera lepas landas" Ujar bang Ijon mengajak ku untuk masuk ke pesawat mengikuti para penumpang yang lain.
"Iya bang" Jawab ku mengikuti jejak langkah bang Ijon dari belakang.
***
Tepat pukul lima sore kami pun tiba di bandara Pekanbaru. Kami menunggu jemputan yah kak Rika akan menjemput kami di sana. Kebetulan kak Rika tinggal di Pekanbaru setiap sabtu dan minggu dia pulang ke Pekanbaru. Dan hari ini adalah hari minggu tentu saja dia ada di kota nya ini.
"Wah, seru Ramah ke Jakarta nya?" Tanya kak Rika saat dia sudah tiba di bandara.
"Seru kak" Jawab ku singkat.
"Wah, Ramah bukan main dia shopping membeli baju untuk keponakan-keponakannya. Itu di dalam tas itu penuh dengan baju yang ia beli sebagai oleh-oleh untuk keponakannya" Ujar bang Ijon menunjuk tas jinjit berwarna merah yang ku beli saat berada di Jakarta karena tas ku tidak muat dengan baju-baju itu.
"Wah memborong kamu Ramah?" Ujar kak Rika.
"Iya kak, soalnya belum tentu aku bisa pergi ke Jakarta lagi. Jadi apa salah nya aku membeli sebagai oleh-oleh dari kota metropolitan itu" Ujar ku lagi.
"Benar juga sih Mah, aku setuju dengan mu" Ujar kak Rika.
"Ya sudah kita pergi ke rumah kakak saja dulu. Nanti kakak telfon travel langganan kakak ya. Sambil menunggu travel nya datang, kalian bisa istirahat di rumah kakak dulu" Saran dari kak Rika.
"Oke" Jawab aku dan bang Ijon serentak.
Sekitar hampir setengah jam kami menunggu mobil travel kak Rika pesan. Hingga mobil itu pun tiba dan kami pun langsung pulang memakai mobil tersebut.
***
Aku melirik jam di ponsel ku sudah pukul sembilan malam. Kami masih berada di kota Siak. Yah sekitar sejaman lagi kami akan tiba di Pakning.
Abang yang tinggal di samping rumah ku pun menelepon ku.
"Sudah di mana kalian?" Tanya abang ku kepada ku.
"Ini kami sudah tiba di Siak bang"
"Oh ya sudah abang mau tanya itu saja. Soal nya ibu cemas dan ingin tahu kalian di mana nya" Ujar abang ku lagi.
"Iya bang bilang aja kami sudah di Siak. Sebentar lagi juga sampai kok" Ujar ku lagi.
"Oke" Ujar abang ku mengakhiri percakapan kami di ponsel.
"Sudah pukul segini, Dika sama sekali tidak ada menghubungi ku. Kejam kamu Dika" Batin ku terus saja melirik ponsel ku dengan harapan Dika akan memberikan kabar kepada ku.
"Apa aku yang duluan menghubungi dia ya?" Pikir ku lagi.
"Ah gak, aku gak mau. Aku kan sedang marah sama dia. Masa ia aku menghubungi dia. Gengsi dong" Ujar ku lagi.
Aku kembali membuka aplikasi bbm mu dan ku lihat ternyata foto yang Dika posting tadi sudah di hapus oleh nya.
__ADS_1
"Ternyata sudah di hapus" Batin ku tersenyum.
"Yah meski pun harus dengan drama dan bertengkar dulu sih dan baru di hapus nya. Tapi tetap saja dia sudah menghapus foto yang menyakitkan itu" Ujar ku lagi dalam hati.
Ting...
Satu pesan masuk di ponsel ku. Padahal mata ku sudah mulai terpejam karena lelah selama di perjalanan tadi. Tapi mendengar ponsel ku berbunyi membuat ngantuk ku hilang.
"Sudah tiba di mana cinta? Maaf baru memberi kabar soal nya seharian ini aku bersama pak Barat. Belum lagi pergi ke kapal untuk memeriksa kapal-kapal yang akan berangkat" Ujar nya memberikan alasan kepada ku.
"Oh gitu" Jawab ku berlaga cuek padahal di hati berbunga-bunga mendapat pesan dari nya.
"Masih marah cinta?"
"Pikir aja sendiri"
"Sudah dong cinta. Gak enak jika kita bertengkar seperti ini"
"Kamu yang memulai"
"Iya aku minta maaf aku gak akan mengulangi nya lagi"
"Aku butuh bukti buka janji"
"Iya akan ku bukti kan cinta"
"Sekarang sudah di mana cinta? Apa sudah tiba di rumah?"
"Belum, masih di Siak"
"Oh begitu. Hati-hati di jalan cinta"
"Iya terima kasih"
"Sudah makan cinta?" Tanya nya mencoba mencari topik pembicaraan.
"Sudah kok tadi.. Kamu sudah makan?" Aku balik bertanya.
"Sudah tadi sama pak Barat sebelum dia pulang"
"Sekarang dia sudah pulang?"
"Sudah kok belum juga lama. Karena itu aku baru bisa menghubungi mu"
"Iya sebentar lagi cinta. Masih ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan. Ada kapal yang akan berangkat besok subuh. Jadi aku harus menyelesaikan surat izin berlayar nya malam ini" Balas nya lagi.
"Sebentar ya cinta nanti akan aku hubungi kamu lagi"
"Oke" Ujar ku.
Terkadang aku juga bingung dengan diri ku sendiri. Segitu marah nya aku sama Dika, tetap saja aku cepat luluh di buat nya. Rasa marah ku tadi hilang begitu cepat. Entah lah aku juga bingung kenapa seperti ini. Tapi yang pasti aku sangat sayang dan cinta kepada nya. Mungkin karena itu aku gampang luluh terhadap nya.
***
"Alhamdulillah" Ujar ku saat tiba di rumah ku. Aku turun dari mobil travel ku dan membawa barang-barang ku. Ternyata sedari tadi ibu dan ayah ku belum juga tidur. Mereka ternyata menunggu kepulangan putri bungsu nya ini.
"Assalamualaikum" Ucap ku.
"Waalaikumsalam" Ucap ibu dan ayah ku membuka pintu.
"Aduh capek nya buk" Ujar ku langsung merebahkan tubuh ku dia atas lantai rumah ku. Yah sangat lelah rasa nya tubuh ini karena perjalanan begitu jauh dan juga lama.
"Kenapa belum tidur buk, yah?"
"Menunggu kamu pulang. Ibu dan ayah khawatir kamu belum juga tiba di rumah sudah pukul segini" Ujar ibu ku.
"Kan aku sudah memberi kabar kepada abang Icap. Apa dia tidak memberikan kabar kepada ibu?"
"Ada sih, tapi tetap saja ibu khawatir selagi kamu belum kelihatan batang hidung nya" Ujar nya lagi.
Yah begitulah ibu ku. Selalu khawatir kepada ku meski pun tahu aku di mana tapi jika tidak terlihat di mata nya, tetap dia merasa khawatir.
Aku tersenyum mendengar ucapan dari ibu ku itu. Begitu lah kasih sayang ibu ku kepada anak-anak nya.
"Oh ya buk, ini aku belikan baju untuk ibu dan ayah. Dan yang ini untuk keponakan-keponakan ku. Mak dan ayah mereka tidak dapat sama sekali ya" Ujar ku kepada ibu ku.
"Tadi sih pengen singgah membeli kue juga untuk ole-ole tapi gak sempat lantaran pakai mobil travel. Jika pakai mobil sewa sendiri mungkin bisa aku singgah untuk membeli ole-ole" Ujar ku lagi.
"Gak apa-apa gak penting juga ole-ole nya. Yang penting kamu tiba dengan selamat" Ucap ibu ku.
__ADS_1
"Aku mandi dulu ya buk. Gerah sekali karena seharian gak mandi sore" Ujar ku. Yah seharian aku berada di bawah terik matahari tentu membuat tubuh ini merasa gerah dan jika hal itu berlanjut, tentu tidak bisa tidur aku di buat nya.
"Iya sudah mandi lah kamu sana"
"Oh ya buk, di dalam tas itu ada cemilan yang di berikan oleh maskapai pesawat tadi buk" Ujar ku kepada ibu ku.
"Ada dua itu, tadi bang Ijon juga gak mau makan di pesawat jadi dia berikan kepada ku. Coba lah buk di makan rasakan makanan dari pesawat" Ujar ku. Memang terdengar seperti orang norak ya. Tapi memang kenyataan nya seperti itu. Nama nya juga baru pertama kali naik pesawat tentu lah norak jadi nya.
"Hmm.... Makanan apa ini?" Tanya ibu ku merasa aneh melihat roti tawar dengan diisi berbagai makan di dalam nya seperti sosis, sayur selada, saos tomat dan mayonas dan sebagainya.
"Ini nama nya sandwich buk. Cobain deh" Ujar ku.
"Ayah cobain juga" Tambah ku lagi.
"Hmm entah makanan apa yang kamu kasih kepada kami. Perut kami tidak bisa menerima makanan aneh seperti ini. Bisa sembelit nanti" Ujar ayah ku.
"Ya sidah masuk saja ke dalam kulkas besok pagi bisa untuk sarapan ku" Ujar ku lagi.
"Buk, biarin aja ya tas-tas ini berserakan. Aku lelah buk mau memberesinya. Besok baru aku beresin ya buk capek sekali ini" Ucap ku langsung masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
***
"Aduh, segar nya" Ujar ku setelah selesai mandi.
"Kamu gak makan?"
"Gak buk, tadi sudah makan kok di jalan"
"Besok aku minta izin gak masuk kantor buk. Kepala ku masih pusing" Ujar ku. Yah tentu saja aku merasa pusing karena aku mabuk ketika naik mobil. Ditambah lagi naik pesawat double mabuk nya.
"Emang gak marah nanti orang kantor mu?"
"Gak kok buk,. secara kepala ku pusing buk. Bukan di buat-buat juga kan" Ucap ku lagi.
"Ya sudah terserah kamu saja"
Ting...
"Cinta, sudah tiba di rumah" Pesan dari Dika masuk lagi ke ponsel ku.
"Sudah kok, ini aku baru saja selesai mandi karena gerah"
"Syukurlah jika sudah tiba dengan selamat. Aku menjadi senang mendengar nya" Ujar nya.
"Sekarang lagi ngapain?" Tanya nya lagi.
"Nih mau merebah kan diri di kasur. Capek seharian perjalanan nya jauh dan melelahkan" Ujar ku.
"Oh jadi sudah mau tidur ya?"
"Iya sih, karena capek banget ini tubuh ku"
"Kamu lagi ngapain?" Tanya ku.
"Baru juga selesai buat surat kapal. Ya sudah kamu istirahat saja jika begitu"
"Gak apa-apa kita saling bertukar pesan saja. Nanti jika aku gak balas itu berarti aku ketiduran" Ucap ku lagi.
"Ya sudah gak apa-apa"
"Oh ya, aku ada satu lagu untuk kamu. Tadi aku mendengarkan lagu ini di mobil yang aku tumpangi. Sontak aku jadi teringat sama kamu dan kisah kita"
"Apa?"
"Aku kirim ya lagi nya" Ujar ku mengirim satu buah lagu ke aplikasi bbm Dika.
"Cassandra-kekasih ke dua" Dika pun membuka lagu tersebut dan mendengar nya.
"Apa lah arti, mengucap janji walau cinta tak pasti untuk ku
warnai hari jalani kisah, walau ku tahu kau tlah bersama nya.
Ku tetap tegar melawan salah jalani cerita yang bukan untuk ku.
Kau kan selalu ku puja, dan kan selalu ku puja.
ku tetap bahagia walau sebagai kekasih kedua"
"Ini lagu memang pas untuk kita ya cinta" Ujar Dika setelah memutar lagu tersebut. Namun, aku sama sekali tidak membalas nya karena aku sudah tertidur.
__ADS_1
Cukup lama Dika menunggu ku untuk membalas pesan dari nya. Namun hingga hampir setengah jam dia menunggu tak kunjung aku membalas pesan tersebut.
"Selamat malam cinta. Selamat beristirahat mimpi yang indah ya. Dan hadir kan aku di setiap mimpi indah mu" Ujar nya mengirim pesan singkat kepada ku.