
Kami pergi makan siang bersama. Di rumah makan yang ada di Pangkalan Jambi menggunakan mobil pak Andi.
***
Seharian aku menunggu kabar dari Dodi namun tidak ada kabar dari nya. Hati ini merasa gelisah. Ada feeling dia melakukan sesuatu di seberang sana. Entah itu jalan sama gadis lain atau lain sebagai nya. Yah akhir-akhir ini dia tampak berubah.
"Kemana sih kamu Dodi? Apa yang kamu lakukan di seberang sana? Kenapa tidak ada kabar nya seharian ini?" Batin ku cemas. Sungguh sehari saja tiada kabar dari nya aku merasa seperti dunia ini suram. Yah sangat-sangat suram. Apa yang aku lakukan menjadi semua nya menjadi tidak mood.
Satu pesan saja dari nya mampu mengobati rasa kehampaan ini dari nya. Begitu penting diri nya kepada ku.
"Ya Hallo pak" Ujar ku saat ponsel ku berdering telpon dari salah satu pak kepala ruangan. Yah yang mengajak kami makan siang kemaren.
"Ramah kamu lagi di mana?"
"Di rumah pak. Ada apa?"
"Kamu bisa datang ke cafe teteh? Saya sekarang sedang ada di sana. Temani saya di sana ya" Ucap nya.
"Berdua aja pak?"
"Iya berdua" Jawab nya singkat.
"Udah jangan banyak tanya. Datang aja ya. Saya tunggu nih jangan lama-lama" Ucap nya langsung mematikan ponsel nya.
"Aku lagi gak ada mood minta di temani pulak ini orang. Aduh ya sudah lah aku ke sana saja dari pada di rumah semakin membuat aku galau memikirkan Dodi yang hingga sore seperti ini tiada berita" Batin ku.
"Buk, aku pergi keluar sebentar ya" Aku meminta izin kepada ibu ku.
"Kemana? Susah pukul lima sore lo mau kemana sih?"
"Sebentar buk. Ini Salah satu bapak kepala ruangan di kantor ku mengajak ku makan di cafe" Ucap ku lagi.
"Oh ya sudah hati-hati. Cepat pulang nya ya. Jangan sampai magrib kamu pulang nya" Ucap ibu ku.
"Iya buk, ibu tenang saja" Ujar ku langsung menancap kan gas motor ku menuju cafe yang di bilang oleh bapak tadi.
***
Terlihat bapak tadi duduk di teras cafe dengan pakaian santai nya.
"Mau pesan apa kamu Ramah?"
"Jus jeruk aja pak" Ucap ku langsung duduk di depan bapak tadi.
"Makanan nya?"
"Oh boleh pesan makanan juga pak?"
"Boleh dong"
"Kentang goreng aja pak"
"Nasi goreng, mie goreng gitu gak mau?"
"Gak pak, mau nya makanan ngemil aja" Jawab ku.
"Itu buk, pesanan dia di catat ya" Ujar bapak tadi meminta ibu si pemilik cafe mencatat pesanan ku.
Di sana, aku hanya duduk menemani nya. Yah tidak banyak obrolan yang kami lakukan karena ku bukan lah orang pembual pada umum nya. Terlebih pada atasan ku seperti itu. Aku hanya memilih diam alias kalem.
"Masih belum ada kabar dari si Dodi" Batin ku menatap ponsel ku menunggu kabar dari nya. Yah sengaja aku tidak menghubungi nya. Apa salah nya dia menghubungi ku duluan bukan? Akhir-akhir ini selalu aku yang menghubungi nya duluan. Entah apa yang membuat nya berubah.
Tanpa sengaja aku melihat bang Dodi lewat memakai motor nya di jalan raya yang tak jauh dari tempat ku duduk. Yah kebetulan cafe itu terletak di pinggir jalan jadi nya bisa melihat dengan bebas orang-orang yang hilir mudik di sana.
Deg....
Sontak perasaan sakit hati kini ku rasa kan saat melihat laki-laki ini. Kejadian yang lalu kini seakan-akan terulang lagi. Sungguh setiap kali aku melihat nya membuat hati ini sangat sakit. Sebab dia lah aku menjadi seperti ini. Aku kotor, aku hina, tidak ada lagi yang bisa di banggakan dari ku. Bahkan Dodi yang sekarang menjadi pacar ku itu belum tentu bisa menerima ku apa ada nya jika dia mengetahui keadaan ku sebenar nya.
"Sulit untuk ku lupakan kejadian yang berlalu. Semakin ku lupakan, semakan sakit rasa hati ini" Status ku di BBM.
Beberapa menit setelah aku membuat status itu.
"Kenapa cinta? Kelihatan nya lagi galau berat" Pesan Dodi masuk ke dalam chat BBM ku.
"Baru nongol kamu. Kemana aja selama ini?" Batin ku menatap layar ponsel ku dengan kesal.
"Apa aku ada buat salah sama kamu cinta? Kamu marah sama aku?" Ujar nya lagi.
"Baru ada kabar kamu? Kemana aja sih?" Balas ku.
"Maaf cinta. Tadi ada urusan" Ujar nya.
"Urusan apa? Urusan jalan sama mantan kamu? Apa kamu masih ada hubungan sama mantan terindah mu itu?"
"Mantan yang mana sih?"
"Mantan terindah mu lah" Jawab ku lagi.
"Kenapa sih cinta? Jangan berpikir yang tidak-tidak dong sama aku" Ujar nya.
"Entah lah, feeling aku seharian ini tidak enak. Kamu jauh di mata ku. Aku tidak tabu kamu berbuat apa di sana. Apa kah kamu bisa setia atau tidak di sana" Ujar ku lagi.
"Setia kok cinta. Tenang saja" Ujar nya.
Aku tidak membalas pesan dari nya. Entah mengapa emosi ku meledak-ledak waktu itu. Yah begitu lah aku, emosi ku kedang bagus, terkadang meledak-ledak.
"Pak, sudah hampir magrib ini. Saya pulang dulu ya" Ujar ku kepada atasan ku itu.
"Oh iya silahkan" Jawab nya.
Aku pun segera melaju dengan motor ku menuju pulang ke rumah.
***
"Cinta kenapa gak balas sih pesan ku?" Tanya Dodi melalui pesan BBM nya. Masih ku abaikan pesan dari nya.
__ADS_1
"Cinta, jangan cuek-cuek gini"
"Maaf buka bermaksud cuek hanya saja tadi aku lagi di jalan menuju pulang" Ujar ku setelah aku tiba di rumah dan hati ini mulai tenang.
"Oh ya, di tempat ku ini ada lowongan kerja tapi bagian kasir minimarket. Kamu mau?" Tanya ku.
"Kebetulan minimarket nya baru di buka dan belum terlalu ramai yang melamar. Gaji nya lumayan sih dua jutaan gitu" Ujar ku.
"Oh boleh, boleh" Jawab nya.
"Oke nanti akan ku kirimkan syarat-syarat nya. Kamu siapkan dan besok sore aku akan menjemput syarat itu di pelabuhan" Ujar ku.
"Hanya menjemput di pelabuhan? Gak jalan-jalan dulu kita?" Tanya Dodi.
"Gak bisa, aku pulang dari kantor nya sore hari. Nanti malah marah ibu ku jika aku pulang nya malam-malam" Jawab ku.
"Oke deh cinta, nanti akan aku selesaikan semua syarat nya ya" Ujar Dodi pada akhir nya.
Aku sangat menginginkan Dodi mendapatkan pekerjaan di tempat ku. Yah selain dia mendapatkan pekerjaan yang enak dengan gaji yang lumayan, dia juga terus-terusan berada di sisi ku. Dengan begitu aku bisa mengontrol nya.
***
"Kak, kita nyebrang nya jalan kaki saja?" Tanya Siti. Yah aku meminta Siti adik sepupu ku untuk menemani ku. Hubungan aku dan Yus kini mulai jauh. Bukan karena kami bermusuhan, hanya saja karena tidak mendapat kan pekerjaan di Pakning, dia memutuskan untuk kembali ke Sungai Apit tempat kedua orang tua nya.
Jadi, hanya tinggal Siti lah yang menjadi teman ku saat ini. Kemana-mana aku mengajak Siti pergi bersama ku.
"Iya jalan kaki saja. Nanti biar Dodi yang mengantarkan syarat nya di pelabuhan. Motor nya tinggal aja di parkiran sini" Jawab ku memarkirkan motor ku di tempat parkir yang biasa nya di gunakan untuk penitipan motor.
"Ayo dek, kita pergi" Ajak ku kepada adik sepupu ku itu.
Kami masuk ke dalam kapal peri dengan berjalan kaki.
***
"Hallo, kamu di mana sih? Aku sudah tiba di Bengkalis ini" Ujar ku saat menelepon Dodi.
"Iya sebentar aku ke sana" Ujar nya.
Aku duduk di ruang tunggu yang ada di pelabuhan itu. Tempat di mana para penumpang menunggu kapal peri untuk berangkat nanti nya. Tak begitu lama, Dodi pun datang dengan senyuman yang merekah di bibir nya. Dia memakai jaket kulit berwarna biru tua dengan baju kaos bewarna merah di dalam nya. Rambut nya yang di potong bermodel low fade memperlihat kan bentuk wajah nya yang jelas. Tak lupa celana Jeans berwarna biru tua pun menyelimuti seluruh kaki nya. Sepatu sport pun ikut menunjang penampilan nya sore itu.
Sungguh dia selalu membuat ku terkesan dengan penampilan nya yang begitu menawan. Apa pun yang di kenakan oleh nya tampak sesuai dengan diri nya. Tidak ada cacat cela di mata ku.
"Maaf cinta lama menunggu nya" Ujar nya kepada ku.
"Iya gak apa-apa. Lagian kapal peri nya masih istirahat kok" Ujar ku.
"Jadi beneran langsung pulang dengan menggunakan kapal peri yang sama?" Tanya nya kepada ku.
"Iya memang langsung pulang kami nya. Nanti kemalaman" Ujar ku lagi.
"Yah, gak jadi deh melepaskan rindu"
"Jika mau melepaskan rindu, nyebrang dong ke Pakning. Masa ia aku terus yang nyeberang nyamperin kamu" Ujar ku lagi.
"Bukti kan dong cinta mu kepada ku yang kata nya lautan akan kamu sebrangi" Tambah ku lagi.
Aku hanya menjawab dengan senyuman.
"Mana syarat yang aku minta"
"Ini cinta" Ujar nya menyerahkan sebuah map bewarna coklat.
"Oke. Nanti akan aku antar kan ke tempat minimarket nya. Nanti ada pelatihan di Pekanbaru. Memang itu lah prosedur nya jika ingin bekerja di minimarket yang bernama Indoapril itu" Jelas ku.
"Semoga saja ya kamu di terima kerja di sana"
"Aamiin, makasih ya cinta" Ucap nya kepada ku.
"Ya sudah hari kami pulang dulu ya, sebentar lagi kapal peri juga mau berangkat"
"Hati-hati ya cinta. Nanti kalau sudah tiba di rumah kabarin"
"Iya"
***
"Cinta, kami sudah berada di dalam peri ini." Pesan Dodi membuat aku yang tadi nya enak-enakan rebahan sambil berselancar di sosial media ku menjadi bangun tersentak kaget.
"Kamu beneran nyebrang?" Tanya ku.
"Iya cinta. Aku nyebrang demi cinta ku pada mu" Jawab Dodi sambil mengirimkan foto nya yang ada di dalam kapal peri bersama Rio melalui chat BBM.
"Sudah di mana kalian?"
"Di tengah laut cinta"
"Oke deh, dari jam berapa kalian nyebrang?"
"Jam lima tiga puluh tadi cinta"
"Aduh otomatis dong mereka belum makan malam. Gak mungkin aku biarkan saja mereka kelaparan di sini" Batin ku.
"Aduh, apa aku ajak mereka makan di luar aja ya. Di rumah juga gak ada apa-apa. Lagian takut ibu ku marah nanti nya" Batin ku lagi.
"Oke nanti kalau sudah tiba, kamu kabarin aku ya. Kami akan ke sana jemput kalian"
"Oke cinta. Kami juga gak tahu jalan ini ke rumah mu" Ujar Dodi yang memang ini kali ke dua dia datang ke tempat ku.
"Oke"
"Dek, sibuk gak? Malam ini temani kakak yuk. Dodi dan teman nya si Rio ternyata beneran nyebrang lo. Ini mereka sudah berada di tengah laut. Gak mungkin kan mereka datang gak kita sambut. Secara mereka datang dari jauh" Pesan ku kepada adik sepupu ku.
"Oke kak. Dek gak sibuk kok"
"Oke kamu siap-siap ya, sebentar lagi kakak jemput" Ujar ku lagi.
__ADS_1
"Oke"
***
Aku dan Siti menunggu di samping tempat penjualan tiket untuk kedatangan Dodi dan Rio.
"Demi cinta ku pada mu, lautan akan ku sebrangi" Nyanyian Dodi kini di lantunkan ketika melihat ku dan Siti menunggu nya di samping tempat tiket.
"Makasih sudah datang" Ujar mu menyambut kedatangan mereka dengan senyuman.
"Kalian belum makan kan? Ayo kita makan bakso aja ya" Ucap ku.
"Boleh, boleh" Ujar kedua nya.
Yah begitu lah aku. Karena sudah kerja, dan mempunyai pegangan uang sendiri, aku loyal membagikan nya dengan oang-orang. Itu hanya karena masalah makanan ya, karena makanan itu sangat di butuhkan. Kalau masalah lain aku berpikir dua kali untuk membelinya. Yah gak mungkin juga kan aku membiarkan mereka kelaparan.
Secara hanya aku yang sudah bekerja dan mapan di sana. Sedang kan Dodi belum ada pekerjaan tetap. Terkadang dia ada job bersama ayah nya terkadang tidak. Sedangkan Rio dan Siti masih sekolah mana ada mereka uang.
"Dek, kita makan bakso nya di warung bakso yang tidak jauh dari rumah mu itu saja ya"
"Ayo kita ke sana" Ujar ku kepada mereka. Aku dan Siti masih boncengan berdua. Sedangkan Rio dan Dodi memakai motor Rio boncengan berdua pula.
Aku dan Siti masuk duluan ke warung bakso itu untuk menanyakan apa kah masih ada makanan yang tersedia atau tidak.
Ternyata makanan di sana sudah habis hanya tinggal mie rebus saja lagi.
"Sudah habis. Kita pergi nya ke warung yang ada di desa Dompas aja ya" Ucap ku lagi mengajak mereka pergi ke warung yang aku maksud.
"Bang, masih ada bakso nya bang?" Tanya ku setelah sampai di warung yang ku maksud.
"Masih kok, mau pesan apa?" Tanya si pemilik warung.
"Sebentar ya bang aku tanyai sama teman-temen ku dulu" Ujar ku langsung meminta mereka yang tadi menunggu di motor untuk masuk ke warung dan mengambil tempat duduk masing-masing.
"Mau pesan apa?" Tanya si pemilik warung.
"Aku sate" Ujar Siti.
"Aku juga mau sate" Jawab Dodi dan Rio serentak.
"Ya sudah sate empat berarti ya bang" Ujar ku
"Minum nya apa?"
"Teh es manis aja semua?" Tanya ku kepada mereka.
Mereka bertiga menganggu setuju.
"Teh es manis nya juga empat" Ujar ku.
"Sebentar ya" Kata sang pemilik warung.
***
"Sekarang kita ke mana?" Tanya Dodi setelah kami selesai makan di warung tadi.
"Kemana ya, ke jembatan leton aja ya kita" Ajak ku karena memang tidak tahu lagi tujuan kemana. Mau ke danau buatan gak bisa karena pada malam hari danau tersebut tutup.
"Ya sudah Rio sama adek Siti ya. Biar kak Ramah sama aku" Ujar Dodi beri saran.
"Oke bhat" Jawab Rio.
"Tapi jangan macam-macam ya kamu sama adek aku" Ujar ku.
"Gak macam-macam kok. Cuma semacam aja" Jawab Rio seenak nya.
"Awas aja ya kamu" Ujar ku menunjuk Rio agar jangan macam-macam dengan adik sepupu ku.
***
"Terima kasih karena telah datang ke sini untuk ku" Ujar ku setelah kami mengantar kedua laki-laki itu ke pelabuhan penyebrangan.
"Iya cinta sama-sama" Ujar nya.
"Kami pulang dulu ya" Tambah nya lagi.
"Iya hati-hati. Nanti kalau kalian sudah tiba kabari ya" Ujar ku lagi.
Kembali hati ini merasa kesepian mengantarkan Dodi pulang. Berat rasa hati berpisah, namun apa lah daya, kami memang harus berpisah.
***
"Kak, aku sama Rio jadian lo" Ujar Siti kepada ku saat dia datang ke rumah ku malam itu.
"Ha? Baru tadi malam saja kamu ketemu dengan dia, kalian sudah jadian?" Tanya ku kaget.
"Iya kak" tersenyum senang.
Aku hanya bisa menggeleng kepala ku melihat adik sepupu ku itu.
Kembali momen tadi malam terbayang di ingatan ku. Di mana saat Dodi bersama ku bisa ku rasakan ponsel nya bergetar pertanda ada yang menghubungi nya. Hanya saja dia mengabaikan panggilan itu karena sedang bersama ku.
"Siapa yang terus-terusan menghubungi nya tadi? Dan jika tidak ada yang lain kenapa dia tidak mengangkat nya saja malah lebih mengabaikan nya" Ujar ku lagi dalam hati.
Entah mengapa aku menjadi curiga dengan diri nya. Aku takut dia bermain api di sana. Secara aku jauh di sini dan tidak bisa mengontrol nya.. Sedangkan dekat saja bisa orang berselingkuh apa lagi jauh seperti ini.
"Ya Allah, jika benar dia di takdirkan untuk ku, maka satu kan lah kami suatu hari nanti. Yakin kan hati ini jika dia benar di takdirkan untuk ku. Tapi jikalau tidak, jangan Kau kecewakan hati ini yang terlalu berharap kepada nya" Batin ku berdoa.
"Kak, sudah ada panggilan di Indoapril untuk bang Dodi?" Tanya Siti membuyarkan lamunan ku.
"Kata nya sih belum. Belum ada pihak sana menghubungi nya. Yah mungkin belum ada rejeki nya" Ujar ku lagi.
"Oh ya kak gimana? Udah dapat mengarang tarian untuk kelompok Dina?"
"Sudah dong. Mereka juga sudah selesai ambil nilai nya. Dan kata nya akan ada pengambilan nilai untuk drama" Jelas ku.
__ADS_1
"Ngarang lagi dong"
"Gak apa-apa aku senang kok sibuk seperti ini. Jadi aku tidak terlalu suntuk memikirkan seseorang di sebrang sana" Jelas ku lagi.