
"Dad and mom tenang , Via ada yang melindungi ." ucap Via di seberang sana.
"Kalau boleh Dady tahu siapa nak ? " memandang Joe. bahasa isyarat ia bertanya siapa yang dimaksud Via .
Joe hanya mengangkat bahu nya bahwa ia sendiri tak mengerti.
"Sory Dad , aku tak bisa menyebut nama nya.nanti saja jika sudah selesai dan Via kembali kerumah ." ucap Via memandang Doni .
Doni diseberang sana geleng - geleng kepala , tanda Via belum boleh untuk memberitahu siapa yang menolong nya.
"Baik lah nak ." Mr Bruno tak ingin memaksa. ia takut posisi Via terancam .
"Sudah dulu ya dad , mom. ada telefon masuk ." ucap Via.melihat layar handpone Doni ada yang menghubungi nya .
"By mom , dad ." melambaikan tangan .
"By ..be careful .." jawab Mr dan Mrs Bruno berbareng melambaikan tangan .
Via menyerahkan handpone Dony .
My bodyguard is calling.
Diam - diam Doni mempunyai bodyguard.
📞Tuan , saya telah mendapatkan sang pengacau.
Anda lihat kami lewat video secara langsung saja..tak perlu anda kesini .
mengotori tangan anda , biar kami yang menyelesaikan ." ucap bodyguard kepercayaan nya.
📞ok ." Doni tersenyum mendengar ucapan bodyguard kepercayaan nya.
Terlihat para bodyguard sedang introgasi Hans sang hakcer.
"Siapa yang menyuruhmu !." bentak Tom sang bodyguard.
"Aku tak akan menjawab ." mengelengkan kepala.
"Bro...ambil tang.
Seperti nya aku kangen mencabuti satu persatu cucu nya yang mulus ini ." ucap nya sambil tertawa.
"Ok..."mengambil tang besar.
Membuat bulu kuduk merinding , membayangkan tang besar mencabuti kuku sang hacker satu persatu.
"Kamu bayangkan...tang ini besar sekali.
kuku mu yang kecil .akan kami cabut yang tentu nya sangat sakit.
keluar daraaah..
darah nya ga sedikit Lo dan sakiiit .' Tom mengertak sang lawan dengan ucapan nya yang bisa menjatuhkan lawan.
Terlihat Hans menelan ludah nya dengan susah dengan wajah mau pucat
"Katakan kepada kami siapa yang telah berani macam - macam , menghancurkan perusahaan DDC ." sentak Tom. sambil membolak balikkan tang itu. menjatuh kan mental Hans.
"I...itu.
Sa...saya tidak tahu. saya hanya disuruh meretas komputer oleh seseorang ." Hans terlihat mulai gemetar.
"Tidak tahu ???..
Tak mungkin kamu tidak tahu , saya tidak percaya..
"Betul sa..saya tidak tahu.
mereka datang membekap saya .membawa saya kesebuah tempat yang saya sendiri tidak tahu.
dalam perjalanan mata saya tertutup.
dan setiap bertemu mereka memakai topeng ." ucap Hans gemetar menatap Tom yang terlihat tidak main - main.
Tom menatap keteman nya antara percaya dan tidak , ia memberi syarat.
Sang teman berjalan mendekati Hans dan memegang tangan nya.
"Aku kangen bro , sudah lama tak melihat tangan orang yang di cabuti kuku nya satu persatu ." ucap nya terkekeh dengan pandangan mata tajam.
Tom jongkok menyamakan duduk dengan santai , tapi tang besar itu tetap di tangan nya.
"Kamu kangen , aku juga bro...
bagaimana reaksi orang yang kuku nya di cabut ." ucap Tom sekali lagi menekan Hans dengan kalimat yang menjatuhkan mental Hans.
"Aku masih sabar menunggu jawaban mu ." ucap Tom dengan rahang mengeras menahan marah.
"Sa..saya berkata jujur .' Hans semakin gemetar.
"Bro..pegang tangan nya ." mengangkat tang itu.
"Jangan...saya berkata jujur . wajah Hans memucat.
"Uda bro pegang tangan nya." Ancang - ancang ingin mencabut kuku itu.
Dengan kasar sang teman menarik tangan Hans dan mendekatkan ke Tom yang bersiap menarik kuku Hans..
"Please...saya berkata jujur , saya tidak mengetahui nya ." sambil menangis.
"Ok...kamu tidak mengetahui nya." tangan nya bergerak meminta sesuatu.
sang bodyguard yang berdiri menantang laptop.memberikan ke Tom.
"Katakan padaku disini , siapa yang menyuruh mu dan perusahaan apa .
jika orang kamu tidak tahu dan tak melihat nya.tapi perusahaan nya tentu tahu bukan ??? ." senyum jahat Tom terukir disana.
"Aku tidak tahu , tapi..
Tunggu sebentar.." ucap nya.
tangan nya yang lincah mengetik sesuatu.kala ia mengingat sebuah logo perusahaan .
"Ini ." ucap nya ketika ia mendapatkan logo itu.
Tom melihat .
Berjalan keluar memasuki sebuah kamar.
"Tuan logo perusahaan ini yang telah menyuruh Hans untuk merusak perusahaan Mr Bruno ." menunjuk ke layar laptop ke handpone nya.
"HM...ya sudah .aku tahu.
tapi apa maksud orang ini ? " tanya Doni menatap Tom .
"Belum kami selidiki tuan ." ucap Tom.
"Aku tunggu hasil nya." seperti Doni ingin mengakhiri pembicaraan.
"Tapi bagaimana dengan Hans tuan ? " tanya Tom meminta pertimbangan Doni.
"Lepaskan dan ancam ia bilang jangan beritahu apa pun tentang pertemuan nya dengan kita." ucap Doni.
Doni seorang yang tak tega membunuh.
"Baik tuan...
__ADS_1
Klik...
Doni mematikan handphone nya sepihak .
****
"Dimana gadis itu ." batin Mr Anderson dalam hati dengan suara berat. sambil memperhatikan sang anak bungsu nya . Hans yang sedang sibuk bermain dawai nya. didalam ruang kerja nya.
Ia berfikir jika kedatangan sang anak , akan belajar tentang perusahaan.
Tetapi tidak , ia hanya.memainkan.handpone nya .
Ditegur ia hanya diam saja.
"Bagaimana ia bisa dewasa jika seperti ini . " batin nya menarik nafas panjang .melihat anak nya acuh.
Mr Anderson menyanggah dahi nya dengan tangan kanan yang menandakan
gesture bahwa ia sedang berfikir keras.Ia sudah mencari Via kemana - mana tapi tak juga menemukan nya .
Suara pintu berdecit berbunyi ketika terbuka .
Mr Anderson hanya melirik kearah orang yang tanpa pemberitahu masuk begitu saja kedalam ruangan nya .
Tentu saja ia bisa menebak siapa yang masuk. tentu sang istri yang masuk dengan memasang wajah datar.
"Kenapa wajah mu begitu kusut ." ujar seorang wanita yang baru saja masuk .
tampak sosoknya dari balik pintu bercat coklat dengan ukiran.
Mrs Anderson Ela, berjalan dengan anggun nya bak pragawati mengarah ke meja kerja suami nya.
Wajah sang suami memperlihatkan beban yang nyata.
Ela langsung merucutkan bibir nya , saat ia melihat di tablet sang suami.
Foto Via.
"Kau masih mencari nya..
untuk apa ???...
Toh anak kita sudah tak menyukai nya !." ujar Ela enteng . wanita itu kehilangan ke angunan nya.
Ela tak mendapat jawaban apapun dari bibir Mr Anderson.
Cukup lama menatap wajah suami nya yang menatap nya datar.
Ela menjadi kesal sendiri akibat kebungkamam Mr Anderson.
Dengan menyentakkan kaki nya ia keluar sambil membanting pintu dengan kasar.
"Dad telah menyakiti momy ." ujar Hans yang dari tadi hanya memperhatikan kedua orang tua nya.
"Dad tak bermaksud seperti itu..
Dad hanya tak enak hati dengan keluarga Bruno ." ucap nya memandang lesu kepergian sang istri .
"Sudahlah dad , toh mereka tak memberi kabar kepada kita , mengapa dan dimana mereka sekarang ." ucap mrs Anderson memangku kedua tangan nya ke dada.
"HM..." Mr Anderson menarik nafas panjang. ia juga bingung bagaimana kabar Mr Bruno .
Drrtttt....
Handpone Hans berbunyi.
"Ya hallo...
oh Mr Bruno sudah keluar dari rumah sakit !." ujar nya sambil menatap sang Dady yang terkejut jika Bruno sahabat baik nya jatuh sakit .
Mengapa kamu tak memberitahu Dady ?? " tanya nya beruntun.
"Dad sangat ketinggalan sekali , ia jatuh sakit sejak perusahaan nya Koleps ."jawab Hans acuh berjalan keluar sambil mengelengkan kepala.
"What ?..
perusahaan nya." pekik Anderson tertahan.
Berjalan keluar , ia ingin melihat keadaan sahabat nya itu.
****
Wajah Doni tampak lebih datar dari biasa nya.
Mata nya nampak menerawang dalam melihat sepasang kekasih dengan mesra lewat depan nya yang sedang duduk makan siang di sebuah restauran.
Tiba - tiba ia merasakan kekosongan yang sangat dalam di hati nya.
Kenapa ia merasakan tak dapat menggenggam Via dalam pelukan nya yang dijaga dengan sepenuh hati .
Doni hanya melamun seorang diri.
Tak dapatkah !!!!....
Ya dapatkah menggenggam Via.
Mengapa Doni ragu ???...
Ia mencintai Via amat sangatn, tetapi ragu melangkah.
"Huuuh....lama - lama otak ku bisa pecah ." batin Doni dalam hati mengaruk kepala nya dengan kasar.
Menyelesaikan makan siang yang tak ia habiskan .
setelah membayar , berjalan dengan lesu ke parkir mobil .
Dengan malas Doni kembali menyelesaikan pekerjaan nya .
Menghelai nafas panjang , Doni mengambil handpone nya di saku celana.
Berniat menghubungi Ricky. Tak jadi ketika ia membuka galeri..
Terlihat foto Via dengan berbagai gaya.
Foto yang ia diam - diam ambil.
"Aku harus segara pulang , kangen ." sambil tersenyum.bagai sudah terisi penuh daya nya.
Kembali semangat.
Menyelesaikan pekerjaan nya yang menumpuk.
Wajah Via yang selalu terbayang Dimata nya...Sesampai di mansion .
Doni memutuskan untuk tetap didalam mobil nya. hingga suasana membaik.
ia melihat jendela kamar Via .
Lampu kamar Via masih menyala.
Entah mengapa Doni menjadi seperti ini.
tadi ia kangen dengan Via dan ingin cepat pulang.
Tetapi sesampai nya di mansion , ia kembali ragu.
Ia yakin saat ini Via sedang menunggu nya.
__ADS_1
"Ada apa dengan ku ." batin Doni sambil memukul kemudi dengan kuat.
Tapi..
Seberapa keras ia memukul , keadaan sama sekali tidak berubah.
Doni menarik nafas panjang.
tapi semakin ia menarik nafas nya.
Semakin kuat nyeri di dada nya.
Entah mengapa keraguan selalu menghinggapi nya.
"****...mengapa aku selalu ragu .
Doni...Doni ...jika kamu mencintai Via , mengapa harus ragu ," Doni berbicara sendiri. kembali memukul kemudi .
Meraup wajah nya dengan kasar. ia turun dari mobil dan berjalan perlahan memasuki mansion.
Membuka pintu , terlihat Via tertidur di sofa.
" Kak ." Via terjaga ketika mendengar suara pintu terbuka.
"Mengapa tak tidur di kamar ??.." merasa senang Via menunggu nya pulang.
Seperti istri yang sedang menunggu sang suami pulang kerja.
"Aku menunggu kakak ." Via kembali duduk.
"Mengapa harus menunggu ku , Tak usah menunggu..." mengelus pipi dan menatap kecantikan Via , walau bangun tidur ia tetap terlihat cantik.
"Via ." panggil Doni menatap sayu.
"Ya...." dengan tatapan mata bertanya.
Doni menatap ke arah mata dan wajah yang menyimpan tanda itu dalam .
Ia ingin menanyakan apakah Via bisa menerima diri nya. yang anak yatim..
mempunyai ibu sudah meninggal dan ayah tak tahu dimana.
Apakah Via akan meninggalkan diri nya...
memikirkan hal itu saja sudah membuat hati Doni sedih yang mendalam.
Namun bibir Doni terjatuh dengan sempurna.
ia tak bisa menyampaikan keinginan hati nya.
Ia tak ingin lagi kehilangan Via .
Beberapa hari ini memikirkan nya Doni bisa gila.
"Ada apa ? " tanya Via dengan wajah yang tanya - tanya. Dengan terpaksa Doni menaikkan sudut bibir nya
ia lalu perlahan mengelengkan kepala.
"Tetap lah disisi ku apa pun yang terjadi ." ucap Doni menatap Via sendu .
"Ya kak ." jawab Via bingung melihat Doni seperti ini.
Doni meletakkan badan nya di sisi Via .
Memeluk dengan lembut , pelukan erat tapi lembut benar - benar mengantarkan
Doni yang tampak takut kehilangan Via.Doni menarik nafas panjang , ia melepaskan pelukan nya dan melihat wajah Via.
Betapa ia jatuh cinta begitu dalam pada wanita ini.
Tak bisa menahan godaan pada diri nya. melihat bibir merah merah merekah.
Perlahan Doni mendekatkan wajah via.
Dan seketika menyentuh bibir yang terasa dingin 6api hangat.
Via pun menyambut ciuman yang didaratkan oleh Doni.
nyata ia merindukan ciuman yang didaratkan oleh bibir Doni.
Ciuman yang awal nya begitu lembut., perlahan begitu menjadi penuh semangat dan nafsu.
Memegang kepala Via dengan satu tangan kanan nya dan tangan kiri memegang dagu Via.
Ciuman yang membuat getaran gelombang yang bergelora .
Rasa mint dirasakan Via ,saat lidah Doni menyapu seluruh liang mulut nya.
Pria itu menyedot bahkan sekali -.lagi mengigit bibir nya yang cukup penuh itu dengan gemas.tudak sakit tapi menimbulkan desiran perasaan yang membangkitkan nafsu kedua nya.
Doni sudah tak bisa menahan diri , desakan nafsu merajai nya.
Sentuhan bibir Via ,seketika membuat otak nya langsung melupakan semua nya.yang ada desakan hati yang begitu bergelora membakar hasrat.
Nafasnya terdengar saat Doni akhir nya
sejenak melepaskan pautan nya dari bibir Via. yang tampak memerah dan bengkak .
Tapi lagi - lagi Doni tak menarik diri nya.
Ia menempelkan dahi nya dengan dahi Via. hingga mereka bisa saling melihat dan menatap diri masing - masing.
Via bisa melihat kilatan nafsu yang jelas pada mata laki - laki yang ada didepan nya .
Via sejujur nya merindukan kehangatan saat tubuh nya berdekatan seperti ini.
Doni segera mendaratkan ciuman di leher putih Via.
Yang membuat Via tersengat listrik berkekuatan tinggi.yang mengantarkan kenikmatan seluruh tubuh nya.
Spontan Via meremas rambut Doni . Via pun tak tinggal diam.ia mencium leher Doni yang tepat di depan nya .
Hal ini membuat Doni semakin menjadi , karena rangsangan yang di berikan Via.
Seolah sebagai tanda mengijinkan Doni berbuat lebih .
Via mengigit bibir nya saat ciuman itu ia rasakan di tubuh nya.
Cumbuan Doni tiap inci dalam membuat Via terlena.
Doni menatap Via sayu , kembali mencium kening , hidung dan terakhir bibir.
Mengendong Via memasuki kamar nya.
meletakan Via perlahan di kasur empuk itu dan menghempaskan diri ke atas ranjang mensejajarkan ia dengan Via..
Tiba - tiba Doni menghentikan cumbuan nya pada leher dan dada Via.
Pria itu langsung berdiri tegak.Mata Via mengamati pria itu..
"Ada apa ." batin nya dalam hati.
"Kita tak boleh melakukan nya , aku tak ingin merusak mu. yang jelas aku sangat cinta kamu Via ." menunduk..
kabuuutrrr
like , comend ya guys
__ADS_1